18 Maret 2018

Warung Lalapan Belut Mak Rumi, Kuliner Wajib di Kesamben Blitar

Meski belum terlalu lapar setelah berkeliling di lereng hutan gogoniti, namun akal berkata lain ketika mengingat salah satu kuliner legendaris di daerah Siraman Kesamben yang bisa kami lewati searah jalan pulang ke Kota Blitar. Beruntungnya lagi, Sindy yang ikut jalan-jalan hari itu sudah pernah dan masih ingat jallan menuju ke warung legendaris tersebut. Maka, tidak ada alasan lain yang bisa digunakan untuk menunda kunjungan ini.

Aku masih ingat kata temenku yang perlu di quote, "Apabila makanan tetap enak  dalam kondisi perut yang kenyang, berarti rasanya jangan diragukan lagi. Beneran enak" Jadi saatnya membuktikan apakah memang benar masakan di warung sambel belut mak rumi yang akan kami cicipi ini bener bener enak?

Warung Belut Mak Rumi yang Ndlesep

 Dapur Mak Rumi
Dapur Mak Rumi
Sesampainya di daerah Siraman, Kesamben Sindy menuntun kami untuk berbelok ke sebuah gang di selatan jalan sebelum jalan menurun. Tepatnya berada di samping kantor travel Dua Putra. Jalanan masuk tidak terlalu kecil dan mobil pun bisa masuk. Tampak sebuah warung belut bernama xxx aku kira sudah sampai di tempatnya, ternyata sindy mengarahkan untuk terus mengikuti terus jalanan kecil yang hanya muat 1 motor saja. Ternyata warung nasi belut mak rumi masih masuk ke dalam!

Bisa dipastikan kalau warung belut pertama bisa dianggap sebagai warung belut legendaris mak rumi, namun faktanya salah. Beberapa teman komentar setelah aku update di instastory bahwa pernah  terkecoh dengan warung belut yang pertama. Rasanya tidak sesuai dengan ekspektasi. Beruntung kami membawa Sindy sebagai penunjuk rute sehingga bisa sampai tujuan dengan selamat tanpa terkecoh.

Dari depan, Warung Sambel Belut Mak Rumi ini tidak menyerupai sebuah warung / kedai. Hanya tampak seperti rumah warga di desa biasa saja. Di bagian sampingnya tampak beberapa orang dan motor terparkir. Ada sebuah banner sederhana berukuran sedang yang menunjukan eksistensi warung belut mak rumi ini. Setelah berjalan ke samping rumah, ternyata warung belut mak rumi ini berada di dapur rumah.

Warung rumah Mak Rumi ini tampak ramai, karena waktu kami sampai ada beberapa rombongan yang sudah menyelesaikan makannya sehingga terlihat penuh. 

Kelezatan Belut Sambal Bawang Mak Rumi

Sembari menunggu pesanan empat porsi nasi belut, aku memperhatikan dapur dalam keremangan sebelum mak rumi menyalakan lampu dapurnya yang tak terlalu terang. Dapur yang cukup luas dengan dua buah kompor bertungku dua dan satu kompor dengan 1 tungku senantiasa menyala. Belut terus menerus digoreng seperti pesanan terus berdatangan.

Tidak butuh waktu lama untuk menyajikan nasi belut empat porsi yang sudah kami pesan. Empat porsi belut disajikan dalam dua piring, sambel juga disajikan dalam dua buah cobek. Alhasil satu piring berisi belut dan satu cobek berisi sambal bawang dipasangkan dengan dua piring nasi. Seperti biasa, sebelum memulai makan ada ritual yang harus dilakukan terlebih dahulu, yaitu ambil gambar. Berikut penampakannya satu cobek sambel bawang dan satu piring belut goreng untuk 2 porsi.
 Sambel belut goreng di warung mak rumi
Sambel belut goreng di warung mak rumi. Model : Sindy

Setelah cukup dengan sesi foto-foto, selanjutnya adalah mencicip belut mak rumi yang katanya legend di daerah Siraman Kesamben ini. Aroma sambal bawang mak rumi ini bener-bener kuat dan bisa menyakinkan lidah bahwa rasanya enak. Ternyata benar, pulukan pertama dari nasi belut ini benar-benar nagih. Aku langsung memasukkan warung mak rumi ini dalam list pertama yang harus dikunjungi ketika main ke Kesamben, Blitar. 

Belut digoreng kering dengan tepung juga kriuk - kriuk, bahkan durinya pun bisa dinikmati. Kecuali kalau kamu memesan yang setengah basah. Aku prefer belut kering biar benar-benar nikmat tanpa harus ribet sama tulang belulang belut yang ada di sepanjang badannya. 
 Nasi belut di warung mak rumi
Nasi belut di warung mak rumi
Ternyata satu porsi nasi masih kurang menurutku, aku pun menambah sepiring nasi lagi dan itu habis. Pedasnya sambal dan belut merupakan kombinasi yang berhasil membuatku menyerah pada hawa nafsu, karena jaranknya yang jauh setan seakan membisiki, kapan lagi coba kesini? 

Untuk yang kurang suka dengan pedas mungkin tidak disarankan untuk makan di sini, karena sambelnya secara default adalah pedas. Tapi buat yang sekedar pengen coba, bisa langsung coba aja, cuma kalau takut ketagihan ya mending ditunda dulu nyobainnya.

Belum lagi harganya yang murah cuy! 1 porsi belut dibandrool Rp. 5.000, nasi satu porsi Rp. 2.000 dan es teh juga dibandrol cuma Rp. 2.000 . Maka nikmat mana yang kamu dustakan? Jadi makan berempat totalnya enggak sampai 50 ribu :D. 

Menurutku rating yang layak untuk warung mak rumi ini 9.5/10

Buat yang penasaran sama lokasinya, daripada bingung mending baca lokasi warung belut mak rumi Blitar. Sepulang dari warung Mak Rumi, perut sudah super duper kenyang dan udah enggak makan lagi hari itu. Tapi beneran nagih sampai sekarang. Sayang agak jauh jadi ya agak males buat kesana :D. Berbeda sama warung bu tia di sirah kencong yang selain menawarakan makanan juga suasananya. 

Posting Komentar

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search