Melihat Iklan Tri Indie yang Asyik

Minggu, Juni 08, 2014

Melihat Iklan Tri Indie yang Asyik - Akhir-akhir ini Tri, salah satu operator telepon selular di Indonesia mengeluarkan iklan yang menurut saya bagus. Karena iklan tersebut bukan hanya sekedar jualan produk, namun lebih ke pesan yang tersembunyi. Apalagi alur cerita yang dibuat benar-benar  ada di sekitar kita, sehingga lebih mudah diterima dan diingat oleh masyarakat, termasuk saya. Iklan yang saya maksud adalah Iklan Tri Indie+. Bagi yang belum tahu iklan yang saya maksud, bisa langsung cek video di bawah ini.

Sudah menonton video diatas? Ada beberapa hal yang menimbulkan pertanyaan buat saya. Salah satunya, kenapa kok menggunakan anak-anak sebagai tokohnya, padahal anak seusia itu seharusnya belum dapat memiliki nomor sendiri karena (mungkin) belum memiliki kartu identitas yang legal untuk mendaftarkan diri sebagai salah satu pengguna nomor ponsel. Setelah saya mencoba mengamati dengan seksama, iklan akhirnya saya menyimpulkan beberapa hal dari iklan tersebut. Ingat, ini merupakan pendapat saya pribadi
  • Iklan tersebut tidak fokus pada produk yang ditawarkan, yaitu Indie +. Tetapi fokus pada branding TRI, karena mudah diingat. Coba tanyakan temanmu apakah tahu iklan tri terbaru yang anak-anak? Mungkin sebagian besar akan tahu, tapi kalau ditanya iklan tri indie + malah tidak tahu. Itu terjadi di sekeliling saya.
  • Iklan tersebut mudah diingat karena berbeda dengan iklan yang lain, stylenya mirip dengan iklan rokok seperti 76 yang tidak pernah mencantumkan rokoknya namun kita bisa dengan mudah menghafalnya. Kenapa bisa bagitu? Karena di iklan tersebut menceritakan kejadian-kejadian yang memang ada di sekitar kita.
  • Jadi orang gede itu enak, tapi susah dijalanin, pesannya pendek dan kuat. Pesan tersebut seolah menjadi kesimpulan dari cerita-cerita sebelumnya. Itulah yang membuatnya mudah diingat. Dari situ dihubungkan dengan salah satu produknya yang tidak ingin membuat susah pemakainya yang bisa bayar kapan saja.
Selain untuk jualan produk, saya menangkap pesan lain dari iklan tersebut. Gara-gara iklan tersebut, saya jadi mikir tidak enaknya jadi ‘orang gede’. Coba bayangkan, apabila menjadi seorang CEO perusahaan multinasional. Keren?  Jelas, tapi apa dampaknya? Tidak mungkin saya bisa dengan bebas bepergian sesuka saya, karena memiliki banyak janji ini, itu dsb. Sehingga membuat kita terpenjara dalam jabatan. Selain itu, tidak bisa leluasa ngangkring di warung pinggir jalan. Tongkrongan pindah ke kafe maupun restoran mewah. Padahal di warung-warunt pinggir jalan banyak moment unik yang ‘merkeda’

Biasanya hal ini terjadi karena gengsi. Serius! Mungkin karena sekarang belum jadi CEO bisa bilang bahwa itu tidak mungkin, tapi semua berubah ketika jabatan tersebut melekat. Apalagi punya banyak karyawan. Meski sebenarnya banyak juga yang tetap berhasil bersahaja. Selain itu, sikap orang-orang di sekeliling saya pun pasti akan berubah, terutama teman yang menjadi karyawan :D . Hubungan pertemanan tidak lagi seperti dulu, banyak yang berubah.

Iklan Tri
Think Again


Contoh yang sederhana saja dan banyak ditemui adalah seorang cewek yang dengan susah payah diet, padahal gak gemuk-gemuk amat. Seperti salah seorang teman saya. Menurut saya dia tidaklah gemuk, tapi mati-matian gak makan ini itu, jadi sayang kan kalau ada jatah brownies buat dia tapi saya yang makan :D . Enak lho makan brownies, tapi dia gak mau karena katanya bikin gendut :D , jadi kurus enak sih, tapi susah dijalanin :D . Mau tau lanjutannya? Silakan simpulkan sendiri, saya tidak mau mencoba merangkai kata-kata indah seperti si M*ri* T*g** :D . Banyak kok sudut pandang iklan tri indie +

Gak kerasa, sudah banyak juga yang saya tulis, selamat menerima opini baru dari tulisan ini, kalau mau setuju silakan, kalau nggak setuju nggak maksa buat setuju kok. Tiap orang bebas mengekspresikan pendapatnya :D

2 September 2013

Pandu Aji Wirawan

You Might Also Like

0 comments

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe