Kuliner Cilok Kalangan Ngunut Tulungagung

Di daerah Ngunut, Tulungagung ada sebuah kampung yang terkenal sebagai produsen cilok. Kampung itu berada di Desa Kalangan, Kecamatan Ngunut, Tulungagung. Berada beberapa kilometer di sebelah selatan Pasar Ngunut yang bias saya lewati ketika melakukan perjalanan ke Pacitan.

Sebelumnya saya nggak ngerti yang namanya cilok kalangan, tapi gegara Andriawan Pratikto youtuber transportasi hits yang bercerita tentang enaknya cilok ini. Akhirnya saya pun mau untuk ikut mencicipi dengan pergi ke sana. Bayangin, jauh-jauh ke Ngunut cuma buat makan cilok. Kurang sangar piye jeh?

Cilok

Cilok memiliki banyak sebutan, ada yang bilang pentol dan cilot. Kalau di daerahmu disebut apa? Intinya jajanan cilok ini dulu biasanya jualan di halaman sekolah dasar. Aku pun mengenal cilok ini sejak duduk di bangku Madrasah. Cilok Pak lan yang biasanya aku beli dengan harga 100 perak. Waktu itu uang saku sebagai anak SD per hari cuma 200 perak per hari.

Cilok Pak Lan yang menjadi legenda ketika aku duduk di bangku madrasah sekarang sudah dilanjutkan oleh generasi selanjutnya dan jualan di depan SMAN 1 Blitar. Apa kamu belum pernah nyoba? Sangat disayangkan kalau belum pernah. Cobalah sekali saja.

Perjalanan ke Ngunut via Nguri

Sabtu itu kami berangkat berempat yang terdiri dari Saya, Tito, Tutut, dan Andhira. Mengambil jalur alternatif melewati tambangan Ngusri dimana kita menyebrang sungai brantas dengan naik perahu dengan tali tambang tepat berada di bawah Jembatan Nguri.

Kuliner Cilok Kalangan Ngunut Tulungagung 1

Jembatan nguri merupakan jembatan yang menghubungkan jalur kereta api Tulungagung dengan Blitar. Tidak heran jika Tito yang demen kereta api mengajak kami untuk melewati tambangan ini meski ada pilihan tambangan perahu lain yang bahkan lebih bagus.

Cilok Kalangan

Tito bercerita kalau mengetahui penjual cilok ini dari temannya yang merupakan warga Tulungagung. Dia belum pernah mencoba penjual cilok yang lain padahal satu kampung ini banyak warung cilok bertebaran. Jam menunjukkan pukul setengah empat ketika kami sampai di salah satu warung cilok kalangan

Warung Jadul Kalangan

Hanya rumah biasa, dengan rentengan pilihan menu minuman instan mulai dari kopi hingga minuman rasa-rasa yang berhasil membawa nostalgia ketika masih duduk di bangku sekolah. Jadi inget dulu pop es dicampuri ceres warna-warni setiap acara Agustusan di Lapangan Ngadirojo Pacitan.

Ada dua opsi cilok kalangan yang dipesan, yaitu yang dibandrol dengan harga 5 ribu rupiah dan 7500 (kalau nggak salah). Berhubung lagi diet, tentunya harga paling rendah yang aku pilih. Di warung modelan seperti ini yang paling murah merupakan porsi yang paling sedikit.

Tidak lama setelah memesan datang sepiring cilok kalangan yang ternyata enggak sedikit. Beruntung saya cuma memesan yang 5 ribuan, karena dapat porsi sepiring penuh seperti pada foto di bawah ini

Cilok Kalangan, Ngunut, Tulungagung

Disajikan dalam kondisi masih hangat, dengan bumbu cilok kacang dengan sedikit saus. Secara tampilan memang menarik sih, namun ketika aku coba ternyata emang enak. Pantes aja si Tito demen ke Ngunut cuma buat makan cilok ini. Perpaduan pati pada bagian dalam dengan telur yang membungkus serta sausnya cukup enak. Worthed buat alternatif jajan murah-meriah di Tulungagung.

Menu semacam ini sangat jarang diadopsi oleh kafe-kafe, jadi jangan harap nemu menu ginian di tempat tongkrongan kafe. Jajanan semacam ini lebih bersahabat dengan kopi dan minuman sasetan macam pop es gitu. Bahkan tanpa makan kerupuk pun sudah bisa dinikmati.

Beruntung lokasinya cukup jauh di Ngunut, Tulungagung. Coba kalau di Blitar aja jajanan semacam ini. Bisa-bisa makin gemuk karena sering jajan makanan ginian. Selama makan cilok sambil rasan-rasan. Ada beberapa warga yang juga membeli untuk dibungkus.

Lokasi Cilok Kalangan

Seperti namanya, Cilok kalangan ini berada di Desa Kalangan, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Dari Pasar Ngunut ke selatan sampai di perbatasan Desa Kalangan dan Desa Panjereo belok ke kanan / belok ke barat. Di kawasan ini ada banyak penjual cilok yang bisa dipilih

Yang aku coba pada postingan ini merupakan cilok Kalangan Bu Rukini, dari jalan raya lurus sampai ketemu pertigaan belok ke utara sekitar 50an meter. Atau bisa coba cek di google maps yak!

Warung Cilok Bu Rukini Kalangan

Selain Bu Rukini, masih ada warung cilot kalangan yang lain. Kamu bisa juga cobain yang lain dan tulis di kolom komentar mana yang menurutmu paling rekomended. Siapa tahu waktu aku main ke sana lagi bisa nyobain ke tempat yang kamu sarankan.

Saya juga ada di Instagram facebook Twitter dan Youtube Suka menulis tentang blogging di panduaji.com

Leave a Comment