Belanda Tanpa Reklame Pandu Aji Wirawan Minggu, 22 April 2012 2 Comments

Selain dikenal dengan kehebatannya software Blender juga dikenal dengan project open movie, dimana kita bisa mendapatkan dan menggunakan semua file produksi film seperti sintel, mango, bigbuckbunny dan masih banyak lainnya. Selain itu kita juga bisa belajar banyak dari proses produksi film mereka yang dibagikan melalui blog. Project yang saat ini sedang berjalan adalah MANGO PROJECT.

Banyak hal yang menarik dari mango project. Saat ini proses produksi masih berlangsung. Sambil menikmati proses produksinya, mari kita bersama tengok apa yang dapat dipelajari dari blog resminya. Mulai dari riset, studi kasus, pemecahan masalah, dan masih banyak lagi.


Satu point yang menarik buat saya adalah pemandangan kota Amsterdam, Belanda. Coba perhatikan foto fasilitas publik dan jalanan di Amsterdam, indah bukan? Semuanya sungguh tertata dengan apik meski bangunannya sederhana. Tidak tampak REKLAME yang dapat dengan mudah ditemui di sudut kota-kota di Indonesia. Bayangkan Ibukota Belanda yang tentunya memiliki pangas pasar besar saja tidak tampak adanya reklame, apalagi kota-kota kecil diluar Amsterdam?

Jujur saya belum pernah bepergian ke Belanda, apalagi Amsterdam. Jadi saya belum bisa memastikan bahwa tidak ada iklan disana. Jika pun di Amsterdam banyak iklan, namun dengan kecerdiknya, mereka dapat menyembunyikan iklan-iklan tersebut hingga tidak tertangkap oleh kamera siapapun yang sedang mengambil gambar di sana.

Pemandangan yang tersaji saat proses produksi Mango bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk datang ke Amsterdam, apalagi untuk mengunjungi Blender Institute. Sehingga tanpa iklan pun, pemerintah bisa mendapatkan pemasukan yang lebih besar.

Begitu banyak pemandangan indah tanpa iklan otomatis dapat menarik wisatawan yang menyaksikan pemandangan tersebut. Sehingga beberapa orang yang tertarik bahkan dari luar negeri akan tertarik untuk datang ke lokasi tersebut. Secara tidak langsung devisa negara akan bertambah, penduduk sekitar juga akan mendapatkan keuntungan dari kedatangan para wisatawan. Tinggal kalikan saja berapa wisatawan yang datang ke tempat tersebut? Tidak menutup kemungkinan bukan pemasukan dari wisatawan akan jauh lebih besar dibanding pemasukan dari Iklan. Apalagi dengan kepuasan wisatawan yang memiliki foto di daerah tersebut puas lantaran tidak tampak reklame yang menghiasi foto mereka ;)

Selain itu plakat, neonbox, juga tidak terlalu banyak tampak, sehingga tidak mengotori pemandangan di jalan. Untuk Blender Institute sendiri hanya menggunakan sepotong plat yang menempel di dinding layakanya nomor rumah. Bukan dalam bentuk neon box berukuran raksasa, atau spanduk, banner dan sebagainya yang kurang enak dipandang mata. Kesan yang didapat sederhana keren :D
enterance blender institute

Pandu Aji Wirawan

Pemuda yang masih lajang, suka jalan-jalan dan nulis blog. Hidup tidak teratur, mengalir seperti air. Kalau ada yang minta tolong, kadang bikin website yang simpel dan enggak ribet.

Tags:

2 komentar :

  1. belanda tanpa reklame, eh dibawahnya judul postingan ini langsung ada reklame.. hehe piss ndu :D

    BalasHapus
  2. hahahaha :D
    klo itu reklamenya bukan di Belanda  :p
    wkwkwkwk

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan baik, jangan menggunakan nama sebagai keyword backlink. Saya anggap itu sebagai SPAM. Apabila dalam komentar mengandung link yang tidak berhubungan dengan tulisan, akan saya hapus