Menikmati Kuliner Rumahan Legendaris di Es Mini Blitar

4 comments

Link
Rumah Makan Es Mini Blitar

Es Mini Blitar merupakan salah satu rumah makan yang cukup populer di Blitar terutama di golongan tua, sebagai generasi 90an, aku nggak begitu mengenal rumah makan ini. Maklum, aku hanya tinggal di Blitar sampai berusia dua belas tahun. Dan aku nggak ingat kalau dulu pernah diajak bapak maupun ibu ke warung ini. Anggap aja belum pernah datang ke sini :))

Beberapa waktu lalu aku mencoba mlipir ke Rumah Makan Es Mini, janjian dengan Mbak Earlike yang merupakan salah satu anak pemilik rumah makan es mini dan kebetulan berprofesi sebagai dosen. Kebetulan kami kenal ketika Mbak Earlike mengerjakan disertasi tentang Wisata Perkebunan Teh Sirah Kencong Blitar.

Asal Usul Es Mini

Sore itu aku menemui Mbak Earlike di rumah makan Es Mini yang terletak di Jl Dr. Wahidin Kota Blitar. Salah satu jalanan di pusat kota Blitar yang kini cukup terkenal dengan aneka kedai kopi. Jujur, kawasan ini sekarang menjadi kawasan kafe-kafe hits Blitar, nggak seperti Ruang Tuang JB yang ada di ujung utara, namun tetap menjadi tempat nongkrong favoritku di Blitar.

Rumah makan es mini ternyata nggak cuma menjual es saja, tetapi aneka menu masakan rumahan. Dari situ aku penasaran, kok diberi nama es mini itu gimana sih? Akhirnya Mbak Earlike mempersilakan ayahnya Anwar Sani untuk menceritakan asal-usul Es Mini kepadaku.

Anwar Sani, pemilik RM Es Mini Blitar

Pak Sani sapaan akrabnya mulai menceritakan awal mula berdirinya kedai Es Mini ini. Pada tahun 1964, beliau yang lulus dari sekolah dasar ikut saudaranya di Blitar untuk melanjutkan sekolah. Sembari sekolah, beliau membantu di depot Prasojo yang merupakan milik saudaranya. Dulu lokasinya berada di Dipayana yang sekarang sudah berubah menjadi Blitar Square Mall. Berawal dari bantu-bantu di depot tersebut beliau memiliki keahlian memasak dan bercita-cita untuk memiliki warung makan sendiri kelak.

Lulus dari STM pada tahun 1970, beliau yang nganggur sesekali mblantik motor. (Mblantik itu menjadi makelar). Dari menyisihkan tabungan tersebut akhirnya ia berhasil membeli sebuah kios di Jl. Kelud, Kota Blitar. Masih satu deret dengan Soto Bok Ireng yang cukup legendaris itu

Beliau pun akhirnya mendapatkan perkejaan di proyek pada tahun 1974, yang kemudian dikumpulkan sebagai modal jualan di kios yang sudah dimilikinya. Hingga akhirnya pada tahun 1975 membuka kedai es buah di kedai yang dimilikinya.

Banyak orang yang menafsirkan Es Mini itu dijual di tempat yang kecil, karena ukuran kiosnya kala itu adalah 3 x 5 meter. Padahal Mini itu berasal dari nama Mamik dan Sani. Mamik merupakan istri dari Pak Anwar Sani.

Jualan es buah menjadi pilihan karena ia pengin anak-anak sekolah yang merupakan target pasarnya kala itu mendapatkan asupan vitamin dll yang cukup untuk tubuhnya. Apalagi pada waktu itu masih sangat jarang orang yang jualan es buah.

Setelah 3 tahun berjualan Es Buah, akhirnya beliau mulai berjualan menu masakan rumahan yang bertahan sampai saat ini. Kini, kios di Jl. Kelud sudah nggak dibuat jualan, karena sejak tahun 1997 sudah pindah di Jl.Dr. Wahidin sampai saat ini.

Aneka Menu Es Mini

Aku bertanya pada Mbak Earlike, “Apa sih makanan andalan di Rumah Makan Es Mini ini?” Tentunya selain es mini yang merupakan menu andalannya. “Ada Nasi Campur sambel goreng Daging Mas”. Boleh juga menurutku. Akhirnya sore itu aku mencoba menu Nasi Campur Sambel Goreng Daging yang dimaksud oleh Mbak Earlike. Berikut penampakannya

Nasi Campur Sambel Goreng Daging

Dalam satu piring dengan porsi nasi yang pas menurutku, terdapat oseng daun pepaya dengan teri. Daun pepaya tidak begitu pahit, aku masih bisa menikmatinya. Selain itu ada sambel goreng tahu dan serundeng. Ada acar dan irisan daging. Menu yang sederhana ini dibandrol dengan harga Rp.15.000.

Aku suka dengan rasa bumbu pada dagingnya yang mantep. Apalagi kalau ditemukan dengan serundengnya. Aduh. Jadi pengin makan lagi padahal ngetik tulisan ini sudah menjelang pukul 11 malam.

Sayangnya, sore itu menu es mini nggak tersedia. Karena durian yang sesuai standard rumah makan ini nggak ada. Jadi, sebagai dessert makan sore itu ada Es Teler. Berikut penampakan es Teler khas Es Mini

Es Teler di Rumah Makan Es Mini Blitar

Dalam seporsi yang dibandrol Rp.10.000 (kalau nggak salah) terdapat kelapa muda, alpukat, mangga, nangka dan tape ketan. Es diserut mirip sama es di warung pak sabar Wlingi. Manisnya pas ketika es sudah dicampur dengan yang ada dalam mangkok.

Ternyata harga masakan di rumah makan ini nggak seserem yang aku bayangkan. Maklum, karena lokasinya di tengah kota dan posisinya cukup strategis jadi nggak salah kalau harganya juga sedikit di atas rata-rata dibandingkan warung-warung makan sejenis di pinggiran kota.

Overall sama rasanya juga worthed buat dicoba, tapi nggak tanggung jawab kalau jatuh cinta. Itu risiko masing-masing yak. Buat yang mager bisa juga memesan di grab. Tapi selisih harganya juga lumayan jika dibandingkan langsung datang ke rumah makan ini.

Pulangnya aku masih mbungkus rawon dari warung es mini Blitar ini dong, karena sepertinya menu masakan rumahan ini cukup menjanjikan rasanya. Apalagi rawon itu kata orang-orang lebih enak kalau dalam bentu nget-ngetan atau sudah dihangatkan alias blendrang. Meski dengan konsekuensi jadi lebih asin.

Dan beneran dong, keesokan paginya buat sarapan memang lebih asin, namun masalah selesai dengan menambahkan air. Potongan dagingnya besar-besar pula. Komplit dengan kecambah dan sambel trasi yang mantep bener aroma trasinya.

Nasi Rawong di Es Mini Blitar

Aku nggak tau sama Mbak Earlike dibawain berapa, soalnya nggak boleh bayar sama sekali. Aku kan jadi enak kalau gini. Overall ini rawon paling enak di Blitar yang pernah aku coba sih. Belum nemu rawon lain yang lebih enak untuk saat ini. Kalau ada yang tahu, tulis dong di kolom komentar.

Kuliner Es Mini Blitar

Hampir lima puluh tahun Es Mini hadir di Blitar, kini sudah mulai diurus generasi keduanya. Meski Pak Sani masih cukup sering menemani tamunya ngobrol ketika makan di rumah makannya. Sedangkan operasional rumah makan ini kalau nggak salah dipegang anak keduanya, alias kakaknya Mbak Earlike

Rumah Makan Es Mini ini buka sekitar pukul 9 pagi sampai 9 malam. Cocok untuk yang mau datang berombongan. Karena tersedia banyak tempat dan memiliki parkiran yang cukup luas meski berada dipinggir jalan utama. Buat yang mager buat datang juga bisa memesan lewat aplikasi ojek online. Atau mau beli sayur aja juga bisa banget kok beli di sini.

Menurut postingan Es Mini Blitar di Jelajah Blitar, ada beberapa menu yang disukai oleh para netijen, yaitu Es Buah, Es Teler, Nasi campur sambel goreng ati, Nasi campur sambel goreng daging, krengsengan, otak sapi goreng, sate bekicot / 02. Terserah mau beli yang apa

Tags:

Share:

Related Post

4 responses to “Menikmati Kuliner Rumahan Legendaris di Es Mini Blitar”

  1. verwati Avatar
    verwati

    wong aku sebagai cah blitar mek sekali rene
    kudu endang2 maneh iki

    1. panduaji Avatar
      panduaji

      Jajal wae, iso gawe bahan postingan blog kan? haha

      1. verwati Avatar
        verwati

        hooh,, ngerti ae wkwkw

        1. panduaji Avatar
          panduaji

          luweh murah timbang ngreview kafe kopian :))

Leave a Comment