Kulineran di Waroeng Godhong Blitar

Last Updated on 2 months by panduaji

Sudah menjadi risiko profesi yang membuat saya mencoba berbagai macam kuliner di Blitar sebelum menuliskannya di blog kerjaan satunya. Di blog ini saya bisa menulis dengan jujur tentang uneg-uneg di berbagai tempat makan di Blitar.

Jujur, saya lebih suka makan-makan dibanding nongkrong. Jadi konten di blog ini lebih banyak tentang tempat makan dibanding tempat nongkrong. Nanti saya akan berbagi tentang kafe enak di Blitar yang bisa jadi rekomendasi buat teman-teman yang mau main ke Blitar

Sekarang saya mau menulis tentang salah satu tempat kuliner baru di Blitar yang namanya Waroeng Godhong. Kebetulan lokasinya berada tepat di depan Warung Kasipah yang menjual soto daging 5 ribuan. Duh, jadi pengen. Udah lama enggak sarapan di sini.

Konsep Waroeng Godhong

Pertama kali datang ke waroeng godhong ini saya sempat bingung dengan konsep yang diusung. Dari luar tampak seperti restoran mewah dengan gaya kekinian nan instagramable. Bikin minder para rakyat jelata yang cuma punya bujet pas-pas an. Apalagi di sebrangnya merupakan tempat makan yang ramah di kantong

Begitu masuk, saya disambut dengan beberapa set kursi minimalis yang biasanya digunakan di kafe-kafe kekinian. Saya juga melihat dua balok kayu utuh yang menjadi meja super duper gede. Tentu harga kedua balok kayu tersebut di atas UMR Kota Blitar saat ini. Gimana nggak minder liat mejanya aja kaya gitu? Meja semacam itu memang identik dengan meja di restoran mahal.

Kuliner Waroeng Godhong di Blitar

Jadi warung ini dibagi menjadi 2 bagian. Di sebelah utara merupakan kawasan mewah dengan dua meja balok utuh yang cukup dominan dengan lampu agak remang-remang syahdu. Sedangkan bagian selatan berisi deretan meja minimalis nan instagramable sekaligus kokoh cocok untuk tempat makan. Ditambah kusen aluminium berwarna putih dengan kaca lebar yang bikin suasana makin instagramable.

Kedua bagian tersebut dipisahkan roster beton berlubang berwarna putih yang cukup aestetik buat background foto. Ada juga wastafel yang nggak main-main, mirip dengan di toko fast food modern lengkap dengan kaca yang cukup lebar juga.

Makanan di Waroeng Godhong

Menu makanan di waroeng godhong ini bisa dibilang termasuk murah banget. Jujur saya cukup kaget awalnya dengan harga menunya yang ada di kisaran belasan ribu rupiah saja. Cuma ada 1 menu yang harganya di atas 20 ribu, yaitu menu Ayam Kampung gitu pokoknya. Selebihnya ada di kisaran harga belasan ribu.

Sepertinya nama godhong ini digunakan karena penyajian makanannya menggunakan daun pisang.

Nasi Udang Kremes

Kuliner Nasi Udang Kremes

Menu makanan yang terdiri dari seporsi nasi dengan udang kremes, mi bihun, oseng buncis wortel, timun dan sambal bawang. Disajikan dalam cobek berbahan kayu dengan alas daun pisang ini sudah cakep untuk di foto. Bahkan saya nggak perlu effort lebih untuk bisa mengambil foto bagus seperti gambar di atas.

Rasanya? ini menu makan yang paling saya suka di waroeng godhong. Perpaduan manis dari bihun yang ketemu rasa gurih udang kremes dan pedesnya sambel bawang sudah nikmat. Meski waktu itu sariawan, rasanya cocok buatku

Nasi Kulit Komplit

Kuliner Nasi Kulit Komplit

Menu makan kedua yang pernah saya coba di waroeng godhong ini adalah nasi kulit komplit. Seporsi nasi gurih dengan kulit ayam digoreng, kremesan, kubis goreng, telur dadar, kremesan dan sambel bawang ini bener-bener pas. Nasi gurihnya beneran gurih yang enak. Semoga bisa dijaga terus kualitas rasanya. Seporsi ini dibandrol dengan harga 18ribu saja.

Tempe Menjes Petis

Sayangnya nggak sempat ambil foto tempe menjes dengan petis yang cukup proper untuk diupload. Seporsi tempe menjes dengan petis dibandrol dengan harga 7ribu. Tempe menjes dengan potongan daun bawang dan balutan tepung tipis ini sudah cukup enak. Apalagi ketika dicocol dengan bumbu petis yang juga enak.

Ini merupakan salah satu petis paling enak di Blitar. Soalnya belum nemu penjual gorengan dengan petis yang bener-bener nikmat di Blitar.

Waroeng Godhong

Waroeng Godhong ini buka mulai pukul 11 siang sampai 8 malam tapi di hari tertentu baru buka pada pukul 3 sore. Saya nggak tau apa alasan dibalik jam bukanya tersebut. Lokasinya ada di Jl. Imam Bonjol, Kota Blitar. Hanya beberapa kilometer lah dari tempat nongkrong andalanku di Ruang Tuang.

Mau nyobain lagi? Kalau sudah saya tulis di blog tentu bisa diulangi kembali. Bisa jadi tambahan tempat makan favorit di Blitar ini. Semoga bisa konsisten dan diperbaiki untuk semakin baik lagi

Previous

Intip Makanan Pedas di Jakarta yang Paling Recomended

Menginap di Glamping Lembah Indah Malang

Next

Saya juga ada di Instagram facebook Twitter dan Youtube Suka menulis tentang blogging di panduaji.com

Leave a Comment