Dual Boot Operasi Sistem FAQ

Selasa, Desember 06, 2011

most dual boot
Linux sekarang sudah semakin merajalela, sehingga bagi sebagian orang ingin memiliki linux di komputernya selain menggunakan windows maupun mac. Oleh karena itu Linux menawarkan "something different" yaitu dual boot, yang memungkinkan user untuk memiliki dua sistem operasi dalam sebuah hardisk.

Menurut saya dual boot adalah sebuah menu saat booting yang mengharuskan kita memilih salah satu sistem operasi yang sudah terinstall dalam hardisk komputer. Sehingga kita bisa menyesuaikan sistem operasi yang akan kita gunakan untuk mengerjakan something.

Teman-teman banyak bertanya tentang dual boot, di sini saya akan membuat FAQ (Frequently Ask Question) dari pertanyaan teman-teman.

Q: Apakah dual boot membuat komputer jadi lemot?
A: TIDAK! Menurut saya, dual boot tidak berpengaruh banyak pada kinerja komputer. Karena pada dasarnya dual boot hanyalah mengambil space hardisk untuk instalasi sistem operasi. Ketika kita menjalankan salah satu sistem operasi, sistem operasi lainnya tidak berjalan. Dan hanya dianggap sebuah data biasa oleh sistem operasi yang sedang berjalan. Contoh: Ada sebuah komputer dengan 2 sistem operasi, yaitu Ubuntu dan Windows. Ketika kita menjalankan Ubuntu, sistem operasi windows hanya akan dibaca sebagai data biasa bukan sebagai sistem operasi yang juga berjalan, namun ketika kita menjalankan windows, maka sistem operasi Ubuntu tidak akan terbaca oleh windows, karena windows tidak dapat membaca partisi hardisk ubuntu yang menggunakan EXT2 / EXT3 atau EXT 4.

Q: Apakah data-data yang ada pada Windows hilang?
A: TIDAK! Selama saat instalasi, kita tidak melakukan format pada hardisk yang digunakan untuk melakukan instalasi. Saat melakukan instalasi sebaiknya kita mengurangi hardisk yang memiliki free space paling banyak, dan pengurangan tersebut tidak memerlukan formating hardisk, namun untuk membuat partisi baru dan melakukan instalasi pada partisi memerlukan formating hardisk.

Q: Apakah membuat hardisk cepat rusak?
A: TIDAK! Menurut saya, tidak ada hubungannya hardisk rusak dengan dual boot, karena dual boot hanyalah membagi hardisk layaknya partisi dan mengisinya dengan data. Jika memang dapat meningkatkan kemungkinan hardisk rusak tolong jelaskan pada saya. Karena menurut opini saya tidak membuat hardisk rusak, berbeda lagi jika sering melakukan instalasi OS.

Ketiga pertanyaan tersebut yang sering sekali ditanyakan oleh teman saya yang ingin melakukan dual boot. Daripada mengulang berkali-kali masalah tersebut, sebaiknya saya share di sini agar dapat bermanfaat untuk orang lain.

Saya sendiri sudah sekitar 1 tahun ini menggunakan dual boot pada laptop Lenovo saya. Saya menggunakan dua operasi sistem yaitu Ubuntu 11.10 dan Linux Mint 9 Isadora. Dan menurut saya tidak berpengaruh pada kinerja laptop saya.

Semoga sedikit share saya ini bermanfaat untuk mengatasi kebingungan teman-teman tentang resiko yang telah menjadi dogma :). Mari berbagi

You Might Also Like

2 comments

  1. tinggal tutorial bikin grub nih bro yg belon
    ane ga sukses mulu bikin grub dual boot nih :(

    alul-cholil.blogspot.com

    BalasHapus
  2. coba di cek di Forum Ubuntu Indonesia, prasaan sudah banyak yang posting tutorial membuat dan mengedit grub

    BalasHapus

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe