Intropeksi Blog

Saya buka kembali arsip-arsip blog yang dulunya masih beralamat di ndundupan.blogspot.com dan banyak saya temukan hal-hal lucu bagi saya di masa kini. Ada beberapa tulisan yang tidak saya percaya bahwa itu tulisan tangan saya dahulu. Saya tidak berniat menghapus postingan-postingan yang bisa dibilang seadanya tersebut.

Semua berawal dari Januari 2009 saat itu banyak sekali tulisan-tulisan ngasal. Beberapa artikel copas, dan cenderung seadanya saja tanpa berfikir ini layak dibaca atau tidak. Seiring berjalannya waktu, tulisan-tulisanku mulai enak dibaca pada akhir tahun 2009 dimana saya memutuskan untuk beralih ke Open Source setelah bertemu dengan orang-orang hebat seperti Mas Hiza & Mas Adhicipta.


Masih teringat pertama kali bertemu mereka pada tanggal 9 Nopember 2009 di Food Court XXI Tunjungan Plasa. Tempat yang sampai saat ini kurang saya senangi karena terletak di lantai 5 / 6 Tunjungan Plasa. Dan saat itu saya hanya datang sendirian! Karena memang Mas Adhicipta memberi kabar cukup mendadak sekitar jam 5 sore.

Disitu selain bertemu dengan Mas Hiza dan Mas Adhicipta, saya juga bertemu dengan beberapa rekan yang tidak kalah luar biasa yaitu Mas Badung Selalu dari Beoscope.com, Mas Hanafi dari P3TV Unesa, dan seorang lagi saya lupa namanya :D.

Saya masih ingat betul perkataan mas Hiza: "Sing ngene iki sing bakal dadi". Ucapan tersebut bagaikan doa yang bisa dibilang telah dikabulkan  oleh Allah S.W.T. Yang akhirnya juga mengantarkan saya hidup di Jogja selama kurang lebih satu tahun. Memang saat ini saya belum "JADI" sepenuhnya, dan masih dalam proses untuk MENJADI.
hari jadi
Setelah pertemuan tersebut tak lama kemudian tulisan di blog sudah semakin baik, mungkin karena jam terbang menulis di blog juga bertambah. Bertambah sharing tutorial-tutorial dan berbagai tips trik software-software open source, dan sudah jarang sekali membahas operasi sistem tetangga. Tulisan-tulisan tersebut berlanjut seiring waktu berjalan.

Belum lama mengenal dunia adsense di blog membuat semua berubah, banyak konten-konten bertebaran diselipi iklan, dan ketika saya baca ulang, sungguh kurang enak untuk saya baca. Setelah membaca tulisan Samubay, salah seorang rekan saat kopdar blogger nusantara yang telah mengingatkan tujuan ngeblog saya sebelum untuk mencari uang. Akhirnya saya putuskan untuk meremove bannner-banner iklan.

Saya tidak ingin melahirkan dualisme antara idealisme menulis dengan komersial. Terbutkti banyaknya tulisan saya akhir-akhir ini tidak diimbangi dengan kualitas tulisan. Seperti yang saya katakan pada tulisan sebelumnya bahwa KUANTITAS blog ini sudah berbanding terbalik dengan KUALITAS.

Tulisan ini saya gunakan untuk menandai perubahan yang akan saya lakukan pada blog ini dengan fokus untuk menaikkan KUALITAS tulisan dibanding dengan KUANTITAS, seperti tulisan-tulisan Mbak Chonie yang benar-benar berkualitas seperti orangnya :p.

Saya akan berusaha untuk mensejajarkan kenaikan KUALITAS dengan KUANTITAS blog ini sehingga tidak berbanding terbalik. Mungkin itu dulu tulisan iseng sehabis sholat jumat. 
Share on Google Plus

Pandu Aji Wirawan

Seorang pria tanpa pekerjaan dan tempat tinggal tetap yang menurut KBBI disebut gelandangan. Gelandang merdeka yang suka menulis tentang apapun yang diinginkan. Ada pertanyaan? Kirim email ke admin@panduaji.net atau isi form kontak
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan baik, jangan menggunakan nama sebagai keyword backlink. Saya anggap itu sebagai SPAM. Apabila dalam komentar mengandung link yang tidak berhubungan dengan tulisan, akan saya hapus