Jalan-Jalan ke Pantai Pudak Blitar, Serasa Milik Sendiri

Dari dulu aku sudah pengen jalan-jalan ke Pantai Pudak Blitar. Namun keinginan itu selalu tertunda dengan banyak alasan. Kemarin aku sempat stuck sama kerjaan, nggak ada agenda piknik luar kota. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke Pantai Pudak karena belum pernah sekalipun datang ke sana sekaligus cari konten untuk Jelajah Blitar.

Aku pergi bersama Mas Betet dan Ilham setelah semalam sebelumnya merencanakan piknik dadakan ini. Berangkat jam sembilan pagi menuju ke Pantai Pudak. Di rombongan kecil ini, belum ada yang pernah datang ke Pantai Pudak sama sekali.

Rute dan Akses ke Pantai Pudak

Pantai Pudak secara administratif berada di Ds. Ngadipuro, Kec. Wonotirto, Kab. Blitar. Secara garis besar, perjalanan dari Kota Blitar akan melewati rute Kanigoro – Lodoyo / Sutojayan – Ngeni – Ngadipuro.

Sistem buka tutup jalan di tanjakan Dogong
Sistem buka tutup jalan di tanjakan Dogong

Kami sempat berhenti sekitar tiga puluh menit di tanjakan Dogong setelah Lodoyo. Karena ada perbaikan jalan yang mengakibatkan sistem buka – tutup. Semoga sebelum tahun baru jalan ini sudah bisa dilewati seperti sedia kala dengan kondisi yang lebih baik tentunya.

Sepanjang jalan, aku melihat perbukitan yang gundul, karena kawasan perbukitan ini ditanami dengan tebu. Sedangkan musim tebu telah usai, baru saja di panen semua. Jadi jangan heran jika perbukitan yang biasanya hijau tampak seperti gambar di bawah ini.

Pemandangan di Ds. Ngeni, Kec. Wonotirto, Kab. Blitar
Pemandangan di Ds. Ngeni, Kec. Wonotirto, Kab. Blitar

Pemandangan perbukitan kering seperti gambar di atas akan sering dijumpai sampai pantai. Kecuali jika kamu datang sebelum musim panen tebu, mungkin pemandangan hijau yang nyaman dipandang mata akan mengiringi perjalananmu

Rute menuju Pantai Pudak tidaklah sulit, hanya perlu mengikuti jalan utama kita akan sampai di sebuah pertigaan yang biasa disebut pertigaan Jorogan. Ambil ke kiri jika ingin pergi ke Pantai Serang lewat jalur alternatif, sedangkan untuk menuju ke Pantai Pudak, ambil ke kanan.

Setelah itu ikuti terus jalan utama sampai bertemu dengan SDN Ngadipuro 3 yang berada tepat di perempatan. Nah di perempatan ini, ada petunjuk arah untuk menuju ke beberapa pantai yang ada di desa Ngadipuro ini. Aku ambil lurus, karena aku mau ke Pantai Pudak.

Awalnya kondisi jalan cukup baik, karena berupa cor. Namun setelah rumah terakhir kondisi jalan benar-benar mengerikan. Hanya tanah dengan bebatuan yang besar-besar. Mirip kondisi jalan ke Pantai Pangi namun masih lebih menyusahkan.

Jalan ke Pantai Pudak
Jalan ke Pantai Pudak

Butuh waktu sekitar 15 – 20 menit dari desa menuju ke Pantai dengan kendaraan roda dua. Dengan kondisi jalan seperti itu, aku sarankan untuk tidak naik motor yang rendah untuk menuju ke pantai ini. Selain itu, pastikan kendaraan dalam kondisi yang prima ketika datang ke Pantai Pudak. Untuk yang mau bawa mobil, sama sebenarnya, jangan menggunakan mobil yang rendah, karena bisa nyangkut. Jauh dari pemukiman warga.

Berangkat bawa 2 botol air mineral 1,5 liter dan sekresek gorengan. Sesampainya di pantai, baru sadar kalau 1 botol air mineralnya ilang karena jatuh entah dimana.

Butuh waktu sekitar 90 menit perjalanan dari Kota Blitar menuju pantai ini apabila semuanya normal. Kami datang lebih lama karena sempat beberapa kali berhenti dan terkena sistem buka tutup jalan yang cukup lama.

Keindahan Pantai Pudak

Dengan kondisi jalan yang aduhai, suasana sepi di pantai pudak ini benar-benar memikat. Belum sampai di pantai, aku sudah bisa melihat bagaimana keindahan warna pasirnya yang berbaur dengan warna biru laut yang memikat. Nggak percaya? Lihat gambar di bawah ini

Keindahan Pantai Pudak
Keindahan pantai pudak dari perbukitan

Pasir di pantai pudak bisa dibilang putih bersih dengan warna ombak laut kebiru-biruan muda yang mengingatkanku dengan Pantai Tiga Warna yang ada di daerah Malang. Menyenangkan ketika mengetahui tiada siapapun di pantai ini selain kami bertiga. Berasa pantai pribadi di Blitar gitu.

Tidak ada fasilitas apapun di pantai ini, jadi tidak salah ketika kami membawa bekal air minum dan gorengan untuk bersantai di pantai ini. Bentang pantai tak terlalu luas, namun itu membuatku bisa jalan kaki dari ujung ke ujung.

Sebuah batu karang besar berdiri kokoh diterjang ombak menjadi icon pantai pudak yang memikat. Kontras dengan warna biru air laut dan langit yang menjadi latar belakangnya.

Pantai Pudak Blitar
Mas Betet

Nggak butuh waktu lama untuk menikmati dari ujung ke ujung. Pepohonan pandan satu-satunya tempat berteduh paling nyaman di pantai ini. Menyesal kemarin nggak bawa tikar dan semacamnya. Biar bisa tiduran santai di pantai dengan angin semilir nan sejuk. Sembari menunggu pakaian kering gegara ambil foto di bawah ini.

deburan ombak pantai pudak
deburan ombak pantai pudak

Setelah bosan bermain di pantai, pakaian sudah kering, kami bergegas untuk kembali ke Kota Blitar. Lha kok ketika berhenti di salah satu warung untuk beli es, ternyata satu kresek gorengan yang masih tersisa ternyata jatuh entah dimana. Duh.

Jika ada yang ingin ditanyakan, jangan ragu untuk menulisnya di kolom komentar. Jangan lupa untuk tekan tombol centang suypaya mendapatkan pemberitahuan ketika pertanyaanmu aku balas. Karena aku akan berusaha menjawab semua pertanyaan yang ada di blog.

Saya juga ada di Instagram facebook Twitter dan Youtube Suka menulis tentang blogging di panduaji.com

2 thoughts on “Jalan-Jalan ke Pantai Pudak Blitar, Serasa Milik Sendiri”

Leave a Comment