29 November 2018

Serunya Jelajahi Destinasi Wisata di Palembang

Jelajah Wisata di Palembang
Empat hari sebelum acara Famtrip Musi & Beyond Travel Fair 2018 digelar aku baru dapat konfirmasi dari Mbak Atik, Dinas Pariwisata Kota Palembang kalau jadi salah satu blogger yang terpilih untuk mengikuti rangkaian famtrip kali ini. Jujur, aku nggak ngerti kudu mulai dari mana, akhirnya akupun coba untuk menikmati perjalanan tanpa itinerary seperti biasanya. Ketika ditanyakan tiket pulang pergi, aku baru bisa setor tiket berangkat aja :D.

Siapa tahu masih mau pengen extend di Palembang? Kata Lao Tzu "A good traveler has no fixed plans". Sayangnya aku bukan good traveler cuma masih bingung mau kemana dan kapan :D. Jadi pada postingan kali ini aku mau merangkum beberapa tempat wisata di Palembang yang wajib kamu datangi terutama untuk first comer sepertiku. Untuk cerita detailnya nanti nyusul diupdate secara berkala!

    Nyobain LRT Pertama di Indonesia

     Stasiun LRT Palembang
    Stasiun LRT Palembang
    Tidak bisa dipungkiri kalau Palembang berhasil menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki LRT (Light Rail Transit). Jadi kalau kamu datang ke Palembang untuk pertama kalinya wajib sekali untuk mencoba naik LRT. Biar tahu rasanya naik BTS di Bangkok maupun JR Line di Jepang.

    Kemarin aku naik LRT bareng Mami Rai dan Zulfikar dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menuju ke Jakabaring Sport City. Kesan pertama ketika sampai di Stasiun LRT bandara, bener-bener bersih dan kinclong (masih baru cyint). Nggak crowded. Padahal super duper murah! Hanya perlu bayar Rp. 10.000 dari Bandara ke Jakabaring yang membutuhkan waktu hampir 1 jam perjalanan. Murah kan?

    Pemandangan sore kota Palembang dari LRT yang notabene tinggi juga cukup menarik untuk diabadikan melalui kamera. Sayangnya sore itu ketika golden hour sedang mendung sehingga belum beruntung dapat view cantik. Tapi tak apalah, yang penting Mbak Rai dapet foto cakepku :D.

    Naik LRT di Palembang
    Naik LRT di Palembang, foto by raiyani.net

    Jakabaring Sport City

    Jakabaring sport city ini merupakan komplek olahraga yang digunakan untuk ASIAN GAMES 2018, komplek olahraga seluas 325 hektar ini rencananya akan dijadikan kawasan wisata olahraga di Palembang. Dengan ragam fasilitas standard internasional, harusnya bisa dong dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia secara luas, terutama yang tinggal disekitar jakabaring ini.

    Jika datang tahun ini, besar kemungkinan akan merasakan sensasi asian games yang belum lama berlalu. Beragam fasilitas tersedia dengan kondisi yang masih sangat baik. Akes ke dalam kawasan Jakabaring Sport City juga terbuka untuk umum mulai dari pagi hingga malam, tapi nggak 24 jam yak.
     Bowling di Jakabaring Sport City
    Bowling di Jakabaring Sport City
    Bisa nih buat jogging-jogging cantik sama gebetan atau mau nyobain beberapa fasilitas cabang olahraga yang sudah mulai dibuka untuk umum. Salah satunya adalah bowling. Selain itu bisa juga buat rileks dipinggir danau buatan sambil ngunyah pempek.
     Danau buatan di Jakabaring Sport City
    Danau buatan di Jakabaring Sport City
    Atau mau datang ke Jakabaring Sport City untuk pencitraan dan stock update di sosial media juag boleh kok. TERSERAH.

    Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

     Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
    Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
    Museum Sultan Mahmud Badarudin ini merupakan tempat dimana kamu bisa mengenali sejarah kota Palembang. Bahkan cerita pemandu yang menemaniku ketika jalan-jalan di museum ini, nenek moyang masyarakat Palembang merupakan orang Jawa, Cina dan Arab.

    QR Code yang ada di beberapa barang peninggalan museum ini cukup menarik. Dengan download aplikasi dan melakukan scaning pada QR Code tersebut kita bisa dapat informasi yang lebih lengkap tentang barang yang kita scan.   

    Museum Sultan Mahmud Badaruddin II ini mengingatkanku dengan Osaka Museum History yang menyimpan dan mendokumentasikan sejarah berdirinya kota dari zaman ke zaman dengan cukup apik. Mungkin bisa dijadikan referensi untuk membuat museum yang lebih modern dan lebih keren lagi. Karena tidak bisa dipungkiri kalau kerajaan Sriwijaya yang merupakan salah satu legenda kerajaan maritim nusantara ini erat kaitannya dengan Palembang yang menjadi ibukotanya.

    Jembatan Ampera

     Jembatan Ampera Palembang
    Jembatan Ampera Palembang
    Jembatan Ampera yang merupakan kependekan dari Amanat Penderitaan Rakyat ini merupakan icon Palembang, Jadi barangsiapa yang sudah pernah liburan ke Palembang namun tidak melihat jembatan ini, berarti diragukan kalau pernah jalan-jalan di Palembang.

    Jembatan yang dibuka pada tahun 1965 ini menghubungkan Palembang bagian Ulu dan Ilir yang dipisahkan oleh sungai Musi. Kalau Jakabaring Sport City berada di wilayah Ulu Palembang, sedangkan pusat kotanya berada di kawasan Ilir Palembang.

    Dulu, jembatan yang mirip dengan punya San Fransisco ini dapat dibuka ketika ada kapal yang lewat. Namun sejak tahun 1970 fitur pengangkatan jembatan sudah nggak ada lagi. Bikin makin macet dan ribet. Jadi sampai sekarang jembatan ini berfugnsi normal sebagai penghubung Palembang Ulu dan Palembang Ilir.

    Pulau Kemaro

    Pulau kemaro merupakan pulau yang terletak di tengah Sungai Musi, mirip-miriplah dengan pulau Kembang yang terletak di tengah sungai Barito, Banjar. Pulau kemaro merupakan salah satu tempat wisata hits di sungai Musi yang wajib didatangi minimal sekali kalau ke Palembang.

    Ada sebuah kuil di pulau ini yang sering dikunjungi umat Budha untuk berdoa, berziarah dan bahkan sering untuk acara Cap Go Meh ketika tahun baru imlek. Selain itu, pulau ini juga memiki legenda yang erat hubungannya dengan Pangeran dari negeri Cina Tan Bun Han dan Putri Raja Palembang yang bernama Siti Fatimah. Kisah cinta pangeran dan putri tersebut yang menjadi legenda terbentuknya pulau yang konon tidak pernah tenggelam meski air sungai musi meluap.
     Pagoda di Pulau Kemaro Palembang
    Pagoda di Pulau Kemaro Palembang
    Selain itu ada juga pagoda berlantai 9 yang bisa kamu taklukkan untuk menikmati pemandangan dari ketinggian yang menakjubkan. Untuk cerita lengkapnya nanti yak, tunggu update an masing-masing perjalanannya :D.

     Penampakan Bus Air di Sungai Musi
    Penampakan Bus Air di Sungai Musi
    Butuh waktu hampir 1 jam perjalanan dari dermaga selatan jembatan ampera menuju ke pulau kemaro dengan bus air.

    Kampung Kapitan

     Rumah Kapiten di Palembang
    Rumah Kapiten di Palembang
    Kampung Kapitan ini merupakan kawasan perkampungan ala chinatown gitu yang terletak dipinggiran sungai musi. Tempatnya deket banget sama Jembatan Ampera. Kampung Kapitan ini merupakan salah satu sumber data kapan pertama kali orang cina datang ke Palembang.

    Bangunan berusia ratusan tahun itu kini masih berdiri dengan tegak meski sudah mulai rapuh di beberapa titiknya. Pak Mulyadi yang merupakan generasi ke 13 dari Tjoa Ham Him sedangkan Kapitan yang kemudian diabadikan menjadi nama kampung ini diambil dari jabatan Kapitan Tjoa Ham Him yang diberi pangkat kapten (kapiten) oleh pemerintah kolonial Belanda.

    Terdapat meja altar di dalam rumah lengkap dengan 11 abu keturunan kapitan Tjoa Ham Him.

    Kampung Al Munawar

     Kampung Arab Al Munawar di Palembang
    Kampung Arab Al Munawar di Palembang
    Kampung Al Munawar merupakan kawasan perkampungan masyarakat arab yang berada di pinggiran sungai musi. Lokasinya agak lebih jauh dibandingkan Kampung Kapitan yang aku kunjungi sebelumnya. 

    Untuk mengunjungi kampung al munawar ini ada beberapa aturan yang lebih ketat, yaitu gunakan pakaian tertutup baik untuk pria maupun wanita. Jam berkunjung pun dibatasi tidak boleh lebih dari pukul 5 sore. Ada baiknya berkunjung ke kampung ini pada siang hari.

    Salah satu yang menarik di kawasan kampung arab ini adalah rumah kembar yang sayangnya tidak kami singgahi karena kami datang sudah terlalu sore. Rumah kembar yang berhadapan ini konon memiliki perabotan dan berbagai macam tetek-bengek yang super duper mirip mulai dari penempatan dan bentuknya. Oleh karena itu diberi nama rumah kembar.

    Wisata Religi Al Qur'an Raksasa

    Jujur awalnya aku nggak ngeh dengan wisata religi Al Qur'an Raksasa yang ada di Palembang. Namun karena beberapa temen-temen blogger kekeuh untuk main ke sini akhirnya ya ngikut deh main untuk melihat bagaimana sih Al Qur'an Raksasa ini.

    Jebul, ada Al Qur'an super duper gede di kawasan Pondok Pesantren Ihsaniyah Gandus Palembang. Untuk masuk ke dalam kawasan Al Qur'an Raksasa ini kita hanya perlu membayar Rp. 10.000. Kita juga diharuskan menggunakan pakaian yang menutupi aurat.
     Al Qur'an Raksasa di Palembang
    Al Qur'an Raksasa di Palembang
    Al Qur'an diukir timbul dengan warna kuning keemasan di atas kayu Tembesu yang merupakan kayu khas dari Palembang. 

    Bukit Seguntang

     Bukit Seguntang di Palembang
    Bukit Seguntang di Palembang
    Bukit seguntang merupakan daerah perbukitan yang paling tinggi di daerah Palembang. Tingginya sekitar 28 meter di atas permukaan laut! Kebayang kan gimana tingginya? Bisa dibilang kalau Palembang dan sekitarnya itu merupakan dataran yang super duper rendah. Tingginya hanya sekitar 4 meter di atas permukaan laut. Jadi jika sungai musi sampai meluap, palembang dan seisinya bisa saja terendam dengan begitu cepat. 

    Terdapat beberapa peninggalan bersejarah di bukit seguntang yang dikaitkan dengan kerajaan Sriwijaya. Bahkan, cerita pemandu yang mendampingi kami. Diyakini bahwa dulu kala, bukit seguntang ini merupakan sebuah padepokan dimana banyak pelajar dari seluruh dunia belajar tentang matematika dan bahasa.

    Saat ini bukit seguntang menjadi kawasan purbakala yang belum selesai pengerjaannya. Kemarin sempat lihat bangunan baru yang di dalamnya terdapat beberapa benda bersejarah namun saat ini belum bisa diakses oleh publik. Dominasi pepohonan besar nan rindang membuat suasana di bukit seguntang ini menjadi sejuk.

    Beberapa makam di puncak bukitnya yang diyakini merupakan makam para raja melayu membuat bukit seguntang menjadi salah satu tujuan ziarah.

    Kuliner Pempek Asli dari Palembang

    Selain berkunjung ke tempat wisata di Palembang, tentu kita tidak bisa menghindari yang namanya kuliner. Rugi jauh-jauh main ke Palembang kalau nggak makan namanya pempek palembang langsung dari daerah asalnya. Seperti yang aku lakukan ketika makan ramen langsung di Jepang.
    Salah satu Toko Oleh Oleh Pempek di Palembang
    Salah satu Toko Oleh Oleh Pempek di Palembang
    Di Palembang, pempek ini seperti penjual gorengan biasa, hampir ada di setiap sudut jalan. Mulai dari harga rakyat jelata yang dijajakan keliling dengan gerobak motor maupun sepeda hingga harga bintang lima di depot-depot yang mewah. 

    FYI aja sih, salah satu merk pempek yang terkenal adalah Candy, outletnya ada di beberapa titik. Ada juga pempek 26 yang katanya enak dengan harga yang lebih bersahabat. Sayangnya aku belum coba nih yang pempek 26. Mungkin lain kali kalau datang ke Palembang lagi bakal nyobain ini.

    Kuliner Pindang Patin Khas Palembang

     Pindang Patin Khas Palembang
    Pindang Patin Khas Palembang
    Awalnya denger bakal diajak makan pindang, kebayang makanan di warung yang dipadukan dengan sambel trasi dan sayur asem duh nikmatnya. Jebul ketika mampir di salah satu rumah makan, ternyata Pindang Patin yang dimaksud adalah cara memasak ikan patin dengan metode pindang. Berarti selama ini aku salah kaprah dengan ikan pindang yang senantiasa bertengger di warung ala touchscreen seantero jawa timur.

    Selama ini aku memang kurang suka ikan yang dijadikan sup, karena gimana gitu. Lebih suka digoreng kering / dibakar kemudian disajikan dengan sambal :D. Namun nggak ada salahnya untuk mencoba kuliner khas dari palembang yang belum pernah aku denger sebelumnya.

    Potongan ikan patin disajikan dalam soup dengan bumbu yang mirip tomyam dengan rasa yang lebih segar tentunya. Cukup enak kok dimakan dengan campuran sambel mangga yang super duper nikmat. Kemarin aku nyoba makan Pindang Patin ini di Rm. Sri Melayu


    Pasar Kuliner Lorong Basah Palembang

     Pasar Kuliner Lorong Basah di Palembang
    Pasar Kuliner Lorong Basah di Palembang
    Bisa dijadikan destinasi menarik kalau pengen nyobain aneka jajanan pasar di palembang ketika malam hari. Karena ada banyak penjual makanan dan minuman khas palembang maupun yang kekinian. Mulai dari pempek hingga thai tea juga ada kok di lorong basah ini.

    Waktu itu datang malem sabtu ada live musicnya juga. Meski sudah kemalaman dan udah keburu hujan juga namun ada beberapa penjual yang berjualan di lorong ini. Ada banyak menu pilihan yang tersedia dan bisa dicoba sesuai selera. 

    Sop Bang Rio

     Sop Bang Rio di Palembang
    Sop Bang Rio di Palembang
    Sop Bang Rio ini mungkin bisa menjadi alternatif kuliner enak di Palembang yang patut untuk dicoba. Meskipun di tulisannya menyebutkan kalau warung sop bang rio ini khas jakarta, namun berhasil menduduki daftar tempat kuliner yang perlu dicoba. Luar biasa kan?

    Ada banyak pilihan menu sop yang ada di sini, mulai dari kambing, dagin, ayam hingga jeroan-jeroannya. Bisa sesuaikan dengan keinginannya yang makan deh. Ada juga sate ayam dan kambing yang tersedia dengan harga yang aku sendiri kurang tahu.

    Famtrip Musi & Beyond Travel Fair 2018

    Perjalanan di Palembang beberapa hari kemarin dalam rangka Famtrip Musi & Beyond Travel Fair tahun 2018 yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Kota Palembang. Kebetulan aku jadi salah satu peserta yang mengikuti rangkaian kegiatannya.

    Sebenernya masih ada banyak tempat di Palembang yang bisa dijelajahi, namun karena keterbatasan waktu akhirnya hanya tempat-tempat di atas yang berhasil aku kunjungi dalam beberapa hari. Cerita lengkap perjalannnya nyusul dan bakalan aku update secara bertahap.
    Temukan aku di Facebook, Instagram , Twitter!
    Kalau artikelnya nggak muncul, coba deh matikan adblocknya ;)

    4 komentar:

    1. Untung kan waktu itu aku semangatin sampai puncak pagoda? Jadi ada bahan buat diceritain. Kamu tadinya udah mau nyerah di entahh lantai ke berapa. :))

      BalasHapus
      Balasan
      1. bukan semangatin, tapi ditipu :))))) wakakkakakka.


        ceritanya belakangan aja biat nggak diikutin deadline :))

        Hapus
    2. Aku tuu sedih liat kalian pada foto di danau Jakabaring, aku kemana yaa qo nggak diajak ke sana :(.

      BalasHapus

    Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

    Whatsapp Button works on Mobile Device only

    Start typing and press Enter to search