Menelusuri Hutan Sirah Kencong

Minggu, Januari 11, 2015

 Jadwal kemarin Minggu kacau buat liat event budaya tahunan maulid nabi di daerah Lodoyo, gara-gara yang teman-teman dari Surabaya yang kemarin saya antar liburan di blitar pada molor dari itenary yang sudah saya jadwalkan. Rencana jam 8 pagi sudah saya antar ke terminal dan saya bisa dengan bebas meluncur ke Lodoyo yang jaraknya lumayan, ternyata jam segitu sebagian masih baru bangun tidur. Mungkin lain kali lah

Info wisata di blitar hanya di mblitar.net

Ajakan ke Sirah Kencong

Perkebunan Sirah Kencong
Perkebunan Sirah Kencong

Setelah teman-teman dari Surabaya kembali dari Blitar, saya pun kembali ke rumah karena hawa memang panas dan tidur lagi :D . Badan masih njarem karena perjalanan yang melelahkan keliling Blitar seharian dari ujung utara hingga selatan.

Sore itu saya mendapat notifikasi di sebuah aplikasi android yang bernama whatsapp. Mas Adi, seorang teman yang dipertemukan saat backpacker ke Karimunjawa akhir tahun lalu mengajak saya untuk main ke Sirah Kencong di Kab. Blitar. Kebetulan dia memang orang Blitar tulen, jadi sekarang punya teman buat jalan-jalan di area Blitar.

Berhubung ada yang ngajak main, saya terima ajakan tersebut kemudian mencoba googling. Ada apa saja sih di sirah kencong. Ternyata di tempat ini ada air terjun. Lumayan bisa buat postingan di direktori wisata Blitar yang sedang saya kerjakaan.

Perjalanan ke Sirah Kencong

Akhirnya hari Senin pun datang, saya pergi ke rumha mas Adi untuk besiap berangkat ke Sirah Kencong. Sirah Kencong merupakan nama tempat wisata perkebunan di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. 

Rute yang kami ambil tidak melalui jalan provinsi dimana harus melewati Garum - Talun dan Wlingi, namun jalanan kampung aspal mulus yang enggak terlalu ngerti nama daerahnya :D. Arahnya ke perkebunan Sirah Kencong ini mirip dengan arah ke Rambut Monte. Lain kali akan saya dokumentasikan perjalanannya.

Selama di perjalanan saya menggunakan kamera poket untuk asal jepret. Lumayan meski hasil tangkapannya enggak seindah tangkapan mata, namun beberapa sudah 'layak' di jadikan wallpaper laptop :D.

Berikut beberapa dokumentasi perjalanan saya menuju Sirah Kencong.

foto sawah di perjalanan
foto sawah di perjalanan


sawah sebelum jalan gunung
sawah sebelum jalan gunung
Setelah melewati persawahan yang luas terhampar dan memberikan pemandangan yang cukup bagus. Kami mulai masuk ke jalanan gunung. Pertama ada sebuah pos perkebunan kawisari. Di pos ini ada 2 jalan, kami terus naik dan kebetulan saya bisa mendapatkan foto di bawah ini.

jalan di perkebunan kawisari
jalan di perkebunan kawisari
Jalan diatas masih tergolong mudah kata Mas Adi yang sudah pernah kesini. Karena diatasnya ada jalanan yang sulit di lewati, apalagi ketika hujan. Kami beruntung karena sepertinya cuaca hari itu masih berpihak kepada kami. Di bawah ini adalah jalanan berbatu yang bisa dibilang mudah, karena di jalan yang ekstrim saya bingung cari pegangan jadi enggak sempat ngambil fotonya :D

jalanan berbatu
jalanan berbatu
Saya cukup kaget ketika sampai di sebuah spot sedang ada pengerjaan proyek dalam skala besar. Semacam meratakan gunung yang ada, awalnya kami kira untuk pembuatan villa. Tapi siapa mau bikin villa di tempat semacam ini, aksesnya sulit meski viewnya cukup keren.

Pengerjaan proyek
Pengerjaan proyek
Daripada cuma berasumsi kami meneruskan perjalanan hingga tiba di kebun yang kami maksud

Selamat Datang di Sirah Kencong

Setelah hampir 90 menit akhirnya sampai juga di perkebunan bantaran bagian sirah kencong. Sebenarnya tidak terlalu jauh, namun karena medannya yang cukup sulit untuk dilalui membuat perjalanan semakin lama.

Sesampainya di lokasi, kami turun dan mengobrol dengan satpam tentang daerah ini dan potensi wisata yang lain. Selain air terjun, terdapat juga perkebunan teh, candi dan gua yang bisa dikunjungi. Selain itu satpam tersebut juga bercerita bahwa kemarin ada mobil xenia yang naik sampai sini dan bisa. Tapi ya mekso. Apabila mau naik dengan mobil, disarankan menggunakan kendaraan yang tinggi seperti taft, pajero maupun mobil yang lain.

Saya tidak lupa bertanya sebenarnya ada proyek apa di bawah, untuk menjawab pertanyaan sebelumnya masih jadi asumsi. Ternyata tanah itu rencananya akan dijadikan pabrik susu greenpeace. Salah satu pemasok susu untuk perusahaan - perusahaan seperti nestle.

Di Sirah Kencong terdapat sebuah pabrik teh Kentea yang cukup terkenal dengan produk unggulan yang di ekspor ke berbagai macam negara di Indonesia. Sepertinya sedang tidak ada produksi ketika saya di sana, pabriknya terlihat sepi.

