Jalan Jalan Singkat di Kediri

Kamis, Januari 15, 2015

Kediri merupakan ibukota karesidenan dari beberapa kota kecil di sekitarnya, salah satunya Blitar. Sudah lama tinggal di Blitar tapi saya hanya pergi ke Kediri beberapa kali itu pun tidak untuk jalan-jalan, biasanya hanya lewat ketika menuju daerah lain :D. Nah beberapa waktu lalu setelah mengantarkan teman liburan singkat di Blitar, saya gantian mau liburan singkat di Kediri.

Perjalanan dari Blitar ke Kediri

Dari yang saya tahu ada dua rute dari Blitar menuju Kediri, yaitu via Penataran - Ponggok - Wates - Kediri dan via Srengat - Kediri. Karena saya benar-benar belum pernah ke Kediri naik motor, akhirnya saya mengikuti saran teman saya untuk lewat Wates. Karena rumahnya dekat dengan arah dari Wates. Meeting Point di Pabrik Gula Pesantren Baru Kediri.

Awalnya saya kira pesantren adalah sebuah pondok, ternyata anggapan saya salah. Pesantren adalah sebuah kecamatan di Kediri. Saya menempuh waktu kurang lebih 1 jam dari Blitar Kota ke daerah Pabrik Gula di Pesantren Kediri.

Pabrik Gula Pesantren Baru


Berhubung teman saya enggak bisa dihubungi dan perut mulai lapar, akhirnya saya mampir di warung depan Pabrik Gula dan memesan nasi bali telor dan minum es teh. Mungkin karena tahu saya bukan warga daerah situ dan plat motor saya L saya langsung di getok dengan harga 10 ribu. Kelihatan dari mimik penjualnya bahwa itu bukan harga yang sebenarnya :D. #yasudahlah nambah #blacklist karena rasanya juga biasa saja. Harga 10 ribu untuk makanan seperti itu tergolong mahal untuk daerah Kediri.

Setelah cukup lama menunggu akhirnya teman saya datang juga dan langsung cus menuju rumahnya yang kosong dan sudah disediakan untuk saya menginap semalaman :D. Lumayan kan dapat penginapan gratis di Kediri :D.

Jalan Jalan ke Gunung Kelud

Setahun lalu Gunung Kelud meletus dan efeknya luar biasa. Abu yang terbawa angin ke barat tidak terlalu berdampak pada Kota Blitar. Padahal jaraknya lebih dekat daripada Yogjakarta yang mendapatkan efek luar biasa. Mungkin gunung kelud sedang nggudo Merapi yang abunya tak sampai ke Kediri :D. #abaikan

Sebelumnya saya belum pernah ke Gunung Kelud, entah kenapa selalu malas untuk bepergian ke Gunung. Mumpung ada temannya langsung cus menuju ke Gunung Kelud. Dari Kediri menuju Gunung Kelud tidak terlalu jauh, paling sekitar 20 menitan. Ternyata 20 menit itu masih sampai di pintu masuk wisata gunung kelud yang pada saat itu tidak dijaga. Sehingga untuk masuk area wisata tersebut kami tidak perlu membayar sama sekali.

Dari pintu masuk wisata menuju puncak gunung kelud ternyata cukup jauh. Dengan jalanan khas pegunungan yang meliuk liuk bak ular.

jalanan tanjakan di gunung kelud
jalanan tanjakan di gunung kelud
Sesampainya diatas ternyata ada petugas yang narikin karcis, padahal terlanjur seneng enggak perlu bayar ternyata kudu bayar. Harga tiketnya 10 ribu untuk 1 orang. Sama dengan yang tertera di pintu masuk, bedanya kalau di sini tidak di kasih karcis, apakah masuk ke kantong pribadi? Saya juga tidak tahu :D. Padahal hari sabtu / weekend.

Mobil hanya di perbolehkan parkir di penarikan tiket ini, karena setelah itu tanjakan cukup tinggi dan sulit untuk mobil biasa. Dari situ ojek di bandrol Rp 15.000 sekali PP ke puncak gunung kelud. Lumayan, harus rogoh kocek lagi kalau naik mobil :D.

Jalan Kaki ke Puncak Kelud

Di atas gunung kelud ternyata masih ada parkiran khusus motor, di sini lah pemberhentian terakhir motor yang biasa-biasa saja, karena tanjakan cukup terjal dan panjang. Kalau motor biasa tidak akan bisa naik sampai atas. Kecuali motor trail / offroad yang bisa dengan mudah sampai di puncak dengan naik motor.

Pemandangan di gunung kelud ini benar-benar awesome! Lautan pasir di gunung bromo kalah eksotis menurut saya. Ini adalah sisa-sisa dari erupis gunung kelud satu beberapa bulan yang lalu. Dampaknya benar-benar luar biasa menurut saya.

gunung kelud
gunung kelud
Setelah puas mengambil foto dari bawah, saya harus jalan kaki menuju atas supaya bisa melihat view dari atas. Inilah permulaan dari tanjakan menuju puncak gunung kelud. Foto di bawah ini nyoba kamera sjcam4000 tanpa edit selain resize dan kompresi save for web :D


Lumayan bagus kan fotonya? Enggak perlu kamera besar untuk njepret di perjalanan. Sudah begitu enggak terlalu mencolok juga sih :D. Akhirnya sampai di puncak gunung kelud. Diatas pemandangannya lumayan bagus sebenarnya kalau ditangkap dengan mata telanjang. Sayangnya kamera tidak bisa menyerupai hasil tangkapan mata, jadi gambarnya tidak terlalu bagus untuk dibagikan. Kalau mau lihat bagusnya langsung datang saja ke lokasi :D

gunung kelud
gunung kelud


Pulang dari Gunung Kelud

Jalan pulang serasa lebih cepat dari naiknya, sayangnya di tengah perjalanan di area perkebunan nanas kami kehujanan. Untung ada sebuah rumah dengan gapura yang bisa untuk berteduh, Disitu ternyata ada beberapa orang yang juga berteduh untuk sementara. Mereka warga sekitar situ dan sempat bercerita tentang tragedi gunung kelud beberapa waktu lalu. Karena tidak ada apa-apa di rumah, akirnya mereka pun sarapan dengan durian yang ditemukan di kebun :D. Buset dah, Sarapan aja pakai durian. Padahal kata orang tua dulu jangan makan durian kalau belum makan nasi, karena bikin perut sakit. Ini mitos apa memang orang-orang itu yang sakti?

Bersepeda menuju Kediri melewati persawahan yang cukup indah karena ada bayang-bayang sunset. Karena saya cukup suka dengan senja segera kukejar persawahan dekat dengan pabrik gula pesantren yang tadi saya lewati. Sepertinya terlambat gara-gara berteduh saat hujan tadi. Alhasil cuma dapat jepretan di bawah ini.

senja di kediri
senja di kediri
Padahal selama perjalanan menuju tempat ini matahari bersinar bulat. Saya kurang beruntung ternyata, mungkin saatnya mencoba kapan-kapan.

Menikmati Malam Bersama di SLG

Setelah sampai rumah untuk istirahat sebentar, saya mencoba nikmatnya teh hitam kentea. Entah kenapa saya mulai ketagihan dengan jenis teh ini. Benar-benar enak rasanya, warnanya hitam pekat. Bentuknya seperti pelet pakan ikan. Tapi rasanya. Luar biasa :D.

Setelah istirahat dengan cukup, rencana kami malam ini pergi ke SLG (Simpang Lima Gumul). Di sana saya sudah membuat janji dengan +Kuro Maru berangkat pukul 19.00. Maaf karena saya enggak tahu kediri saya nyasar jauh sekali bahkan sampai pondok pesantren Lirboyo. Saya sampai di SLG sekitar pukul 20.00. Untung Kuro masih setia menuggu kedatangan kami. Sorry yo Ro :D. 

SLG (Simpang Lima Gumul)
SLG (Simpang Lima Gumul)
Kesan pertama saya ketika di SLG cuma 1 keren! Icon sebuah kota dimana bisa menjadi tempat berkumpulnya semua kalangan, baik anak-anak, remaja dan para keluarga. Meski malem minggu tempat ini tidak terlalu crowded, masih masuk dalam kategori nyaman menurut saya.

Parkiran cukup luas dan terbagi dalam beberapa bagian. Akses menuju SLG dari parkiran melalui terowongan bawah tanah sehingga tidak mengganggu lalu lintas di jalan. Di beberapa lorong yang sepi dimanfaatkan oleh kawula muda untuk berfoto ria :D

terowongan di SLG
Terowongan di SLG
Karena lapar langsung cus ke warung langganan kuro yang terletak di foodcourt SLG. Ternyata selain di tengah di dekat salah satu parkiran ada taman bermain dan foodcourt untuk pengunjung. Jadi keramaian tidak terpusat di monumen tersebut. Taman bermain ini sayangnya terlalu gelap hanya lampu-lampu kecil redup yang meneranginya.

Ini penampakan Kuro yang bersahaja. Seorang pria lajang yang bekerja di salah satu politeknik Kediri dan penikmat cosplayer. 

Kuro
Kuro
Jam sudah menunjukkan pukul 21.30, akhirnya kami sudahi pertemuan ini dan kembali pulang. Tur singat di Kediri hanya mengunjungi dua tempat tersebut, karena waktu yang terbatas. Lain kali saya akan mengunjungi tempat yang berbeda :D.

Itulah cerita singkatku di akhir pekan kemarin dengan jalan jalan di Kediri. Kemana kamu weekend kemarin?

Salam


You Might Also Like

0 comments

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe