Mencari Sumber Dandang di Kawasan Rambut Monte

Senin, Maret 23, 2015

Sebenarnya ini perjalanan yang kulakukan sekitar 2 minggu yang lalu, karena banyaknya pending post jadi dicicil deh nulisnya. Baru kesampean nulis sekarang. Perjalanan kali ini aku enggak sendirian seperti biasanya, ada seorang teman dari Surabaya yang kebetulan main ke Blitar dalam rangka Purnama Seruling Penataran (PSP). Perjalanan kali ini mencari sumberdandang di area Rambut Monte yang kelihatan keren di foto :D.

Karena acara PSP berlangsung malam, aku ajak aja main ke area Rambut Monte terlebih dahulu. Alasan ngajak kesana sebenarnya penasaran juga nyari tempat semacam bendungan yang ada di kawasan ini. Lihat fotonya aja kelihatannya keren :D.

Main ke Rambut Monte

Rambut Monte merupakan salah satu cagar budaya yang terletak di desa Krisik kecamatan Gandusari Kab. Blitar. Cagar budaya ini terdiri dari Candi dan Telaga kecil, namun telaganya lebih dominan dan iconic daripada candi yang sudah tak begitu nampak. Sehingga Rambut Monte di identik dengan sebuah telaga.

Untuk menuju daerah ini bisa lewat wlingi keutara menuju arah Batu. Nanti bakal melewati desa Semen, Tulungrejo baru desa Krisik. Akses menuju tempat ini gampang kok, karena ada papan petunjuk arah yang memudahkan perjalanan.

Aku sudah lama sekali enggak main ke tempat ini, terakhir ke Rambut Monte itu tahun 2010 kalau gak salah, ini foto telaga rambut monte waktu aku pertama kali ke tempat itu.

Telaga rambut monte
Telaga rambut monte
Hijau dan asri, benar-benar asyik banget tempatnya. Aku sekalian cari foto dan bahan tulisan buat bikin destinasi wisata di blitar yang sedang kugarap. Dari kota Blitar membutuhkan waktu sekitar 40 menitan. 

Kebetulan tulisan tentang wisata candi rambut monte sudah kutulis, untuk yang tahu detailnya buka aja postingan destinasi wisata Blitar rambut monte. Lengkap dengan peta lokasi yang bisa di kamu track kalau malu tanya sama orang akses menuju lokasi.

Berikut retribusi masuk kawasan Rambut Monte yang dipajang di gapura masuk. Enggak mahal kan?

Retribusi Rambut Monte
Retribusi Rambut Monte
Begitu parkir motor, aku dan temenku Jihan langsung turun untuk kembali mengenang memori masa lalu. Ternyata yang kudapati di bawah tak seindah dulu. Aku jadi sadar kalau terjebak romantisme masa lalu #eaaaaa. Bangunan kayu nan klasik kini berubah menjadi bangunan beton yang megah dan enggak menyatu dengan lingkungannya. Eman tenan!

Rambut Monte sekarang
Rambut Monte sekarang
Kalau kamu, suka yang dulu apa sekarang?
 Jadi enggak terlalu tertarik mengabadikan moment di tempat ini. Akhirnya kuputuskan untuk mencari yang namanya sumberdandang. Katanya sih enggak jauh dari Rambut Monte. Mungkin di bagian bawah. Akhirnya kuberanikan bertanya tentang sebuah bendungan di area rambut monte ini kepada salah seorang ibu yang sedang ngarit. Akhirnya ibu tersebut menyuruh saya untuk mengikuti aliran sungai ini ke bawah, karena sungai enggak mengalir keatas seperti sanyo!

Pemandangan di aliran air rambut monte
Pemandangan di aliran air rambut monte
Sebenernya pemandangan di area bawah sana cukup bagus, namun sayangnya aku enggak ambil fotonya dan ambil video yang akhirnya aku hapus karena sebuah sebab :D. Kapan kapan deh jalan ke situ lagi khusus buat ngambil fotonya. Setelah jalan cukup jauh naik turun terasiring yang tanahnya masih empuk akhirnya tiba di sebuah jembatan dari bambu.

jembatan kecil dari bambu
jembatan kecil dari bambu
Disitu ada sebuah pipa PDAM yang besar, dan sepertinya tidak ada tanda tanda bendungan air yang kumaksud. Akhirnya aku bertanya pada seorang bapak yang sedang ngarit juga, dari situ akhirnya kutemukan jawaban bahwa lokasinya di sebelah timur Rambut Monte yang berarti ada di atas rambut monte. Ceritanya ini tadi salah jalan :D.
(post-ads)
Akhirnya naik lagi keatas dan berjalan ke timur, ternyata jalan ke atas itu tembusnya di sebelah barat pintu masuk! YES! Jadi tahu jalan ke Rambut Monte yang enggak bayar :p.

