7 Maret 2018

Jalan Jalan ke Air Terjun Sirah Kencong

Beberapa waktu lalu diajak temen buat sarapan di warung bu Tia Sirah Kencong, berhubung sudah lebih dari satu bulan enggak kesana akhirnya aku putuskan untuk sarapan sekaligus refreshing di kebun teh paling hits di Blitar ini. Mengambil jeda dalam pekerjaan itu kan perlu :D.
air terjun sirah kencong terbaru

Tidak seperti perjalanan biasanya, karena emang niatnya hari itu cuma sarapan pagi terus pulang. Jadi berangkat dari rumah sekitar pukul 06 pagi biar pulang enggak kesiangan. Tapi ndelalah kersane ngalah, baru sampai kawasan Tegalasri ban motor bocor. Ini mengharuskanku mendorong motor sekitar 500an meter dan masih perlu menunggu tukang tambal bannya datang.

Kurang lebih satu jam berada di tukang tambal ban, akhirnya urusan tambal menambal selesai juga dan bisa melanjutkan perjalanan menuju Sirah Kencong. Diperjalanan, kebetulan lewat Taman Baca Manggar yang diinisiasi sama temen-temen, akhirnya aku mampir sekalian. Buat melihat perkembangan taman baca rintisan para sarjana yang kembali kee desa. Mungkin nanti akan aku buat postingan sendiri tentang taman baca ini. Setelah cukup basa-basi, ngeteh dan numpang kamar mandi, akhirnya perjalanan menuju ke Sirah Kencong dilanjutkan.
 Jalan ke Sirah Kencong semakin baik
Jalan ke Sirah Kencong semakin baik
Perjalanan ke sirah kencong berjalan dengan lancar karena pembangunan jalan sudah sangat baik dibanding beberapa bulan lalu. Lebih lengkapnya bisa baca jalan menuju sirah kencong. Akhirnya sampai di kawasan perkebunan teh sirah kencong sudah sekitar jam 10 pagi. Suasana perkebunan teh yang sejuk membuat fikiran jadi seger.
  • HTM Sirah Kencong : Rp. 5.000/orang
  • Parkir Motor : Rp. 2.000/ motor
Sesudah menikmati sarapan nasi pecel dan teh hitam susu yang nikmati di kebun teh sirah kencong, tetiba salah seorang yang aku kenal ketika backpackeran ke karimunjawa juga nongol di sana. Karena ini moment yang sangat jarang terjadi dan aku yakin bukan sebuah kebetulan akhirnya aku turuti ajakan buat main ke air terjun sirah kencong. Meski bisa dibilang cukup sering ke sirah kencong, tetapi terakhir main ke air terjun ini sekitar 1 taun lalu, karena jalannya cukup jauh :D.

Air Terjun Sirah Kencong yang Diubah

Jalan ke Air Terjun Sirah Kencong
Jalan menuju air terjun mulai dilebarkan
Begitu sampai parkiran mobil untuk ke air terjun sirah kencong ternyata sudah banyak yang berubah, parkir motor ternyata enggak harus jalan dari bawah dan bisa dibawa naik agak ke atas. Nyesel rasanya terlanjur jalan dari warung bu tia ke air terjun. Tau gitu tadi bawa motor buat ke air terjunnya.

Tapi masih seperti dulu, jalanya masih menanjak namun sudah ada beton yang membuat roda dua bisa melintas dengan mudah meski jalan menanjak. Dengan mengenedarai motor, jalan kaki bisa berkurang hingga setengah perjalanan, nanjak pula. Lumayan

Selain itu di parkiran motor yang baru terdapat loket pembayaran, berhubung harinya senin tak nampak ada petugas sama sekali akhirnya kami enggak perlu bayar. Namun keceriaan tersebut langsung sirna ketika kita sampai  di air terjun sirah kencong, petugas penjaga tiket masuk duduk manis sambil mandorin tukang-tukang yang sedang mengerjakan kawasan ini. 

Harga tiket masuk naik menjadi Rp. 5.000 untuk satu orang. Padahal terakhir aku ke sini, tiket masuknya masih dikenakan Rp. 3.000 saja. Tapi kalau dilihat dengan perubahaan saat ini, emang worthed seh bayar segitu. Itung-itung nyumbang pendapatan untuk mengembangkan wisata tersebut.
Air Terjun Sirah Kencong sekarang
Air Terjun Sirah Kencong sekarang
Selain suasana yang lebih 'padang', beberapa titik juga udah mulai ditata. Bahkan sekarang ada dua ekor gajah yang selalu standby. Kadang belalainya ngeluarin air, kadang juga enggak. Di bagian bawah air terjun, bebatuan ditata sedemikian rupa sehingga nantinya membentuk sebuah kolam. Aku jadi mikir, siapa yang mau nyebur? Lha wong dinginnya air udah kaya air dalam kulkas. 

Akses jalan ke goa yang ada deket air terjun juga udah dibangun, tapi kemarin aku enggak liat karena udah males buat nambah jalan lagi. Jadi cuma duduk-duduk sambil ngamatin perubahan besar yang ada di kawasan air terjun sirah kencong ini. Selain nama sirah kencong, air terjun ini juga dinamai Air Terjun Suro Tani.

Berhubung jam sudah menunjukkan pukul 14.00 akhirnya aku pun pamit dulu karena banyak pekerjaan yang sudah tertunda gegara menemani temen main ke air terjun yang enggak masuk rencana. Sepulang dari sirah kencong kok ternyata gantian ban depan motor yang bocor, dan bocornya ada di kawasan hutan yang masih cukup jauh dari pemukiman penduduk. Jan apes!
Temukan aku di Facebook, Instagram , Twitter!
Kalau artikelnya nggak muncul, coba deh matikan adblocknya ;)

Posting Komentar

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search