Jalan-Jalan ke Monas, Jakarta

Setelah sekian lama pengen main ke Monas, akhirnya beberapa waktu lalu keturutan juga buat jalan-jalan ke Monas. Meski beberapa kali ke Jakarta dan berada di kawasan Monas belum sempat mampir karena bertepatan dengan hari Senin. Monas Libur!

Kebetulan beberapa waktu lalu ketika main ke Jakarta bertepatan dengan hari biasa sehingga bisa mampir Monas sembari menunggu jadwal kereta api Gajayana Luxury generasi terbaru yang berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

Pintu Masuk Monas

Meskipun sudah beberapa kali mengelilingi Monas, aku nggak ngerti harus masuk monas dari mana. Kawasan monas itu luasnya 80 hektar cuy, gempor kalau harus keliling buat nyari pintu masuk. Beruntung kemarin dari Kantor Smartfren diantar sampai pintu masuk Monas selatan yang berada di depan perpustakaan nasional. Buat yang naik transjakarta bisa deh turun di balai kota.

Jadi inget beberapa waktu lalu aku sempat menikmati Monas dari lantai 24 Perpustakaan Nasional. Pemandangan dari lantai tertinggi perpusnas ini memang mantap, nggak ada salahnya lo buat nyobain naik ke perpustakaan nasional untuk menikmati pemandangan Monas.

Pemandangan Kawasan Monas dari Perpustakaan Nasional
Melihat Monas dari Perpustakaan Nasional

Dari pintu masuk Monas depan Perpustakaan Nasional / Balai Kota masih harus berjalan cukup jauh untuk bisa masuk ke Monas yang ternyata ada di sebelah utara. Sedangkan Aku, Melisa dan temannya berjalan dari pintu selatan. Jalan kaki di tengah Monas ketika siang bolong itu sesuatu banget :)). Ini informasi tentang kunjungan ke Monas.

Jadwal Kunjungan, Pintu Masuk dan Tiket ke Monas
Informasi Kunjungan, Pintu Masuk dan Tiket ke Monas

Kalau bingung, nggak ada salahnya untuk bertanya pada orang. Kalau ragu dan malu buat bertanya, ngikutin jalannya rombongan orang lain pun bisa. Selain ada tugu Monas, ternyata di kawasan ini juga ada hutannya cuy :D. Mirip central park yang ada di New York gitu deh.

Setelah mendekat Monas, kita nggak bisa ujug-ujug masuk gitu, jebul ada pagar yang mengelilingnya dan dikunci. Ada terowongan bawah tanah untuk masuk ke wilayah monas. Pintu masuk terowongan yang menjadi tempat loket berada di sebelah utara Tugu Monas. Meskipun panas, nggak ada salahnya untuk foto di depan monas yang merupakan landmark dari Indonesia.

Foto di Monas Jakarta
Melisa dan temannya yang maaf kulupa namanya

Tiket Masuk Monas

Loket pembayaran tiket masuk Monas ada di bawah tanah. Pintu masuknya ada di monas sebelah utara, tepatnya berada di selatan Patung Pangeran Diponegoro naik kuda.

Tiket masuk monas ada 2, yaitu museumnya dan tiket untuk naik ke puncak monas. Adapun pembagian tarif dan harga tiketnya bisa dilihat pada tabel di bawah ini

Tiket MuseumHarga Tiket
Anak-anakRp. 2.000
PelajarRp. 3.000
DewasaRp. 5.000
Tiket Pelataran PuncakHarga Tiket
Anak-anakRp. 2.000
PelajarRp. 5.000
DewasaRp. 10.000

Jadi, kalau cuma mau masuk monas, untuk orang dewasa hanya perlu membayar Rp. 5.000, sedangkan kalau mau ke puncaknya harus bayar Rp. 10.000. Tapi untuk naik ke puncak monas, harus masuk ke museumnya, jadi ya kudu bayar Rp. 15.000 untuk naik ke monas. Pembayaran menggunakan Bank DKI, nantinya setiap grup / rombongan dapat kartu Bank DKI seperti foto di bawah ini

Tiket Masuk Monas

Kalau haus, bisa beli minuman di vending machine yang tersedia di dekat loket. Nggak ada penjual mulai dari loket masuk sampai ke monas. Hanya ada di dekat parkiran IRT. Kalau kamu belum tau caranya beli minuman di vending machine, tonton video di bawah ini, temanku Melisa sudah mencoba mempraktekkannya.

Berbeda dengan di luar yang panas, di dalam terowongan menuju monas ini udaranya bener-bener dingin dan sangat memungkinkan untuk dibuat foto-foto. Hal ini didukung dengan lampu berwarna kuning sepanjang lorong monas

Lorong Tugu Monas
Terowongan Bawah Tanah di Monas

Di ujung lorong ada petugas yang melakukan pemeriksaan terhadap tiket yang di tap mirip di stasiun kereta api masa kini yang salah satunya ada di Stasiun LRT Palembang. Setelah itu kita naik dan masih perlu berjalan sedikit untuk masuk ke dalam monas.

Museum Dalam Tugu Monas

Di usia yang sudah lebih dari seperempat abad ini akhirnya aku masuk ke dalam tugu monas, dan aku baru tahu kalau dalamnya itu merupakan sebuah museum yang mana ada banyak diorama moment-moment penting yang dialami bangsa Indonesia di zaman dahulu

Salah satu moment penting yang diabadikan dalam bentuk diorama ini adalah peristiwa pemilihan presiden pertama di Republik Indonesia pada tahun 1955 yang diyakini menjadi pemilu paling bersih selama ini.

Diorama Pemilu Pertama di Indonesia
Diorama Pemilu Pertama di Indonesia

Selain itu, kemarin waktu masuk ke museum juga sedang ada pertunjukan hologram di salah satu sudut museum monas yang menggambarkan perubahan Jakarta dari masa ke masa. Cocok nih ditonton buat yang punya PR tentang sejarah di Jakarta.

Naik ke Pelataran Puncak Monas

Untuk bisa naik ke pelataran puncak monas, kita diharuskan untuk melakukan registrasi terlebih dahul. Meja registrasi ada di depan lift yang mengantarkan ke atas monas. Setelah melakukan registrasi kita tidak bisa langsung antri, tetapi nunggu dulu di luar ruangan.

ngemper di monas
leyeh-leyeh nunggu panggilan antrian naik monas

Antrianku dipanggiil setelah menunggu sekitar 30 menitan. Setelah antrian dipanggil, selanjutnya kita akan antri untuk masuk lift. Hanya ada satu lift yang mengantarkan orang naik dan turun monas, itupun kapasitasnya hanya bisa digunakan sekitar 8 orang saja. Dengan satu petugas yang senantiasa naik dan turun.

Belajar dari kunjungan ke beberapa bangungan pencakar langit ketika liburan ke Jepang beberapa waktu lalu, seharusnya ada satu petugas di bawah dan ada satu petugas yang standby di atas. Dengan adanya petugas ini, orang akan lebih tertib antri dan kalau ada apa-apa itu lebih enak, karena ada petugas yang berwenang. Selain itu, kuota penumpang lift juga bertambah. Tapi kasian juga sih untuk petugas yang berjaga di atas, soalnya nggak ada apa-apa di atas.

Jebul puncak monas itu nggak luas-luas amat, jadi wajar kalau di bawah itu dibatasi sedemikian rupa. Supaya nggak terlalu penuh. Selain itu kita bisa melihat ke empat penjuru mata angin ketika berada di puncak monas. Angin di puncak monas pun cukup kencang, jadi nggak salah kalau pakai jaket ketika naik ke puncak monas ini.

Stasiun Gambir dari Puncak Monas
Stasiun Gambir dari Puncak Monas

Selain itu, pengunjung juga bisa menggunakan teropong secara gratis untuk mellihat sekeliling monas.

Meneropong dari Monas
Meneropong dari Monas

Setelah puas bisa mencapai puncak monas, aku, Melissa dan temannya bergegas untuk turun. Karena si Melissa ini mau berangkat ke Bandara mengejar penerbangan ke Batam dan aku masih ada perlu dengan beberapa rekan di sekitaran monas.

Untuk turun pun masih perlu perjuangan yang cukup melelahkan, karena orang yang ada di puncak monas ini juga masih antri untuk turun ke bawah menggunakan lift. Lift akan berhenti di lantai 2 monas, dilanjutkan dengan turun menggunakan tangga ke lantai satu.

Setelah itu turun ke terowongan monas dan kembali keluar. Beruntung baliknya nggak harus jalan kaki jauh, kita bisa naik mobil golf yang disediakan khusus untuk pengunjung monas, terutama yang memiliki tiket masuk ke museum. Sehingga bisa lebih cepat sampai ke pintu masuk dan juga nggak harus panas-panasan. Hanya saja keterbatasan mobil yang membuat antrinya kadang agak lama.

Video Jalan Jalan ke Monas

Masih belum disunting, jadi coming soon dulu yak :D.

Itu pengalamanku jalan-jalan ke Monas untuk pertama kalinya, apa kamu punya cerita menarik seputar perjalanan ke monas atau punya tips trik untuk yang mau pergi ke monas? Nggak ada salahnya untuk menuliskannya di kolom komentar yang sudah aku sediakan. Jika ada pertanyaan seputar monas juga silakan tulis di kolom komentar ya, siapa tahu aku bisa bantu jawab pertanyaanmu 😉

Saya juga ada di Instagram facebook Twitter dan Youtube Suka menulis tentang blogging di panduaji.com

Leave a Comment