no
5/Jalan-jalan/slider

Paket Wisata Karimunjawa Komplit Silakan Pilih

2 komentar
Paket Wisata Karimunjawa Komplit Silakan Pilih
Setelah beberapa hari lalu mimpi bepergian ke jepang, pada kesempata ini aku mau berbagi paket wisata karimunjawa yang komplit. Jadi kamu bebas memilih sesuai dengan budget kamu. Sangat cocok buat yang enggak mau ribet backpackeran.

Kenapa komplit? Tersedia berbagai macam paket mulai dari yang murah ala anak kuliahan hingga paket premium untuk yang ingin menikmati Karimunjawa berdua saja dengan pasangan (baca: Paket bulan madu).

Teman Baru di Karimunjawa

Sekitar 6 bulan lalu aku dan adit temanku melakukan perjalanan ke Karimunjawa. Sebuah perjalanan tanpa agen travel karena kami pengen mencoba sensasi menikmati tanpa ada itenary khusus. Di perjalanan tersebut kami berkenalan dengan beberapa lokal guide, salah satunya Mas Tono dan kakaknya Mas Teguh.

Kami mengobrol cukup lama di dekat ujung gelam sambil menanti terbenamnya matahari. Banyak yang diobrolin, untung waktu itu aku minta tukar nomor hp. Jadi bisa tanya-tanya tentang Karimunjawa.

Malamnya aku bertemu lagi di aloon-aloon Karimunjawa yang lokasinya enggak terlalu jauh dari penginapan. Disitu kami ngobrol banyak dan lama sekali. Bahkan malam terakhir di Karimunjawa kami pun main ke rumahnya. Mas Teguh cerita banyak tentang sejarah Karimunjawa dan sebagainya. Disitulah awal mula perkenalan kami :D.

Mas Tono, Guide Lokal Grapyak

Mas Tono merupakan salah satu guide lokal di Karimunjawa yang grapyak. Kami dipertemukan di dekat ujung gelam ketika sore hari. Aku percaya bahwa enggak ada yang kebetulan, pasti ada suatu maksud kenapa kami dipertemukan :D.

Tamu Asing Mas Tono
Tamu Asing Mas Tono

Selain grapyak, Mas Tono juga seneng fotografi. Kebetulan memang dari dulu dia suka dunia pariwisata. Tidak salah kalau dia pernah masuk di SMK Pariwisata (kalau gak salah). Warga asli Karimunjawa ini selain menjadi guide untuk wisatawan domestik, terkadang juga menjadi guide untuk wisatawan asing. Kemampuan bahasa Inggrisnya pun cukup mumpuni.

Meski aku enggak pakai jasa Mas Tono, tapi dia dengan senang hati nemenin kala malam, dan juga nyangkruk ngobrol ngalor-ngidul. Pada postingan kali ini sebenernya aku pengen share / berbagi paket wisata komplit yang dipunyai Mas Tono. Langsung baca dan pilih aja siapa tahu ada yang cocok. Apalagi buat yang enggak mau rempong backpackeran kaya aku dulu waktu main ke sana :D.

Jangan sampai waktu ke Karimunjawa dan menikmati pemandangan bawah lautnya kamu enggak terfoto dengan apik. Kan sayang udah jauh-jauh enggak dapet dokumentasi yang keren di sana. Ini beberapa dokumentasi Mas Tono ketika menjadi guide para wisatawan. Cukup keren kan buat dokumentasimu ketika liburan di Karimunjawa?

Underwater di Karimunjawa
Underwater di Karimunjawa jepretan Mas Tono

Paket Wisata Karimun Jawa 4 Hari 3 Malam ala Mahasiswa

Paket wisata karimunjawa 4 hari 3 malam dimulai dari hari Sabtu dan kembali hari Selasa ini dibandrol dengan harga 630 ribu / orang. Harga tersebut berlaku kalau rombonganmu terdiri dari 6 orang, apabila ternyata rombonganmu enggak nyampek 6 orang, harga untuk masing-masing orangnya adalah 655 ribu/ orang. Selisihnya enggak terlalu banyak kan?

Paketan ini berangkat dari Jepara hari sabtu dan kembali ke Jepara hari Selasa. Kalau mau custom jadwal, langsung kontak Mas Tono aja.

Fasilitas Wisata Karimunjawa ala Mahasiswa

Snorkling di Karimunjawa
Photo by : Mas Tono


Adapun fasilitas yang kamu dapatkan kalau ambil paket wisata ala mahasiswa ini antara lain sebagai berikut
  1. Tiket Kapal KMP Siginjai Ekonomi PP
  2. Transportasi ke penginapan dan selama wisata
  3. Asuransi Penyebrangan.
  4. Biaya penginapan homestay (1 kamar isi 3) selama 4 hari (untuk upgrade, kontak Mas Tono aja)
  5. Makan 6x ( Pagi dan Siang)
  6. Bakar Ikan atau cumi (tergantung musim) 2 x
  7. Tiket Restribusi di pelabuhan Jepara
  8. Tiket Restribusi di pelabuhan besar Karimunjawa
  9. Tiket Restribusi di Pelabuhan kecil Karimunjawa
  10. Tiket masuk Taman Nasional Karimunjawa untuk wisatawan lokal (restribusi snorkling dan pulau)
  11. Biaya sandar kapal wisata di pulau-pulau dan penangkaran hiu (tdk termasuk tiket masuk di kolam hiu)
  12. Sewa Kapal selama wisata 2 hari
  13. Sewa Alat alat Snorkeling dan Pelampung 2 hari
  14. Dokumentasi upwater dan underwater (copy file diharapkan membawa flash disk 4 giga)
  15. Aqua selama wisata
  16. Alat alat P3K
  17. Fee pemandu lokal dari HPI
Lumayan kan? Malem harinya kamu bisa coba ngerasain kuliner di sana. Masa ke Karimunjawa enggak pernah kulineran di sana :D ? Jadi kamu bisa milih menu yang kamu suka.

Jadwal Kegiatan Wisata di Karimunjawa ala Mahasiswa

Meeting point untuk paket wisata karimunjawa ini di Pelabuhan Kartini Jepara sebelum pukul 06.00 pagi. Karena kapalnya sering berangkat lebih awal, takutnya kamu ketinggalan.

Cara menuju pantai ini cukup naik bus dari kotamu menuju terminal jepara. Dari terminal kamu bisa naik becak yang dibandrol sekitar 10 ribu rupiah. Karena jaraknya enggak terlalu jauh juga. Buat yang berangkat dari Surabaya, beruntunglah kamu, karena aku udah pernah nulis tentang cara berangkat ke Karimunjawa dari Surabaya


Hari  Jam Kegiatan
Hari Pertama  07.00 - 11.30  Menyebrang ke Pulau Karimunjawa
11.30 - 16.00 Istirahat di Karimunjawa
16.00 - 18.00 Menikmati sunset di bukit Jokotuwo (Jalan Kaki dan Tiket 5 ribu)
18.00 - 21.00 Makan Malam (Disediakan) + Bebas (bisa jalan-jalan kemanapun kamu suka)
21.00 Istirahat
Hari Kedua  06.00 - 07.00  Sarapan (disediakan)
07.00 - 08.30 Persiapan menuju dermaga kecil
08.30 - 10.00 Aktivitas di Pulau Menjangan Kecil (Snorkling dan foto-foto)
10.00 - 12.00 Snorkling dan bermain di pantai Pulau Cemara Besar
12.00 - 13.00 Makan Siang dan Bakar Ikan (disediakan)
13.00 - 15.00 Aktivitas di Terumbu Karang Gosong (Snorkling & Foto-foto)
15.00 - 17.00 Aktivitas di Pantai Ujung Gelam (Sunset)
17.00 - 18.00 Kembali ke Penginapan
18.00 - 23.00 Acara bebas (jalan-jalan, kuliner di alun-alun, dll)
23.00 Istirahat
Hari Ketiga  06.00 - 07.00  Sarapan (disediakan)
07.00 - 08.30 Persiapan menuju dermaga kecil
08.30 - 10.00 Aktivitas di Pulau Tengah (Snorkling dan foto-foto)
10.00 - 12.00 Aktivitas di Pulau Kecil (Snorkling, Main di Pantai dan Foto-foto)
12.00 - 13.00 Makan Siang dan Bakar Ikan (disediakan)
13.00 - 14.00 Aktivitas di Pulau Gosong (Berenang dan Foto-Foto)
15.00 - 16.00 Aktivitas di Penakaran Hiu (Renang dan foto bareng hiu + kura-kura)
16.00 - 17.00 Kembali ke Pulau Karimunjawa
17.00 - 23.00 Bebas mau ngapain aja dan copy foto perjalanan
23.00 Istirahat
Hari Keempat  06.00 - 07.00 Sarapan (disediakan)
07.00 - 08.00 Menuju Dermaga Besar
08.00 - 14.00 Menyebrang ke Jawa
14.00  Perpisahan
Catatan : Jadwal perjalanan diatas sifatnya tiak mengikat. Bisa berubah setiap saat sesuai dengan kondisi di lapangan.

Paket Wisata Karimunjawa Singkat Orang Kantoran 3 Hari 2 Malam

Sebenarnya enggak ada nama paketannya aja sih, tapi biar greget aku namai orang kantoran. Kenapa? Karena paketan ini cocok untuk orang kantoran dan yang punya jadwal rutin. Paket wisata Karimunjawa yang dimulai hari sabtu dan berakhir di hari Senin ini hanya memintamu untuk ijin sehari aja. Hari selasanya kamu bisa tetep masuk kerja / sekolah / lainnya :D

Harga Paket Wisata Karimunjawa 3 Hari 2 Malam

Untuk paket 3 hari 2 malam ini lebih mahal dibanding paket yang 4 hari. Lho kok bisa? Kan lebih sebentar? Iya, karena untuk paket 3 hari 2 malam ini kamu menyebrang pakai kapal ekspress wuzzzzz. Kapalnya lebih cepet dibanding kapal ekonomi siginjai yang dipakai paket wisata liburan ala mahasiswa di Karimunjawa. Tiket kapalnya pun lebih mahal.

Kalau kapal siginjai sekitar 4 - 5 jam, dengan kapal cepat kamu cuma butuh waktu 2 jam buat menyebrang. Aku udah pernah nyoba keduanya sih dulu :D.

Harga paket untuk 3 hari 2 malam adalah 795 per orang, apabila rombongannya 6 orang. Kalau kurang dari 6 orang adalah 850ribu per orang.

Fasilitas Wisata Singkat Orang Kantoran di Karimunjawa

Untuk fasilitas memang enggak terlalu jauh berbeda, untuk lebih jelasnya langsung baca aja daftar fasilitas di bawah ini
  1. Tiket Kapal Express Bahari exe karimun-jepara PP
  2. Transportasi ke penginapan (check-in & Out)
  3. Asuransi Penyebrangan.
  4. Biaya penginapan homestay (1 kamar isi 3) selama 3 hari
  5. Makan 4x (Pagi dan Siang)
  6. Bakar Ikan atau cumi (tergantung musim)1 x
  7. Tiket Restribusi di pelabuhan Jepara
  8. Tiket Restribusi di pelabuhan besar Karimunjawa
  9. Tiket Restribusi di Pelabuhan kecil Karimunjawa
  10. Tiket masuk Taman Nasional Karimunjawa untuk wisatawan lokal (restribusi snorkling dan pulau)
  11. Biaya sandar kapal wisata di pulau-pulau dan penangkaran hiu (tdk termasuk tiket masuk di kolam hiu)
  12. Sewa Kapal selama wisata 2 hari
  13. Sewa Alat alat Snorkeling dan Pelampung 2 hari
  14. Dokumentasi upwater dan underwater (copy file diharapkan membawa flash disk 4 giga)
  15. Aqua selama wisata
  16. Alat alat P3K
  17. Fee pemandu lokal dari HPI
Catatan: Penginapan homestay isi 3 jika diisi 2 orng tambahan biaya 35rb per orng, jika isi 1 orng tambahan biaya 125rb, dan jika menginginkan Upgrade Penginapan Lain/Hotel.

Jadwal Kegiatan Paket Wisata Singkat di Karimunjawa

Paket singkat ini berlangsung selama 3 hari, jadi jadwalnya juga berbeda dengan paket wisata ala mahasiswa. Berikut jadwal kegiatan atau biasa dikenal dengan itenary paket wisata ini.

Meeting point di pelabuhan Kartini Jepara sebelum jam 8 pagi, karena kapalnya berangkat sekitar pukull 09.00. 


Hari  Jam Kegiatan
Hari Pertama  09.00 - 11.00 Menyebrang ke Pulau Karimunjawa
11.00 - 13.00 Check in + Makan Siang (disediakan)
13.00 - 14.00 Persiapan menuju dermaga kecil
14.00 - 16.00 Aktivitas di Menjangan Kecil (Snorkling, Main di Pantai & Foto-foto
16.00 - 17.00 Aktivitas di Penakaran Hiu (Renang bareng hiu & foto-foto)
17.00 - 18.00 Kembali ke Karimunjawa
18.00 - 19.00 Makan Malam (disediakan)
18.00 - 21.00 Bebas & Istirahat
Hari Kedua  06.00 - 08.00 Sarapan (disediakan) 
08.00 - 08.30 Persiapan menuju dermaga kecil
08.30 - 10.00 Perjalanan ke pulau tengah
10.00 - 11.00 Snorkling di spot terumbu karang pulau tengah
11.00 - 12.00 Aktivitas di pulau tengah / main di pantai
12.00 - 13.00 Makan Siang dan Bakar Ikan / Cumi (disediakan)
13.00 - 14.00 Snorkling di spot terumbu karang pulau kecil
14.00 - 15.00 Main di pantai pulau kecil + foto-foto
15.00 - 16.00 Menuju pulau gosong
16.00 - 17.00 Aktivitas di Pulau Gosong
17.00 - 18.00 Kembali ke Karimunjawa
18.00 - 20.00 Makan Malam (disediakan)
20.00 - 23.00 Bebas
23.00 Istirahat
Hari Ketiga  06.00 - 07.00 Sarapan (disediakan)
08.00 - 12.00 Acara bebas
12.00 - 13.00 Menuju Dermaga
13.00 - 15.00 Kembali ke Jepara
15.00 Perpisahan
Sama seperti paketan wisata mahasiswa, ini enggak mengikat dan dapat berubah sesuai dengan kondisi di lapangan. 

Informasi Tentang Paket Wisata Karimunjawa

Berikut adalah informasi terkait tentang paket wisata di Karimunjawa yang aku tulis diatas. Biar pada tahu fasilitas yang ditawarkan. Salah satunya adalah penginapan / homestay standard yang sekamar berisi 3 orang.

Kalau mau upgrade dengan fasilitas sekamar berdua / sekamar bersatu silakan kontak Mas Tono langsung aja. Soalnya tulisan ini sudah terlalu panjang menurutku. Cuma mau share itenary sama biaya paket aja sih. Fasilitas lainnya silakan langsung tanya aja ke Mas Tono :D

Foto Kamar Penginapan / Homestay di Karimunjawa

Berikut foto-foto penginapan / homestay yang ditawarkan oleh mas Tono. Sekamar berisi 2 orang. Kalau yang sekamar 3 orang aku enggak punya fotonya :D. Apabila mau upgrade yang lebih bagus juga bisa langsung kontak ke Mas Tono di akhir tulisan ini.

Penginapan di Karimunjawa
Penginapan di Karimunjawa

Paket Wisata Honeymoon Berdua

Diving di Karimunjawa
Photo by : Mas Tono

Kalau untuk paket wisata honeymoon ini bisa langsung kontak mas Tono aja yak, kurang lebih jadwalnya sama tapi lebih private. Mulai dari penginapan, kapal, dll Karena memang khusus untuk orang dua aja per paketnya. Ada spot-spot lain yang ditawarkan sama mas Tono :D.

Mas Tono, Guide Lokal Karimunjawa

guide lokal karimunjawa
Mas Tono
Buat yang penasaran dan mau tanya lebih detail bisa langsun kontak Mas Tono, siapa tahu aja ada kesalahan dalam tulisanku di atas. Namanya juga manusia, tempatnya lupa dan salah :D. Siapa tahu bisa nego-nego mulus gak pake modus ke masnya :D . haha

Nomor Handphone dan Whatsapp : 081225046358
Kalau mau BBMan juga bisa coba add PIN mas tono di : 7CC6B192

Sekian dulu ya, semoga bisa menjawab pertanyaanmu yang lagi bingung cari paket wisata di Karimunjawa. Selamat mikir buat paketan dan cari temen biar makin murah. :D

Cerita Perjalanan Backpacker ke Karimunjawa

Buat yang belum tahu ceritaku bisa baca cerita perjalananku ke Karimunjawa. Pede amat ada yang mau baca ceritaku :D

My Ideal Japanese Winter Vacation

4 komentar
My Ideal Japanese Winter Vacation
Liburan ke Jepang? Kedengarannya memang menggiurkan. Namun yang bikin puyeng adalah biaya yang harus dikeluarkan kalau mau pergi ke sana. Kalau enggak perlu mikirin biaya untuk pergi ke sana ya beda lagi :D

Kali ini aku mau cerita tentang mimpi liburan di Jepang yang asyik ketika musim dingin. Kenapa kok musim dingin? Aku penasaran dengan yang namanya salju. Seperti apa sih dinginnya? Di Indonesia kan enggak pernah bersalju. Meski kedengarannya serem, enggak ada salahnya buat sesekali nyobain sensasi mengenal salju.

Karena ini cuma mimpi yang semoga terkabul, aku bakal cerita hal-hal menarik yang pengen aku rasakan ketika liburan ke Jepang saat musim dingin. Aku enggak bakal cantumin harga karena ini cuma mimpi yang semoga terwujud tanpa aku harus mikirin biayanya juga :D

Menikmati Jepang saat Musim Dingin

As usual, menentukan tujuan hukumnya wajib! Itu merupakan hal pertama yang harus aku tahu terlebih dahulu. Sehingga segala sesuatunya bisa disiapkan sesuai dengan tujuan yang ingin dikunjungi. Berikut hal-hal yang ingin aku nikmati ketika musim dingin di Jepang.

Menikmati Sushi Asli Jepang

Sakura Ichi AYCE Sushi
Sakura Ichi AYCE Sushi
by Michael Saechang
source: https://www.flickr.com/photos/saechang/4402720421/

Sushi, merupakan salah satu makanan khas jepang yang sudah bisa ditemukan dengan mudah. Jujur sampai sekarang aku belum pernah makan yang namanya sushi! Meski pernah ke restoran Jepang, aku enggak pernah makan sushi. Kalaupun pernah mungkin aku enggak tahu dan sudah lupa rasanya.

Sebelum lidahku terkontaminasi dengan berbagai macam olahan sushi yang dicocokan dengan budaya di Indonesia, aku pengen ngrasain sushi asli made in Japan. Apalagi di musim dingin sepertinya cocok banget kalau makan sushi yang anget gitu.

Menurut Boutiquejapan, Sushi Yoshitake merupakan salah satu restoran sushi terbaik di Tokyo, tepatnya di distrik Ginza. Karena selain bisa menikmati sushi asli Jepang, kita juga bisa merasakan pengalaman yang cukup lengkap seperti Koki yang ahli, bahan berkualitas, suasana bahkan kokinya pun bisa diajak ngobrol bahasa inggris meski enggak terlalu mahir.

Karena menurut penuturan salah satu dosen di kampusku dulu, orang Jepang lebih menghormati orang yang mengobrol dengan bahasa Jepang daripada dengan bahasa Inggris. Itu sebabnya bahasa Inggris enggak terlalu di pakai di Jepang. Lumayan kan dapat temen ngobrol bahasa inggris yang mungkin selevel lah. Sama-sama pakai bahasa inggris rimba :D

Liat Monyet yang Berendam Air Panas

Ekspresi Monyet Salju ketika Berendam
by Koji Ishii
source: https://www.flickr.com/photos/koji1106/11584909306

Monyet salju memang cukup terkenal di seluruh dunia setelah  Jigokudani Yaen Koen berdiri tahun 1964. Yang bikin terkenal tempat ini adalah monyet salju yang berendam di air panas! Apalagi pas lagi musim dingin alias winter. Pas banget kelihatan salju-saljunya di sekeliling pemandian air panas. Pasti epic banget deh kalau foto bareng monyet di sini!

Penasaran kan gimana liat ekspresi monyet-monyet berendam di musim dingin? Aku pun juga demikian penasarannya.

Festival Salju di Sapporo

Salju merupakan salah satu hal menarik buatku di Jepang, lha wong di Indonesia aku enggak pernah liat salju beneran. Setelah coba browsing, ternyata setiap bulan Februari ada festival salju yang terkenal lho. Festival salju ini berlangsung dari tanggal 5 - 11 Februari 2015 (sumber: http://www.snowfes.com/english/). Udah lewat :D. Aku penasaran dengan berbagai macam bentuk salju, pengen nyoba bikin juga seh, siapa tahu aku berbakat bikin bentuk-bentuk unik dengan salju :D.

Festival ini berlangsung di Sapporo, kota terbesar yang ada di pulau Hokaido. Ini rute kereta yang bisa kamu naiki untuk datang ke kota ini. Simpen aja dulu, siapa tahu tahun depan kamu bisa dateng ke sini bareng aku #eh.

Rute Kereta Menuju Sapporo
source: http://www.snowfes.com/english/place/tsudome/tsudome_access_map.html
Di festival ini ada banyak sekali acara yang enggak boleh kamu lewatin. Apalagi ada ultramen! Kamu bisa langsung ketemu di sini dan foto bareng. Sayangnya dia enggka mau buat tanda tangan atau berulah konyol, namanya juga superhero, perlu jaim dikit dong

Ultramen di Sapporo Snow Festival
by Ian Irving
source: https://www.flickr.com/photos/falsepositives/8579840231



Bahkan ada lomba bikin juga lho. Siapa tahu kamu bisa mengeluarkan kemampuanmu dalam membuat patung dari es. Lumayan kan kalau menang dapet hadiah, liburan ke jepang balik modal deh :D.

Berendam Air Panas di Ryokan

Hot spring bath at Kurokawa Onsen, Kyushu
Hot spring bath at Kurokawa Onsen, Kyushu
Photo by David McKelvey
source: https://www.flickr.com/photos/dgmckelvey/4421620285
Terinspirasi dari para monyet salju, salah satu hal yang wajib dicoba ketika di Jepang adalah berendam air panas! Kalau ini mah enggak perlu nunggu musim dingin, musim panas juga bisa. Tapi berendam di musim dingin bakalan bikin kamu punya kesan tersendiri. 

Bayangin aja kalau musim dingin dengan salju yang berguguran kita berendam air panas bareng pasangan sambil ngobrol, romantis abis deh. Bener-bener quality time sama pasangan. Pertanyaannya, udah punya pasangan belum? Kalau belum ya udah buruan cari #plak

Oh iya kelupaan belum kasih tau tentang Ryokans. Ada yang tahu? Anggep aja enggak tahu semua, jadi Ryokans itu semacam penginapan tradisional gitu di Jepang. Jadi kita bener-bener bisa ngerasain sensasi budaya tradisional Jepang. Enggak cuma dari tampilan yang kesannya formalitas doang, tapi bener-bener kita bisa ngerasain sensasi budaya tradisional Jepang di Ryokan ini.

Selain suasana rumah yang tradisional Jepang banget, kita juga bakalan ngerasain pakai pakaian tradisional Jepang yang namanya yukata. Pantes gak ya pake Yukata :D ? Ada pemandian air panas, jadi bukan bathup kaya di hotel-hotel gitu. Lebih asik deh mbayanginnya. Kasurnya juga enggak springbed seperti di hotel, tapi bener-bener alas tidur tradisional Jepang. Selain itu makanan yang disuguhkan pun makanan tradisional Jepang.

Buat kamu yang baru pertama kali ke Jepang pokoknya wajib nyoba nginep di Ryokan minimal semalem lah. Biar bisa ngerasain sensasi budaya Jepang. Padahal aku sendiri belum pernah ke Jepang :D.

Mencoba Snowboard di Gala Yuzawa

Selain membuat boneka, salju mengingatkanku pada sebuah game yang pernah populer di zamannya. Aku sendiri lupa namanya, pokoknya gamenya itu tentang orang yang main papan seluncur salju / snowboard. Haru melintasi berabagai macam halangan yang menghadang dan jangan sampai dikejar beruang yang terus memakan kita.

Di Indonesia ada banyak banget tempat surfing di laut, tapi enggak tau kenapa belum berani aja. Kalau snowboard kan di salju jadi enggak takut tenggelam sama di serang hiu kaya di film-film gitu. Makanya penasaran banget sama yang namanya Snowboard. Minimal pernah mencobanya saja sudah cukup, entah ntar kelihatan memalukan karena terus menggelundung atau gimana :D

Kenapa Gala Yuzawa? Karena sekalian pengen nyoba kereta api Shinkanzen yang bisa langsung nyampek lokasi tanpa perlu oper. Biar enggak ribet dan enggak perlu jauh-jauh nyebrang pulau Hokaido

Kemarin baca-baca juga sih, biar enggak ribet kalau datang kesini bisa coba deh paketan Tokyo Rail Days yang juga digagas oleh JR East, satu diantara empat perusahaan yang mengoperasikan kereta api super cepat shinkazen. Jadi transportnya naik kereta api terus. Sesekali naik kereta super cepat, penasaran gimana rasanya naik yang bener-bener kenceng enggak kaya jurusan Blitar - Surabaya :D.

Infonya coba deh baca di JR East (Tokyo Rail Days) Official Website

Gala Yuzawa

Gala Yuzawa merupakan salah satu tempat yang direkomendasikan bagi para turis yang ingin merasakan kegembiraan liburan musim dingin di Jepang. Ski resort ini hanya berjarak 77 menit dengan shinkansen dari stasiun Tokyo. Mencapai “snowy wonderland” ini tidak perlu mengganti kereta karena dengan shinkansen bisa langsung tiba di Gala Yuzawa Ski Resort. Jadikanlah Gala Yuzawa sebagai salah satu tujuan wisata kamu apabila berlibur ke Jepang.

Untuk informasi lebih lengkap dapat mengunjungi:

Website resmi: http://www.jp-rail-id.com/products/gala-yuzawa/
Facebook page:https://www.facebook.com/id.jprail

Gala Yuzawa

Gala Yuzawa

Gala Yuzawa


Tulisan ini aku tulis untuk berpartisipasi dalam “My Ideal Japanese Winter Vacation” Blog Competition [5] . Iseng-iseng berhadiah lah, daripada tengah malam nunggu pagi biar enggak ketinggalan kereta api ke luar kota yang berangkat dini hari :D.

lomba blog
Lomba Blog dengan hadiah yang lumayan :D

Hallo Gua Gong dan Pantai Klayar! #LintasSelatan04

6 komentar
Hallo Gua Gong dan Pantai Klayar! #LintasSelatan04
Bisa dibilang kalau Pacitan itu bagian dari desaku. Bagaimana tidak? Selama 3 tahun aku tinggal di sini untuk mengenyam pendidikan sekolah menengah pertama alias SMP. Waktu yang cukup lama bukan? Sebagai kampung halaman kedua, sudah selayaknya kalau aku tau daerah-daerah di Pacitan, terutama yang sudah terkenal di luar sana. Masa orang Pacitan enggak tau daerahnya sendiri?

Karena jujur selama 3 tahun sekolah di SMP Negeri 1 Ngadirojo, aku enggak pernah rekreasi kemanapun. Maklum, kala itu jalan belum sebagus sekarang, selain itu apa daya seorang anak SMP masa ya keluyuran jauh banget? Enggak punya motor, SIM pun enggak punya juga. Jadi ya cuma ubek di sekitaran Ngadirojo.

Sebagai penembus kesalahan, hal yang aku pengen lakukan adalah mendatangi tempat-tempat yang cukup terkenal di luar sana. Terpikirkan untuk mengajak Dian, biar ada temen keliling dan jaga-jaga kalau nyasar enggak sendirian.

Mau Main Malah Mendem Durian

Meski kemarin Dian sempat enggak mau buat diajak main, tetep aja pagi itu aku main ke rumahnya. Niatnya sih ngajak dolan, ternyata melihat kondisinya yang batuk semakin parah yasudah dia tetep enggak mau. Sebagai gantinya dia mengajaku makan durian yang terus berjatuhan karena memang lagi musim.

Durian di sini jarang sekali di tali seperti durian di kebanyakan tempat. Selain pohonnya yang tinggi, buat apa juga di tali? Oleh karena itu durian di daerah sini kebanyakan memang masak di pohon.

Akhirnya kami pergi ke belakang rumah, dan ternyata ada beberapa buah durian yang siap santap. Enggak perlu nunggu lama lagi deh, langsung buka satu persatu durian yang sudah tersedia. 

Musim durian ini rasanya enggak seenak biasanya. Hal ini mungkin disebabkan banyakna curah air hujan di daerah sini sehingga membuat kualitas rasanya enggak terlalu mantap. Namanya juga gratisan nggak boleh protes.

Dari sekian banyak durian, Dian cuma makan 1 pongge. Itu pun sudah berhasil membuatnya terbatuk -batuk ora umum. Akhirnya dia benar-benar menyerah enggak mau makan lagi.

Alhasil aku menghabiskan semuanya sendirian :D. Lagi enak-enaknya makan durian lha kok gedebuk, jatuh langsung dua durian yang benar-benar menggoda.  Langsung kalap!

Panen durian di pacitan
Panen durian di pacitan
Setelah menghabiskan durian, langsung mblenger. Males ngapa-ngapain dan langsung pamit pulang deh :D. Enggak kepikiran lagi yang namanya jalan-jalan kemana gitu. 

Rute Sudah di Tentukan

Setelah menghabiskan durian, aku pulang dan cuma ngobrol sama simbah. Meski banyak obrolan yang diulang-ulang ya mau bagaimana lagi. Jam masih sangat siang ketika aku memutuskan untuk pergi ke barat. Minimal ke daerah kota Pacitan yang jarang sekali aku datangi saat aku masih sekolah di sini. Paling cuma 3 kali aku ke sana.

Sebelumnya aku sudah mengajak beberapa orang yang ada di kontakku untuk aku ajak main ke barat. Namun apa daya, sepertinya semua sedang berhalangan untuk menemaniku. Yasudah deh, nekat berangkat sendiri ala solotraveler.

Sekitar pukul 14.00 aku berangkat menuju Pacitan. Sendirian! Niatku sore itu cuma mau ke Goa Gong! Masa orang Pacitan enggak pernah ke Goa Gong? Sering banget dapet sindiran kaya gitu. Oleh karena itu akhirnya kuputuskan untuk datang ke Goa Gong!

Aku menyusuri JLS (Jalur Lintas Selatan) yang tadi pagi kulewati sendirian. Perjalanan dari Ngadirojo / Lorok ke Pacitan membutuhkan waktu sekitar 40 menit. Di perjalanan aku sempat berhenti di salah satu spot untuk mengambil foto. Bosan kalau pantai soge karena sudah aku posting sebelumnya pada postingan berburu sunrise di jalur lintas selatan Pacitan. Makanya, baca dulu episode sebelumnya.

salah satu spot di JLS
Salah satu spot di JLS
Sesampainya di Pacitan, aku bener-bener lupa jalan menuju Goa Gong. Untung dari jembatan yang melewati sungai Grindulu aku bisa menemukan papan arah yang menunjukkan jalan ke Solo dan Gua Gong, karena jalannya searah. Akhirnya aku lewat Sedeng, sebuah desa yang terkenal dengan tanjakan curam dengan kombinasi tikungan yang tajam. Oleh karena itu kendaraan dengan roda 6++ tidak diperkenankan untuk lewat sini.

Ternyata, jarak dari Pacitan kota ke Goa Gong bener - bener lumayan jauh! Kalau enggak salah lihat sekitar 25 km.  Padahal tadi kebayang kalau jaraknya enggak terlalu jauh. Nyatanya jauh juga. Aku lewat Punung untuk mencapai Goa ini. Dari belokan di Punung, ternyata aku masih harus menempuh sekitar 9 KM lagi. Ternyata masih dekat Goa Tabuhan yang hanya berjarak sekitar 2 KM.

Jalan dari Punung menuju Goa Gong sudah sangat bagus, lebar dan mulus. Berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika aku dan temenku Latip pergi ke Pantai Klayar. Jalannya sekarang sudah mirip dengan Jalan Ayani kalau di Surabaya. Lebar dan mulus.

Selamat Datang di Goa Gong!

Setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang sendirian, akhirnya sampai juga di Goa Gong! Untuk masuk, dikenakan tiket sebesar 5 ribu rupiah. Aku sempat ngobrol bentar dengan penjaga loketnya yang kebetulan masih sepi. Piyambakan mawon mas (sendirian saja mas) ? Sebuah kalimat pertanyaan yang wajar menurutku.

Setelah ngobrol bentar basa-basi tentang wisata gua gon ini, aku pun masuk ke dalam. Ternyata, untuk menuju Goa, aku harus berjlaan lumayan jauh. Jalannya naik pula. Duh, bener-bener diet nih. Kirain dekat dengan parkiran, ternyata masih ada 200 - 300 meter dari parkiran motor.

Halaman Parkir Gua Gong
Halaman Parkir Gua Gong
Dari tempat parkir aku mulai jalan, belum sampai naik kaki tangga pertama sudah dirubung ibu-ibu yang menawarkan jasa guide dan sewa senter untuk masuk ke dalam goa. Harga sewa 1 senter 5 ribu rupiah dan dibayar ketika pulang. Sembari menawarkan jasanya, beberapa ibu ibu tersebut tanya sama seperti yang ditanyakan penjaga loket "Piyambakan Mas?" Entah ada berapa orang yang bertanya itu secara bergantian, seolah-olah aneh banget datang ke tempat ini seorang diri.

Aku lanjut naik keatas dan ternyata sebelum sampai di Goa, kita akan dilewatkan di pasar tradisional oleh-oleh khas Pacitan dan sekitarnya. Berhubung aku datang sudah agak sorean sekitar jam 2 dan bukan hari libur. Banyak toko yang tutup dan beberapa yang nawarin oleh-oleh juga bertanya "piyambakan mas?" ...

pasar di goa gong
kondisi pasar oleh di jalan masuk goa gong
Sesampainya di mulut goa, ternyata masih ada banyak ibu-ibu yang menawarkan jasa guide dengan bayaran seikhlasnya. Tidak lupa juga mereka bertanya "piyambakan mawon mas?". Duh, beneran makin risih dengan pertanyaan senada :D

Goa Gong yang Panas!

Sepertinya ini untuk kedua kalinya seumur hidupku masuk wisata gua. Sebelum goa gong, dulu waktu masih kecil pernah main di goa maharani. Selebihnya hanya Goa goa tak bernama yang kebanyakan dihuni kelelawar. 

Kesan pertama masuk Goa Gong adalah panas! Keringat langsung bercucuran, karena selain goa yang agak gelap dan terlihat serem karena lampu remang-remang berwarna warni yang berganti warna beriringan goa ini juga lembab. Terdapat banyak tetesan air dari stalaktit yang ada di hampir seluruh goa.

Goa Gong
Goa Gong
Goa gong sangat besar jika dibandingkan dengan goa maharani jaman dulu. Dalamnya juga luas banget dengan motif bebatuan yang cukup memukau. Lagi asik jalan, lha kok ndelalah muncul sosok orang yang masih menawarkan jasa guide keliling di dalam goa. Duh, udah gitu masih nanya lagi "piyambakan mas?".

Akhirnya aku pun cuma ngikuti jalan yang diberi pagar kanan dan kirinya. Enggak tau tujuannya kemana yang penting ngikut terus aja. Sambil sesekali berhenti untuk ngambil foto.

stalaktit goa gong
Stalaktit Goa Gong
Setelah turun terus akhirnya jalanan mulai naik. Ternyata ujung-ujungnya kembali ke sebuah percabangan tadi. Jadi kesimpulannya jalannya memutari dalam goa :D. Di salah satu spot terdapat semacam kubangan air, entah apa itu. Mungkin ini danau dalam gua yang dimaksudkan para pemandu wisata. Mungkin lho ya. Ini fotonya

Kubangan Air di Goa Gong
Kubangan Air di Goa Gong
Yang jadi pertanyaan adalah nama Goa ini, yaitu Goa Gong. Konon katanya di dalam goa ini terdengar suara seperti gong. Nah, selama disana aku merasa enggak mendengar sama sekali suara itu. Ini telingaku yang enggak peka atau emang bagaimana ya? Entahlah

Setelah 1 lap mengelilingi goa gong, akupun keluar dan kembali turun ke bawah. Baju sudah basah bukan cuma karena keringat, tapi juga terkena tetesan air yang ada di dalam. Kalau mau ambil foto di dalam pastikan membawa kamera yang dilengkapi dengan flash, tanpa flash sepertinya enggak bakalan bisa ngambil foto yang kelihatan. Entah kalau bawa DSLR terus dengan shuuter speed yang lambat. Silakan dicoba sendiri.

Akupun keluar, turun dan mengembalikan senter seraya memberikan uang 5 ribu sesuai dengan perjanjian di awal. Mungkin kalau rombongan bisa tawar menawar harga senter tersebut. Sekali lagi MUNGKIN.

Melanjutkan Perjalanan ke Pantai Klayar

Jam masih menunjukkan pukul 3 kurang. Akhirnya kuputuskan untuk lanjut ke Klayar aja deh, karena jalannya luas dan enak sehingga bisa dengan cepat sampai. Akhirnya kupacu motor menuju arah pantai Klayar. Ndelalah kersane ngalah, ternyata pelebaran jalannya belum sampai Klayar! OMG! Mau balik kepala tanggung karena Klayar udah dekat, akhirnya ya tetep lanjut aja deh.

Di salah satu perempatan teradapat arah ke Pantai Banyu Tibo, ingin rasanya belok tapi enggak tau seberapa jauh dari situ. Sehingga aku putuskan untuk belok ke Klayar yang sudah tahu jaraknya. Karena jam setengah 7 malam aku sudah harus sampai di Lorok untuk menghandiri 7 harinya adik nenek. Karena itu tujuan utamaku datang ke sini.

Sesampainya di Klayar, loket penjagaan sudah enggak ada orangnya dan terkunci. Berarti aku bisa masuk klayar tanpa harus bayar :D. Ternyata Klayar sekarang sangat jauh berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika aku kesana. Sekarang ramai, terawat, rapi dan kurang eksotis menurutku.

Pantai Klayar
Pantai Klayar
Pantai Klayar sudah mulai komersil. Sudah muncul beberapa penginapan dan warung-warung baru. Namanya juga berkembang. Sekarang sudah ada persewaan ATV untuk orang-orang yang tidak mau capek jalan dari ujung ke ujung yang jaraknya sekitar 300an meter.

Tarif sewa ATV sekitar 50 ribu untuk 30 menit. Sedangkan kalau mau hemat, aku saranin untuk diantar jemput aja. Biar puas main-mainnya. Karena sekali antar jemput cuma bayar 25 ribu doang. Tapi kalau kamu pengen nyoba ATV silakan aja. 

Oleh pengojek ATV ini pun aku sempat ditawarin untuk diantar, lagi-lagi mereka pun bertanya "piyambakan mas"? Sebuah pertanyaan wajar yang ditanyakan terus menerus hari ini -_-

Aku langsung jalan kaki menuju spot favorit yang terkenal di tempat ini. Di spot ini segera ku keluarkan monopod dan setting foto buat narsis, karena kalau enggak cepet-cepet kena rombongan lama banget nunggunya :D. Setelah tersetup kamera kecil dengan fitur wifi, bisa buat narsis deh di spot favorit pantai Klayar.

Helllo Klayar! Ketemu setelah 2 tahun
Di depan spot ini ternyata sekarang sudah berdiri banyak warung. Tepat 2 tahun lalu Februari 2013 aku ke sini benar-benar enggak ada apa apa di sini. Dan aku cuek aja senyum ke kamera. Ada beberapa rombongan yang liatin aku yang ngadep kamera dan pegang hp. Seperti Mas yang di bawah ini nih :D

Foto di Klayar
Hallo Mas! 
Spot ini tergolong berbahaya apabila digunakan untuk bermain air. Karena ombanyak benar-benar besar. Sudah ada beberapa korban jiwa yang hilang di tempat ini. Oleh karena itu lebih baik bermain air di sebelah spot ini yang enggak terlalu berombak.

Hari itu kebetulan lumayan rame, akses menuju suling laut ternyata sedang terbuka lebar. Untuk naik ke tempat ini ditarik iuran sebesar 2 ribu rupiah untuk masing-masing orangnya. Pemandangan di sini cukup asyik sebenarnya tapi juga ngeri-ngeri gitu. Berhubung sendirian, susah nangkap moment dimana seruling laut menyemburkan air keudara. Daripada hopeless ambil foto-foto asyik aja di tempat ini.

Ombak Besar
Ombak Besar
Tuh kan, selain ombaknya besar ada banyak warung di depan spot tadi. Padahal dulu beneran deh sepiii banget enggak ada apa-apanya. Enggak percaya? Ini fotoku di deket sini bulan Februari 2013. Sepi dan enggak ada apa-apanya. Cuma ada warung di deket jalanan turun ke pantai sana.

Klayar Februari 2013
Klayar Februari 2013
Setelah capek akhirnya kuputuskan untuk segera kembali pulang, karena durasinya mepet. Di pantai ini sudah ada mushola, jadi enggak perlu bingung nyari jauh-jauh untuk sekedar menunaikan ibadah sholat di sekitar pantai.

Sebelum pulang aku mampir di warung yang sudah ada sejak dulu. Menu warungnya mie ayam dan bakso. Di warung ini aku ngobrol sama pemiliknya. Tanya-tanya tentang pantai banyu tibo yang katanya tidak terlalu jauh dari perempatan yang aku maksud tadi. Sekitar 3 km kata ibuknya.

Lagi-lagi pertanyaan "piyambak mawon mas?" terlontar dari ibuknya. Cukup lama ngobrol, dan katanya minggu kemarin baru ada 40 mobil dari Jogja yang katanya mau syuting film horror di daerah ini tapi enggak jadi. Entah karena apa karena aku udah enggak terlalu mendengarkan, lagi sibuk dengan degan wungkul yang aku pesan.

Harga makanan di sini bisa dibilang standarad. 1 porsi mie ayam di bandrol dengan harga 6 ribu rupiah dan satu degan wungkul / utuh dibandrol dengan harga yang sama. Jadi aku keluar uang sebesar 12 ribu rupiah di pantai ini. Parkir motor enggak ditarik biaya sama sekali, kalau mobil ya kurang tahu.

Berburu dengan Waktu Saat Pulang


Jam sudah menunjukkan pukul 05.05 ketika aku meninggalkan pantai klayar. Aku berpacu dengan waktu dan cuaca #wasek.  Karena cuaca mendung dan sempat kena gerimis di daerah Punung. Aku pun pilih melewati sedeng lagi daripada lewat teleng ria.

Sepanjang JLS sudah mulai gelap dan sepi. Niatnya sih tadi pengen ngambil foto terasiring yang amazing! Tapi ketika sudah sampai spot yang aku inginkan hari sudah terlalu gelap dan akhirnya enggak berhenti deh. Langsung bablas pulang sampai pasar wiyoro sekitar pukul 06.20 dan tiba dengan selamat di rumah sekitar pukul 06.30. 
Pemuda yang lagi suka perjalanan dan keindahan. Sedang mencoba mengenal dunia traveling setelah sebelumnya mengenali dunia animasi dan web. [Pandu Aji Wirawan] (https://scontent-sin.xx.fbcdn.net/hphotos-prn2/v/t1.0-9/1422446_10201815776974926_990516580_n.jpg?oh=075dc9b6a1229b3b2b28fa58402f8b5e&oe=558CADD9)