Nandur Pangerten Kunci Sukses Pelestarian Lingkungan

Last Updated on 1 year by panduaji

Perubahan iklim bukan sekadar omong kosong, dampaknya sudah begitu nyata dan dapat dirasakan oleh berbagai kalangan masyarakat, terutama di Blitar yang telah menjadi tempat tinggalku selama setengah dasawarsa terakhir ini.

Bencana kekeringan telah melanda sebagian wilayah Blitar sejak akhir tahun lalu, bantuan berupa mobil tanki membawa air bersih terus didatangkan untuk mengurangi beban masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih.

Dalam budaya Jawa, Desember memiliki akronim gedhe-gedhene sumber yang mana merupakan waktu dimana hujan lebat turun hampir setiap hari. Faktanya, di tahun 2019 ini tak begitu banyak hujan yang turun di bulan Desember. Bahkan sampai minggu ketiga bulan Januari ini, meski di ramalan cuaca Blitar mengalami hujan, nyatanya hujan tidak sampai membasahi jalanan aspal di depan rumah.

Bisa dibilang kalau saat ini merupakan musim hujan paling kering yang pernah aku rasakan seumur hidupku. Suhu bumi meningkat siginifikan membuat musim sulit untuk diprediksi dan menimbulkan bencana di beberapa wilayah di Indonesia

Kepedulian Akan Isu Lingkungan

Nggak bisa dipungkiri kalau beberapa tahun terakhir isu lingkungan merupakan isu yang cukup seksi. Kepedulian masyarakat tentang isu mulai meningkat. Hal ini tampak dari berbagai macam aksi seperti berhenti menggunakan sedotan plastik, mengurangi penggunaan plastik, menggunakan produk-produk organik dan mulai memanfaatkan energi terbarukan untuk sumber daya listrik.

Bahkan pemerintah juga mengeluarkan beberapa kebijakan yang menunjukkan keberpihakan terhadap pelestarian keanekaragaman hayati seperti larangan penangkapan ikan menggunakan cantrang yang dapat merusak ekosistem laut.

Kampanye lingkungan juga mulai digalakkan oleh berbagai elemen masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga bumi untuk generasi mendatang.

Pendekatan dengan Menanam Pengertian ke Masyarakat

Ngopi dan Nandur Pangerten ke Masyarakat
Ngopi dan Nandur Pangerten ke Masyarakat

Selama empat tahun terakhir aku bergabung dengan Sahabat Menanam, komunitas yang peduli dengan isu lingkungan di wilayah Blitar. Dengan visi Blitar Berseri 2030 membuat kami memiliki tujuan untuk menghijaukan kembali wilayah Blitar yang sudah rusak.

Sebagai komunitas yang mandiri dan tidak bergantung pada dana APBN maupun APBD kami melakukan riset, pembibitan, penanaman hingga perawatan secara mandiri bersama masyarakat setempat. Sehingga setiap penanaman yang kami lakukan bukan sebatas seremonial

Nandur pangerten atau menanamkan pengertian merupakan hal yang kami lakukan saat ini dalam berbagai kesempatan. Masyarakat setempat merupakan faktor yang menentukan tingkat keberhasilan kegiatan penanaman dalam upaya pelestarian lingkungan, jadi tanpa ada dukungan masyarakat setempat tentu akan cukup sulit untuk melakukan penanaman yang berkelanjutan.

Hitung-hitungan ekonomis pengganti tebu
Hitung-hitungan ekonomis tanaman alternatif Multi Purpose Tree Species  (MPTS) penggani tebu

Itulah salah satu alasan kenapa banyak program penghijauan yang gagal. Karena pendekatan yang dilakukan tidak dengan cara pendekatan sosial yang menanamkan pengertian kepada masyarakat, melainkan pendekatan teknis yang terlalu kaku tanpa memahami kebutuhan masyarakat setempat.

Berikut beberapa hal yang kami lakukan sebelum melakukan penanaman di wilayah Blitar.

Riset dan Pemetaan

Ngobrol bersama beberapa pemuda di pantai  Jebring untuk pemetaan
Ngobrol bersama beberapa pemuda di pantai Jebring untuk pemetaan

Melakukan riset dan pemetaan wilayah untuk penanaman sangatlah penting, karena ini akan dapat membantu masyarakat untuk bisa memahami apa yang sedang kami usahakan. Mengenal lingkungan setempat dengan cara ngopi bersama para pemuda setempat dan para sesepuh untuk mengetahui kondisi riil di lapangan.

Dengan duduk bersama dan ngopi kami bisa mengetahui dan mengerti tentang kebutuhan masyarakat setempat. Salah satunya Pantai Pasur yang merupakan kawasan pantai dengan pasir hitam, dengan bentang pantai yang cukup luas, sehingga memiliki angin yang cukup kencang. Selain itu permasalahan lain adalah dekatnya pemukiman dengan pantai.

Melihat kebutuhan tersebut, penanaman pohon cemara udang yang beberapa tahun lalu menjadi kurang tepat, karena pohon cemara udang hanya bisa sebagai tempat berteduh. Akarnya tidak cukup kuat untuk menahan abrasi. Sehingga tidak heran jika banyak pohon cemara udang yang roboh ketika musim angin dan ombak besar.

Oleh karena itu beberapa waktu lalu kami melakukan penanaman pohon nyamplung di beberapa titik pantai pasur, karena pohon nyamplung ini merupakan pohon asli pantai selatan jawa yang dapat menahan abrasi sekaligus sebagai pemecah angin. Selain itu memiliki nilai ekonomis karena bijinya dapat dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan bio solar.

Pohon Nyamplung
Alasan memilih nyamplung
riset nyamplung

Pembibitan Secara Mandiri

Selama ini proses pembibitan kami lakukan bersama para relawan sahabat menanam. Tidak jarang kami melakukan perjalanan malam hari ke suatu kawasan hanya untuk mencari biji-biji pohon untuk disemai. Bahkan terkadang sebagian dari kami rela menunggu para pembeli buah pinggir jalan selesai menikmati buah dan mengambil biji yang dibuang untuk disemai green house pembibitan di rumah caping.

Perburuan Bibit Mangrove di CMC 3 Warna Malang

Latar belakang relawan sahabat menanam berbeda-beda. Ada yang petani, peternak, tukang, bahkan tidak sedikit dari mereka yang masih pelajar sekolah. Sehingga setiap relawan dengan sukarela berkontribusi dengan caranya masing-masing. Bahkan terkadang kami juga melakukan perjalanan ke beberapa daerah di luar Blitar seperti CMC Tiga Warna yang ada di Malang untuk belajar dan berburu buah mangrove untuk dikembangkan dan ditanam di Blitar. Membangun jejaring komunitas sebagai sarana berbagi dan belajar merupakan hal yang perlu diperhatikan.

Pembibitan Pohon di Rumah Caping
Pembibitan Pohon di Rumah Caping

Terkadang para relawan yang masih sekolah, sepulang sekolah datang ke rumah caping untuk membantu penyemaian bibit, hingga penyambungan. Selain membantu proses mereka juga belajar tentang berbagai macam tanaman dan menjadi duta penghijauan di lingkungan rumahnya. Ini salah satu bentuk kaderisasi untuk generasi mendatang yang akan melanjutkan perjuangan sahabat menanam.

Bahkan saat ini pembibitan pohon juga dilakukan di beberapa daerah yang menjadi lokasi penanaman. Masyarakat sekitar yang mendukung kegiatan menghibahkan sebagain tanahnya untuk dibangun fasilitas pembibitan sederhana sehingga mereka juga bisa belajar bagaimana proses pembibitan secara mandiri.

Fasilitas pembibitan swadaya di Ds. Ngadipuro, Kec. Wonotirto, Kab. Blitar

Penanaman Pohon di Beberapa Kawasan

Penanaman di Pantai Pasur

Kami memiliki beberapa pertimbangan sebelum menentukan lokasi penanaman, karena ini sangat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan penanaman. Daerah aliran sungai (DAS), sumber mata air dan hutan lindung merupakan prioritas lokasi. Namun tanpa adanya dukungan masyarakat setempat penanaman urung kami lakukan.

Menanamkan pengertian kepada masyarakat enggak cuma satu dua kali ngopi saja, di beberapa lokasi kami membutuhkan waktu hingga beberapa tahun sebelum melakukan penanaman. Ini untuk memastikan bahwa masyarakat setempat mengerti dan mau berkontribusi terhadap kegiatan penanaman. Karena dengan dukungan masyarakat setempat, perawatan pohon yang sudah ditanam menjadi jauh lebih mudah.

Selain bermanfaat untuk lingkungan sekitar, tentu dengan adanya nilai ekonomis pada pohon yang ditanam dapat membantu masyarakat setempat untuk lebih berdaya. Karena salah satu alasan sulitnya melakukan pelestarian lingkungan adalah faktor ekonomis.

Di luar sana banyak orang yang hanya berteriak penghijauan tanpa memahami kebutuhan masyarakat. Contohnya komoditi tebu yang ada di wilayah Blitar selatan yang membuat kawasan Blitar selatan sering dilanda kekeringan ketika hujan tak turun. Tebu tidak bisa menyimpan air dan menahan erosi. Jadi kalau mengalami kekeringan saat musim kemarau dan tanah longsor ketika musim penghujan kita tidak bisa serta merta menyalahkan mereka yang menanam tebu karena mereka membutuhkan itu untuk menyambung hidup.

Untuk itu kami duduk bersama menawarkan solusi penanaman pohon yang selain dapat menghijaukan lingkungan juga dapat memberikan nilai ekonomis yang lebih baik terhadap masyarakat. Hal tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Masayarakat butuh waktu untuk mengerti tentang hal tersebut. Ketika mereka mulai mengerti, perlahan masyarakat mau mencoba mengubah tebu di beberapa petak lahan dengan pohon buah yang lebih ramah lingkungan.

Buah membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berbuah sehingga dapat memberikan nilai ekonomis untuk masyarakat. Ketika langsung melakukan penanaman buah di semua lahan, lalu darimana masyarakat dapat bertahan hidup? Oleh karena itu masyarakat perlu mencoba dari satu petak dulu hingga mereka bisa merasakan bahwa buah-buahan dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik, perlahan tapi pasti mereka akan mau menggantikan komoditi tebu dengan pepohonan produktif yang juga memiliki manfaat lebih.

Video Penanaman di Beberapa Lokasi di Blitar

Penanaman Pohon Bakau di DAS Brantas
Penanaman di Pantai Pasur Desember 2016
Penanaman di Pantai Serit Desember 2017
Pemutaran Film dan Penanaman Pohon di Pantai Pasur 2019
Penanaman Pohon di Sumber Mata Air

Perawatan Pohon

Penanaman tidak selesai hanya dengan seremonial penanaman saja, karena pohon merupakan mahluk hidup. Ada tanggung jawab besar setelah penanaman, yaitu memastikan pohon tersebut hidup. Kita sudah memilih pohon tersebut untuk ditanam, kita juga harus bertanggung jawab untuk memastikan pohon tersebut bisa tumbuh dan berkembang.

Pohon itu ibarat seorang bayi, apabila kita sudah menanamnya kita juga harus bertanggung jawab untuk memastikan bayi tersebut tumbuh besar dan dapat hidup sendiri.

Di sini lah peran masyarakat setempat yang sudah berkomitmen untuk berkontribusi dalam merawat pohon yang sudah ditanam. Mereka yang memastikan pohon yang sudah ditanam supaya tetap hidup, dengan cara menjenguk dan menyiramnya secara rutin apabila hujan tidak turun.

Penanaman Pohon di Pantai Keben
Mas Dwi, salah satu relawan sahabat menanam di Ds. Ngadipuro menyirami tanaman ketika musim kemarau panjang

Seperti yang teman-teman lakukan di Ds. Ngadipuro, Kec. Wonotirto, Kab. Blitar. Penanaman pohon yang dilakukan di sekitar pantai Jebring dan Keben menjadi tanggung jawab Mas Dwi yang menjadi koordinator relawan sahabat menanam di daerah tersebut. Mereka bergotong royong setiap dua hari sekali datang ke pantai yang jaraknya sekitar 5km dari rumah untuk sekadar menyirami tanaman. Musim kemarau yang datang terlambat tahun ini secara tidak langsung menguji komitmen mereka untuk memastikan pohon yang ditanam untuk tetap hidup.

Penanaman Pohon di Pantai Jebring 2016
Cemara Udang yang sudah besar di Tahun 2019

Hal yang cukup sulit untuk bisa kami penuhi tanpa bantuan relawan lokal, karena dari tempatku menuju ke kawasan pantai Jebring dan Keben butuh waktu hampir 90 menit perjalanan menempuh puluhan kilometer. Itulah kenapa alasan komitmen dari masyarakat sekitar untuk melakukan penghijauan sangat penting untuk mendukung keberhasilan program penanaman.

Edukasi Lingkungan

kunjungan pelajar SD di markas Rumah Caping

Selain melakukan kegiatan penanaman, kami juga sering mendapatkan kunjungan dari sekolah dasar yang ada di wilayah Blitar. Karena setiap sekolah memiliki kebijakan untuk mengadakan kegiatan belajar mengajar di luar sekolah.

Dengan edukasi lingkungan sejak dini, selain bisa melahirkan genernasi yang peduli lingkungan juga bisa menambah wawasan adik-adik di sekolah tentang pentingnya menjaga lingkungan. Sehingga mereka bisa menjadi contoh untuk bagaimana seorang anak kecil bisa berkontribusi dalam pelestarian lingkungan untuk masa depan yang lebih baik.

Selain membuat edukasi untuk anak sekolah, kami juga membuat beberapa video untuk edukasi tentang beberapa hal yang berkaitan dengan penanaman. Salah satunya adalah cara memindahkan tanaman yang sudah besar

Video edukasi cara memindahkan pohon yang sudah besar

Berkolaborasi Memanfaatkan Media Sosial untuk Kampanye Lingkungan

Selain itu kami juga berkolaborasi dengan beberapa rekan untuk mulai membuat iklan layanan masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan di wilayah Blitar. Ada Mas Betet yang menyusun skenario video pendek untuk iklan layanan masyarakat, aku dan Agung membantu pengambilan video.

Untuk menyebarkan konten ini kami berkolaborasi dengan Jelajah Blitar dan Info Blitar yang selama ini mendukung berbagai macam pergerakan kami. Ada puluhan ribu orang yang sudah menonton video kami dan mendapatkan respon positif dari netizen yang ada di wilayah Blitar. Video ini tersebar ke berbagai macam grup, dan berhasil meningkatkan awarness masyarakat tentang pentingnya penghijauan ketika mereka melihat bagaimana kondisi di wiilayah Blitar selatan.

Banyak komentar di kolom facebook yang dapat memberikan pengetahuan baru serta menyaring opini masyarakat yang dapat kami gunakan untuk menyusun strategi kampanye yang lebih efektif lagi kedepannya.

Previous

Menjelajahi 19 Pantai di Blitar yang Indah

Review Apartemen Puri Orchard

Next

Saya juga ada di Instagram facebook Twitter dan Youtube Suka menulis tentang blogging di panduaji.com

Leave a Comment