11 Juni 2018

Panduan Cara Membuat Rencana Perjalanan / Itinerary untuk Traveling

Panduan Menyusun Itinerary yang Baik dan Benar
Pernah dengan quote populer di dunia traveling entah oleh siapa "A good traveler has no fixed plans, and is not intent on arriving."? Sebagai seorang backpacker dari Indonesia dengan budget pas-pasan, quote tersebut cukup sulit untuk direalisasikan. Bagaimana bisa? Lha wong untuk apply visa kita harus infokan itinerary, dan sejenisnya. Belum lagi harga tiket yang mahal apabila ingin bepergian secara mendadak yang terkadang tak terbeli, dan jangan lupa untuk mengurus visa untuk datang ke beberapa negara yang ada di seluruh belahan dunia, karena paspor Indonesia tidak terlalu sakti, alias biasa-biasa aja.

Nah, pada kesempatan ini aku mau berbagi bagaimana sih caranya menyusun Itinerary untuk traveling yang semoga saja bisa membuat pengeluaran bisa lebih efektif. Karena aku bukan seorang traveler seperti yang diomongin quote tadi, tetapi seorang turis dengan budget pas-pas an yang suka liat-liat aja.

Aku sudah baca-baca tentan panduan membuat itinerary yang ada di beberapa web populer, namun kurang membantu karena sifatnya yang general yang kurang spesifik. Jadi aku putuskan untuk menulis panduan membuat itinerary yang lebih spesifik tentang apa aja yang perlu dipersiapkan, urutan menyusun itinerary dan semoga saja bisa membantu teman-teman yang ingin menyusun itinerary sendiri.

Tentukan Destinasi 

Tentukan Destinasi Utama

Tahap pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan kamu mau kemana aja. Misal aku mau Backpackeran ke Jepang, yang pertama aku list adalah kota mana aja yang akan aku singgahi, setelah itu buat list destinasi di kota tersebut yang pengan kamu kunjungi, misalnya ketika di Tokyo aku pengen main ke Tokyo Tower, Ghibli Museum,  Shinjuku, Harajuku, Akihabara, Kawaguchiko dan lain-lain. Atau contoh pada gambar diatas, hari pertama di Kyoto tergetnya mengunjungi Kinkakuji, Ryoanji, Tenryuji dan Arashiyama.

Nggak usah mikir berapa lama dulu, pilih dulu tempat-tempat yang pengen kamu kunjungi untuk memudahkan penyusunan tingkat lanjut. Setelah semua tempat yang kamu kunjungi sudah masuk dalam list, selanjutnya kelompokkan berdasarkan kawasan.

Kalau masih bingung mau mengunjungi mana aja karena keburu dapet tiket murah, coba aja baca-baca di travel blog untuk mendapatkan referensi tempat wisata yang siapa tahu juga menarik buatmu. Salah satunya ya panduaji.net ini :D.

Kelompokkan Berdasarkan Lokasi

Kelompokkan destinasi berdasarkan lokasinya. Misal Shinjuku dan Harajuku, jarak antar lokasi tidak jauh, sehingga bisa dikelompokkan menjadi satu. Dengan mengelompokkan destinasi berdasarkan lokasi, kita bisa menghemat waktu perjalanan karena jarak antar destinasi yang berdekatan. Sehingga sehari bisa mendapatkan beberapa destinasi sekaligus dalam sekali jalan. 

Setelah berhasil mengelompokkan destinasi berdasarkan lokasi, langkah selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah mencari informasi detail tentang lokasi-lokasi tersebut.

Waktu jalan-jalan ke Jepang kemarin itinerary dalam sehari mengunjungi Shibuya, Harajuku, Shinjuku dan Akihabara. Start pagi malam sudah bisa selesai, karena lokasinya saling berdekatan dan hanya perlu naik 1 rute kereta.

Gali Info Detail Tentang Destinasi

Selanjutnya cari informasi detail tentang destinasi yang akan kita kunjungi, terutama yang berkaitan dengan 
  1. Jam operasional
  2. Harga tiket masuk
  3. Cara menuju lokasi
  4. Ada apa aja di sana
Empat point di atas harus kita ketahui terlebih dahulu sebelum menentukan langkah selanjutnya. Karena dengan mengetahui keempat informasi dasar tersebut kita sudah bisa membuat itinerary berdasarkan daerah dan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai masing-masing lokasi.
 Totoro di Ghibli Museum
Totoro di Ghibli Museum

Buat Itinerary Kasar

Setelah semua destinasi berhasil kita susun, selanjutnya adalah membuat Itinerary kasar berdasarkan berapa lama kita jalan-jalan di suatu daerah / negara. Misal saya di Tokyo selama 6 hari, jadi mulai nyusun hari pertama ke wilayah A, hari kedua ke wilayah B, hari ketiga dan seterusnya. 

Untuk Tokyo, ada beberapa jenis tiket terusan untuk wisatawan seperti JR Pass dan Tokyo Metro. Manfaatkan kedua tiket tersebut untuk memangkas ongkos kereta api yang mahal. Sehingga Itinerary menyesuaikan dengan tiket terusan yang dimiliki.
Tourist Information Center
Loket pembelian Tokyo Metro Subway Ticket di Bandara Haneda
Sebagai contoh, kemarin aku sempat bikin postingan Itinerary Backpackeran di Tokyo 6 Hari yang bisa dibaca maupun dicontoh. Di Itinerary aku sudah cantumkan bahwa aku menggunakan 2 kartu sakti untuk keliling Tokyo selama 6 hari. Yaitu Tokyo Metro 2D Pass dan Tokyo Wide Pass. Dua hari pertama di Tokyo aku memanfaatkan rute perjalanan yang menggunakan Tokyo Metro Pass, sedangkan 3 hari aku jalan-jalan dengan rute yang dapat diakses menggunakan kereta JR dengan membeli  Tokyo Wide Pass.

Transportasi di Jepang memang sangat mahal, beruntung sebagai turis kita bisa mendapatkan benefit membeli tiket terusan seperti Tokyo Wide Pass, JR Pass maupun Tokyo Metro 2D. Sehingga perjalanan bisa benar-benar hemat cuy!

Buat Destinasi Alternatif

Berada diatas kapal santa maria, Osaka. Enggak pernah diagendakan sebelumnya. Begitu lihat brosur, dan gratis untuk pemegang osaka amazing pass. Naik sekalian deh.
Setelah berhasil membuat Itinerary kasar, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menentukan kekuatan fisik dan membuat destinasi alternatif. Apakah bisa menjalani itinerary kasar yang sudah dibuat? Jika kuat lanjut, kalau enggak ya bisa di otak-atik lagi urutan jalannya. Ketika ada waktu yang sepertinya luang mungkin bisa digunakan untuk mengunjungi destinasi alternatif yang berada dalam satu kawasan. 

Seperti halnya ketika kemarin aku main ke Shinjuku dan sudah membuat janji dengan teman. Namun karena datangnya kecepetan satu jam karena itinerary sudah habis, akhirnya mlipir ke Tokyo Metropolitan Goverment Building yang jaraknya nggak jauh dari Stasiun Shinjuku. Daripada cuma bengong di stasiun kan ?

Rangkai Itinerary Lengkap

 Contoh Template Tabel Itinerary
Contoh Template Tabel Itinerary

Setelah berhasil menentukan destinasi prioritas dan destinasi alternatif yang  akan dikunjungi, selanjutnya adalah merangkai Itinerary utama. Ini merupakan bagian yang paling sulit dan memakan waktu yang banyak sih. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan lagi ketika merangkai Itinerary ini

  • Jadwal Khusus! Merupakan hal yang juga perlu di prioritaskan dan diletakkan pada tatanan tertinggi dalam menyusun Itinerary. Misalnya, hari rabu harus datang ke Ghibli Museum di Mitaka, karena dapat tiket masuknya pas tanggal itu. Mau nggak mau susunan itinerary harus mengikuti jadwal yang udah fix, daripada tiket melayang. Apalagi kalau ada info voucher hotel dll yang juga dipastikan tanggal sekian sampai sekian. Untuk budget pas-pas an, wajib buat dipertimbangkan destinasi yang punya jadwal khusus.
  • Tiket Terusan! Mungkin enggak semua destinasi kita memiliki tiket terusan untuk turis, tetapi kalau memang ada, tiket terusan merupakan hal utama yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Karena dengan tiket terusan harga transport / tempat wisata bisa super duper murah! Kalau emang enggak ada tiket terusan, abaikan aja sih.

    Contohnya: Ketika keliling tokyo selama 6 hari, aku pakai  2 kartu sakti yaitu Tokyo Metro Subway Pass dan Tokyo Wide Pass. 2 Hari pertama aku gunakan keliling di kawasan yang transportasinya tercover Tokyo Metro Subway Pass, sedangkan 3 hari setelahnya mengunjungi destinasi yang transportasinya tercover oleh Tokyo Wide Pass.
  • Tentukan Penginapan! Setelah berhasil menyusun itinerary, langkah selanjutnya adalah menentukan penginapan. Nggak perlu fanatik harus menginap  di A / B / C karena bisa mengacaukan jadwal kecuali kalau dapet voucher hotel dan sejenisnya.

    Salah satu pertimbangan kemarin enggak nyoba kontak temen yang tinggal di sekitar Tokyo untuk sekedar numpang tidur adalah itinerary ini. Kecuali kalau lokasinya memang berdekatan dengan tempat-tempat yang akan aku kunjungi. Selain menghabiskan waktu di jalan karena penginapan terlalu jauh, bisa juga semakin banyak uang yang dikeluarkan karena harus naik ini itu karena terlalu jauh. Tapi itu tetap terserah anda sih.
  • Hitung Biaya! Dari itinerary yang sudah kita buat, kita sebenernya bisa menghitung biaya yang sudah pasti keluar, seperti biaya untuk transport, penginapan dan tiket masuk. Hitung total pengeluaran dari Itinerary yang sudah kita buat sebelumnya untuk mendapatkan pengeluaran yang dipersiapkan.

    Untuk makan / jajan yang nggak bisa dipastikan, mending dibuat jatah. Misal pengeluaran sehari maksimal 300 ribu buat makan dan jajan. Kalau ternyata masih over budget, bisa coba coret beberapa pos yang memakan biaya terlalu banyak. Penginapan terlalu mahal lah atau yang lain.
Sekarang itinerary lengkap sudah kamu dapatkan, sehingga kamu bisa menentukan hari pertama kemana aja, cara menuju lokasi naik apa dan berapa biaya yang kira-kira dibutuhkan. Jangan lupa untuk selalu siapkan budget tak terduga. Karena bisa aja khilaf sehingga menghabiskan biaya lebih dari yang sudah dianggarkan, biasanya sih biaya akan membengkak di makanan dan oleh-oleh.

Mungkin itu dulu panduan membuat rencana perjalanan yang bisa dilakukan, sebelumnya aku juga udah pernah nulis itinerary traveling ke beberapa negara. Kalau mau nyontek bisa baca Itinerary Perjalanan untuk Traveling.

Buat yang masih ada pertanyaan bisa tinggalkan komentar :)
Temukan aku di Facebook, Instagram , Twitter!
Kalau artikelnya nggak muncul, coba deh matikan adblocknya ;)

Posting Komentar

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search