Kawah Rengganis, Pemandian Air Panas dan Lumpur Alami di Bandung

Minggu, Oktober 25, 2015

Setelah dari Kawah Putih yang hits abis di Bandung, perjalnanku dan bang Odie lanjut ke tempat yang wisata yang masih belum begitu populer di Bandung. Sebuah tempat dimana kamu bisa berendam air panas maupun lumpur alami. Nama tempat yang aku maksud adalah Kawah Rengganis, sebuah kawah dengan kolam-kolam kecil dan kepulan asap serta gemuruh air panas di bawah bebatuan menjadi perpaduan yang khas ketika aku mengunjungi tempat itu.

Kawasan Kawah Rengganis di Bandung
Kawasan Kawah Rengganis di Bandung

Perjalanan Menuju Kawah Rengganis

Kawah Rengganis, mengingatkanku pada sebuah novel yang berjudul Cantik itu Luka di sana ada sosok putri rengganis yang menjadi legenda di sebuah negeri.

Aku sendiri baru pertama kali mendengar kawah rengganis ini, enggak ada referensi sama sekali untuk menuju tempat ini. Akhirnya kami putuskan untuk berkendara ke tempat ini. Aku coba cek di google maps, tempat ini memang belum ada. Ketika mengetikkan kawah rengganis malah muncul kawah putih. 

Keluar dari kawah putih, ikuti jalan menuju Patenggang lalu dilanjutkan melewati kawasan perkebunan teh menuju ke arah Cianjur. Butuh waktu sekitar 30-40 menit dari Kawah Putih untuk menuju kawah Rengganis ini.
Kawasan Perkebunan Teh Rancabali
Kawasan Perkebunan Teh Rancabali
Selama perjalanan aku mendapatkan pemandangan perkebunan teh yang luar biasa keren. Di samping kanan kiri jalan kita bisa lihat hamparan perkebunan teh dengan alur alur yang rapi. Berbeda dengan perkebunan teh di Blitar, yang harus melewati jalan yang begitu sulit untuk menikmatinya.

Akhirnya sampai di lokas, agak sulit sih kalau mau naik, karena ada di sekitar tikungan. Jadi kudu hati-hati. Untuk mobil, harus parkir di bawah, karena jalan naik hanya cukup untuk motor aja. Setelah naik ada tiket masuk yang di bandrol seharga 10ribu rupiah per kepala.
Masuk kawasan kawah rengganis
Masuk kawasan kawah rengganis
Dari loket tersebut jarak ke kawah sekitar 400an meter. Kalau pengendara roda 4 ya kudu jalan si. Ada opsi ojek tapi lumayan mahal, Kalau nggak salah 10 ribu untuk sekali jalan. Berhubung kami naik motor, motor bisa dibawa mendekat ke lokasi dan parkir motornya 5 ribu rupiah.

Setelah jalan dikit dapatlah pemandangan seperti gambar di paling atas tulisan ini. Tampak beberapa kolam dengan kepulan asap yang eksotis, bahkan kamera xiaomi yi kurang bisa menangkap keindahan yang hanya bisa dinikmati dengan mata telanjang .

Menikmati Uap di Kawah Rengganis

Excited begitu sampai di tempat ini. Ingin rasanya untuk segera nyebur menikmati hangatnya air belerang yang begitu nikmat di kawasan udara yang cukup dingin. Konsep rumah warga di kawasan kawah ini pun begitu asyik ketika kita melangkah melewatinya. Bener-bener suasana desa banget. Rumah-rumah dengan susunan anyaman dan kayu ini begitu cantik menyatu dengan alam.

Rumah di Kawasan Rengganis
Rumah di Sekitar Kawah Rengganis
Dari yang aku lihat, tempat ini terdiri dari beberapa wilayah, tempatnya masih lumayan bersih dan ditata sedemikian rupa. Ada spot dimana kita bisa menikmati kawasan berlumpur, ada juga yang bisa digunakan untuk mandi maupun hanya menikmati uap-uap yang muncul dari bebatuan.
Kawah Rengganis Bandung
Kawah Rengganis Bandung
Selain itu juga terdapat makam yang sepertinya wingit di dekat tumpukan batu ber uap dengan suara gemuruh yang cukup menyeramkan. Agak ngeri juga sih berada di sekitar tempat ini. Suaranya itu lho yang bikin ngeri.
Bebatuan dengan uap panas dan suara bergemuruh di kawah rengganis
Bebatuan dengan uap panas dan suara bergemuruh di kawah rengganis
Kalau datang ke kawah rengganis, pastikan membawa baju ganti. Terutama untuk yang mau menikmati berendam di air panas maupun mandi lumpur. Aku kemarin sempat ingin untuk berendam, namun karena perjalanan panjang yang masih harus aku tempuh nanti malam akhirnya aku pun mengurungkannya.

Karena dari pengalaman berendam di air panas itu membuat badan jadi lemes semua. Setelah berendam air panas, satu-satunya hal yang ingin dilakukan hanyalah tidur. Itulah alasanku membatalkan mandi di tempat ini sore itu meski suasana begitu mendukung untuk menikmatinya.

Jangan lupa untuk membawa masker, slayer atau semacamnya, Ini berguna untuk menutupi hidung dari bau belerang yang cukup kuat di beberapa titik. Sangat cocok untuk yang nggak kuat sama bau belerang.

You Might Also Like

0 comments

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe