Soto Ayam Kampung Khas Desa Gurit Blitar

Last Updated on 1 year by panduaji

Jika disuruh memilih antara soto bening dan bersantan, aku lebih suka dengan soto yang bersantan. Enggak tau kenapa masakan bersantan itu bener-bener nikmat. Nah, kalau kemarin penasaran nyobain soto Kudus Bu Is yang ada di Blitar, pada kesempatan ini aku mau berbagi salah satu warung soto ayam kampung yang cukup sering aku datangi, yaitu Soto Gurit di Jl. Irian Kota Blitar

Soto Gurit merupakan soto yang populer di Desa Gurit, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Aku beberapa kali datang ke sana, namun selalu kehabisan. Sampai sekarang belum keturutan makan Soto Gurit yang ada di Desa Gurit. Beruntung di wilayah Kota ada cabang yang dikelola oleh mantunya. Meskipun bisa makan di Kota Blitar, aku masih penasaran dengan yang di Wlingi.

Soto Gurit Cabang Wlingi di Kota Blitar

Cabang Soto Gurit Wlingi di Kota Blitar

Cabang Soto Gurit di Kota Blitar ini terletak di pusat kota. Tepatnya di Jl. Irian no 34 Kota Blitar. Nggak jauh sama Telkom Kota Blitar. Langsung cek di Google Maps aja untuk lokasi warung soto ini.

Warung soto ini buka mulai pukul setengah tujuh pagi, jadi pas banget habis sepedahan ke Aloon Aloon Blitar, pulangnya mampir sarapan di warung ini. Tutup ketika sudah habis. Setahuku habisnya nggak mesti sih. Pernah jam 9 ke sini masih kebagian. Asal jangan terlalu siang dan jangan hari Jum’at, karena kalau hari Jum’at libur.

Meskipun rasa penasaran cukup terobati dengan hadirnya cabang Blitar yang dikelola menantunya, aku tetap penasaran sama warung soto di lokasi asalnya.

Seporsi Soto Ayam Kampung Gurit

Soto ayam kampung dari Desa Gurit ini cocok untuk yang suka dengan tipikal soto bersantan. Mirip dengan soto Pangkru yang legendaris di daerah Talun, Blitar. Potongan ayam kampung tipis namun cukup besar dengan tambahan toping potongan kubis, seledri dan kecambah serta sedikit brambang goreng.

Soto Ayam Kampung Gurit Wlingi Cabang Blitar

Aku suka dengan santan yang membuat kuah soto lebih creamy. Apalagi kalau ada toping berupa kentang yang digoreng tipis-tipis. Duh akan semakin nikmati. Jauh lebih nikmati dari soto yang ada di kondangan ala desa.

Aku tetap lebih suka kalau makan soto ditambahin jeruk nipis, kecap dan kerupuk. Rasa sotonya berasa lebih nikmat buatku. Yang aku suka dari warung soto ini adalah, irisan jeruk nipis disajikan bersamaan dengan mangkok sotonya. Jadi nggak tersedia di mejanya.

Coba kerupuk yang tersedia sama dengan kerupuk langgananku yang ada di Gandusari, rasanya akan semakin nikmat. Kurang suka dengan kerupuk yang tersedia di warung ini. Tapi makan soto tanpa kerupuk kok ya ada yang kurang.

Kemarin (26/06/20) aku mencoba makan seporsi soto ayam kampung Gurit dengan segelas teh hangat dan dua kerupuk harganya Rp11.000.

Punya referensi makan soto enak di Blitar yang belum pernah aku tulis? Coba deh infokan lewat kolom komentar yak! Kapan-kapan kalau lagi main ke daerah sana akan aku coba buat beli :)). Kalau cocok ya akan aku tulis di blog. Hehe. Aku sudah menulis banyak tentang tempat kuliner enak di Blitar yang mungkin bisa jadi referensi buat yang mau main ke Blitar bentar lagi

Previous

Mencoba Soto Kudus Bu Is, Blitar Berasa di Rumah Nenek

Menikmati Kuliner Rumahan Legendaris di Es Mini Blitar

Next

Saya juga ada di Instagram facebook Twitter dan Youtube Suka menulis tentang blogging di panduaji.com

Leave a Comment