Tulisan Terbaru

Backpacker Karimunjawa Eps 04 - Menikmati Pesona Laut Karimunjawa

Backpacker Karimunjawa Eps 04 : Menikmati Pesona Laut Karimunjawa - Setelah menikmati wisata darat di Karimunjawa, pada hari kedua saatnya menikmati wisata wajib di Karimunjawa yang berupa wisata bahari. Dari informasi yang saya dapatkan sebelumnya, besok kami akan berlayar ke timur.

Berburu Sunrise di Karimunjawa

Saya dan adit bangun sekitar pukul 04.00, Adzan subuh sudah bersahut-sahutan. Hampir semua penduduk di Karimunjawa merupakan muslim. Hanya kurang dari 50 orang yang memeluk agama lain. Setelah subuhan kami berdua berburu sunrise ke timur sesuai dengan saran dari pemilik penginapan.

Setelah cukup jauh kami berjalan hingga salah jalan akhirnya kami memutuskan untuk masuk ke wilayah Nirwana resort. Untuk masuk ke wilayah pantai nirwana resort setiap orang dikenakan biaya Rp. 12.5000.

Memang tempat ini menawarkan pemandangan yang keren untuk sunrise, resort yang cukup asyik dimana apabila posisi kamar berada di timur kita bisa dibangunkan oleh hangatnya mentari pagi. Terdapat bebatuan agak menjorok ke laut yang kami lalui untuk berburu sunrise.

Setelah mendapatkan spot yang sepertinya sudah paling baik, akhirnya mulai mengabadikan mentari yang mulai tampak. Sepertinya foto di bawah ini merupakan hasil jepretan terbaik saya pagi itu.

Sunrise di Karimunjawa
Sunrise di Karimunjawa
Kalau foto di bawah ini disinyalir merupakan gambar terbaik yang di dapatkan oleh adit pagi itu
backpacker ke karimunjawa
Menyambut pagi di Karimunjawa
Gimana? Keren bukan? Setelah mendapatkan gambar-gambar tersebut kami kembali pulang menuju penginapan. Cukup jauh ternyata apabila berjalan kaki. Sangat tidak disaranakan untuk berjalan apabila jarang jalan kaki jauh. Kecuali kalau kamu menginap di penginapan dekat Nirwana Resort yang jauh dari Alun-alun Karimunjawa.

Berlayar ke Timur

Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 ketika kami diajak Mas Arie untuk menuju dermaga kecil dimana banyak kapal nelayan yang  berlabuh. Total rombongan kami pagi itu ada 13 orang termasuk guide lokal dan pengemudi kapal.

Biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti tour laut ini adalah Rp. 150.000, itu sudah termasuk biaya kapal, dokumentasi underwater, makan siang, dan sewa alat snorkling. Membawa flashdisk itu hukumnya wajib apabila kamu ke Karimunjawa.

Sempat takut bakalan mabuk laut seperti yang saya rasakan saat backpacker ke karimunjawa eps 02. Meski sempat merasakan pusing, namun hal tersebut tidak saya rasakan lagi. Sepertinya memang faktor udara sangat mempengaruhi pelayaran.

Berlayar ke Timur Karimunjawa
Berlayar ke Timur Karimunjawa
Perjalanan ke Timur cukup jauh, karena memakan waktu hampir satu jam perjalanan menggunakan kapal nelayan ini. Sempat kepanasan juga sih duduk di bagian terdepan kapal untuk merasakan sensasi naik kapal nelayan yang ternyata seru juga :D.

Akhirnya tiba di spot snorkling pertama, saya lupa nama spotnya. Kalau tidak salah Pulau Besar ya? Saya belum pernah berenang di lautan seperti ini sempat takut juga sih, namun setelah nyemplung ternyata seru juga. Ini merupakan pengalaman snorkling saya yang pertama, ternyata tidak gampang. Bernafas menggunakan mulut itu susah, entah sudah berapa botol air mineral yang sudah saya minum ketika belajar untuk menyelam.

Salah seorang guide lokal bertugas untuk mengabadikan moment ketika kami menikmati pemandangan bawah laut ini, sedangkan seorang lagi bertugas menenggelamkan kami untuk bisa mendapatkan foto underwater yang keren.

Tenggelam itu susah, saya sudah berulang kali mencoba untuk tenggelam namun tidak berhasil juga untuk bisa benar-benar menyelam seperti yang dilakukan oleh guide kami. Maaf lupa namanya. Inilah foto saya yang paling keren ketika mencoba untuk menyelam :D.

Snorkling di Pulau Besar
Snorkling di Pulau Besar (?)
Pemandangan di spot ini benar-benar keren, karena saya belum pernah merasakan hal semacam ini sebelumnya. Sayangnya tidak banyak terumbu karang yang berwarna-warni di spot ini. Berikut foto terumbu karang di spot ini

snorkling di Karimunjawa
Terumbu karang pulau besar karimunjawa

Menikmati Angin Sepoi di Pulau Kecil

Setelah sekitar 1 jam snorkling di spot pertama, kami menuju ke pulau kecil yang tidak jauh dari lokasi snorkling di karimunjawa pertama. Di tempat ini rombongan kami mulai saling akrab, ada Mas Dani dan Istrinya yang saya lupa namanya (maaf mbak :D). Ada juga Mas Adi dan teman perempuannya yang saya juga lupa namanya (maaf juga ya :D). Entah kenapa begitu sulit mengingat nama seorang wanita.

Dermaga pulau kecil karimunjawa
Dermaga pulau kecil
Agenda di pulau kecil adalah makan siang dan beristirahat sebelum dilanjutkan snorkling kedua. Menu makan siang kali ini adalah ikan bakar dan prasmanan. Masakan para guide lokal ini lumayan enak. Saya kasih nilai 8 / 10. Sayangnya sambel kecapnya kurang pedas, mungkin karena berombongan takutnya ada yang enggak kuat pedes :D.

Makan Siang
Makan Siang
Setelah makan siang, kami ngobrol berbagai macam hal, saya berasa nostalgia gara-gara pasangan Mas Adi yang berasal dari Blitar, sama dengan saya. Mereka telah menyelesaikan kuliah di UGM dan berencana kembali ke Blitar. Banyak hal yang kami ceritakan. Mulai dari Jakarta hingga Blitar :D.

Snorkling di Pulau Kecil

Kapal tidak meninggalkan dermaga pulau kecil, kita langsung terjun di sekitaran dermaga saja. Dan pemandangan di spot ini menurut saya lebih keren dibanding spot pertama. Banyak ikan yang berenang dan terumbu karang juga lebih bagus daripada sebelumnya. Berikut penampakan saya yang terabadikan oleh kamera ketika menikmati biota laut di dermaga pulau kecil Karimunjawa.

Snorkling di Pulau Kecil
Snorkling di Pulau Kecil
Tapi inilah foto yang paling saya sukai ketika snorkling di spot ini. Kelihatan keren gitu aja. 

snorkling di karimunjawa
Foto yang keren menurut saya
Berikut penampakan terumbu karang cantik di spot ini

Terumbu Karang di Pulau Kecil Karimunjawa
Terumbu Karang di Pulau Kecil Karimunjawa

Kungkum dengan Hiu

Setelah snorkling di kedua spot tersebut kini rombongan kembali pulang menuju dermaga barat Karimunjawa, namun sebelum itu kami mampir ke penakaran hiu. Untuk masuk kolam bersama para hiu dikenakan biaya Rp. 25.000. Menurut saya tempat ini kurang begitu terawat. Kurang sip lah.

penakaran hiu karimunjawa
Mas Adi dan Mas Dani bersama pasnagan masing-masing
Selain itu, juga terdapat spot dimana kita bisa berfoto dengan berbagai macam hewan laut seperti ikan, bintang laut dan penyu. Kalau tidak salah untuk yang satu ini di bandrol sebesar 5 ribu rupiah tiap kepala.
foto di penakaran hiu
Foto bersama hewan laut

Menikmati Senja di Dermaga

Pukul setengah 5 kami sudah berada di dermaga dan segera bergegas untuk pulang ke penginapan. Sesampainya di penginapan saya dan adit langsung mandi dan kembali ke dermaga. Kami berburu sunset di dermaga, setelah sebelumya menikmati senja di ujung gelam.

Kami sempat bertemu dengan seorang kakek yang bercerita dulu pernah tinggal di Surabaya, tepatnya di area kenjeran. Saya tidak mendapatkan foto yang cukup bagus untuk di pamerkan di tempat ini karena kamera digital ketinggalan di penginapan sedangkan baterai handphone sudah mepet pet pet. Ini foto terbaik adit di tempat ini

sunset di Karimunjawa
Senja di dermaga barat
Kalau mau foto-foto karya adit dengan resolusi tinggi, langsung kontak adit via facebook aja.

Makan Malam Bersama Teman Seperjalanan

kuliner karimunjawa
Makan malam bersama
Ketika malam pertama yang sudah saya ceritakan pada tulisan backpacker karimunjawa eps 03 saya dan adit makan seafood bersama Mas Tono, masih di tempat yang sama dengan sebelumnya, kami makan bersama teman seperjalanan.

Saya melihat seekor lobster yang katanya enak, saya coba deh tanpa memikirkan harganya. Saya memesan 1 porsi nasi, 1 ekor lobster dan 2 gelas es teh. Sial, sepanjang makan malam ditakut-takutin harga lobster yang mahal jadi kepikiran deh :D. Berikut penampakannya lobster bakar.

Kuliner Lobster di Karimunjawa
Lobster Bakar nan menggiurkan
Ternyata lobster itu memang enak, pantesan harganya mahal. Ketika membayar, lobster yang saya makan dihargai Rp. 90.000. Bisa dibilang ini cukup murah untuk ukuran lobster tersebut. Kalau di kota bisa ratusan ribu.

Hari yang cukup melelahkan, selesai makan kami kembali ke penginapan dan sempat ngobrol banyak dan lama, hingga jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam. Akhirnya kami pun beristirahat dengan nyenyak setelah seharian penuh bertualang di laut.
Jumat, 14 November 2014

Backpacker ke Karimunjawa Eps 03 - Bertualang di Daratan Karimunjawa

Bukit Joko Tuo - Karimunjawa
Bukit Joko Tuo - Karimunjawa
Backpacker ke Karimunjawa Eps 03: Bertualang di Daratan - Setelah sebelumnya melalui perjalanan yang cukup panjang dari Surabaya ke Jepara kemudian sempat nggembel di pelabuhan Kartini jepara dan akhirnya kami tiba di pulah Karimunjawa.

Karimunjawa memang terkenal dengan berbagai macam wisata lautnya, namun di pada Eps 3 Backpacker di Daratan Karimunjawa saya akan coba ulas beberapa tempat wisata darat yang bisa disinggahi ketika main ke Karimunjawa.

Kesan Pertama : PANAS!

Begitu keluar dari kapal yang nyaris membuat saya mabuk laut, saya disambut dengan hawa yang begitu PANAS! Meski masih dipelabuhan hampir tidak terasa adanya angin sama sekali. Banyak orang yang sudah dijemput oleh agen travel di pelabuhan untuk segera ke homestay maupun ke basecamp travel tersebut.

Jam menunjukkan pukul 11 lebih dikit ketika saya dan adit memutuskan untuk membeli tiket langsung untuk kepulangan kami pada hari kamis dengan mengendari Kapak Siginjai. Loket ketemu tapi tutup. Dengan tampak sok tidak kebingungan kami mengelilingi area pelabuhan. Sudah mulai banyak orang yang pergi meninggalkan pelabuhan, baik yang sudah dijemput travel atau yang naik kapal menuju Jepara lagi. Express Bahari 2C kalau hari senin PP Jepara - Karimunjawa.

Akhirnya kami memutuskan untuk mendatangi orang di information center dan bertanya perihal pembelian tiket kapal siginjay. Ternyata dari situ kami baru tahu bahwa tiket siginjay tidak bisa dipesan dan hanya bisa dipesan saat hari H sebelum keberangkatan.

Oleh karena itu kami putuskan untuk menuju penginapan yang sudah kami booking terlebih dahulu, yaitu Karimun Indah yang lokasinya saya juga tidak tahu :D. Begitu mau keluar dari pelabuhan, ternyata ada penarikan tiket masuk Karimunjawa. Untuk turis lokal dikenakan biaya Rp. 5.000 sedangkan untuk turis luar kalau tidak salah Rp. 150.000.

Perjalanan Menuju Homestay

Homestay terletak tidak jauh dari alun-alun Karimunjawa, untuk mencapainya bisa naik becak yang dibandrol sekitar Rp. 20.000. Berhubung tidak ada becak yang nongol, akhirnya kami putuskan untuk jalan kaki, karena kata bapak penjaga loket lokasinya tidak terlalu jauh, sekitar 2 km.

Nuansa pedesaan sangat kental di sepanjang perjalanan menuju homestay. Saya suka dengan nuansa seperti ini. Setelah bertanya sekali lagi, akhirnya kami bisa menemukan yang namanya homestay karimun indah.

Kesan pertama ketika masuk homestay adalah homey. Rumah khas jaman dahulu merupakan salah satu hal yang saya sukai. Benar-benar suasana desa. Sesampainya di Homestay kami bertemu dengan Mas Danie + (istri, maaf mbak lupa namanya) dan Mas Arie pemilik homestay. Dari situ saya mendapatkan cerita wisata darat yang bisa dikunjungi di hari pertama beserta tips dan trik lain berburu tempat di Karimunjawa.

Trus ngobrol dengan ibuk-ibuk yang ada di homestay yang punya anak di Blitar. Cerita yang sangat panjang hingga jam menunjukkan pukul 2 siang.

Bertualang di Daratan Karimunjawa

Menurut informasi yang kami dapatkan dari Mas Arie, untuk rute darat yang direkomendasikan adalah dari Bukit Joko Tuo lanjut ke Dermaga dan melipir menuju Ujung Gelam untuk menikmati sunset di pesisir laut. Kami mengikuti saran dari pemilik homestay untuk menjelajahi rute tersebut.

Bukit Joko Tuwo

Untuk menuju bukit tuwo kami dikenakan biaya 5 ribu rupiah. Entah ini retribusi beneran atau liar, karena tiketnya seperti fotokopian gitu. Dari bukit joko tuwo kita bisa melihat 'kota' Karimunjawa. Terdapat banyak gubuk yang bisa digunakan untuk berteduh dengan angin sepoi-sepoi membuat ngantuk.

Selain bisa melihat Karimunjawa dari ketinggian, terdapat fosil ikan paus yang diberinama joko tuwo. Berikut penampakan fosilnya
Fosil paus Joko Tuwo
Fosil paus Joko Tuwo
Tidak hanya itu, ada lagi yang bisa dilihat di bukit ini yaitu tasbih raksasa. Pertama saya bingung dan penasaran gimana bentuknya tasbih raksasa itu. Ternyata setelah saya lihat, penampakan dari tasbih raksasa seperti gambar di bawah ini

Tasbih Raksasa
Tasbih Raksasa
Saat berada disana tampak ada pembangunan semacam kebun bunga. Masih gersang dan belum ada bunganya. Mungkin nanti bakalan ada ketiika sudah waktunya. Perjalanan dilanjutkan ke pantai ujung gelam

Pantai Ujung Gelam

Lokasi pantai ujung gelam lumayan jauh, kalau tidak salah sekitar 7 kilometer dari alun-alun Karimunjawa ke arah barat laut. Supaya lebih jelas, silakan temukan tulisan Ujung Gelam pada peta di bawah ini. Disitulah lokasi pantai yang saya maksud.

Cari Ujung Gelam di Peta
Cari Ujung Gelam di Peta
Jauh kan? Membutuhkan waktu sekitar 20 menit menuju lokasi. Kok lama? Jalanan enggak semulus jalan provinsi di Surabaya dan banyak yang sudah berlubang. Selain itu sempat kebingungan juga apakah ini benar jalannya atau sudah kebablasan? Ternyata ada petunjuk arah ketika kamu sudah sampai di gang menuju pantai ini. 

Jalan menuju pantai ini lumayan bagus karena sudah di cor dengan semen. Dikenakan biaya perawatan jalan kalau tidak salah 2 ribu rupiah per motor. Sebelum sampai di Ujung gelam ada sebuah spot pantai yang sangat tenang dan saya tidak tahu nama pantai ini apa.

Disitu saya bertemu dengan dua pria yang bernama Teguh dan Tono. Keduanya merupakan saudara yang juga memiliki usaha travel. Mas Tono merupakan guide lokal dengan kemampuan berbahasa inggris yang lumayan, sedangkan Mas Teguh kakaknya yang juga punya usaha di Karimunjawa. Dari obrolan singkat dipinggir pantai sambil menunggu sunset di dekat ujung gelam akhirnya kami betukar nomor hape. Lumayan bisa dijadikan teman ngobrol untuk mengetahui lebih dalam tentang Karimunjawa.

Setelah cahaya sudah mulai menguning akhirnya kami menuju pantai ujung gelam yang tidak begitu jauh dari lokasi tersebut. Ada banyak kapal bersandar, termasuk wisatawan lokal dan asing. Agak sulit mencari sebuah spot yang kosong untuk mengabadikan senja yang jingga, karena banyaknya orang namun dengan sedikit melompati bebatuan akhirnya dapat sebuah spot yang cukup keren dan asyik.

Dari spot tersebut adit teman saya mengambil gambar dengan berbagai macam perlengkapan kamera yang sudah dibawanya. Sedangkan saya hanya mencoba mengabadikan menggunakan kamera digital seadanya. 

foto dengan filter
Adit ambil gambar dengan filter
Dari jeprat-jepret si adit, inilah hasil foto terbaik di pantai ujung gelam ini. Maaf ya, resolusi gambarnya kecil. Mau gambar dalam resolusi besar? Langsung kontak adit aja deh.

Pantai Ujung Gelam
Pantai Ujung Gelam
Keren ya? Sedangkan hasil jepretan saya menghasilkan gambar berikut ini

Jepretan terbaik saya di pantai ujung gelam
Jepretan terbaik saya di pantai ujung gelam
Setelah berfoto ria di pantai ujung gelam kami berdua kembali ke penginapan. Disarankan untuk menggunakan kacamata atau helm apabila ingin menikmati sunset di pantai ujung gelam. Karena sepulang dari pantai ini menuju daerah alun-alun akan ada banyak hewan beterbangan yang biasa disebut dengan samber moto.

Menikmati Ikan Segar di Alun-Alun Karimunjawa

Alun-Alun Karimunjawa merupakan pusat kegiatan warga di malam hari. Setahu saya, tidak ada tempat yang lebih ramai dibanding alun-alun Karimunjawa di malam hari. Terdapat pasar malam dengan berbagai macam dagangan, mulai dari kuliner hingga cindera mata. Semua ada di sini.

Saya makan malam bareng Mas Tono yang tadi sore ketemu di Ujung Gelam. Oleh Mas Tono direkomendasikan makan di warung pojok, saya bingung namanya. Berikut penampakan warungnya.

Kedai Lesehan
Kedai Lesehan
Bisa request mau masakan yang gimana? Ada asam manis dan sambel kecap. Harga bervariasi tergantung ukuran ikannya. Sebelum memilih ikan, biasanya dikasih tahu harga sama ibuknya yang jualan. Harga ikan tersebut belum termasuk nasi, 1 porsi nasi kalau tidak 4 ribu ya 3 ribu. Kalau ikannya bervariasi antara 20 - 50.

Soal masakan menurut penilaian lidah saya adalah 8 / 10. Kalau pas rame antrinya lama banget. Selain itu jam 10 malam juga hampir semua dagangan di alun-alun sudah tutup. Jadi kalau mau makan di alun-alun, lebih baik sekitar pukul 19.00 jangan terlalu malam.

Malam itu saya tidak terlalu banyak ngobrol dengan Mas Tono, karena ada kesibukan lain sehingga tidak bisa ngobrol lama. Setelah makan saya dan adit kembali lagi ke penginapan dan langsung istirahat untuk kegiatan esok hari :D.

Demikian bertualang di darat karimunjawa pada hari pertama, buat kamu yang belum tahu awal mulanya, ada baiknya membaca terlebih dahulu tulisan sebelumnya yaitu backpacker ke karimun jawa dimulai. Masih ada beberapa episode lagi tentang wisata bahari di Karimunjawa. Ikutin terus blog di panduaji.net :D

Kalau ada yang ditanyakan, tinggalkan komentar saja nanti saya balas kok. Kalau butuh informasi untuk tur dalam jumlah banyak bisa hubungi saya. Nanti ada informasi paket tour yang saya dapatkan di Karimunjawa.
Senin, 10 November 2014

Bersiap untuk Online Revolution

Ada yang pernah dengar even online revolution? Online revolution mungkin masih terdengar asing untuk sebagian orang yang tidak terlalu suka belanja online. Tapi buat kamu yang suka belanja online, jangan sampai melewatkan event yang benar-benar penting ini, karena ada banyak hal baik yang bisa kamu dapatkan di acara online revolution. Mau tahu tentang online revolution? Berikut sedikit ulasan singkat tentang online revolution

Apa itu Online Revolution?

Online revolution merupakan sebuah event tahunan yang diadakan oleh toko online besar di Indonesia seperti Lamido dan Lazada. Ketika event ini berlangsung kamu bisa belanja dengan diskon besar-besaran. Mau tahu apa saja yang bisa kamu peroleh di acara online revolution ini?

Diskon 300 Jenis Produk ++

Lamido Indonesia

Ada diskon besar-besaran lebih dari 300 produk dari berbagai macam kategori yang ada di Lamido, termasuk fashion. Siapa tahu ada produk incaranmu masuk dalam daftar yang bisa kamu dapatkan dengan harga super duper murah pake banget.

Mungkin yang cari diskonan fashion bisa coba cek halaman website Lamido Indonesia besok, siapa tahu ada pakaian yang cocok buat tahun baruan yang tidak lama lagi.

8 SKU Flash Deals

Lamido Indonesia

Mungkin ada yang tanya apa itu SKU Flash Deals. 8 SKU Flash deals merupakan diskon super hemat selama delapan jam mulai dari jam 10 pagi sampai jam 6 sore. Setiaps satu jam akan ada 1 sku yang diskon besar-besaran. Jadi pastikan kamu update terus di halaman Lamido.co.id untuk tahu apa saja yang masuk dalam SKU Flash Deals ini.

Kalau produk incaranmu tidak termasuk di dalam SKU Flash Deals, kan masih ada produk lain yang juga ada diskon yang lumayan. 

Free Ongkir Jabodetabek

Tidak hanya sampai disitu, masih ada lagi bonus menarik berupa gratis ongkos kirim barang ke seluruh Jabodetabek. Lumayan kan, sudah dapat murah, enggak perlu bayar ongkos kirim. Barang cepet nyampek.

Kesempatan seperti ini hanya ada sekali dalam setahun, jadi pastikan kamu tidak ketinggalan event ini. Saking semangatnya nulis sampai lupa kapan acara ini digelar.

Kapan Online Revolution Berlangsung?

Online revolution di Lamido berlangsung selama satu hari penuh pada tanggal 11 November 2014. Jadi tandai tanggalan yang ada di handphone maupun dinding rumah tentang tanggal cantik ini. Karena sayang kalau kamu sampai kelewatan event yang jarang ini.

Buat kamu yang kelewatan event ini jangan khawatir, kabarnya tanggal 12 Desember akan ada acara serupa, tentunya dengan barang yang berbeda. Jadi jangan berharap barang yang besok dapat diskon besar-besaran akan terulang pada bulan depan ;)

Backpacker ke Karimunjawa Eps 02 - Perjalanan Dimulai

Backpacker ke Karimunjawa Eps 02 - Oke, pada episode dua ini saya mau menceritakan awal perjalanan saya dari Surabaya menuju Jepara. Sebelumnya saya sudah menuliskan sedikit perencanaan yang di sinkronkan dengan fakta yang saya rasakkan pada Backpacker Karimun Jawa Eps 01, buat yang belum baca, silakan baca supaya tahu perkiraan biaya dan rute dari Surabaya ke Karimunjawa.

Barang bawaan si Adit
Barang bawaan si Adit
Keberangkatan ini belum ada yang benar-benar pasti selain penginapan Karimun Indah yang sudah saya hubungi beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk kapal dari Jepara menuju Karimunjawa saya belum dapatkan. Pokok e budal tok wes :D. Selamat membaca backpacker karimunjawa eps 02

Naik Bus Patas Surabaya - Jepara

Saya belum mendapatkan data valid yang lengkap tentang jadwal bus Surabaya - Jepara langsung tanpa transit. Namun yang jelas ada dua bis yang memiliki trayek di rute tersebut, yaitu Bus Indonesia dan Jaya Utama. Yang jelas saya berangkat naik bis Indonesia pukul 20.30.

Dengar-dengar, masih ada bis Jaya Utama yang berangkat pada pukul 21.30. Tapi saya juga kurang tahu kebenarannya. Cari aman saya memang menargetkkan berangkat pada pukul 20.30. Bis Jurusan Jepara jadi satu dengan shelter bis Patas jurusan Semarang. Mudah kok ditemukan. Pastikan kamu bertanya kepada kondektur arah bisnya, karena bis untuk jurusan Semarang dan Jepara sama. (Maaf enggak sempat ambil foto parkirannya karena datang ketika bis sudah mau berangkat)

Saya naik bis Indonesia pada tanggal 26 Oktober 2014 berangkat dari terminal Bungurasih / Purabaya pada pukul 20.30, tarif yang berlaku saat itu adalah Rp 90.000. Itu sudah termasuk kupon makan yang bisa ditukarkan ketika bus berhenti di rumah makan sekitaran Tuban. Kalau naik Ekonomi saya kurang tahu. Ribet, apalagi kalau berangkat malam.

Berhubung datangnya mepet, saya dan adit mendapatkan tempat duduk tertinggi di dalam bus. Belakang sendiri, dimana biasanya tempat tersebut digunakan tidur oleh sopir maupun kondektur bis. Tepat berada di belakang toilet bis. Untung hanya diisi dua orang, sehingga kami bisa selonjoran dan tidur seperti di rumah.

Posisi Tidur Di Bagian Ujung Belakang Bis
Posisi Tidur Di Bagian Ujung Belakang Bis
Di bis ternyata kami bertemu dengan 3 pemuda dan pemudi dengan tujuan akhir Karimunjawa. Mereka menggunakan jasa travel dengan meeting point di pelabuhan Kartini Jepara pada pukul 06.00. Meski sudah banyak ngobrol tapi enggak tanya namanya :D.

Perjalanan Surabaya - Jepara

Perjalanan dari Surabaya dan Jepara memang di dominasi tidur dalam kegelapan. Aktivitas apa yang bisa dilakukan di dalam bus selain tidur? Membaca, paling enggak lama juga uda pusing :D. Sebelum keluar Tuban, bis belok di salah satu rumah makan. Di sini lah kupon bisa ditukarkan.

Sebenarnya ada banyak pilihan menu, tapi ketika kami datang, banyak yang sudah habis. Adapun pilihan menunya adalah
  • Nasi Pecel
  • Nasi Campur
  • Nasi Kare
  • Soto
  • Rawon
  • Cumi
Untuk minumnya segelas teh hangat yang sudah mulai dingin. Masalah rasa, lumayan kok, masih ada rasanya. Ini penampakan nasi Kare ayam yang saya pilih. Apesnya, kuah karenya tinggal koret-koret.

Makan Bus Patas
Menu makan di Tuban
Setelah makan, tidur pun dilanjutkan. Bis tiba di terminal Jepara sekitar pukul 02.30. Kalau dihitung Surabaya - Jepara membutuhkan waktu selama 6 jam perjalanan. Cukup jauh juga ternyata. Untungnya enggak perlu oper bis.

Pelabuhan Kartini Jepara

Dari terminal Jepara menuju pelabuhan Kartini, kita bisa memanfaatkan mobil maupun becak yang ada di terminal. Malam itu, lima orang dari Surabaya naik mobil carry menuju pelabuhan. Waktu tempuh sekitar 5 menit. Jaraknya tidak terlalu jauh. Tapi kalau jalan kaki ya lumayan. Tiap kepala dibandrol Rp. 10.000, tetapi saya dan adit malah dibayari teman seperjalanan dari Surabaya. Terima kasih lo mas :)

Kami diturunkan di dekat loket pembelian tiket. Saya tolah-toleh katanya ada banyak homestay namun tidak ada yang kelihatan. Ternyata yang banyak tulisan arah homestay. Jaraknya sekitar 200 - 500 meter dari tempat kami diturunkan.

Seorang bapak-bapak yang tadinya tidur di kursi mempesilakan kami duduk dan beristirahat disitu. Sedangkan beliau malah membuka warungnya. Saya urungkan untuk menginap di homestay yang dibandrol mulai dari Rp. 70.000. Lumayan buat menekan biaya.

Karena di warung tersebut telah disediakan colokan listrik yang bisa digunakan untuk ngecas. Toilet dan makanan ringan yang bisa digunakan untuk mengisi perut yang kosong. Berikut penampakan tempat tidur selama transit di Pelabuhan Kartini.

Peristirahatan Sementara di Pelabuhan Kartini
Peristirahatan Sementara di Pelabuhan Kartini
Malam itu saya habiskan di Pelabuhan untuk tiduran, ngecass, ngopi, makan mie instant di warung dan jalan-jalan di sekitar pelabuhan untuk mendapatkan informasi tentang kapal yang akan berangkat ke Karimunjawa.

Saya sempat ambil gambar jadwal keberangkatan kapal Express Bahari 2C yang rencananya kami gunakan untuk menyebrang ke karimunjawa.

Jadwal Express Bahari 2C
Jadwal Express Bahari 2C
Selain itu, berikut beberapa informasi penting yang ada di pelabuhan Kartini

Harga tiket resmi kapal di pelabuhan Kartini
Harga tiket resmi kapal di pelabuhan Kartini
Warung transit saya
Warung transit saya
Pelabuhan Kartini bisa dibilang sepi, karena pelabuhan ini hanya ramai di pagi hari ketika kapal mau berangkat dan di siang hari ketika kapal datang. Sedangkan sore hari, bisa dibilang tidak ada aktivitas apapun di sini. Selain itu, kata penjaga warung, pelabuhan ini relatif aman. Terdapat mushola di sebelah loket dan air di sini cenderung payau. Menurut saya kurang nyaman apabila digunakan untuk mandi.

Perburuan Tiket Kapal Express Bahari 2C

Karena belum mendapatkan tiket saya sedikit was-was juga karena bisa saja kehabisan tiket. Saya lihat di loket express bahari, pelayanan kantor pukul 08.00 - 16.00. Standard jam buka kantor lah. Sedangkan untuk loket kapal Siginjay kalau tidak salah sudah buka dari pukul 05.00 pagi. Banyak orang yang antri, hal ini disebabkan kapal ini tidak bisa dipesan, jadi harus datang pada saat loket buka di hari yang sama dengan jadwal keberangkatan.

Setelah jalan-jalan di seputaran pelabuhan Kartini, saya lewat loket kapal express bahari 2C, ternyata ada petugas yang baru datang. Padahal jam masih menunjukkan pukul 06.30. Yasudah lumayan langsung deh antri 1 orang dan dua tiket sudah ada di tangan untuk keberangkatan pukul 09.00 pagi. Harga tiket untuk express bahari 2C adalah Rp. 110.000 untuk kelas Eksekutif dan Rp. 130.000 untuk kelas VIP. Untuk membeli tiket kapal, pastikan kamu membawa KTP, jangan samai dengan agen travel yang bisa dengan hanya menunjukkan nomor KTP dan nama saja.

tiket kapal express bahari 2c
tiket kapal express bahari 2c
Kapal Siginjai berangkat pada pukul 07.00. Buat kamu yang ingin membawa motor dengan kapal Siginjai dikenakan tarif tambahan sebesar Rp.37.000. Lumayan dibanding harus sewa motor di Karimunjawa dengan harga Rp. 75.000/hari.

Setelah tiket di tangan, saya bisa sedikit santai jalan-jalan di sekitar pantai Kartini. Orang sudah mulai banyak berdatangan sejak pukul 06.00. Mulai dari wisatawan lokal hingga yang internasional.

Menyebrang dari Jepara ke Karimunjawa

Jam sudah menujukkan pukul 08.30, kami langsung berpindah dari warung transit ke ruang tunggu kapal express bahari 2c. Disana sudah mulai banyak orang yang antri untuk naik kapal. Untuk masuk kita harus menunjukkan KTP asli, seperti ketika masuk peron kereta api

Berikut penampakan kapal express bahari 2c yang mengatarkan saya dan Adit menyebrang laut jawa untuk menuju pulau Karimunjawa
Kapal Express Bahari 2C
Kapal Express Bahari 2C
Kapal express bahari 2C merupakan kapal penumpang yang tidak mengangkut kendaraan seperti Siginjai. Ini merupakan pengalaman pertama naik kapal laut buat saya :D. Kondisi dalam kapal Express Bahari 2C kelas eksekutif

Interior Express Bahari 2C
Interior Express Bahari 2C Eksekutif
Semua penumpang dapat tempat duduk, ruangan tertutup dan ber AC. Selain itu juga  ada sebuah tv yang kalau tidak menanyangkan dangdutan, video klip bahkan film panjang. Saya menidurkan diri ketika kapal sudah meninggalkan pelabuhan.

Sekitar setengah 11 saya bangun dan kapal berada di tengah lautan dimana tidak ada penampakan pulau sama sekali. Setelah tolah-toleh kebanyakan penumpang tidur dan saya tonton film. Tiba-tiba terasa pusing dan mual. Saya berusaha untuk membayangkan hal lain supaya tidak jadi mabuk laut. Padahal goyangan kapal tidak terlalu terasa, namun entah kenapa rasa mual dan pusing itu ada.

Untung saya bisa menahan gejala mabuk laut itu sampai tiba di karimun jawa. Sehingga saya tidak jadi mabuk dalam perjalanan. Karena memang belum melakukan persiapan apapun untuk mengatasi ini. Akhirnya setelah 2 jam saya tiba di pelabuhan Karimunjawa. Kapal Siginjai yang sudah berangkat pada pukul 07.00 ternyata belum sampai di pelabuhan. Jadi kebayanag kalau kondisi kapal Siginjai sama kaya Express Bahari 2C bisa mabuk beneran.

Biar kelihatan keren dikit, saya tidak foto-foto di pelabuhan. Macak cool dikit lah. Udah terlalu mainstream foto di pelabuhan :D.

Ulasan Singkat Perjalanan Surabaya - Karimunjawa

Naik Bus Patas Indonesia pada pukul 20.30 dari Terminal Bungurasih ke Jepara dengan harga tiket Rp. 90.000. Estimasi perjalanan sekitar 6 jam. 

Dari terminal ke pelabuhan Rp. 10.000 naik mobil carry berjamaah. Kalau naik becak mungkin kisarannya antara Rp. 10.000 - Rp. 20.000.

Pembelian tiket di pelabuhan untuk kapal Siginjai Rp. 44.000 / Rp. 96.000 dengan lama perjalanan 4 - 5 jam dan Express bahari 2C Rp. 110.000 / Rp. 130.000 dengan lama perjalanan 2 jam. 

Wuih gak kerasa sudah nulis panjang banget. Mungkin itu dulu untuk episode kedua dari serial backpacker ke karimunjawa. Tunggu Eps 03 Backpacker ke Karimunjawa hanya di panduaji.net :D. Semoga tulisan ini bisa membantu teman-teman yang ingin menikmati keindahan Karimunjawa. 
Senin, 03 November 2014