Susahnya Cari Penginapan Murah di Banjarbaru

Kamis, Juli 21, 2016

Setelah berkeliling sebentar di Martapura, kami berdua melanjutkan perjalanan untuk mencari penginapan. Penginapan dimana aku tinggal untuk satu malam saja. Bisa dibilang informasi penginapan murah di Banjarbaru menurutku masih cukup mahal. Untuk satu malam berkisar 200 ribuan.


Mungkin ini bisa menjadi pelajaran berharga buatku, bahwa aku perlu menulis informasi tentanng penginapan di Blitar yang murah meriah. Sekembalinnya ke Blitar aku mau coba keliling untuk mencari informasi harga penginapan di Blitar yang ramah di kantong.

Sedikit Masalah Booking via Traveloka

Pada akhirnya aku memutuskan untuk menginap di Cahaya Rahman Guest House. Lokasinya tidak begitu jauh dari tempat temanku menginap dan dekat dengan kota. Aku memesan kamar di Cahaya Rahman Guest house menggunakan Traveloka.

Mudah sih, cukup pakai aplikasi di smartphone dan internet banking dilengkapi dengan token aku sudah bisa melakukan pembayaran. Aku bisa booking penginapan sambil minum es campur dan makan soto di depan museum Lambung Mangkurat yang ternyata harganya cukup reasonable. 1 porsi es campur 9 ribu sedangkan untuk sotonya 10 ribu. Masih mending daripada yang sebelumnya.
Penjual Es Campur di depan Museum Lambung Mangkurat
Penjual Es Campur di depan Museum Lambung Mangkurat


Sayangnya aku mengalami hal yang kurang enak, karena meski sudah membayar melalui internet banking dan mengirimkan screenshot pembayaran namun status di Traveloka tidak segera terverifikasi sehingga setelah satu jam, pesananku dianggap batal. Padahal saldo di rekening sudah berkurang.

Akhirnya aku langsung datang saja ke Cahaya Rahman Guest House untuk booking, karena bawaan cukup berat dan ingin segera meletakkannya. Begitu sampai di lokasi aku langsung booking kamar dan melakukan pembayaran secara cash.

Sebelum melakukan pembayaran secara cash, kebetulan yang melayani adalah pemiliknya. Aku cerita kalau sudah membayar via Traveloka namun ada sedikit masalah. Dan pemiliknya pun memberikan solusi, nanti uang akan kami kembalikan apabila ada informasi dari Traveloka. Saya pun diminta untuk segera menghubungi traveloka untuk komplain.

Setelah beristirahat aku pun langsung menghubungi traveloka melalui email, karena livechat melalui aplikasi traveloka lemot banget. Daripada kelamaan langsung aja kirim email beserta bukti pemayaran yang berupa screenshot email internet banking dan screenshot mutasi pembayaran.

Komplain Traveloka
Komplain Traveloka
Aku hanya berharap semoga saja segera mendapatkan balasan dari Traveloka supaya bisa tidur dengan tenang malam itu. Tanpa aku duga, kurang dari 5 menit aku sudah mendapatkan balasan dari Traveloka berupa permohonan maaf, dan permasalahan tersebut segera diteruskan ke bagian yang berwenang. 

Dan kurang dari 10 menit dari email pertama yang aku kirimkan ke cs Traveloka semua permasalahannya sudah clear, alias beres! Pihak penginapan pun langsung menghubungiku untuk memberitahukan bahwa pembayaran Traveloka sudah berhasil dan uang yang sudah aku bayarkan secara cash pun dikembalikan oleh pemilik penginapan.

Memang sih seharusnya hal semacam ini tidak perlu terjadi, tapi layanan pelanggan seperti ini bener-bener patut diapresiasi. 

Cahaya Rahma Guest House

Cahaya Rahma Guest House terdapat di sebelah utara taman Van Der Peijl, sebuah taman kota yang di memiliki menara Rapunzel dan Godzilla. Tidak heran kalau banyak pencari pokemon di taman ini.

Jarak Cahaya Rahma Guest House ke taman Van Der Peijl sekitar 1.4 Km. Tidak terlalu jauh, bisa ditempuh dengan jalan kaki, selain itu jaraknya juga tidak jauh dari Kantor Walikota Banjarbaru yang ketika malam menjadi tempat nongkrong hits untuk kawula muda Banjarbaru / BJB.
Cahaya Rahma Guest House
Cahaya Rahma Guest House
Hari itu aku dapat tarif penginapan 217.000 untuk satu kamar. Satu kamar dengan single bed yang bisa diisi dua orang. Terdapat fasilitas lemari, TV dan AC serta kamar mandi dalam. Entah kenapa AC di kamar yang aku tempati tidak bisa benar-benar dingin, untungnya dengan AC tersebut setidaknya aku tidak merasa gerah.

Ada teko air minum tetapi tidak ada isinya, begitupula dengan tempat sabun cair yang ada di kamar mandi, kosong. Menurut penilaianku, bintang tiga lah untuk penginapan ini. Lumayan buat semalam :D. Kalau berdua dengan harga segitu cukup worthed, tapi karena aku hanya seorang diri, jadi terasa mahal.

Ternyata harga segitu sudah include sarapan di pagi hari untuk dua orang. Di Traveloka sepertinya tulisannya belum termasuk sarapan. Tapi kurang tahu lagi ya.
Cahaya Rahma Guest House
Cahaya Rahma Guest House
Apabila ingin menginap di sini untuk laki-laki dan perempuan dalam satu kamar, wajib memperlihatkan buku nikah / memiliki alamat yang sama di KTP. Tanpa ada itu, mereka tidak bisa menerima.

Kemarin waktu aku di sana ada sih seorang bapak yang mau booking kamar untuk berdua, namun KTPnya memiliki alamat yang berbeda, pihak Cahaya Rahma menolak bapak tersebut untuk melakukan booking karena tidak bisa menunjukkan buku nikah. Sebuah prinsip yang patut diacungi jempol.

Ps: Bapaknya sempat curiga juga sama aku, karena aku datang berdua dengan seorang wanita :D

Pemilik penginapan ini cukup ramah, ketika ngobrol beliau menceritakan banyak tempat menarik di sekitar situ. Beliau juga merekomendasikan tempat-tempat yang bisa aku kunjungi selama di Banjarbaru. Sayangnya obrolan kami harus berakhir ketika Kak Farida datang menjemputku untuk berkeliling Banjarbaru di malam hari.

Malam itu ketika keliling aku benar-benar terpikat dengan Banjarbaru. Tunggu postingan selanjutnya tentang Banjarbaru yang memikat

You Might Also Like

0 comments

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe