Warung Pawon Mbah Jinah

Ada kuliner malam legendaris di Ponggok Blitar dengan beberapa menu ayam yang menarik untuk dicoba, kata Mas Yanu wartawan senior Radar Blitar yang sering ketemu. Lokasinya ada di daerah Ponggok, nggak jauh dari Kantor Pos Ponggok.

Sebagai penggemar kuliner, tentu ini merupakan informasi yang nggak bisa dibiarkan begitu saja. Mas Yanu juga belum tahu lokasi persisnya dimana. Hingga suatu ketika ada pekerjaan dari Berdikari Studio untuk bikin video liputan event di Pendapa Ageng Hand Asta Sih Srengat.

Beruntunglah saya beretemu dengan beberapa warga lokal ketika liputan, dari pertemuan itu saya mendapatkan informasi lebih jelas tentang lokasi warung pawon mbah Jinah ini. Malam itu pun saya nggak jadi mampir karena masih terlalu kenyang.

Menemukan Lokasi Warung Pawon Mbah Jinah

Warung Pawon Mbah Jinah

Malam itu Saya dan Sindi menghadiri undangan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar di Pendapa Ageng Hand Asta Sih, usai acara pukul 10.30 saya masih ada Janji dengan Agung warga ponggok yang sudah menunggu sejak pukul 10an malam. Akhirnya saya mengajak Agung untuk menjadi petunjuk arah menuju lokasi.

Sebagai warga Ponggok, Agung nggak tahu kalau ada kuliner malam Mbah Jinah ini. Sekalian nyoba lah. Akhirnya Agung menjadi petunjuk arah menuju ke warung yang belum pernah ia datangi sebelumnya.

Sesampainya di lokasi, saya sempat ragu karena tengah malam di tengah pedesaan yang jarak antar rumah juga lumayan nggak ada tanda-tanda kehidupan. Hanya tampak sebuah rumah dengan pekarangan cukup luas dengan pohon belimbing (kalau nggak salah) dan beberapa motor di depannya.

Kalau nggak karena ada seorang ibu-ibu keluar membawa tas kresek putih berisi nasi bungkus saya nggak yakin mau belok. Warung Mbah Jinah ini memang nggak ada tulisan plang apa-apa karena jualannya ada di dapur rumahnya.

Buat para netizen yang budiman, kalau mau datang ke warung ini saya beri petunjuk arah yang lebih mudah. Bisa ikuti ancer-ancer di bawah ini kalau mau pergi kulineran tengah malam ke Warung Pawon Mbah Jinah

  • Dari Kantor Pos Ponggok belok ke barat
  • Sesampainya di perempatan dengan parkiran bus di sebelah utara jalan, belok ke utara
  • Ada pertigaan kecil, belok ke barat
  • Rumah pertama selatan jalan merupakan warung pawon Mbah Jinah ini

Pilihan Menu Sederhana

Pembeli Warung Mbah Jinah
Foto @jelajahblitar

Nggak banyak pilihan menu yang tersedia di warung pawon Mbah Jinah ini. Ketika saya datang, masih ada beberapa menu masakan yang disajikan. Warung ini tidak buka tengah malam sebenarnya, namun kalau datangnya terlalu sore ya masih di masak.

Adapun menu yang tersedia ketika saya datang diantaranya

  • Ayam Lodho
  • Ayam Goreng
  • Sambel goreng tahu tempe
  • Sambel goreng ati
  • Tahu dan Tempe goreng

Tapi menurut beberapa sumber informasi akamsi (anak kampung sini), ada menu didih yang juga menjadi favorit beberapa orang.

Malam itu saya memesan makanan ayam lodho, sambel goreng tahu tempe dan tahu goreng. Mbah Jinah menawarkan sambel goreng ati, tetapi saya nggak mau. Mbah Jinah mengira saya takut makan ati karena asam urat, padahal saya memang nggak suka makan jeroan.

Saya juga minta porsi nasinya dikurangi dari porsi normal, karena melihat bagaimana penyajian orang sebelumnya terlalu ugal-ugalan untuk makan tengah malam saya. Dari pesanan tersebut dan segelas teh hangat saya hanya perlu membayar Rp15.000 saja. Cukup murah menurut saya dengan penampakan seperti ini

Seporsi Warung Mbah Jinah

Untuk rasa ya bisa dibilang lumayan lah, untuk yang kurang suka dengan makanan asin mungkin akan merasakan terlalu asin. Mungkin ini untuk mengimbangi porsi makanan yang cukup banyak. Mungkin lho ya.

Malam itu saya ditraktir Agung, dia baru pertama kali datang ke sini. Kalau ada pertanyaan seputar warung Mbah Jinah, langsung tulis aja di kolom komentar. Saya akan balas satu persatu

shopee promo

Saya juga ada di Instagram facebook Twitter dan Youtube Suka menulis tentang blogging di panduaji.com

Leave a Comment