Menginap di Hotel Ibis Arcadia Jakarta

Menginap di Hotel Ibis Arcadia Jakarta – Beberapa waktu lalu aku mendapatkan undangan untuk mengikuti KOL Inkubator Gathering yang diadakan oleh Smartfren di Jakarta. Tretan Muslim dan Coki Pardede merupakan guest star dalam acara tersebut. Nah, gegara foto bareng duo MLI yang kontroversial aku di cap sebagai penista agama. Becanda 😀

Di zaman now kan memang sudah seharusnya, sebelum ada perpisahan kita foto bersama dulu, jadi ya nggak ada salahnya untuk foto bareng mereka. Berikut penampakannya.

KOL Inkubator Gathering Smartfren di Jakarta
KOL Inkubator Gathering Smartfren di Jakarta bersama Trestan Muslim dan Coki Pardede

Kembali ke topik utama, yaitu mau menulis cerita singkat tentang pengalaman menginap di Hotel Ibis Arcadia yang ada di Jl. KH. Wahid Hasyim, Kebon Sirih, Jakarta Pusat selama satu malam saja. Tentunya ini merupakan fasilitas yang disediakan oleh Comdev Smartfren

Hotel Ibis Arcadia, Hotel Bintang 3 Strategis di Jakarta Pusat

Hotel Ibis Arcadia merupakan hotel berbintang tiga yang terletak di Jakarta Pusat. Hotel yang termasuk dalam jaringan Accor Hotels ini bisa dijadikan pertimbangan bagi pencari hotel di Jakarta pusat yang memiliki akses mudah ke berbagai tempat.

Berada di Jakarta pusat dan dekat dengan berbagai macam fasilitas umum seperti Sabang yang terkenal dengan kulinernya, tidak jauh lokasinya dengan Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih yang legendaris itu dan dekat dengan pusat perbelanjaan seperti Sarinah membuat hotel Ibis Arcadia memberikan pengalaman menyenangkan karena nggak perlu jauh-jauh kalau mau ke beberapa tempat yang aku tuju.

Apalagi setelah melakukan perjalanan panjang naik kereta api gajayana dari Blitar yang kemudian lanjut mengikuti rangkaian kegiatan selama satu hari. Lokasi dengan akses mudah kemana saja tentu menjadi pilihan yang menarik. Sekali lagi, terima kasih Smartfren :))

Video Tur Singkat di Kamar Standard Twin Room

coming soon

Fasilitas Kamar Standard di Twin Room

Twin Room Standard di Arcadia Jakarta Hotel
Twin Room Standard di Arcadia Jakarta Hotel

Salah satu hal yang membedakan hotel Ibis Arcadia Jakarta dengan hotel tempatku menginap selama ini adalah kartu akses yang diberikan. Jika biasanya tiap kamar hanya diberi satu kartu akses, di hotel ini tanpa meminta pun sudah disediakan dua kartu akses. Jadi dua kartu akses kamar merupakan fasilitas default dari layanan kamar ini.

Untuk kamar yang ditawarkan memang tak terlalu luas namun sudah cukup nyaman untuk istirahat sekaligus bekerja dengan meja yang berada di pinggir jendela. Bisa ngopi, kerja sekaligus melihat pemandangan Jakarta ketika malam.

Amenities Hotel

Aminities di hotel Ibis Arcadia ini bisa dibilang lebih bagus dibandingkan dengan hotel bintang tiga lainnya, selain ada dua buah handuk, sikat gigi, pasta gigi dan hair cap, ternyata hotel ini juga menyediakan alat pencukur jenggot. Tidak ketinggalan Hair dryer secara default ada di kamar mandi tanpa harus meminta.

Dua botol air mineral 600ml dengan sebuah teko listrik lengkap dengan teh, kopi, gula dan creamer bisa dipadukan sesuka hati. Cucok buat ngopi sambil menikmati salah satu sudut Jakarta dari ketinggian. Kalau mau nonton TV juga tersedia.

Ngeblog di Ibis Jakarta Arcadia
Ngeblog di Ibis Jakarta Arcadia

Fasilitas internet yang diberikan juga cukup mumpuni dengan username serta password yang diberikan ketika melakukan check in. Cukup kenceng kok buat internetan.

Biasanya, ketika bepergian aku selalu membawa stop kontak untuk di hotel, kebetulan kemarin lupa jadi cuma ada 1 stop kontak di dalam kamar yang dibuat gantian sama temen sekamar, Mas Hariadi. Jadi buat temen-temen kalau suka bepergian dan menginap di hotel semacam ini, wajib bawa Terminal stop kontak. Minimal yang T. Supaya bisa charge perangkat elektronik yang dibawa.

Sarapan di Hotel Ibis Arcadia

Sarapan di Hotel Ibis arcadia menggunakan metode prasmanan yang terletak di restoran lantai pertama yang nggak terlalu jauh dari resepsionis. Seperti kebanyakan hotel berbintang, ada beberapa menu makanan yang bisa dipilih seperti nasi, roti, sayur hingga buah-buahan.

Sayangnya kemarin ternyata belum sempat ngambil foto untuk pilihan menu sarapannya. Yang keambil hanya foto waktu di area prasmanan yang nggak terlalu luas.

Restoran di Ibis Arcadia
Restoran di Ibis Arcadia Hotel

Kartu Akses Perlu di Cas?

Sekembalinya dari sarapan aku segera naik ke lantai 5 untuk memenuhi panggilan alam, eh ternyata kartu aksesku nggak bisa buat buka pintu kamar. Padahal perasaan udah bener nomor kamarnya 512. Beruntung ada bapak-bapak petugas yang kebetulan lewat dan membantu.

Kata bapaknya “Mas ke turun ke resepsionis aja dulu, biar kartunya di cas dulu. Kemungkinan data di kartu ini terhapus karena diletakkan di dekat perangkat elektronik”.

Perasaan aku letakkan di saku yang berbeda tapi ya sudahlah nggak sempat mikir karena Aku bergegas turun ke resepsionis biar cepet dibukakan pintu. Setelah turun ke resepsionis, seperti biasa ditanyain kamar dan nama untuk verifikasi data.

Setelah verifikasi, nggak butuh waktu lama untuk melakukan cas kartu akses masuk kamar dan aku pun segera naik ke atas untuk memenuhi panggilan alam. Ini merupakan pengalaman terburuk ketika menginap di hotel.

Jujur, selama ini aku belum pernah mengalami kejadian seperti ini ketika menginap di hotel. Apesnya, kejadian ini kok ya pas ada panggilan alam. Ternyata malam sebelumnya pun teman sekamarku Hariadi juga mengalami hal serupa. Cukup lama ia bisa membuka pintu kamar ini menggunakan kartunya.

Kamar Mandi Nggak Terlalu Luas

Kamar mandi di Hotel Ibis Arcadia ini meski memiliki amenities yang cukup lengkap, ruangan showernya nggak terlalu luas. Sepertinya nggak sampai 2 meter persegi. Jadi kalau mau mandi pakai shower sambil nyanyi dan joget akan kesulitan, kalau cuma sama nyanyi aja sih masih bisa.

Selain itu, pengaturan air panasnya juga agak aneh dan susah. Akhirnya aku pun memutuskan untuk mandi dengan air dingin. Biasanya ketika menginap di hotel aku mandi menggunakan air hangat supaya badan lebih rileks.

Tarif Hotel Ibis Arcadia di Jakarta

Untuk tarif menginap semalam di hotel ibis arcadia ini aku kurang tahu berapa, yang jelas harga tarif hotel biasanya tergantung waktu menginap. Untuk itu, ada baiknya kamu cek di dua platform booking hotel di bawah ini

Semoga cerita pengalaman menginap di hotel Ibis Jakarta Arcadia ini bisa membantumu menentukan tempat menginap di Jakarta pusat yang biasanya dibingungkan oleh orang-orang.

Saya juga ada di Instagram facebook Twitter dan Youtube Suka menulis tentang blogging di panduaji.com

Leave a Comment