12 Jam Naik Bis Lewat Jalur Tengah dari Blitar ke Pati Sendirian #SoloTrip

Rabu, Mei 13, 2015

Beberapa hari lalu aku memutuskan untuk pergi backpackeran ke karimunjawa lagi, bedanya dengan sebelumnya adalah jalur yang aku lewati dan tujuanku pergi ke karimunjawa. Aku bertanya kepada seorang teman yang suka dengan bis, disarankan untuk ambil jalur ke Solo atau ke Surabaya terlebih dahulu

Setelah tak pikir-pikir, kayaknya seru kalau aku coba jalur tengah yang jarang benget aku temui ceritanya. Akhirnya kuputuskan untuk berangkat ke Karimunjawa melalui rute Blitar - Kediri - Nganjuk - Madiun - Ngawi - Cepu - Blora - Rembang dan Pati. Ini merupakan etape pertama yang kuputuskan,

Aku sengaja enggak langsung ke Jepara sebagaimana sebelumnya, karena pengen mampir dan nginep semalam di rumah salah seorang teman yang sudah 5 tahunan enggak ketemu di daerah Pati. Oleh karena itu kuputuskan menginap semalam di Pati.

Perjalanan Blitar - Nganjuk dengan Bis Kawan Kita

Perjalanan pertama adalah rute Blitar - Kediri - Nganjuk. Setauku, satu-satunya bis yang melayani rute ini adalah Bis Kawan Kita yang aku sendiri kurang tahu jam keberangkatannya. Karena kurang tahu kondisi di jalan seperti apa, aku putuskan untuk berangkat pagi. Takutnya di daerah Cepu / Blora enggak ada kendaraan lagi apabila kesorean nyampeknya.

Bus Kawan Kita
Bus Kawan Kita di Terminal Kediri
Kalau mau naik bis kawan kita di Blitar, aku saranin untuk naik di jalan Tanjung. Kenapa? Karena semua bis yang berangkat dari terminal selalu ngetem di situ. Jadi naik aja bis yang udah ngetem biar enggak ngetem lagi. Udah berangkat dari terminal tapi masih Ngetem lagi. Sebel nggak? Hehe

Ongkos dari Blitar menuju Nganjuk adalah 22ribu rupiah. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 3.5 jam. Kamu enggak perlu ngomong turun Kediri terus oper bis lagi. Karena ketika sampai terminal Kediri enggak ada bis lagi di depannya. Jadi paling aman ya langsung ngomong aja kalau kamu mau ke Nganjuk.

Jahat banget lho ini bus, enggak mau berhenti ketika ada segerombol anak sekolah yang mau naik. Alasannya karena terlalu ribet dan ngejar waktu. Akhirnya anak sekolah yang nyegat bis ini ngaplo deh ditinggal gitu aja.

Nganjuk - Ngawi dengan Sugeng Rahayu

Setelah berhenti di terminal Nganjuk, aku langsung melanjutkan perjalanan naik bus Sugeng Rahayu jurusan dengan tujuan akhir Ngawi. Bis Sugeng Rahayu ini pernah populer dengan nama Sumber Kencono maupun Sumber Selamet. Salah satu PO yang terkenal dengan kecepatannya. Aku udah pernah naik sebelumnya dan memang WOW! Karena enggak ada unsur traumatik, akhirnya daripada nunggu malah enggak nuntut jamnya. Mending langsung naik aja. 

Ternyata dari Nganjuk menuju Ngawi kudu lewat Madiun. Enggak langsung! Udah gitu di Terminal Madiun berhentinya cukup lama. Sekitar 30 - 40 menitan lah. Jadi makin ketar ketir nuntut apa enggak. Waktu yang lumayan lama ini bisa dimanfaatkan untuk makan maupun sholat. 

Bus Sugeng Rahayu di Terminal Madiun
Bus Sugeng Rahayu di Terminal Madiun
Setelah itu perjalanan kembali dilanjutkan menuju Ngawi. Total perjalanan sampai terminal Ngawi sekitar 2.5 jam. Dan biaya yang perlu dibayar cuma 14 ribu rupiah. Kondekturnya juga cukup asik sebagai teman ngobrol di perjalanan. Dari bapaknya aku jadi tahu bis yang harus kunaiki dari Ngawi ke Cepu.

