Goa Cina untuk Tidur dan Pantai 3 Warna yang Batal

Kamis, Mei 28, 2015

Masih inget tulisan yang naik pesawat terbang ke Karimunjawa beberapa waktu lalu? Kalau lupa baca dulu aja, karena tulisan ini merupakan lanjutan perjalanan itu. Sampai di Surabaya masih pagi, masih sekitar jam 9an. Tetapi gara-gara ada kesalahan teknis, baru bisa keluar bandara sekitar jam 10. Aku langsung naik bis damri menuju bungurasih. Karena Latip, temenku udah siap buat njemput di terminal. Pertimbangan minta tolong jemput, itu cuma enggak mau nyusahin orang lain di dalam angkot, soalnya barang bawaan yang gede dan angkotnya kecil.

Tiket bus damri dari bandara ke terminal adalah 25 ribu rupiah. Perjalananya enggak begitu lancar dan agak macet. Aku baru sampai di terminal bungurasih sekitar jam 11 an siang. Dari terminal langsung menuju Kebonsari sebelum diantar pulang kerumah sama Latip. Di kebonsari mampir di Kantor Pos tempat biasanya ngambil wesel dari google, mampir bukan karena mau ambil duit. Tapi mau sarapan, karena ada warung yang murah dan lumayan enak dengan porsi yang banyak :D.

Perjalanan Panjang ke Goa Cina

Aku udah bikin janji sama +Fauziah untuk dijemput jam 12an. Iya, dia berangkat dari rumahnya di ujung utara Surabaya jam 12. Kami akan pergi ke Goa Cina untuk pindah tidur semalam dengan meeting point di Rumah Rojak. Ternyata setelah nyasar, Ucik baru sampai sekitar jam 1. Padahal udah beberapa kali dateng masih sempet nyasar -_-.

Enggak pakai lama lagi, langsung berangkat menuju meeting point di rumah Rojak. Sesampainya dirumah rojak ternyata seperti biasa, belum banyak yang datang. Akhirnya bisa leyeh-leyeh dulu sampai kebablasan rumpik, karena emang ada Ucik yang ratu rumpik.

Kami jadi berangkat ke Goa Cina sekitar jam 4 sore! Udah molor 2 jam lebih buat mau berangkat. Total rombongan kami jadi 13 orang dengan membawa 2 mobil menuju ke selatan. 

Ketika adzan Magrib berkumandang, kami masih di daerah Malang, bahkan belum masuk kota Malangnya. Setelah berhenti sejenak di salah satu pom bensin akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Malang. Karena Edwin kudu njemput adiknya yang katanya mau ikutan. 

Entah apa yang terjadi. aku enggak mau berasumsi. Adik Edwin batal ikut. Karena udah malam dan untuk mencapai ke Pantai cukup jauh, akhirnya belok buat mampir ke warung belut langganan anak-anak kalau lagi di Malang, tepatnya di daerah Blimbing yang namanya Belut Simpang Grajakan.

Meski bawa bekal, kalau nunggu sampai di Goa Cina udah keburu laper. Setelah itu perjalanan kembali dilanjutkan ke selatan. Aku udah enggak begitu ingat perjalanan kala itu, tau-tau udah nyampek di Mesjid yang lumayan besar ketika jam menunjukkan sekitar jam 9an malam.

Udah malam tapi mesjidnya masih rame lho, ada beberapa cowok dan cewek. Selain itu juga ada beberapa celana yang tersampir di sudut-sudut mesjid -_- . Sepertinya mereka juga niat ke pantai selatan buat camping tapi kehujanan di jalan dan belok di Mesjid. 

Bosen ya? Enggak ada gambarnya sama sekali. Waktu berangkat udah gelap emang males buat moto macem-macem :D.

Awalnya sempet bingung dan takut nyasar, karena sekitar setahun lalu ke Goa Cina jalannya bagus dan enggak kaya sekarang yang aspalnya hilang. Bahkan cenderung tampak jalan yang rusak dan bakalan di garap. Namun setelah tetap meneruskan perjalanan, ternyata jalannya memang bener, tapi kondisinya sangat rusak, beda jauh dengan dulu waktu kesana.

Aku lupa tiket masuk untuk 1 orang berapa, harga untuk 1 mobil itu berapa. Pokoknya 2 mobil dengan 13 orang enggak sampai 150ribu kok. Banyak kok yang camp di Goa Cina, jadi enggak perlu takut kalau mau bikin tenda di sini :D.

Bermalam di Goa Cina

Begitunya sampai di Goa Cina kami langsung memasang tenda. Agak rumit karena banyak alatnya yang enggak beres lagi. Pokoknya bisa terpasang dan bisa jadi tempat bersembunyi udah cukup. Setelah dua tenda terpasang, selanjutnya mulai deh mbukak bekal yang dibawa dari Surabaya. Padahal tadi udah makan belut, tapi juga masih pada doyan buat makan lagi :D.

Habis makan-makan, beberapa leyeh-leyeh di tenda. Beberapa nggelar kresek yang disobek di tepi pantai sambil tiduran liatin bulan yang kebetulan lagi bagus. Ngobrol ngalor ngidul curhat kegiatan saat ini di kerjaan dengan background suara deburan ombak pantai selatan. Suasana semacam ini memang jarang bisa didapatkan. Memang kudu ngeluangin waktu buat menciptakan suasana macam ini.

Aku enggak dapat tempat tidur malam itu, tenda udah penuh dengan bada Rozak yang bener-bener extra. Akhirnya aku nyusul Edwin buat tidur di dalam mobil :D. Lumayan enak sih di dalem mobil, anget, enggak ada angin yang dingin sama sekali.

Menikmati Pagi di Goa Cina Malang

Suasana Pagi di Goa Cina
Suasana Pagi di Goa Cina
Akhirnya pagi tiba, kami menikmati suasana pagi bersama di pantai ini. Ada yang udah mulai masak Mie, bikin kopi untuk sarapan. Dan akhirnya kami putuskan untuk enggak mainan air di pantai ini, karena kami berencana untuk melanjutkan perjalanan ke pantai 3 warna di Malang dan mainan air di sana.

Kesibukan menjelang sarapan :D

Setelah sarapan, kami langsung membereskan tenda terlebih dahulu dan merapikannya. Pengalaman camp di Pantai Papuma Jember, kalau tenda dan macem-macemnya belum dirapiin, pasti ada tumbal yang jaga tenda sedangkan yang lain asyik jalan-jalan di pantainya.

Karena durasi, kami enggak lama di pantai goa cina ini. Kami segera bergegas untuk menuju ke sendang biru. Rencana kami naik kapal ke pantai 3 warna. Karena kalau jalan kaki, butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan. Kan lumayan, apalagi Rozak.

Batal ke 3 Warna Belok ke Waru-Waru

Sesampainya di pelabuhan nelayan yang jadi satu dengan tempat pelelangan ikan. Kami bertanya bisa enggak kapal menuju pantai 3 warna. Ternyata kapal enggak bisa menuju pantai 3 warna. Kami kudu jalan kaki kalau mau ke 3 warna. Lagi-lagi karena urusan durasi, akhirnya kami mencari alternatif pantai lain yang enggak terlalu jauh dari lokasi kami berada.

Bapaknya nyaranin untuk ke pantai waru-waru yang ada di pulau sebrang. Akhirnya kami pun langsung naik kapal untuk nyebrang ke pulau sebrang. Kami bertigabelas dengan 1 kapal yang lumayan gede menyebrang ke pulau sebrang.

Menyebrang ke Pulau
Menyebrang ke Pulau
Pantai waru-waru memiliki pohon yang menjorok ke air. Sehingga bisa dijadikan tempat lompat ke pantai. Namun karena posisi pantainya yang tidak lebar dan banyak orang akhirnya kami begeser ke pantai yang lokasinya enggak terlalu jauh. Entah apa namanya. Di pantai yang cukup luas ini hanya ada 1 rombongan, namun karena  pantainya luas kami bisa tetap leluasa bermain air :D. Selain itu juga ada kapal karam di pantai ini.

Jadi tempat yang cocok kalau cuma buat foto bareng temen-temen. Seenggaknya biar ada variasi ketika foto di pantai. Masa iya cuma batu, air dan pasir aja? Sesekali ada kapal karamnya kek :D

Pantai dengan Kapal Karam
Pantai dengan Kapal Karam

Setelah jam menunjukkan pukul 11, kami pun menghubungi bapak yang mengantarkan kami ke pantai ini untuk menjemput. Tidak sampai  30menit bapaknya sudah sampai di pantai untuk menjemput kami. Setelah itu pun kami langsung kembali ke pelabuhan dan segera mandi.

Biaya yang kudu dikeluarin buat mandi ternyata enggak mahal, cuma 2 ribu rupiah. Kalau disurabaya 2 ribu cuma buat buang air. Kalau mandi bisa di bandrol sampai 10 ribu deh.

Kembali ke Surabaya

Setelah semua sudah mandi, kami bergegas kembali ke Surabaya. Sebelum kembali ke Surabaya, mampir bentar ke daerah polinema. Bukan untuk cari gadis idaman, tapi untuk cari bakso pengganjal perut karena udah lapar. Kalau liburan kaya gini bawaannya lapar terus...

Perjalanan ke Surabaya akhirnya harus terhenti di Sidoarjo, tepatnya dirumah Rojak. Karena meeting point memang ada dirumah Rojak. Mobil sewaan udah kena overtime 3 jam jadi Rp 75.000. Lumayan lah, uang patungan masih sisa banyak e :D. Untuk detail pengeluarannya aku enggak terlalu tahu, yang jelas masih sisa dan buat tabungan untuk piknik kapan-kapan :D

Mungkin itu cerita singkat khusus buat Om yang request cerita ini untuk ditulis :D.

You Might Also Like

4 comments

  1. Wedeh. Pengen mas jalan-jalan ke pantai Malang lagi sambil ngecamp.
    Baru tahu ada Pantai 3 Warna dan Pantai Waru-Waru, mas.
    Search di google dulu ahhhh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. pengen tok akeh tunggale hap :D

      Hapus
    2. Lah dalah, masalahe iki arek kelasku kakean wedoke mas, wangel backpackeran. Lek ape backpacker ki kudu booking cah lanange dari jauh-jauh hari -___-"

      Hapus
    3. Budal dewe wes, ksuwen ngenteni arek-arek :D

      Hapus

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe