Review Telkomsel Flash Unlimited

Senin, Februari 28, 2011

Telkomsel Flash / img by telkomsel
Telkomsel Flash, merupakan salah satu pilihan layanan broadband yang cukup baik bagi saya, meskipun tidak sedikit saya temui beberapa orang menghujat layanan ini lantaran gangguan dan masalah, hal itu idak membuat saya mencoba menggunakan layanan ini. Sudah sekitar 10 bulan saya menggunakan layanan ini.

Pada postingan kali ini saya ingin sedikit share suka dan duka saya selama menggunakan telkomsel flash, yang bisa dijadikan bahan pertimbangan siapa saja yang membaca postingan ini. Semoga membantu dalam menentukan layanan internet yang dipilih.

Telkomsel Flash merupakan layanan internet yang disediakan oleh Telkomsel. Layanan telkomsel flash dapat dinikmati oleh semua pengguna kartu Telkomsel, mulai dari Simpati, Kartu AS, hingga kartu Halo, bahkan kini telkomsel telah meluncurkan kartu Flash yang digunakan khusus untuk internet. Berikut rincian daftar harga dari situs resmi Telkomsel.

Untuk Kartu Simpati, AS dan Flash

Untuk jenis kartu diatas saya belum pernah mencobanya, karena sejak pertama saya menggunakan Telkomsel flash unlimited yang menggunakan kartu Halo. Berikut tarif yang berlaku dari kartu Halo.

Kartu Halo

Dari 2 gambar diatas kita sudah dapat melihat perbedaan masing-masing kartu, prabayar dan pasca bayar. Kebanyakan orang akan enggan untuk mengikuti program pasca bayar lantaran takut pembayarannya membengkak. 

Tidak perlu takut, jika memang anda ingin berlangganan dengan harga 140.000/bulan silakan kirim email ke saya. Jangan kaget dengan Rp.140.000/bulan, karena dari gambar kartu Halo diatas Rp. 125.000 belum termasuk PPN 10%. Jadi jika internet Rp. 125.000/bulan ditambah 125.000 + 10% = 125.000 + 12.500 = 137.500. Cuma selisih Rp. 2.500. Waduh kok jadi iklan gini. 


Suka Duka Telkomsel Flash

Pertama saya bagikan kesedihan saya menggunakan telkomsel flash. Sebelumnya perlu diketahui saya selama ini menggunakan Modem Huawei E172 dengan sistem Operasi Ubuntu. Hal tersebut akan berpengaruh dengan beberapa kesedihan yang saya alami. 

Internet terkadang tidak langsung konek, merupakan salah satu derita saya karena menggunakan Sistem Operasi Ubuntu, meskipun modem terdeteksi namun terkadang tidak bisa langsung konek meskipun indikator menunjukkan tanda bahwa terkoneksi internet. Untuk mengatasi masalah ini cukup disconnect koneksi internet lalu connect lagi, ulangi sampai koneksi anda bisa. (Biasanya saya menggunakan terminal dan mengetikkan ping google.com untuk melihat status koneksi)

Kuota Habis = Penderitaan, saya berlangganan dengan kuota 1Gb. Biasanya kuota segitu bisa awet hingga setengah bulan (untuk browsing, buffering, download keci-kecilan, update linux). Ketika kuota habis, jangan harap bisa menikmat download kilat, yang ada malah merana. Jika kondisi (cuaca) lagi bagus didukung sinyal HSDPA kita dapat browsing dengan cukup lancar, namun jika kondisi kurang bagus mending matiin laptop dan baca buku deh.

Sinyal ada Koneksi Lemot, hal ini yang saya alami ketika berada di rumah nenek saya yang berada di daerah Ngadirojo Pacitan. Entah karena modemnya atau faktor lain, sinyal naik turun, setiap menggunakan modem tidak bisa konek, namun ketika saya gunakan HP SE G502 saya sebagai modem terkadang konek meskipun harus bersabar.

Blank Spot dalam Kota, ini salah satu hal yang membuat saya jengkel. Bagaimana tidak, dalam area kota terdapat blank spot (semoga istilahnya tidak salah), Blank Spot adalah dimana sinyal sangatlah buruk bahkan tidak ada. Hal ini saya alami ketika saya di Blitar. Saat itu saya sedang dirumah teman ibu saya di daerah Jl. Bali (deket kediaman ibu (angkat) Pak Presiden saat ini). Daerah tersebut tidak jauh dari pusat kota Blitar, sekitar 1Km, namun yang saya dapatkan hanya lampu hijau dari modem yang menandakan hanya ada sinyal GPRS. Sudah begitu koneksi tidak lancar, untuk membuka sebuah halaman saja butuh kesabaran ekstra, sehingga saya memilih untuk tidak melanjutkan browsing. Padahal di rumah teman saya yang lebih pinggiran saya bisa menikmati layanan 3G.

Itulah kesedihan saya ketika menggunakan telkomsel flash unlimited, selanjutnya saya akan berbagi tentang kelebihan telkomsel flash yang saya gunakan.

Kuota = Kenikmatan, bagaimana tidak, dengan adanya kuota saya bisa menikmati berkeliling dunia dari browser dengan cepat. Mulai dari buffering youtube seperti melihat TV (resolusi video 360), nggak pakai loading. Download 4share sekitar 70an kb/s. Update linux di main server up to 50kb/s bahkan sampai tembus 2,9 Mb/s.

Update Ubuntu
Update Ubuntu lainnya
Jaringan 3G sudah banyak, di sekitar BTS yang ada di daerah nenek, saya bisa menemukan sinyal 3G yang ditunjukkan oleh icon 3G pada HP saya. Mungkin karena rumah nenek saya yang berada di balik gunung membuat sinyal tersebut jadi jelek alhasil koneksinya lemot.

Bayarnya gampang, saya transfer setiap bulan melalui ATM setiap bulan. Tidak perlu repot antri di GRAPARI. Karena saya menggunakan yang coorporate. 

You Might Also Like

5 comments

  1. aq pengguna baru telkomflash halo.... kalo langganannya bayar yang 137 rb, tp pemakaiannya berlebih, apakah kena biaya tambahan...???? trus pembayaran di ATM bsa ga sich yang menggunakan paket reguler bukan cooperate...

    BalasHapus
  2. InsyaAllah itu sudah paket Unlimited, jadi jika ada pemakaian berlebih tidak ada biaya tambahan, hanya saja kecepatan internetnya berkurang drastis :)

    Untuk masalah pembayaran saya kurang tahu, sepertinya harus melalui Grapari, silakan tanyakan di grapari untuk informasi lebih lanjut.

    Saat ini saya sudah tidak menggunakan kartu telkomsel flash lagi.  Terlalu mahal untuk kantong mahasiswa :D

    BalasHapus
  3. Iya, sama-sama. Semoga bermanfaat :)

    BalasHapus

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe