Etika dalam Menulis di Media Online Nguawur

Etika dalam Menulis di Media Online Nguawur 1

Leave a Reply

Comment as a guest.

 

  1. Salut buat mas Pandu, negara kita adalah negara yang terbuka dan demokratis siapa saja berhak memberikan pendapat, kritik itu membangun, kami juga sebagai media online yang terbilang masih baru, benar-benar sangat mengkhawatirkan adanya masalah bagi pembaca setia, semoga saja kami bisa memetik pelajaran dari kejadian ini, sekali lagi terima kasih mas masukannya 🙂

    1. Dampaknya mungkin tidak akan terasa langsung, namun apabila ini terus menerus dilakukan akan banyak yang mulai meninggalkan media tersebut karena sudah tidak dipercaya lagi. Melihat komentar yang ada, sepertinya hal ini sudah berulang kali pada media yang saya sebutkan diatas.

  2. Yah begitulah realita media online sekarang mas… Saat ini banyak bermunculan portal berita yang nggak ada wartawan 'nyata' dan artikelnya pun rewrite dar media lain 😀

  3. Ulasan yang menarik mas 🙂
    Memang sih judul bombastis bisa mendatangkan trafik bagi media online.
    Apalagi, kalo kita lihat di facebook atau twitter dengan judul yang bikin penasaran: "inilah, penemu…", "Ternyata, aktris ini tidak memakai…", atau "Jokowi tetap memilih kapolri…"

    Tapi… waktu kita baca ternyata ga sesuai isinya.
    Yang lebih menjemukan lagi, kalo ternyata jadi viral seperti itu hingga, saya pun lebih memilih meng-hide akun-akun tersebut.
    Bukan apa, terkesan memelintir terlalu jauh.

    1. Iya mas, sudah banyak sekali iklan semacam itu di facebook. Beberapa media juga sudah saya hide dan blacklist. Apapun artikel yang ada di media tersebut saya sudah malas untuk membacanya.

      Saya lebih suka ulasan para blogger-blogger seperti di kompasiana daripada membaca di portal portal berita di media online yang dikelola perusahaan. Setidaknya di kompasiana kalau tidak artikel yang benar-benar bagus akan sulit mendapatkan tempat bagus. hehe

Read Next

Sliding Sidebar