18 Desember 2018

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Kuliner Enak di Jakarta Pusat

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Jakarta Pusat
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih merupakan salah satu kuliner di Jakarta yang aku ketahui dari videonya The Food Ranger. Kebetulan lagi ada beberapa kegiatan di sekitar jakarta pusat yang membuatku penasaran dengan nasi goreng kambing kebon sirih ini. Beberapa waktu lalu waktu pulang dari Liburan di Palembang mampir Jakarta aku belum sempat buat mampir karena buka sore. Sehingga mau mampir nyobain itu sangsi takut ketinggalan kereta api. Jadi ketika main lagi ke Jakarta, aku mau nggak mau harus menyisihkan waktu untuk mampir ke Nasi Goreng Kebon Sirih yang legendaris.

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Punya Kafe

Kedai Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Kedai Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Dari info yang aku dapatkan, nasi goreng kambing kebon sirih ini merupakan warung tenda pinggir jalan di sebuah gang daerah kebon sirih yang buka dari jam 4 sore sampai jam 2 pagi. Namun kata seorang teman yang bekerja di daerah Kebon Sirih, nasi goreng kambing kebon sirih selain buka di tenda kaki lima ternyata belum lama ini membuka depot yang buka dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam. Lokasinyapun tidak jauh dari warung kaki limanya. Ndilalah kersane ngalah, jebul bukan depot biasa tapi sebuah kafe yang pas banget buat nongkrong sambil nunggu kereta gajayana yang mengantarkanku pulang ke Blitar.  Meski tanpa wifi.

Ketika pertama datang ke sini, depot ini lebih layak disebut dengan kafe yang instagramable dan kekinian banget dengan konsep minimalisnya. Warna kuning pastel yang tipis menghiasi keseluruhan warna temboknya, dengan banyak tempelan poster dan hiasan unik cocok untuk para pemburu foto untuk instagram. Belum lagi poster quote-quote motivasi bahkan beberapa juga islami menghiasi dinding-dindingnya.

Ruangan ber AC di Kafe Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Ada ruangan ber AC dan ruangan biasa untuk yang mau merokok habis makan. Berhubung Jakarta super duper panas, aku memtuskan untuk duduk santai di sofa ruangan ber AC yang dingin dan nyaman buat nongkrong. Baru duduk aja aku langsung memutuskan untuk stay di sini sampai kereta jam empat sore, karena udah males buat jalan ke perpustakaan nasional yang jaraknya nggak jauh dari nasi goreng kambing ini.

Sayangnya belum ada wifi gratis di sini, tapi untungnya aku baru dapat mifi gratis dari smartfren, jadi tetep bisa kerja meski ada di kafe yang nggak punya koneksi internet. Selain itu atraksi memasak nasi goreng dalam wajan jumbo pun nggak ada di tempat ini. 

Nasi Goreng Kambing dan Es Kelapa Jeruk

 Nasi goreng kambing dan es kelapa jeruk di Kebon Sirih
Nasi goreng kambing dan es kelapa jeruk
Setelah membolak-balik menu, aku pun akhirnya memutuskan untuk memesan nasi goreng kambing khas kebon sirih yang dibandrol dengan harga Rp. 41.000, dan minum Es Kelapa Jeruk yang dibandrol dengan harga Rp. 20.000. Meski bisa dibilang mahal, tapi setidaknya sudah pernah mencoba minimal sekali seumur hidup.

Tidak perlu waktu lama untuk menyajikan nasi goreng ini, karena nasi goreng sudah tersedia dan tinggal serving aja. Kesan pertama melihat sepiring nasi itu porsinya standard. Nggak banyak dan juga nggak sedikit. Nggak kebayang gimana yang pesan setengah porsi ya? Karena di buku menu juga tersedia porsi setengah. Bagian topingnya terdapat emping dan bawang goreng. Selain itu juga disajikan sambel dengan acar dalam sebuah mangkuk kecil.
 Seporsi Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Seporsi Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Setelah mencoba satu sendok nasi goreng, ternyata rasanya biasa aja sih, bahkan rasa nasi goreng cenderung plain tapi begitu mencoba irisan daging kambingnya rasanya enak! Pantesan nasi goreng ini banyak diburu orang yang bahkan rela antri. Nggak salah kalau food ranger memberikan rating nyaris sempurna untuk kuliner ini, karena rasa dagingnya yang bener-bener enak, nggak ada aroma kambingnya yang lebus, tekstur dagingnya juga empuk. Cocok banget disajikan dengan nasi goreng dengan rasa biasa aja. Karena rahasia bumbu enaknya ada di irisan daging kambing yang cukup melimpah. 

Sedangkan untuk es kelapa jeruk disajikan dalam porsi yang super duper gede banget. Perpaduan jeruk yang agak kecut dengan suwiran kelapa muda yang enak. Di dalamnya juga ada tambahan nata de coco serta agar-agar yang dipotong dadu. Rasanya lumayan.
 Es Kelapa Jeruk
Es Kelapa Jeruk
Jadi buat yang tinggal di sekitaran kebon sirih, nggak ada salahnya untuk mencoba nasi goreng kambing kebon sirih yang legendaris itu. Cobalah minimal sekali seumur hidup, meski kamu enggak suka dengan yang namanya daging kambing. Jangan salahkan aku kalau ternyata setelah baca tulisan ini kamu datang untuk mencobanya dan ketagihan.

Kalau datang lebih dari jam 10 malam, langsung cus aja di warung kaki limanya, karena buka sampai jam 2 dini hari. Sedangkan yang di kafe ini cuma buka sampai jam 10 malam saja. Jadi kapan kamu punya rencana untuk nyobain makan nasi kambing ini?

Edisi berburu kuliner bareng sahabatransel.com
Temukan aku di Facebook, Instagram , Twitter!
Kalau artikelnya nggak muncul, coba deh matikan adblocknya ;)

2 komentar:

  1. loh..bukannya nasi goreng kambing kebon sirih tu di kaki limaan gitu ndu?? kok ini yang cafe? apa beda tempat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada yang kakilima, buka jam 4 sore. Karena masih siang, katanya ada kafenya, baru buka habis lebaran kemarin. Jadi masih baru, belom banyak yang tahu. Kemarin waktu nongkrong di sama cukup sepi sih :D

      Hapus

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search