Begini Teknis Penyebaran Vaksin Corona di Indonesia

Memasuki bulan kesembilan penyebaran virus corona di Indonesia jumlah pasien yang terinfeksi masih belum mengalami penurunan yang signifikan. Kondisi ini membuat masyarakat sangat berharap vaksin corona segera ditemukan. Kabar yang beredar vaksin tersebut sudah ditemukan dan siap diberikan kepada masyarakat Indonesia. Indonesia yang memiliki luas wilayah yang cukup luas dan terdiri mengharuskan pemerintah memikirkan bagaimana teknis penyebarannya supaya tepat sasaran.

Teknis Penyebaran Vaksin Corona di Indonesia

Begini Teknis Penyebaran Vaksin Corona di Indonesia 1

Berita yang beredar mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah mempersiapkan teknis penyebaran virus corona. Salah satu teknisnya yaitu penerima vaksin nantinya akan mendapatkan pemberitahuan atau notifikasi melalui pesan singkat (SMS) dari pemerintah. Kemudian penerima pesan singkat tersebut wajib untuk melakukan registrasi ulang. Tujuan melakukan registrasi ulang yaitu untuk memilih tempat dan juga jadwal vaksinasi.

Jumlah penduduk Indonesia yang banyak membuat pemerintah sangat membutuhkan data yang valid. Dalam hal ini Kementerian Kesehatan mendapatkan data sasaran vaksinasi melalui Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19 yang berasal dari kementerian atau lembaga terkait. Data tersebut meliputi Nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan juga alamat tempat tinggal sasaran.

Supaya vaksinasi yang diberikan tepat sasaran, pemerintah menggunakan data raksasa atau big data yang dimiliki oleh BPJS Kesehatan dalam mengelola program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Perlu diketahui jika saat ini BPJS Kesehatan mengelola lebih dari 223 juta data peserta JKN-KIS. Data tersebut berisi nama lengkap, NIK, alamat lengkap, pekerjaan dan riwayat penyakit peserta.

Jadi kesimpulannya pemerintah menggunakan big data BPJS Kesehatan untuk menargetkan sasaran program vaksinasi virus corona bagi masyarakat Indonesia. Dari Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19 nantinya akan diperoleh sasaran kelompok penduduk vaksinasi Covid-19. Data sasaran penerima vaksinasi berbasis Nomor Induk Kependudukan atau NIK ditentukan pemerintah melalui mekanisme yang telah ditentukan.

Menurut pedoman peta jalan vaksinasi badan kesehatan dunia (WHO) menyatakan bahwa masyarakat yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi virus corona adalah tenaga kesehatan, kelompok sosial atau masyarakat yang memiliki pekerjaan dengan resiko tinggi tertular virus corona dan kelompok masyarakat dengan risiko kematian atau menderita penyakit berat (komorbid).

Proses Daftar Ulang Vaksinasi

Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa penerima vaksinasi nantinya akan mendapatkan notifikasi atau pemberitahuan melalui pesan singkat (SMS). Dimana identitas pengirim dalam notifikasi tersebut adalah PEDULICOVID. Setelah mendapatkan notifikasi tersebut masyarakat diharuskan untuk melakukan registrasi ulang untuk memilih tempat maupun jadwal layanan melalui USSD Menu Browser (UMB), SMS 1199, *119#, web pedulilindungi.id, aplikasi Peduli Lindungi atau bisa juga melalui Babinsa/Bhabinkamtibnas setempat.

Sekedar informasi bahwasanya layanan SMS dan juga UMB tidak akan dikenakan biaya alias gratis. Masyarakat yang tidak mempunyai ponsel verifikasinya akan dilakukan oleh Babinsa/Babinkamtibmas. Registrasi ulang yang dilakukan masyarakat penerima vaksinasi merupakan salah satu upaya verifikasi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan oleh sistem. Tujuan diberikan pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk mengkonfirmasi domisili dan juga self-screening sederhana terhadap penyakit penyerta yang diderita.

Tahap selanjutnya yaitu Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19 akan mengirimkan tiket elektronik. Tiket elektronik yang dikirimkan merupakan undangan yang diberikan kepada penerima vaksin Covid-19 yang sudah terverifikasi. Nantinya pengingat jadwal layanan akan dikirimkan melalui SMS atau aplikasi Peduli Lindungi.

Supaya vaksinasi Covid-19 bisa berjalan dengan baik, Pemerintah Indonesia akan menyiapkan 440 ribu tenaga kesehatan dan juga 23 ribu vaksinator. Namun, hingga saat ini pemerintah Indonesia belum menetapkan jadwal pemberian vaksinasi kepada masyarakat.

Sambil menunggu kapan jadwal pemberian vaksinasi Covid-19 keluar tidak ada salahnya untuk menambah pengetahuan mengenai kesehatan melalui aplikasi Halodoc. Keberadaan aplikasi ini cukup membantu masyarakat yang ingin mendapatkan informasi kesehatan, gaya hidup, dan berbagai penyakit dengan mudah dan cepat. Selain itu, Anda juga bisa memantau perkembangan vaksin COVID di Indonesia melalui aplikasi ini.

Saya juga ada di Instagram facebook Twitter dan Youtube Suka menulis tentang blogging di panduaji.com

Leave a Comment