Ngawi Cepu Naik Bis Mini Gunung Mas

Aku enggak perlu nunggu lama untuk mendapatkan bus dari Ngawi ke Cepu. Bus mini segera muncul begitu Sugeng Rahayu meninggalkan terminal. Langsung aja deh duduk di bagian terdepan supaya bisa melihat pemandangan asyik selama perjalanan.

Bis Gunung Mas di Terminal Ngawi
Bis Gunung Mas di Terminal Ngawi
Perjalanan Ngawi - Cepu ditempuh sekitar 1.5 jam dengan ongkos sebesar 17 ribu rupiah. Pemandangan selama perjalanan ini cukup bagus menurutku. Apalagi aku belum pernah sama sekali lewat rute ini. Namun di beberapa titik, jalannya bener-bener rusak parah. Perjalanan jadi kurang nyaman deh. Aku turun enggak di terminal Cepu, tetapi di pertigaan setelah jembatan dan masuk perbatasan jawa tengah.

Karena kulihat plang arah untuk menuju Blora adalah belok ke kiri, sedangkan ke Cepu belok kanan. Setelah tanya kondektur, ternyata benar aku bisa turun sini dan oper naik bison untuk menuju Blora. Karena enggak ada bis dari Cepu ke Blora selain mobil Bison.

Naik Bison dari Cepu ke Blora

Setelah memastikan Bison yang bakal berangkat, aku langsung meletakkan tas di bagian depan supaya bisa menikmati perjalanan berliku yang katanya sih bagus. Karena dapat kesempatan untuk ngopi dulu dari sopir, akhirnya aku putuskan untuk mengambil sebungkus nasi jindil yang di bandrol dengan harga 4000 rupiah di warung dekat ngetemnya mobil bison.

Bison dari Cepu ke Blora
Bison dari Cepu ke Blora
Setelah cukup lama nge-tem ternyata bisonnya enggak segera berangkat. Padahal sudah sekitar 1 jam ngetem terus. Akhirnya ada seorang bapak yang marah karena mengejar waktu dan meminta sopir untuk segera berangkat. Akhirnya dengan sedikit terpaksa bison pun berangkat menuju Blora.

Perjalanan dari Cepu ke Blora memang melewati deretan pegunungan yang cukup indah. Pipa pipa besi tampak di kanan kiri jalan untuk mengalirkan minyak. Aku baru sadar kalau blok Cepu yang seringkali ada di berita TV itu ada di daerah yang kulewati sore itu.

Selama perjalanan aku lihat beberapa kendaraan vespa modifikasi kanibalan yang macem-macem bentuknya. Ada yang dibentuk seperti tank dan beberapa kali ada yang kelihatan mogok. Sepertinya sedang ada event tertentu untuk komunitas mereka hari itu.

Perjalanan ke Blora
Perjalanan ke Blora
Perjalanan dari Cepu ke Blora di tempuh sekitar 1 jam, ongkos yang harus dibayar untuk sampai pemberhentian terakhir adalah 15 ribu rupiah. Di pemberhentian ini aku mendapatkan jawaban tujuan para pengendara vespa tersebut. Ada sebuah acara komunitas di pusat jajanan dan oleh-oleh khas Blora.

Sampai Blora
Sampai Blora
 Dari tempat pemberhentian bison enggak ada kendaraan umum untuk menuju Rembang, ada dua cara untuk bisa sampai ke Rembang. Yang pertama ngojek sampai perempatan karang jati untuk naik bis mini menuju Rembang, atau langsung ngojek ke Taman Kartini Rembang.

Kebetulan sore itu aku masih menemukan Bis untuk menuju Rembang, akhirnya aku membatalkan naik ojek ke taman Kartini rembang yang di bandrol 50 ribu rupiah. Cukup naik sampai karang jati dengan ongkos 15 ribu rupiah.

Bis Mini Blora - Rembang

Enggak beda jauh sama bison Cepu - Blora, Bis mini jurusan Blora Rembang ini juga ngetemnya lama banget. Dari jam 4 aku nunggu, bis akhirnya baru berangkat jam 5. Itu pun setelah ada salah seorang penumpang yang juga masih temen dari Sopir Bisnya marah-marah lantaran enggak berangkat-berangkat. 

Apesnya di bis ini aku dapet tempat duduk di belakang, sehingga enggak bisa moto pemandangan yang menurutku cukup keren. Apalagi sunset di jalanan Blora - Rembang. Ongkos yang perlu dibayarkan untuk perjalanan ini adalah 20 ribu rupiah, namun entah kenapa semua yang berangkat dari titik awal cuma ditarik 15 ribu termasuk aku. Tapi begitu ada yang naik di jalan di tariknya 20 ribu. How' lucky me!

Bis Mini Blora Rembang
Bis Mini Blora Rembang
Ini merupakan bis terakhir sore itu berangkat pukul 5 sore dari Blora menuju Rembang. Udah gitu, bisnya bener-bener ngebut abis. Jalanan berlubang tetap di hajar tanpa henti. Badan sakit semua deh naik bis ini. Untung pemandangan sunset di jalanan cukup memikat.

Rembang - Pati Naik Bis Widji

Akhirnya sekitar pukul 6 sore aku sudah sampai di taman kartini Rembang. Ternyata sudah di Jalur Pantura. Baru berhenti bentar buat leyeh-leyeh, lha kok sudah ada bus jurusan Semarang yang belok. enggak tunggu lama langsung deh naik ke bis jurusan Semarang. 

Dari Rembang menuju Pati membutuhkan waktu kurang dari 1 jam. Mungkin sekitar 30 - 40 menit saja. Setelah kontak Ajib, ternyata aku di suruh turun di Juwono. Yasudah, akhirnya aku turun di perempatan Juwono dekat mesjid Agung. Biaya dari rembang menuju Pati adalah 8 ribu rupiah. 

Setelah turun di Juwono, tidak berapa lama akhirnya Ajib jemput dan segera membawa ke warung yang menyediakan menu khas Juwono yang terkenal, yaitu Bandeng!

Makan Bandeng di Juwono
Makan Bandeng di Juwono
Ajib ini pernah menjadi teman sekamar ketika aku merantau di Jogja tahun 2010 - 2011. Setelah 5 tahun terpisah, kemarin ketemu meski cuma semalem. Malam itu aku putuskan untuk nginep di rumahnya. Karena tujuan akhirku ke Karimunjawa pada hari Senin pagi. Jadwal nginep ini memang sudah beberapa waktu lalu kurencanakan bareng Ajib, karena ada beberapa hal yang mengganjal, akhirnya enggak jadi deh. Baru keturutan kemarin sekalian ke Karimunjawa. 

Enggak kerasa 12 jam perjalanan dengan rute Blitar - Kediri - Nganjuk - Madiun - Ngawi - Cepu - Blora - Rembang - Pati ini menghabiskan uang sebesar 106 ribu rupiah lho :D. Dan oper kendaraan sebanyak 7 kali :D. Bener-bener lama dan kebanyakan berhenti karena bukan jalur utama. 

You Might Also Like

6 comments

  1. Seru sih trip via darat gitu tapi kalo sampe 12 jam kayanya bentar bentar mikir2 dulu.. hehehe...


    Jangan sungkan untuk mampir ke www.travellingadsict.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masalahnya enggak ada pilihan lain selain jalur darat :D. hehehe estimasi perjalanan sekitar 8 - 10 jam. karena banyak nge-tem dan berhenti molor deh jadi 12 jam :D

      Hapus
  2. Hai Pandu, salam kenal yak. Sy mo tanya nih, kondisi jalan Cepu-Ngawi rusak parah ya? Mobil pribadi sejenis sedan msh bisa lewat gak sih? Rencana Lebaran ini (Juli 2015) sy dari Tayu (Pati) mo ke Madiun via Cepu-Ngawi. Trm ksh infonya yak. Selamat bertraveling n ditunggu tulisannya yg sangat bermanfaat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo juga, salam kenal. Kalau menurutku jalur Cepu - Ngawi masih cukup bersahabat untuk pengendara mobil sedan. Banyak jalan berlubang namun kemarin sudah mau dibenerin. Waktu lewat ada yang ngukur-ngukur jalan gitu.

      Malah yang agak mengkhawatirkan itu Blora - Cepu. Rusaknya lebih parah. Bisa dilewati sedan tapi ya enggak bisa ngebut di beberapa titik yang rusak. Terutama di area hutan dimana banyak truk yang bersliweran

      Hapus
  3. Ya ampun mas, aq bacanya aja capek, oper brp kali tuh, gmn ngejalaninnya, haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini saya nulisnya juga capek. hahahah mau nulis cerita detailnya agak males juga :D

      Hapus

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe