Camping dan Menanam di Pantai Pangi Blitar

Selasa, November 22, 2016

Blitar merupakan salah satu daerah dengan wisata alam yang menurutku cukup komplit. Mulai dari pantai, air terjun, hingga gunung semua tersedia di sini. Tidak heran kalau ada banyak sekali wisata di Blitar yang belum aku kunjungi meski sudah hampir dua tahun menetap di sini.

Beberapa waktu lalu ada seorang teman yang ingin main ke Blitar, kebetulan dia dulu termasuk anak hits di kampus. Kebetulan sahabat menanam lagi ada kegiatan di pantai pangi Blitar. Untuk yang belum tahu #sahabatmenanam bisa langsung baca postingan beberapa waktu lalu.

Camping dan Menanam di Pantai Pangi Blitar
Camping dan Menanam di Pantai Pangi Blitar

Baca : #sahabatmenanam, kumpulan orang gila yang hobi menanam di hutan

Jadi selepas maghrib, aku bareng temenku yang namanya Andin menuju ke Pantai Pangi, di pantai sudah ada beberapa teman #sahabatmenanam yang akan melakukan kegiatan pembibitan mangrove besok pagi.

Pantai pangi ini merupakan salah satu pantai favorit untuk yang suka camping. Akses cukup mudah dan dengan fasilitas yang cukup mumpuni dan tidak terlalu dekat dengan perkampungan masyarakat serta dekat dengan sumber air yang menjadikan pantai ini favorit untuk camping.

Perburuan Kepiting di Pantai Pangi

Malam itu sudah terbayang kelezatan kepiting bakar yang lezat. Namun untuk mendapatkannya perlu perjuangan yang cukup berat, karena untuk mendapatkan kepiting kita harus berburu terlebih dahulu. Karena kalau beli harganya pasti mahal. Oleh karena itu bareng teman-teman mempersiapkan sebuah jebakan untuk para kepiting.

Sebuah jebakan sederhana dengan potongan ikan dan udang telah dipersiapkan. Meski sebenarnya makanan favorit para kepiting adalah katak hijau, dan ada banyak berkeliaran di sekitar sungai pantai pangi, tetapi tidak ada satupun dari kami yang tega membantai katak untuk dijadikan umpan dalam jebakan. Mungkin hati kami terlalu unyu untuk membantai seekor katak. Alhasil beginilah penampakan jebakan kepiting yang kami pasang malam itu.

Jebakan Kepiting
Sekitar jam 10 malam kami meletakkan jebakan ini di beberapa titik yang disinyalir merupakan tempat persembunyian para kepiting. Kita cukup letakkan jebakan ini dan menunggu sekitar 2 - 3 jam untuk melihatnya lagi. Sambil menunggu jebakan kepiting, enggak ada salahnya buat mancing ikan di sungai yang bersumber dari goa embultuk dan bermuara di pantai pangi.

Karena lelah seharian berkeliling sebelum ke pantai ini, akhirnya aku pun memutuskan untuk tidur terlebih dahulu, mungkin kepitingnya bakalan enak kalau buat sarapan besok pagi :D.

Jam menunjukkan sekitar pukul 3 pagi ketika aku terbangun. Enggak ada salahnya untuk keluar tenda dan melihat suasana sekitar yang cukup sepi, meski tampak beberapa orang masih bercengkrama didepan tenda masing-masing. 

Setelah tanya mas Medi dan Mas Enggri, ternyata perburuan malam itu tidak menghasilkan seekor kepiting pun. Mungkin karena umpannya yang nafsuin untuk para kepiting, sehingga mereka enggan untuk masuk ke dalam jebakan.
Pantai pangi di Malam Hari
Pantai pangi di Malam Hari
Sambil menunggu pagi, aku mencoba mengabadikan dini hari di pantai pangi, meski cuaca cerah namun tampak kilat bersahut-sahutan di samudera hindia. 


Menikmati Pagi di Pantai Pangi

Menikmati Pagi di Pantai Pangi dengan Memancing
Menikmati Pagi di Pantai Pangi dengan Memancing
Jangan harap kamu bisa menemukan keindahan sunrise di pantai pangi layaknya ketika aku mendapatkan sunrise keren di Karimunjawa yak. Karena lokasi pantai pangi ini di sebelah selatan sedangkan matahari tidak terbit di selatan, mungkin kalau kemiringan bumi pada tepat pada moment dimana membuat matahari terbit di selatan how lucky you

Kalau enggak ya cukup nikmati saja pantai pangi dengan segala keunikannya ketika pagi. Seperti masnya ini yang lagi mancing ketika pantai  surut. Anak-anak yang bermain di bibir pantai dan masih banyak lagi.

Kegiatan Bareng SahabatMenanam di Pantai Pangi

Kegiatan sahabatmenanam pagi itu selain membibitkan pohon bakau dan menanam pohon di sekitar pantai pagi juga merawat tanaman-tanaman yang sudah pernah ditanam sebelumnya. Naja, salah seorang relawan sahabatmenanam paling muda yang juga menginap semalam membersihkan rumput-rumput di sekitar pohon yang sudah pernah mereka tanam.
membersihkan rumput di sekitar pohon
Naja Membersihkan Rumput di Sekitar Pohon yang pernah di tanam
Memang, kalau hanya menanam saja itu mudah. Banyak sekali yangn bisa melakukan. Yang sulit itu merawatnya. Setelah melakukan perawatan pohon di bawah, kami menanam beberapa pohon cemara udang di pantai sekitaran tempat parkir pantai pangi atas bersama dengan beberapa penduduk lokal sekalian mengambil buah pohon mangrove yang sudah mulai keluar akarnya.

Pembibitan Mangrove
Buah Mangrove
Buah mangrove ini didapatkan dari pantai Sendang Biru Malang. Pagi itu ada sekitar 100 an buah mangrove yang ditanam di dalam polybag. Tidak banyak relawan yang datang pagi itu, karena memang bukan acara yang besar, kalau terlalu banyak yang ikutan malah enggak efektif. Biasanya acara besar dilakukan ketika ada penanaman dalam jumlah banyak, itu baru bikin publikasi. 
Pembibitan Mangrove di Polybag
Pembibitan Mangrove di Polybag
Selain melakukan pembibitan, ada juga agenda untuk melakukan penanaman di sekitar pantai pagi, oleh karena itu kami meminjam kapal nelayan untuk menyusuri sungai pantai pangi ini. Karena akses termudah untuk menanam pohon di pinggir sungai memang dengan naik kapal kecil milik nelayan.

Aku, Naja dan Mas Enggri beretugas untuk menanam beberapa pohon Ketapang di pinggiran sungai. Mas Enggri pilih naik ban karena tidak bisa berenang, takut kapalnya terbalik. Sedangkan aku dan Naja naik kapal nelayan. Emang sih, cukup sulit menjaga keseimbangan apabila belum terbiasa naik kapal.
Sekembalinya dari penanaman pohon di sekitar sungai, bibit pohon mangrove yang sudah ditanam di polybag diletakkan di sekitar sungai yang cukup dekat dengan laut. Karena tanaman mangrove ini membutuhkan siraman pasang surut air laut untuk membantu proses pembentukkan akarnya. Biar setrong untuk menghadapi kenyataan.
Mas Dolis dan Bibit Bakau
Mas Dolis dan Bibit Bakau
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Aku dan Andin bergegas untuk kembali ke Kota, karena Andin harus kembali ke Surabaya dengan kereta api dari Blitar pukul 14.20 siang nanti. Sebelum pulang, ada ibadah foto bareng biar gayeng :D

Sahabat Menanam di Pantai Pangi
Sahabat Menanam di Pantai Pangi


You Might Also Like

0 comments

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe