Naik Kereta Malabar Blitar - Bandung Lanjut Kereta Lokal ke Cimahi

Rabu, Oktober 14, 2015

Setelah sebulan lebih dikit hanya berkutan dengan jalanan se Blitar Raya, akhirnya minggu lalu aku melakukan perjalanan yang agak jauh dikit yaitu ke Bandung. Sebenarnya enggak ada rencana sebelumnya buat main  ke Bandung, tetapi karena ada ajakan untuk datang ke BIAF (Baros International Animation Festival) akhirnya aku pun janjian sama Mas Hiza untuk bertemu di Stasiun Bandung pada hari yang di tentukan.

Meski aku sudah enggak berkecimpung di dunia animasi, tapi aku putuskan untuk hadir saja. Minimal untuk bertemu dengan teman-teman komunitas yang udah pada keren-keren punya studio animasi dengan masing-masing projectnya sendiri :D.

2 Hari sebelum keberangkatan aku pun langsung coba beli tiket kereta api online karena males buat ke stasiun dan antri macem-macem. Enak di rumah langsung dapat tiketnya. Akhirnya H - 2 aku dapet tiket Malabar untuk kelas Bisnis dengan harga Rp. 270.000

Naik Kereta Api Malabar Blitar - Bandung

Malabar merupakan kereta api yang melayani rute Malang - Bandung. Kereta api dengan rangkaian gerbong ekonomi - bisnis dan eksekutif ini jadi salah satu pilihan buat kamu yang mau bepergian ke Bandung maupun Jogja dari Malang. Aku kadang juga naik kereta ini, tapi kalau bisa naik malioboro ekspress mending naik itu deh.

Menurut jadwal, perjalanan kereta api Malabar dari Blitar menuju Bandung dimulai pada pukul 17.46 WIB dan dijadwalkan tiba di stasiun Bandung pada pukul 08.25 WIB. Kalau di total, perjalanannya membutuhkan waktu sekitar 14 jam. Ini merupakan perjalanan terpanjangku naik kereta api. Karena sebelumnya paling jauh naik kereta api itu cuma ke Jogja :D.

Seperti biasa, aku datang ke Stasiun selalu lebih awal, paling tidak 30 menit sebelum kereta berangkat aku sudah tiba di Stasiun. Salah satu alasan dateng ke tempat ini cuma untuk lihat jadwal maupun informasi lain terkait kereta api, maupun melihat kegiatan orang di stasiun kereta yang menurutku menarik.

Sore itu aku sudah masuk ke peron pada pukul 17.00 dimana senja mulai tampak indah di ufuk barat. Aku pun sempat mengabadikan moment senja sebelum meninggalkan Blitar.
Senja di Stasiun Blitar
Senja di Stasiun Blitar
Bagaimana? Cantik bukan senja di stasiun? Enggak perlu jauh-jauh kalau cuma mau menikmati sunset. Di sekitarmu aja banyak kok tempat yang bagus. Setelah matahari terbenam, azan mulai berkumandang. Kereta Malabar belum juga menampakkan diri. Ini merupakan sebuah kesempatan untuk yang mau menunaikan ibadah sholat magrib yang di jama' dengan isya'.

Akhirnya kereta tiba dengan sedikit keterlambatan dari jadwal yang sudah tercantum di tiket. Aku duduk disebuah bangku dengan seorang wanita Bandung yang sudah lama tidak merasakan naik ke kereta api. Seorang wanita muda yang menarik dan sayangnya sudah bersuami :D. wakakakakak.

Aku enggak terlalu banyak mengobrol, tapi ada sebuah kesamaan ketika kami saling bercerita tentang suasana pedesaan yang sama-sama kami rindukan. Dia juga ingin mencoba untuk menjadi seorang petani yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sendiri. Menanam padi dan sayuran untuk digunakan sendiri. Aku pun juga punya mimpi seperti itu.

Aku heran ketika tanya harga tiket, mbaknya kok bisa dapet tiket dengan harga 225rb ya? Padahal sebangku sama aku dan di online pun pilihannya untuk bisnis paling murah 270rb. Sedangkan ekonomi paling mahal 250rb.

Aku sempat berkontak dengan Mas Hiza selama perjalanan, dan ternyata tanpa janjian pun kami dipertemukan lagi di kereta tersebut meski berbeda gerbong. Jadi intinya kami ada dalam kereta yang sama dengan tujuan yang sama.

Kami bertemu ketika sampai di Stasiun Cipeundeuy, ketika kereta cukup lama berhenti entah untuk apa. Sepertinya memang sengaja istirahat untuk mengisi pasokan air di kereta api yang menipis setelah semalaman melakukan perjalanan.

Pagi itu aku benar-benar menikmati pemandangan yang belum pernah aku lihat sebelumnya, pemandangan dimana kereta api membelah pegunungan di tanah sunda yang cukup eksotis. Enggak perlu jauh-jauh ke Ubud kalau cuma mau lihat terasiring, di tanah sunda punya banyak :D.
Pemandangan Pegunungan di Tanah Sunda
Pemandangan Pegunungan di Tanah Sunda
Aku cuma bisa mengabadikan pemandangan indah ini di balik jendela kereta api yang agak buram. Tapi aku berhasil merekam kegiatan para penduduk di sekitar rel pagi itu, para pelajar sekolah yang berjalan kaki, naik motor tanpa helm dan beragam kegiatan menarik lainnya. Cukup menarik untuk diamati bagiku.

Turun di Stasiun Kiaracondong Bandung

Aku sebenarnya sudah mengobrol dengan Mbak Cantik di sebelahku tentang tujuan, aku disarankan untuk turun di stasiun Bandung aja karena lebih dekat ke Cimahi. Kata temenku Bang Odie juga kaya gitu, tapi karena mas Hiza ngajaknya di Kiaracondong, akhirnya aku putuskan untuk tetap turun di Kiaracondong bareng mas Hiza.

Sekitar jam 08.00 kereta api sudah tiba di stasiun Kiaracondong, akhirnya aku turun dan bertemu Mas Hiza. Setelah itu kami langsung membeli tiket untuk menuju Stasiun Cimahi yang jaraknya masih lumayan jauh. Harga tiket kereta api lokal dengan tujuan akhir Padalarang ini di bandrol dengan harga 4ribu rupiah saja.
Kereta api lokal di Bandung
Kereta api lokal di Bandung
Kereta lokal ke Cimahi ada sekitar pukul 10.00, masih ada waktu sekitar 2 jam sebelum kereta yang akan mengantar kami ke Cimahi datang. Akhirnya kami putuskan untuk sarapan di salah satu warung yang ada di sekitar Stasiun.

Ternyata Mas Hiza memutuskan turun stasiun Kiaracondong sesuai cerita adikku yang datang ke festival ini satu tahun yang lalu. Adikku naik kereta api ekonomi yang memang tujuan akhirnya adalah stasiun Kiaracondong, seharusnya tadi kami bisa berhenti dan menunggu kereta api lokal di Stasiun Bandung. Tapi enggak apa-apa, biar tulisan di blog ini lebih panjang dikit :D.

Naik Kereta Api Lokal Kiaracondong - Cimahi

Kereta api lokal telat sekitar 10 menit hari itu, setelah naik kereta api ternyata seperti dugaanku nomor tempat duduk tidak berlaku. Akhirnya kami berdiri sampai stasiun Bandung. Karena di Stasiun Bandung banyak orang yang turun.

Sekitar 20 menit setelah dari Stasiun Bandung, kereta pun tiba di Stasiun Kota Cimahi. Stasiun yang tidak terlalu besar menurutku. Aku baru tahu kalau Cimahi kini sudah menjadi kota tersendiri yang lepas dari Bandung. 

Dari stasiun Cimahi, aku harus naik angkot satu kali lagi menuju ke Jl. Baros. Waktu itu aku naik angkot warna ungu dan bisa langsung tiba di venue BIAF yang ada di Valore Hotel. Kami berdua belum mandi dan belum apa-apa sudah tiba di lokasi dan segera mempersiapkan segalanya :D. Cerita di BIAF bersambung pada tulisan selanjutnya yak :D.

You Might Also Like

2 comments

  1. Pernah juga sekali naik kereta Malabar dari Surabaya turun di Kiaracondong juga hehehe, tapi pas jaman dulu yang ekonomi hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenernya Ekonomi juga bisa turun di St. Bandung sist :D . Berhubung ngikut temen, jadi ikutan turun Kiara condong deh. Tapi untung turun situ, soalnya kalau di St. Bandung mau cari sarapan jalannya jauh :D

      Hapus

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe