Kembali ke blog Dolan

Seharian di Efteling, Negeri Dongeng di Belanda

Pandu Aji
29 Oktober 2026
No comments
Foto keluarga di depan rumah Vrouw Holle, Efteling

Beberapa link di artikel ini adalah link afiliasi. Kalau kamu memesan lewat link tersebut, saya bisa mendapat komisi kecil tanpa biaya tambahan untukmu. Rekomendasinya tetap dari pengalaman saya sendiri.

Kalau sedang ke Belanda, apalagi bawa anak kecil seperti saya, Efteling layak masuk daftar kunjungan. Seharian di sini jadi pengalaman yang berkesan buat si kecil dan orang tuanya juga.

Di tulisan ini saya ceritakan pengalaman jalan-jalan ke Efteling, mulai dari cara ke sana naik kereta dan bus, harga tiket masuk, sampai apa saja yang bisa dilihat di Hutan Dongengnya.

Apa Itu Efteling?

Efteling bukan taman hiburan biasa. Letaknya di Kaatsheuvel, Provinsi Brabant Utara, Belanda, dengan slogan “Wereld vol Wonderen” atau “Dunia Penuh Keajaiban”.

Menurut saya, yang bikin Efteling unik adalah temanya: dongeng, mitologi, fabel, dan cerita rakyat Eropa. Beda dengan taman hiburan di Jawa Timur seperti Jatim Park atau Blitar Park yang lebih banyak mengandalkan wahana modern dan tokoh film populer.

Jangan heran kalau di sini kamu ketemu tokoh-tokoh yang sudah akrab sejak kecil, seperti Rapunzel, Pinokio, sampai Gadis Berkerudung Merah dan serigalanya, lengkap dengan adegan terkenalnya. Setiap sudut taman dibuat seolah kita masuk ke halaman buku cerita. Sampai sekarang pun si kecil masih ingat ada jamur yang bisa bernyanyi di sini!

Efteling dibuka pada 31 Mei 1952 dan termasuk taman hiburan tertua di dunia yang masih beroperasi. Awalnya hanya berupa Hutan Dongeng (Sprookjesbos) dengan sepuluh dongeng rancangan ilustrator Anton Pieck. Sekarang luasnya sudah lebih dari 70 hektare dan menjadi taman hiburan terbesar di Belanda.

Di Efteling, pesona dongeng klasik bertemu dengan wahana pemacu adrenalin yang modern. Semacam Jatim Park lah kalau di Jawa Timur.

Cara ke Efteling

Pertanyaan klasik: bagaimana cara ke Efteling? Jawabannya tergantung dari mana kamu berangkat dan mau naik apa.

Naik Kereta dan Bus

Saya waktu itu naik kereta dan turun di Stasiun Tilburg, lalu lanjut naik bus dari Stasiun yang berhenti tepat di halte Efteling. Perjalanan busnya sekitar 20 menit. Pulang-pergi kami naik bus yang sama dari dan ke Stasiun Tilburg. Saya sudah lupa berapa harga tiketnya waktu itu, tapi kartu OV-chipkaart atau kartu debit/kredit contactless bisa dipakai untuk membayar.

Nomor bus dan jadwalnya bisa berubah, jadi sebaiknya cek dulu rute terbaru di aplikasi 9292 atau situs resmi Efteling sebelum berangkat.

Naik Mobil

Kalau menyewa mobil, Efteling punya area parkir yang luas dengan biaya sekitar €15 per hari.

Jalan Kaki ke Gerbang Masuk

Sampai di halte, saya masih harus jalan kaki hampir 500 meter ke loket. Bayangkan, itu baru sampai pintu masuknya, lho.

Tapi jalan kaki 500 meter di Belanda dengan cuaca yang cukup hangat untuk musim dingin memang menyenangkan. Pagi itu suhunya sekitar 16 derajat Celsius. Banyak orang berjalan beramai-ramai menuju bangunan pintu masuk yang atapnya mirip rumah di film The Lord of the Rings. Namanya Huis van de Vijf Zintuigen (Rumah Lima Indra).

Pintu masuk Efteling, Huis van de Vijf Zintuigen

Harga Tiket Masuk Efteling 2026

Harga tiket masuk Efteling tahun 2026 sekitar €40–€56 per orang, tergantung tanggal kunjungan. Akhir pekan, musim liburan sekolah, dan hari libur nasional biasanya paling mahal. Ada juga tiket fleksibel yang tidak terikat tanggal, harganya setara tiket termahal.

Waktu itu saya dibayari saudara, jadi saya tidak tahu dapat harga berapa. Supaya dapat harga terbaik, beli tiket online jauh-jauh hari dan pilih hari kerja.

Pintu masuk Efteling

Tiket Masuk Efteling

Pilih tanggal kunjungan dan bandingkan harganya sebelum berangkat.

Anak di bawah 3 tahun masuk gratis. Sesekali petugas melakukan pengecekan acak untuk memastikan usia anak memang di bawah batas tersebut.

Masuk ke Negeri Dongeng

Kami ke Efteling pada akhir November 2024, di ujung musim gugur. Begitu melewati gerbang, suasananya langsung berubah total. Musik khas dongeng terdengar pelan dari kejauhan, dan pohon-pohon tinggi dengan daun kuning-oranye yang berguguran bikin pemandangannya cantik banget.

Tujuan pertama kami tentu saja Hutan Dongeng (Sprookjesbos), bagian tertua dan paling ikonik di Efteling.

Langnek, Si Leher Panjang

Patung pertama yang kami temui adalah sosok berleher super panjang yang bisa naik-turun dan menoleh ke sekeliling. Namanya Langnek, salah satu tokoh dari dongeng De Zes Dienaren (Enam Pelayan) karya Grimm bersaudara.

Ada juga minatur dengan adegan Gadis Berkerudung Merah yang dulu hanya saya lihat di televisi. Si serigala menyamar jadi nenek, sementara Gadis Berkerudung Merah mengetuk pintu rumahnya.

Bahkan ada schene film pinokio juga. Artikel ini sudah terlalu lama di draft sampai saya lupa urutannya

Naga Penjaga

Pengunjung di depan patung naga, Hutan Dongeng Efteling

Tidak jauh dari situ, pengunjung berkerumun di depan patung naga hijau yang bertengger di atas tembok beratap genteng. Sayapnya terbentang lebar dan dari mulutnya keluar asap.

Anak-anak bisa mencoba menarik rantai di bagian naga untuk memancing agar naga mau bergerak seolah-olah ingin menjaga hartanya. Ini mengingatkanku pada film SMAUG pada film Hobbits

Rumah Permen Hans en Grietje

Lalu ada rumah permen dari dongeng Hansel dan Gretel (dalam bahasa Belanda: Hans en Grietje). Jalan setapaknya dihiasi permen warna-warni, dan di depannya ada puding raksasa.

Rumah permen Hans en Grietje di Efteling

Rumah Vrouw Holle

Kami sempat berfoto di depan rumah beratap jerami milik Vrouw Holle (Ibu Holle). Di jendela atas, Vrouw Holle terlihat mengibaskan bantal. Dalam dongengnya, bulu bantal yang berjatuhan itulah yang menjadi salju di bumi.

Foto keluarga di depan rumah Vrouw Holle, Efteling

Menara Rapunzel dan Kurcaci di Pohon Jamur

Masih di Hutan Dongeng, ada menara tinggi tempat Rapunzel menjulurkan rambut panjangnya dari jendela. Banyak orang berkerumun termasuk saya. Adegan film diperagakan dengan patung yang ada di area ini.

Menara Rapunzel di Hutan Dongeng Efteling

Ada juga kurcaci tua berjanggut putih yang duduk di singgasana di dalam batang pohon berhias jamur raksasa. Saya nggak tahu ini dari dongeng apa, tetapi kurcaci tua berjanggut itu berhasil membuat anak saya ketakutan dan mengajak pergi

Kurcaci tua di dalam batang pohon berjamur, Efteling

Sprookjesboom, Pohon yang Bisa Bicara

Salah satu ikon Efteling adalah Sprookjesboom, pohon dongeng bermata besar yang bisa berkedip dan bercerita. Di sekitarnya ada jamur-jamur kecil yang terus bernyanyi, dan inilah yang paling diingat si kecil sampai sekarang.

Sprookjesboom, pohon dongeng yang bisa bicara di Efteling

Istirahat di Komidi Putar

Setelah puas keliling Hutan Dongeng, kami istirahat dulu di area komidi putar. Si kecil ikut naik kereta kencana di komidi putar klasik yang dihiasi lukisan dan ornamen emas. Kami juga makan siang di area ini.

Naik komidi putar di Efteling bersama si kecil

Lanjut Keliling Efteling

Habis makan, kami lanjut keliling. Jujur, saya tidak banyak ambil foto karena ternyata bawa anak kecil sambil foto-foto itu cukup rempong.

Salah satu yang sempat terekam adalah pemandangan dari ketinggian saat naik wahana Pagode. Kami memang menghindari permainan yang memiliki antrian panjang, sehingga mau cari wahana yang juga bisa mengajak anak bayi

Dari atas Pagode terlihat seluruh taman, atap-atap rumah Kaatsheuvel, sampai deretan roller coaster di tengah hutan yang sedang berwarna oranye. Naik wahana ini membuatku merasa menjadi seorang raja di negeri dongeng yang sedang melihat rakyatnya 😀

Roller coaster Efteling terlihat dari atas

Setelah lelah berkeliling, akhirnya kami sampai di Stasiun Timur, tempat makan-makan lagi! Saya memesan kebab untuk beristirahat sekaligus ngobrol dengan keluarga. Sedangkan anak-anak masih seru keliling bersama teman-temannya.

Pulang Saat Senja

Menjelang pukul lima sore, langit sudah berubah jingga. Di akhir November, matahari di Belanda memang terbenam lebih cepat. Kami pun berjalan ke pintu keluar dan kembali naik bus ke Stasiun Tilburg.

Senja di area pintu keluar Efteling

Opsi Menginap di Efteling

Kami waktu itu tidak menginap karena pulang-pergi dari Tilburg. Tapi kalau kamu ingin lebih santai, apalagi bawa anak kecil, menginap di area Efteling bisa jadi pilihan. Tamu akomodasi resmi Efteling biasanya sudah mendapat tiket masuk taman selama menginap, termasuk di hari kedatangan dan kepulangan, dan bisa masuk lebih pagi sebelum taman ramai.

Berikut pilihan menginap resmi di Efteling:

  • Efteling Wonder Hotel: hotel bertema dongeng sekitar 700 meter dari pintu masuk, cukup jalan kaki sekitar 10 menit. Paketnya sudah termasuk tiket masuk Efteling.
  • Efteling Grand Hotel: hotel paling mewah, dibuka Agustus 2025 dan letaknya di dalam area taman. Tamunya bisa masuk lebih awal dibanding pengunjung biasa. Harganya juga paling tinggi.
  • Efteling Bosrijk: rumah liburan dan kamar keluarga di tengah hutan, lengkap dengan kolam renang indoor. Cocok untuk keluarga besar yang ingin menginap lebih dari semalam.
  • Efteling Loonsche Land: hotel bernuansa alam di samping cagar alam, plus pondok dan kabin liburan. Ini pilihan paling hemat, tapi jalan kakinya ke taman lebih jauh, sekitar 15 menit.

Harga menginap berubah mengikuti musim dan tipe kamar, jadi bandingkan dulu sebelum memesan. Efteling Wonder Hotel, Bosrijk, dan Loonsche Land bisa dicek harganya di Agoda atau Traveloka. Grand Hotel saat ini hanya bisa dipesan lewat situs resmi Efteling.

Menginap di Efteling Wonder Hotel

Hotel bertema dongeng dekat pintu masuk, paketnya sudah termasuk tiket Efteling.

Tips ke Efteling Bareng Anak

  • Datang sejak pagi. Taman ini luas dan Hutan Dongengnya saja bisa menghabiskan beberapa jam.
  • Pakai sepatu yang nyaman. Dari halte ke loket saja sudah sekitar 500 meter, belum keliling di dalam taman.
  • Unduh aplikasi Efteling. Di aplikasi ada peta dan perkiraan waktu antre tiap wahana.
  • Bawa baju hangat. Cuaca Belanda cepat berubah, apalagi di luar musim panas.
  • Beli tiket online. Lebih murah di hari kerja dan tidak perlu antre di loket.

Penutup

Buat saya, Efteling bukan sekadar taman hiburan, tapi tempat anak-anak (dan orang tuanya) bisa masuk ke dunia dongeng yang selama ini hanya ada di buku dan televisi. Kalau kamu ke Belanda bareng keluarga, sempatkan satu hari penuh untuk ke sini.

Ditulis oleh

Pandu Aji

Saya juga ada di Instagram facebook Twitter dan Youtube Suka menulis tentang blogging di panduaji.com

Tinggalkan komentar