Jalan Menuju Sumber Dandang yang Menawan

Aku kembali ke Rambut Monte dan bertanya pada rumput yang bergoyang penjaga parkir lokasi yang kumaksud dengan menunjukkan foto yang ada di instagram. Setelah mendapat arahan akhirnya kami bedua menuju arah yang dimaksud, dengan menyusuri telaga rambut monte dan terus ke barat. Tidak jauh dari telaga sudah tampak bendungan yang kumaksud, sayangya enggak ada jalan karena terpisah sungai yang cukup lebar, dan enggak bisa dilompati :D. Setidaknya aku udah nemuin dimana lokasi yang kumaksud.

Akhirnya kembali dan mencari jalan, ternyata dekat Telaga Rambut Monte ada jalan naik melalui rumah warga yang bisa langsung digunakan untuk menuju Sumber Dandang lho! Setelah berjalan tidak terlalu jauh akhirnya sampai juga di Sumber Dandang :D

Sumber Dandang Rambut Monte
Sumber Dandang Rambut Monte
Air yang ada di bendungan / kolam penampungan air benar-benar bersih! Jernih banget! Warnanya enggak kalah sama yang ada di Rambut Monte lho! Jadi pengen nyebur sayangnya enggak bawa baju ganti.

Kebetulan waktu itu ada 3 pemuda yang sedang asyik ciblon di situ. Ciblon bisa diartikan dengan mandi di kali. Iseng aja tanya kedalaman berapa di tempat itu, salah satu pemuda tersebut yang bertato menjawab,

neng etan jerune mung 1.5 meteran mas, lek sing kulon kene sekitar 3 - 3.5 meter.

menerjemahkan .....

di sebelah timur kedalaman airnya sekitar 1.5 meter saja mas, kalau di bagian barat ini sekitar 3 - 3.5 meter.

Cukup dalam kan? Akhirnya aku berjalan ke barat untuk mengambil foto di bagian barat. Ternyata di bagian barat ada 2 cewek yang juga ciblon lho :D. Selain itu juga tampak ada 1 ekor ikan yang berwarna emas. Entah ikan apa itu.

2 cewek mandi di sungai
2 cewek mandi di sungai

Setelah dirasa cukup, kami berdua jalan kembali ke kawasan telaga Rambut Monte. Mas Andi temenku kontak via wasap kalau sedang menuju Rambut Monte bersama romobongan Himpunan Mahasiswa Pariwisata Indonesia Regional Jatim yang kebetulan sedang rapat rapat gitu di rumah mas Andi.

Biar sah saat main-main, narsis dulu meski lensa kamera sedang gak beres. Katanya sih gini lensanya ngefog / berkabut yang disebabkan karena perpindahan suhu udara sehingga mengembun gitu. Katanya.

Rambut Monte
Rambut Monte
Setelah sukses dengan foto-foto, kami pun menunggu Mas Andi sambil njajan di warung tepi telaga. Sepiring Rujak petis cuma di bandrol 4 ribu rupiah coy! Murah banget kan? Padahal masuk kawasan wisata lho. Langgananku deket rumah aja di bandrol 5 ribu rupiah. Meski enggak seenak langgananku, tapi porsinya lebih banyak :D.

Sayangnya enggak sempat moto menunya karena keburu dateng Mas Andi dan rombongan mahasiswa pariwisata. Biar gak kelihatan alay, masa makanan aja di foto :p.

Dari situ akhirnya ditawarin Mas Andi buat join melanjutkan perjalanan ke Pura Agung untuk menikmati Sunset. Tunggu di tulisan selanjutnya yak :D

You Might Also Like

8 comments

  1. mas syalala ay ke blitar po'o aku ngiler liat tulisan di blog ini :((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yek ngileran, nggilani im :D. wakakakaka

      Yo monggo lek arep neng Blitar, available akhir april. soale awal april smp pertengahan arep mlaku-mlaku neng Gresik karo jawa tengah :D

      Hapus
  2. belum pernah ke blitar sih tapi sepertinya tempatnya menarik untuk di kunjungi..
    *masukin dalam wishlist traveling tahun ini*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk satu dua orang disarankan bawa kendaraan sendiri, karena angkutan umum jarang banget ada. persewaan motor juga enggak ada :D. kalau rombongan banyak bisa sewa mobil :D.

      Buat refernsi bisa coba baca-baca blog tentang wisata di blitar

      Hapus
  3. Aku orang blitar tapi malah belum pernah kesini~~ merasa gagal jadi orang blitar deh :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. kapan kapan kalau main kesini ajak ajak mas, hehe belum keturutan soalnya mau nyemplungin tempat ini. kemarin enggak bawa ganti pas kesini :D

      Hapus
  4. Huooh oke mas~ Semoga ada kesempatan pas pulang kampung nih ;D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebanyakan main ke tempat-tempat jauh seh masnya. enggak main di Blitar :D

      Hapus

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe