Panduan Cara Membuat Itinerary dengan Mudah

Kamu harus belajar cara membuat itinerary agar segalanya bisa berjalan efektif. Terutama untuk para backpacker yang budgetnya pas-pasan seperti saya.

Mungkin kamu pernah dengar quote populer “A good traveler has no fixed plans, and is not intent on arriving.”? Percayalah bahwa quote tersebut sangat sulit direalisasikan.

Lha wong apply visa kita harus bikin itinerary, bikin bookingan hotel free cancelation dan berbagai persayaratan lainnya. Belum lagi harga tiket yang mahal kalau mau bepergian secara mendadak, belum lagi urusan visa untuk pemegang paspor Indonesia yang nggak sakti-sakti amat.

Nah, pada kesempatan ini saya mau berbagi bagaimana sih cara membuat Itinerary untuk traveling yang semoga saja bisa membuat pengeluaran selama perjalanan bisa lebih efektif.

Saya sudah baca-baca tentang panduan cara membuat itinerary yang ada di beberapa web populer tetapi kurang informatif karena sifatnya yang general, kurang spesifik. Jadi Saya putuskan untuk menulis panduan membuat itinerary yang lebih spesifik tentang apa aja yang perlu dipersiapkan, urutan menyusun itinerary.

Menentukan Destinasi

Tentukan Destinasi Wisata

Tahap pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan kamu mau kemana aja. Misal saya mau Backpackeran ke Jepang, hal pertama yang pertama saya lakukan adalah

  • Membuat daftar kota yang ingin dikunjungi.
  • Kemudian membuat daftar destinasi kota tersebut yang pengan dikunjungi, ketika di Tokyo saya mau pergi keTokyo Tower, Ghibli Museum,  Shinjuku, Harajuku, Akihabara, Kawaguchiko dan lain-lain
  • Kelompokkan tempat-tempat tersebut berdasarkan letaknya. Sehingga sekali jalan bisa lebih efektif

Kalau masih bingung mau mengunjungi mana aja karena keburu dapet tiket murah, coba aja baca-baca di travel blog untuk mendapatkan referensi tempat wisata yang siapa tahu juga menarik buatmu. Salah satunya ya panduaji.net ini :D.

Kelompokkan Berdasarkan Lokasi

Kelompokkan destinasi berdasarkan lokasinya. Misalnya ketika di Tokyo saya pengen nyebrang di Shinjuku dan pengen tahu Harajuku, jarak kedua tempat tersebut tidak jauh, sehingga bisa dikelompokkan menjadi satu dan dikunjungi di hari yang sama.

Dengan mengelompokkan destinasi berdasarkan letak geografis, kita bisa menghemat waktu perjalanan karena jarak antar destinasi yang berdekatan. Sehingga bisa mengunjungi beberapa tempat sekaligus dalam sekali jalan. 

Setelah berhasil mengelompokkan destinasi berdasarkan lokasi, langkah selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah mencari informasi detail tentang lokasi-lokasi tersebut.

Waktu jalan-jalan ke Jepang kemarin itinerary dalam sehari mengunjungi Shibuya, Harajuku, Shinjuku dan Akihabara. Start pagi malam sudah bisa selesai, karena lokasinya saling berdekatan dan hanya perlu naik 1 rute kereta.

Gali Info Detail Tentang Destinasi

Selanjutnya cari informasi detail tentang destinasi yang akan kita kunjungi, terutama yang berkaitan dengan 

  1. Jam operasional
  2. Harga tiket masuk
  3. Cara menuju lokasi
  4. Ada apa aja di sana

Empat point di atas harus kita ketahui terlebih dahulu sebelum menentukan langkah selanjutnya. Karena dengan mengetahui keempat informasi dasar tersebut kita sudah bisa membuat itinerary berdasarkan daerah dan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai masing-masing lokasi.

Totoro di Ghibli Museum

Setelah semua destinasi berhasil kita susun, selanjutnya adalah membuat Itinerary kasar berdasarkan berapa lama kita jalan-jalan di suatu daerah / negara. Misal saya di Tokyo selama 6 hari, jadi mulai nyusun hari pertama ke wilayah A, hari kedua ke wilayah B, hari ketiga dan seterusnya. 

Untuk Tokyo, ada beberapa jenis tiket terusan untuk wisatawan seperti JR Pass dan Tokyo Metro. Manfaatkan kedua tiket tersebut untuk memangkas ongkos kereta api yang mahal. Sehingga Itinerary menyesuaikan dengan tiket terusan yang dimiliki.

Loket Pembelian Tiket Terusan Metro Subway

Transportasi di Jepang memang sangat mahal, beruntung sebagai turis kita bisa mendapatkan benefit membeli tiket terusan seperti Tokyo Wide Pass, JR Pass maupun Tokyo Metro 2D. Sehingga perjalanan bisa benar-benar hemat cuy!

Buat Destinasi Alternatif

Destinasi Wisata Gratis di Jepang
Berada diatas kapal santa maria, Osaka. Enggak pernah diagendakan sebelumnya. Begitu lihat brosur, dan gratis untuk pemegang osaka amazing pass. Naik sekalian deh.

Setelah berhasil membuat Itinerary kasar, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menentukan kekuatan fisik dan membuat destinasi alternatif. Apakah kita bisa menjalani itinerary yang sudah dibuat? Jika kuat lanjut, kalau enggak ya bisa di otak-atik lagi urutan jalannya. Ketika ada sisa waktu yang luang bisa digunakan untuk mengunjungi destinasi alternatif yang berada dalam satu kawasan. 

Seperti halnya ketika kemarin saya main ke Shinjuku dan sudah membuat janji dengan teman. Namun karena datangnya kecepetan satu jam karena itinerary sudah habis, akhirnya mlipir ke Tokyo Metropolitan Goverment Building yang jaraknya nggak jauh dari Stasiun Shinjuku. Daripada cuma bengong di stasiun kan ?

Buat Itinerary Lengkap

Cara Membuat Itinerary yang lebih detail ke Tokyo
Contoh Tabel Itinerary ke Jepang

Setelah berhasil menentukan destinasi prioritas dan destinasi alternatif yang  akan dikunjungi, selanjutnya adalah membuat Itinerary yang lengkap. Ini merupakan bagian yang paling sulit dan memakan waktu yang banyak sih. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan lagi ketika merangkai Itinerary ini

  • Jadwal Khusus! Merupakan hal yang juga perlu di prioritaskan dan diletakkan pada tatanan tertinggi dalam menyusun Itinerary. Misalnya, hari rabu harus datang ke Ghibli Museum di Mitaka, karena dapat tiketnya pas tanggal itu. Mau nggak mau susunan itinerary harus mengikuti jadwal yang udah fix, daripada tiket melayang.

    Apalagi kalau ada info voucher hotel dll yang juga dipastikan tanggal sekian sampai sekian. Untuk budget pas-pas an, wajib buat dipertimbangkan destinasi yang punya jadwal khusus.
  • Tiket Terusan! Mungkin enggak semua destinasi kita memiliki tiket terusan untuk turis, tetapi kalau memang ada, tiket terusan merupakan hal utama yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Karena dengan tiket terusan harga transport / tempat wisata bisa super duper murah! Kalau emang enggak ada tiket terusan, abaikan aja.

    Contohnya: Ketika keliling tokyo selama 6 hari, aku pakai  2 kartu sakti yaitu Tokyo Metro Subway Pass dan Tokyo Wide Pass. 2 Hari pertama aku gunakan keliling di kawasan yang transportasinya tercover Tokyo Metro Subway Pass, sedangkan 3 hari setelahnya mengunjungi destinasi yang transportasinya tercover oleh Tokyo Wide Pass.

  • Tentukan Penginapan! Setelah berhasil menyusun itinerary, langkah selanjutnya adalah menentukan penginapan. Nggak perlu fanatik harus menginap  di A / B / C karena bisa mengacaukan jadwal. Kecuali kalau dapet voucher hotel dan sejenisnya.

    Salah satu pertimbangan kemarin enggak nyoba kontak temen yang tinggal di sekitar Tokyo untuk sekedar numpang tidur adalah itinerary ini. Kecuali kalau lokasinya memang berdekatan dengan tempat-tempat yang akan aku kunjungi. Selain menghabiskan waktu di jalan karena penginapan terlalu jauh, bisa juga semakin banyak uang yang dikeluarkan karena harus naik ini itu.

  • Hitung Biaya! Dari itinerary yang sudah kita buat, kita sebenernya bisa menghitung biaya yang sudah pasti keluar, seperti biaya untuk transport, penginapan dan tiket masuk. Hitung total pengeluaran dari Itinerary yang sudah kita buat sebelumnya untuk mendapatkan pengeluaran yang dipersiapkan.

    Untuk makan / jajan yang nggak bisa dipastikan, mending dibuat jatah. Misal pengeluaran sehari maksimal 300 ribu buat makan dan jajan. Kalau ternyata masih over budget, bisa coba coret beberapa pos yang memakan biaya terlalu banyak. Penginapan terlalu mahal lah atau yang lain.

Sekarang itinerary lengkap sudah kamu dapatkan, sehingga kamu bisa menentukan hari pertama kemana aja, cara menuju lokasi naik apa dan berapa biaya yang kira-kira dibutuhkan. Jangan lupa untuk selalu siapkan budget tak terduga. Karena bisa aja khilaf sehingga menghabiskan biaya lebih dari yang sudah dianggarkan, biasanya sih biaya akan membengkak di makanan dan oleh-oleh.

Mungkin itu dulu panduan cara membuat itinerary yang bisa dilakukan, sebelumnya saya juga udah pernah nulis itinerary traveling ke beberapa negara. Kalau mau nyontek bisa baca Itinerary Perjalanan untuk Traveling.

Pertanyaan Seputar Cara Membuat Itinerary

Apabila ada pertanyaan seputar cara membuat Itinerary, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar yak!

shopee promo

Saya juga ada di Instagram facebook Twitter dan Youtube Suka menulis tentang blogging di panduaji.com

Leave a Comment