Tahu Lontong Mbak Nar Telkom Lodoyo, Blitar

Jam menunjukkan pukul lima sore, ketika saya menyusuri jalanan Sukorejo, Lodoyo menuju ke barat untuk pulang. Matahari tampak mulai tenggelam, membuat langit sore itu mulai meredup. Berhubung sudah cukup lapar, akhirnya saya putuskan untuk mampir di salah satu warung yang direkomendasikan oleh netizen Jelajah Blitar. Warung Tahu Lontong depan telkom Lodoyo.

Lokasi

Tahu lontong Mbak Nar berupa warung tenda di trotoar yang buka mulai sore hingga habis. Biasanya buka mulai jam 4 sore ujar Mbak Nar yang menurutku sudah bukan embak-embak lagi sih. Kalau PPKM seperti sekarang biasanya jam 9 malam sudah tutup.

Lokasinya tepat berada di depan Telkom Lodoyo / Sutojayan. Kalau masih bingung bisa coba lihat google maps di bawah ini.

https://goo.gl/maps/GXQpHQ6GczxgnTQZ9

Tahu Lontong Mbak Nar

Bumbu dan Toping Tahu Lontong Blitar

Kesan pertama yang saya dapatkan ketika masuk ke tendanya adalah bersih. Lontong dijajar rapi, kompor gas dengan wajan untuk goreng tahu juga tampak menggunakan minyak yang bersih. Masih bening euy ketika saya sampai. Bagian meja tengah berjajar aneka campuran tahu lontong seperti kacang goreng, kucai, kecambah, sambel, petis dan bawang goreng.

Sedangkan di meja tersedia kerupuk yang bisa menjadi lauk tambahan, serta ada beberapa jenis jus yang dikemas dalam plastik kecil-kecil. Selain jus yang tersedia dalam plastik, hanya ada pilihan air mineral gelas. Jadi nggak banyak opsi minuman yang tersedia

Nggak perlu menunggu waktu lama untuk menyajikan seporsi tahu lontong, karena hanya tahu yang membutuhkan tahu yang digoreng setengah matang. Dicampur dengan potongan lontong. Kecap yang dicampur dengan petis serta kucai, bawang goreng, kacang goreng, kecambah menjadi toping sehingga tampak menarik.

satu piring tahu lontong mbak nar, telkom sutojayan

Tidak heran jika banyak netizen yang merekomendasikan warung tahu lontong ini, karena dari segi rasa bisa dibilang enak. Kecap juga nggak terlalu manis. Potongan lontongnya besar-besar dan cukup banyak. Bahkan hampir imbang dengan irisan tahu setengah matang.

Sayangnya saya kurang cocok dengan kerupuknya yang tersedia di meja. Menurut saya rasa kerupuknya mengganggu dominasi rasa kecap becampur petis. Sehingga saya lebih menikmati tanpa menggunakan kerupuk. Teman saya ada yang lebih suka kerupuknya. Namanya juga selera, nggak bisa disalahkan. Setiap orang punya preferensi yang berbeda.

Suasana makan sore dipinggir jalan sambil liatin orang yang berhenti di lampu merah memang menyenangkan. Mengingatkanku suasana ketika jalan-jalan ke berbagai kota di Indonesia. Biasanya saya makan di warung-warung pinggir jalan. Lebih dari setahun enggak jalan-jalan keliling Indonesia. Sehingga konten traveling di blog ini cukup jarang saya update.

Harga

Harga seporsi tahu lontong ini Rp7.000. Jika dibandingkan tahu lontong di beberapa tempat di Blitar harga relatif sama kok. Standar harga tahu lontong memang kisaran 7 ribu. Saya kemarin beli 3 tahu lontong, 1 kerupuk, 2 plastik jus bayarnya Rp26.000. Lupa kemarin harga kerupuk dan jusnya berapaan.

Kalau mau cari tahu lontong yang rasanya mirip ini tapi di wilayah Kota Blitar, kamu bisa coba tahu lontong depan stadion. Selain tahu lontong di situ ada banyak menu makanan lainnya.

Mungkin kamu punya rekomendasi warung tahu lontong langgananmu? Jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar yak. Siapa tahu bisa mampir kalau lagi lapar di daerah sekitarnya.

Saya juga ada di Instagram facebook Twitter dan Youtube Suka menulis tentang blogging di panduaji.com

Leave a Comment