Jalan-Jalan Sebentar di Solo (Wisata dan Kuliner)

Last Updated on 2 years by panduaji

Yuk ikut festival di Solo, ajak seorang kawan beberapa waktu lalu. Setelah melihat jadwal, sepertinya bisa diagendakan, karena memang sudah cukup bosan keliling Blitar terus, pengen sesekali jalan-jalan ke luar kota untuk melihat hal-hal baru.

Membicarakan Solo, tak banyak memori yang aku miliki. Dulu sempat sering datang ke kota ini ketika aku masih tinggal di Yogyakarta. Namun itu sudah hampir satu dekade lamanya aku nggak menginjakkan kaki di Solo. Jadi berasa tua. Waktu itu, tempat wisata yang aku kunjungi cuma Sangiran aja sih.

Berhubung festival di Solo ini berlangsung beberapa hari, nggak ada salahnya untuk merencanakan liburan di sela-sela acara festival. Pilihan transportasi untuk perjalanan bersama teman-teman memang lebih enak kalau sewa mobil. Lebih fleksibel untuk keliling sesuka hati.

Dari beberapa hari penelusuran, ada beberapa tempat yang rencananya aku kunjungi selama beberapa hari mengikuti festival ini. Berikut daftar tempat menarik di Solo yang sepertinya akan aku kunjungi dalam waktu dekat.

Benteng Vastenburg

Merupakan benteng yang dibangun Belanda atas perintah Gubernur Jendral Baron Van Imhoff pada tahun 1745. Lokasinya terletak di daerah Gladak, Surakarta. Kebetulan festival yang akan aku datangi lokasinya berada di dalam benteng ini. Jadi, nggak mungkin melewatkan untuk mengunjungi Benteng Vastenburg ini.

Benteng yang sudah menjadi salah satu cagar budaya Solo ini menarik untuk dikunjungi karena selain menjadi venue untuk festival juga memiliki sejarah panjang. Awalnya benteng ini merupakan rumah prajurit Belanda dan keluarganya, pernah juga menjadi markas TNI, setelah itu menjadi pusat pelatihan keprajuritan wilayah Karesidenan Surakarta.

Mungkin bagi yang sudah lama nggak ke Solo kurang familiar dengan benteng ini. Karena kepopuleran benteng ini masih kalah dengan Benteng Vredeburg di Jogja yang tak terlalu jauh dari Solo. Restorasi benteng ini pun baru dimulai restorasi pada tahun 2014. Sehingga sekarang sudah mulai dilirik oleh wisatawan.

Keraton Surakarta

Selain Yogyakarta, Solo juga punya keraton yang bernama Keraton Surakarta. Keraton yang mulai dibangun oleh Sunan Pakubuwono II pada tahun 1744 ini mungkin punya banyak kemiripan dengan di Yogyakarta, karena keduanya dirancang oleh Sultan Hamengkubuwono I.

Sebagai salah satu destinasi wisata solo yang wajib di kunjungi, ada banyak peninggalan benda-benda kuno di museum keraton, baik berupa senjata maupun alat kesenian. Ada beberapa aturan yang harus ditaati wisatawan apabila ingin masuk ke museum, beberapa diantaranya harus menggunakan sepatu dan celana panjang, tidak boleh menggunakan topi, kacamata hitam, dan jaket. Jika memakai sandal, kamu akan diminta untuk nyeker.

Selain museum, pengunjung bisa belajar mengetahui tentang bagian-bagian keraton seperti Panggung Sanggabuwana, Sasana Handrawina, Sasana Sewaka, Ndalem Ageng Prabuyasa dll.

Istana Mangkunegaran

Istana Mangkunegaran merupakan istana resmi Kadipaten Praja Mangkunegaran dan menjadi kediaman para penguasanya. Istana dibangun mulai tahun 1757 ini mengikuti bentuk Keraton. Dalam pendopo masih ada beberapa gamelan pusaka, diantaranya gamelanĀ Kyai Seton, gamelanĀ Kyai Kanyut Mesem, dan gamelanĀ Lipur Sari, yang masih dimainkan dalam ritual-ritual khusus.

Sama dengan keraton, bagian belakangnya memiliki museum yang memamerkan perhiasan, senjata, pakaian, medali, uang, dan aneka barang seni. Yang paling menarik di museum ini adalah petanen berlapis tenun sutra yang merupakan persemayaman Dewi Sri.

Pasar Klewer

Pasar Klewer merupakan pusat bebelanjaan tekstil terbesar di Jawa Tengah yang wajib dikunjungi ketika main ke Solo. Kita bisa mendapatkan aneka oleh-oleh khas solo berupa batik dengan harga yang miring di sini. Dulu Simbah sering beli kebutuhan membatik di sini dan menjualnya di Pacitan.

Meski sejak kebakaran di tahun 2014 kemudian pasar direnovasi, sekarang tidak bisa dengan mudah menemukan baju yang digantung kleweran menjuntai. Padahal dagangan yang diklewer merupakan asal muasal kenapa pasar ini disebut dengan pasar klewer.

Ada Rekomendasi Wisata di Solo?

Wisata di Kota Solo mirip dengan wisata di Cirebon yang beberapa waktu lalu aku jelajahi. Semua yang ada di wilayah kota memiliki nilai historis tinggi yang berkaitan dengan masa lalu kerajaan di Indonesia.

Mungkin beberapa destinasi wisata solo di atas belum mencakup semua, karena berada di wilayah kota saja. Jujur sebenarnya solo masih punya banyak destinasi wisata menarik lainnya, namun mengingat acara festival yang terletak di kota, rencana mengunjungi pelosok mungkin akan aku agendakan di lain waktu.

Jadi apabila kamu punya rekomendasi tempat wisata lain di solo yang menarik untuk dikunjungi, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar. Siapa tahu lain kali bisa mampir lagi main ke Solo untuk menjelajahi wisata-wisata menarik lain di kota ini.

Previous

Menikmati Sunset di Pantai Serang Blitar

Cara Refund Airport Tax AirAsia, Bisa untuk Tiket Promo

Next

Saya juga ada di Instagram facebook Twitter dan Youtube Suka menulis tentang blogging di panduaji.com

Leave a Comment