Pabrik Teh Kentea
Pabrik Teh Kentea

Menjelajahi Hutan Menuju Air Terjun

Di sini cuaca sudah mulai tak bersahabat, awan mendung sudah tampak diatas bukit yang kami tuju. Mas Adi memang punya rencana mencari lumut untuk pajangan aquarium, karena saya enggak tahu mana-mana ya ngikut aja deh kemana perginya :D.

Perjalanan dimulai dari sebuah pintu air di belakang pabrik, karena tujuan utamanya adalah air terjun pasti sungai ini mengalir dari air yang ada di air terjun. Memang tidak ada petunjuk arah dimana lokasi air terjun berada, meski ada beberapa tanda tali rafia yang membingungkan.

Pintu air irigasi sirah kencong
Pintu air irigasi


Kami hanya menyusuri hutan dengan bekas jalan yang ada. Kata mas Adi sih bukan ini jalan yang biasa dilewati orang, karena ada jalan lain. Pantesan, kata satpam kemarin banyak yang kesini tapi kok enggak kelihatan seperti jalan.

Setelah sempat nyasar dan berkeliling di hutan sambil mencari lumut dan hampir kejatuhan anggrek. Akhirnya saya bisa mengintip lokasi Air terjun yang ada di Sirah Kencong. Foto di bawah ini diambil dari sudut yang sebenarnya bukan jalan namun kami lewati :D

mengintip air terjun
mengintip air terjun




Sebelum menuju air terjun yang sudah berhasil kami intip, kami menuju ke Goa yang dimaksud oleh satpam. Ternyata ada 2 lubang gua yang bisa dimasuki. Sayang kami tidak membawa senter, bermodal dengan sinar dari smartphone, kami masuk ke salah satu pintu.

Bau tak enak dari kotoran keleawar semerbak menusuk hidung. Di dalam ada sebuah lorong gelap yang dipenuhi dengan kelelawar. Akhirnya kami putuskan untuk kembali keluar melalui mulut goa kedua yang berjarak tidak jauh dari lubang pertama.

satu dari 7 pintu goa


Air terjun di tempat ini tidak terlalu tinggi. Mungkin antara 5 - 10 meter. Seperti air terjun Cuban Rais yang tahun lalu saya kunjungi, airnya dingin banget. Meski badan gatal karena mbabat saya urungkan untuk mandi di sini. Selain karena terlalu dingin, cuaca sudah mulai tak bersahabat.

air terjun di sirah kencong
air terjun di sirah kencong
Tidak lama kami berada di sini, mungkin hanya sekitar 30 menit sambil istirahat. Mas Adi sibuk mencari berbagai macam jenis lumut. Saya hanya menikmati air yang mengalir di bebatuan. Akhirnya ketika kami akan melangkah meninggalkan tempat ini, gerimis sudah mulai turun.

Kaki basah, sandal basah membuat perjalanan pulang di hutan semakin repot. Jalan jadi licin dan sempat terpeleset beberapa kali. Untung sandalnya enggak rusak :D. Semakin lama hujan semakin deras, baju dan celana basah semua deh. Tujuan utamanya segera turun ke pintu air yang sudah kami lewati tadi. Karena takutnya hujan ini menambah debit air, resiko paling seremnya sih banjir :D.

hujan di pintu air
hujan di pintu air
Akhirnya sampai di sebuah warung di bawah mushola di sirah kencong. Indomie hangat menjadi teman menghangatkan diri. Sayangnya sedang tidak ada teh dan susu yang biasanya di pesan Mas Adi. Makan double indomie dengan telur + kopi susuh 2 porsi cuma habis 14 ribu :D.

Karena hujan dan takutnya akan semakin sulit, saya tidak sempat bermain-main di kebun teh dan mengunjungi candi yang ada di dekat sirah kencong. Dan memutuskan untuk segera kembali turun gunung.

Perjalanan Pulang dari Sirah Kencong

Hal yang ditakutkan ternyata terjadi, yaitu hujan.  Jalanan pasti licin, dan itu benar. Kami pulang setelah hujan reda. Warna hijau alam setelah hujan tampak lebih cantik dari sebelumnya.

Perkebunan teh
Perkebunan teh

Untung hujan turun hanya di atas. Beberapa kilo ke bawah, tepatnya di jalanan berbatu yang rusak tidak hujan sama sekali! Sehingga jalannya tidak terlalu sulit. Saya sudah lelah mengeluarkan kamera dan memfoto-foto. Setelah kurang lebih 90 menit kami tiba di rumah mas Adi dan saya segera pulang untuk cepat-cepat mandi. Karena badan gatal sudah tidak bisa diajak kompromi :D.

Saran untuk yang mau ke Sirah Kencong

Ada beberapa saran dari saya untuk yang mau ke sirah kencong. Supaya perjalanannya nyaman :D
  1. Untuk kendaraan roda dua, usahakan tidak menggunakan motor matic dan pastikan pengemudi cukup handal dalam mengemudikan motor.
  2. Untuk kendaraan roda empat, gunakan kendaraan yang benar-benar kuat untuk tanjakan, selain itu juga gunakan kendaraan yang agak tinggi seperti taft, pajero, dll
  3. Pastikan bahan bakar kendaraan ada untuk jarak tempuh yang cukup jauh. Lebih baik kalau di penuhin sekalian :D
  4. Lebih baik bepergian ke sini ketika cuacana cerah dan tidak hujan, karena medannya cukup sulit.
Mungkin itu saja sih saran saya untuk yang mau main ke Sirah Kencong. Semoga cerita ini bisa memberikan informasi untuk yang mau main-main ke tempat ini :D. 

You Might Also Like

0 comments

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe