Jejaring Sosial

Minggu, Oktober 10, 2010

Jejaring Sosial, merupakan salah satu teknologi masa kini yang sedang booming. Setidaknya bisa mengubah cara berkomunikasi manusia melalui media internet. Aku sendiri merupakan salah satu pengguna aktif dari salah satu jejaring sosial yang sedang booming saat ini.

Beberapa jejaring sosial yang lagi booming diantaranya ada Facebook dan Twitter. Sebuah teknologi pasti memiliki dampak positif maupun negatif


Banyak sisi positif dari jejaring sosial, diantaranya:
  • Membantu komunikasi dengan teman-teman
  • Menambah kenalan
  • Menambah jaringan
  • Berbagi pengalaman dll (gak ada habisnya jika di uraikan semua. Karena masing-masing punya sudut pandang yang berbeda)
Sisi Negatif:
  • Terlalu "open" mengenai informasi pribadi (konon hal ini yang membuat orang jepang tidak terlalu suka berjejaring sosial)
  • Menghabiskan waktu, uang, dan tenaga untuk hal-hal yang sebenarnya tidak penting
  • Menimbulkan "addict", dll (ini juga tidak akan ada habisnya jika diuraikan.)
Dari beberapa contoh sisi positif dan negatif jejaring sosial, banyak yang belum menyadarinya. Apalagi mereka yang masih remaja (Aku masih termasuk gak ya?). Beberapa hal yang kurang aku sukai dari perilaku remaja yang memenuhi jejaring sosial diantaranya:
  • Menggunakan nama tidak sebenarnya. Mungkin bagi mereka ini keren, gaul. Yang membuatku bertanya, apakah mereka tidak mau menerima nama pemberian orang tua? Padahal nama adalah doa. Dengan mengganti nama seenaknya sendiri apakah mereka tidak memikirkan masa depan mereka? Karena, dengar-dengar sih, sekarang banyak dari perusahaan yang melakukan seleksi dengan search di google. Ketika mereka coba search email kita di salah satu jejaring sosial dan mereka menemukan foto kita, dengan nama gak karuan apakah mereka juga masih berminat menerima kita, meskipun kita punya seabrek kehebatan? Secara tidak langsung jejaring sosial sudah mewakili sikap kita.
  • Menggunakan bahasa yang sulit dimengerti. Banyak bahasa tidak baku yang digunakan remaja bahkan orang yang sudah dewasa. Aku ambil contoh dari adik kelasku saja yang gak jauh-jauh (sebut saja "bunga". Nama disembunyikan). Setiap mau ngomong "aku", dia ngetiknya "kau" siapa yang nggak bingung? keduanya memiliki arti berlawanan. Ada contoh lain dari temenku "napha. , gag dda yg paz ama mau.kuw" kenapa juga susah-susah nulis banyak gitu?
  • Update status yang tidak penting. Ini banyak sekali, apalagi ditambah campuran bahasa-bahasa entah dari planet mana "inikah yang disebut alay"? Saat ini banyak dari mereka update status gak jelas isinya mengeluh terus, kalau gak gitu cinta-cintaan, bahkan update status yang tidak pantas dibaca. Paling males baca yang gitu, gak pakai lama langsung remove friend (jika gak kenal, kalau kenal biarin dulu aja, tapi kalau masih berlanjut ya terpaksa mengucapkan "selamat tinggal"). Apa mereka tidak sadar siapa saja yang membaca update status mereka? Bisa saja dosen, guru, bos, orang kantor membaca update status mereka yang sebenarnya 
  • Asal-asalan menambahkan teman. Ini banyak sekali, limit friend di facebook cuma 5000. Buat apa add friend sebanyak-banyaknya toh yang kenal mungkin gak sampek 500 orang. Buat apa lainnya? Menambah teman sih boleh saja. Tapi apakah kamu pernah berinteraksi dengan mereka? Jika friend uda penuh bingung nambah kenalan-kenalan yang baru kenal di dunia nyata. Ada juga yang bikin account facebook baru biasanya dibelakang namanya ditambahkan part II (kayak sinetron aja). Aku dulu selalu acc semua yang add, namun sekarang tidak lagi karena banyak hal yang tidak aku sukai (seperti diatas) muncul bersamaan dengan banyaknya friend. Lalu kuputuskan untuk mengalihkan ke Friend Page. Pada friend page, hampir semua yang aku share di Facebook juga aku share disini. Padahal dengan klik like pada halaman tersebut sudah otomatis jadi friendku, namun banyak juga yang tidak aku acc tidak menekan like pada halaman tersebut. Alhasil isi dari friend pageku kurang dari 100. Kembali pada halaman awal facebook yang bertuliskan "Facebook helps you connect and share with the people in your life" yang artinya Facebook membantu kamu terhubung dan berbagi dengan orang-orang dalam hidup anda. Mungkin mereka tidak mengerti arti tulisan itu.  
  • Terlalu Open mengenai informasi pribadi. Secara tidak sadar sebaik apapun anda, pasti ada pihak-pihak yang secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi tidak suka terhadap anda. Mereka bisa memanfaatkan jejaring sosial untuk menjelek-jelekkan anda. Bisa melakukan teror melalui nomor yang anda share di situs jejaring sosial, maupun membuat fake page yang isinya menggunakan data anda namun mereka menjelek-njelekkan anda. Apalagi jika anda share dimana tempat tinggal anda wah bisa-bisa rumah anda di bom tuh.
Waspadalah terhadap jejaring sosial :o. Cyber crime berasal dari sini.

    You Might Also Like

    2 comments

    Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

    Facebook

    Subscribe