Dua Puluh Satu Tahun

Sabtu, September 01, 2012

Tidak terasa sudah 21 tahun kehidupan di dunia, banyak orang yang mengatakan selamat ulang tahun yang ke dua puluh satu. Namun jujur sebenarnya saya lebih suka menghitung mundur, seperti yang saya atur pada audacious, music player di Ubuntu yang saya gunakan karena mirip dengan interface winamp yang minimalis. Sehingga kita bisa tahu kapan habisnya musik yang sedang kita dengarkan. Namun inilah kehidupan dimana kita tidak dapat menghitung mundur sisa waktu yang kita miliki di dunia, sehingga kita hanya bisa menghitung waktu yang sudah kita habiskan di dunia.

Ulang tahun lalu saya tulis dengan judul kepala dua, dimana saya menginjakkan usia 20 tahun. Alhamdulillah sampai saat ini saya masih diberi kesempatan oleh Allah untuk memberdayakan diri terutama pada orang-orang di sekitar saya. Banyak sekali yang saya alami dalam setahun ini dengan kesibukan baru, yaitu kuliah.


Sebagian besar waktu dalam satu tahun ini adalah di area kampus, dimana hampir setiap hari saat kuliah aktif saya berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00 dan kembali ke rumah pada pukul 22.00. Bahkan terkadang sampai menginap di kampus. Sebuah pengalaman yang mungkin akan berlanjut di tahun kedua kuliah ini.

Pengalaman baru saat terlibat produksi pembuatan iklan layanan masyarakat bersama rekan-rekan di jurusan Multimedia Broadcasting untuk ditayangkan di televisi nasional. Meski pipeline yang digunakan berbeda dengan yang saya pahami, namun nyatanya iklan tersebut sudah pernah tayang di televisi nasional dalam jangka waktu tertentu.
iklan SNMPTN 2012
iklan Politeknik Indonesia V.1
iklan Politeknik Indonesia V. 2

Pengalaman memimpin sebuah project komunitas yang sampai saat ini belum jadi juga. Banyak hal yang saya dapatkan dalam waktu satu tahun ini, namun masih saja saya merasa banyak waktu yang terbuang sia-sia karena bermain Dota, Malas-malasan, online yang membuat saya menjadi not working.

Selagi masih kuliah dan ada yang membiayai, saya tidak terlalu terobsesi pada hal-hal yang berbau komersil. Karena sayang sekali jika tidak saya manfaatkan untuk membuat sesuatu yang luar biasa melalui karya. Menulis buku adalah hal yang ingin saya wujudkan di tahun ke dua puluh satu hidup saya ini. Karena di tahun sebelumnya saya belum menerbitkan sebuah ebook. Jadi di tahun ini saya harus memiliki minmal satu e-book untuk dibagikan.

have a vision?
have a vision?
Sulit sekali mendapatkan dreamteam dengan memiliki visi yang sama. Namun saya percaya bahwasanya ketika waktunya sudah tepat, mereka akan muncul dengan sendirinya. Selagi dreamteam belum terbentuk saya akan mematangkan visi yang sudah terkonsep.
Dreamteam?
Dreamteam?
Sekarang pun saya putuskan untuk mendeklarasikan ulang tahun yang kedua puluh satu, karena waktu yang tersisa sangat menakutkan untuk dibayangkan saat ini. Jadi teringat sebuah kata-kata yang telah mengubah steve jobs saat usianya 17 tahun. "Jika kau hidup setiap hari seakan-akan itu adalah hari terakhirmu, suatu hari nanti itu akan benar-benar terjadi."

You Might Also Like

1 comments

  1. Keren masbro.. Sebuah perenungan usia nya bagus sekali
    mengalahkan resolusi tahun baru..
    Semoga cita2 bisa lebih banyak terealisasi tahun ini ya..
    Amiin,, teruslah berkarya

    BalasHapus

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe