Dua Puluh Tiga Tahun di Dunia Baru

Senin, September 01, 2014

Dua Puluh Tiga Tahun merupakan usia yang cukup tua bagi teman-teman di kampus. Mungkin karena memang pertama sekolah usia sudah hampir 6 tahun dan saya sempat libur menggeluti pendidikan formal selama setahun sehingga membuat saya termasuk tua di angkatan ini.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tulisan ini saya juga mau menulis semacam review tentang perjalanan hidup setahun belakangan. Mungkin tulisan ini bisa dibilang kaleidoskop saya pada usia 22 tahun.

Malam ini saya habiskan waktu bersama dengan teman yang pertama kali saya kenal sewaktu duduk di SMP Negeri 1 Pacitan. Ya kebetulan dapat traktiran karena hari ini adalah ulang tahunnya yang ke dua puluh tiga juga. Sama dengan saya hanya beda jam saja.

Pendidikan Formal

piala iosa
Piala pertama dan terakhir (?)

Flashback ke tahun lalu, impian saya bertahun-tahun lalu akhirnya tercapai, yaitu mendapatkan sebuah piala. Piala yang pernah saya idam-idamkan saat duduk di bangku sekolah dasar ternyata baru keturutan setahun lalu. Meski tidak berwarna kuning keemasan namun lumayan lah sudah pernah dapat piala.

Piala ini saya peroleh saat acara IOSA (Indonesia Open Source Award) tahun 2013. Sepertinya acara ini sudah tidak ada lagi tahun ini.

Tinggal menghitung hari dari jadwal wisuda yang kemudian akan merubah status mahasiswa menjadi pengangguran, karena saya sudah tidak tertarik lagi dengan pendidikan formal dan belum ada keinginan untuk melamar pekerjaan. Tidak banyak yang saya ingin bicarakan tentang dunia pendidikan formal ini.

Banyak cerita yang terkadang menggelitik dan lebih seru apabila diceritakan secara verbal dibandingkan dalam tulisan seperti ini.

Sepertinya saya mendapatkan karma dari beberapa mahasiswa yang dulu pernah magang, karena mereka belum tahu  mau apa setelah lulus. Meskipun ada beberapa rencana setelah lulus, karena ada beberapa rencana itu malah membuat saya dilema memilih yang mana. Sepertinya akan ada banyak kejutan setelah lulus ini, terutama untuk saya pribadi. Mlaku sek wae lah

Menurut jadwal yang saya peroleh, wisuda PENS-ITS angkatan 110 masih perlu menunggu sekitar 20 hari lagi. Meski beberapa teman sedang sibuk mencari informasi untuk melanjutkan jenjang pendidikan formal, saya memilih untuk menyibukkan diri dengan hal lain. Tidak ada ketertarikan untuk melanjutkan pendidikan formal lagi.

Peralihan Bidang

Tidak terasa juga, setahun sudah mendapatkan penghasilan rutin dari Google tiap bulannya melalui kerjasama menjadi penyedia konten untuk dipasangi iklan, istilah kerennya adalah publisher. Meski penghasilannya naik turun tak pasti, namun Alhamdulillah bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
pembayaran google adsense
Slip Gaji dari Google :v
Setahun terakhir saya tidak lagi fokus pada bidang animasi dan cenderung terjun dalam bidang web dan blog. Entah itu jasa pembuatan web maupun fokus membangun blog untuk pemasangan iklan.

Bidang yang baru saya tekuni ini membuat saya mengenal beberapa orang yang biasa disebut dengan internet marketer biasa disingkat IM. Hingga akhirnya terbentuklah sebuah komunitas IM Surabaya dengan banyak orang yang ternyata keren di dalamnya. Saya banyak belajar dan mendapatkan pengetahuan dari komunitas ini tentang dunia IM.

Meskipun begitu, beberapa waktu lalu saya sempat bepergian ke beberapa kota di Jawa Timur untuk pelatihan di bidang Multimedia pada tingkat pendidikan Diploma 1 dan Diploma 2. Dari beberapa tempat itu saya belajar banyak tentang pendidikan formal di daerah tersebut, mana yang hanya untuk formalitas dan mana anak yang benar-benar punya niat untuk belajar.

Menemukan Sebuah Team (?)

Sepertinya angan-angan saya beberapa tahun lalu mulai mendapatkan jawaban, setelah beberapa kali menemukan calon dreamteam yang pernah saya impikan pada artikel saya saat usia dua puluh satu tahun. Sepertinya kali ini saya yakin jauh lebih yakin daripada ide yang beberapa waktu lalu saya sampaikan dan belum terealisasi sampai saat ini.

Meski masih jauh dari sempurna, setidaknya tim kecil ini sudah mulai berkomitmen untuk belajar membangun sebuah tim bersama. Kita lihat saja dalam waktu dekat ini, apa yang bisa dihasilkan oleh tim kecil ini ;).

Menikah (?)

Merupakan topik yang mulai hangat diperbincangkan pada usia segini, apalagi untuk perempuan. Dalam setahun terakhir, setidaknya sudah ada 4 orang teman sekelas saat SMK yang menikah. Sialnya, mereka pamer kemesraan di jejaring sosial yang terkadang membuat pengen ndang nyusul :D. Mau gimana lagi lha wong muncul di timeline facebook. haha
Pernikahan salah seorang teman
Pernikahan salah seorang teman
Namun karena masih ada tanggungan, sepertinya saya belum memikirkan terlebih dahulu untuk satu tahun kedepan. Tapi ya liat saja lah :D.

Hidup itu Santai

Setahun terakhir banyak teman yang bertanya kepada saya, kenapa saya tampak begitu santai dalam keseharian. Dan seakan semua berjalan dengan baik.

Untuk masalah keuangan, saya tidak pernah terlalu perhitungan. Seakan semua uang mengalir begitu saja. Bahkan seringkali tidak mampir lama di tabungan maupun dompet. Saya tidak pernah merasa kekurangan. Saya sebut keuangan karena kalau pakai istilah rejeki kurang pas. Rejeki itu terlalu luas jika dibandingkan dengan uang yang begitu sempit.

Apakah kamu percaya adanya Tuhan? Jika percaya, apakah kamu tidak percaya dengan rejeki yang sudah direncanakan-Nya padamu? Bagi saya, berusaha tidak harus ngoyo apalagi sampai berbuat curang. Tips dari saya, Cukup lakukan saja segala sesuatu yang kamu inginkan dengan usaha terbaikmu, dan serahkan segalanya pada Tuhan. Dia punya rencana yang jauh lebih baik dari rencanamu. Jadi quote of the year saya setahun ini adalah

Jika kamu percaya dengan adanya Tuhan, lakukan saja yang terbaik dan yakinlah bahwa Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik juga.
Sayangnya banyak orang yang di mulut percaya namun faktanya tidak percaya. Sepertinya wejangan dari Mbah Nun berikut cocok untuk direnungi.
Bangsa ini, di zaman yang ini, berhubungan dengan Tuhan (siapapun nama-Nya dan apapun konsep tentang-Nya) hanya dalam soal penambahan uang dan kekayaan, yang mereka sebut rizki. Tuhan ‘dikasih jabatan’ sebagai Kepala Dinas Penambah Keuntungan Keduniaan di bidang Harta dan Jabatan. Tuhan diperlukan untuk meningkatkan laba, sehingga kalau manusia rugi ia menyimpulkan Tuhan tidak adil. Ketika berangkat melakukan sesuatu atas nafsunya sendiri, orang tidak ingat dan tidak melibatkan Tuhan – nanti ketika mendapat ancaman, mendadak Tuhan yang dimintai tolong. - EAN
Saya jadi teringat kejadian saat saya duduk di bangku sekolah menengah pertama, saat itu ada guru PKL dari UNESA (kalau tidak salah) yang bertanya, apakah hidup itu perlu direncanakan atau mengalir saja. Dari total 44 siswa kelas delapan saat itu, kok ndelalah cuma saya yang menjawab bahwa hidup mengalir saja.

Perbedaan tersebut menimbulkan perdebatan, terutama untuk saya dan guru PKL. Karena saya satu-satunya siswa yang bisa dibilang nyeleneh. Saat itu pun saya tetap bersikukuh untuk memilih jalan hidup mengalir meski mahasiswi tersebut mencoba menerangkan bahwa hidup itu seharusnya direncanakan. Tidak mengalir begitu saja.

Mungkin karena sudah capek dengan argumen dari saya yang sebenarnya terlalu sempit untuk dijadikan landasan perdebatan, akhirnya mahasiswi tersebut bercerita tentang seorang dosennya yang juga memilih jalan mengalir. Akhirnya saat itu saya merasa menang :D. Entah kenapa belakangan saya teringat lagi kejadian tersebut. Meski saya lupa namanya :D.

Entah apa yang ingin saya tuliskan lagi sebagai review perjalanan setahun terakhir ini. Cukup sekian saja postingan kali ini, semoga setahun kedepan punya cerita-cerita seru untuk dibagikan :)

You Might Also Like

0 comments

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe