3 Hari di BIAF Bareng Blender Indonesia

Jumat, Oktober 16, 2015

Ini merupakan cerita lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang naik kereta api malabar Blitar - Bandung demi meramaikan BIAF. Meski sudah lama tidak berkecimpung di dunia animasi, aku tetap ingin meramaikan dan ingin tahu tentang festival animasi ini. Karena 2 tahun sebelumnya aku enggak pernah hadir dalam festival animasi terbesar di Indonesia ini. Selain itu juga pengen ketemu dengan teman-teman dalam ajang ini.

3 Hari di festival ini akan aku rangkum dalam sebuah postingan, karena kegiatan setiap harinya kurang lebih sama. Karena emang banyak yang susah untuk dijelaskan dengan kata-kata.

Stand Blender Indonesia di BIAF

Aku dan Mas Hiza tiba di venue sekitar pukul 11.00 pagi, kami langsung menuju booth yang disediakan untuk komunitas Blender Indonesia. Aku enggak membawa apapun untuk persiapan booth, bahkan laptop pun aku enggak bawa. Mas Hiza yang bawa laptop, DVD bahkan monitor dari Jogja.

Karena tidak ada persiapan apapun, akhirnya Mas Hiza menyarankanku untuk membeli beberapa lembar karton di toko terdekat untuk ditempel pada dinding booth. 
Persiapan di Stand Blender Indonesia
Persiapan di Booth Blender Indonesia
Setelah mendapatkan berbagai perlengkapan, akhirnya Mas Hiza memulai live drawing pada karton yang menempel di dinding. Persiapan dekorasi stand Blender Indonesia pun ternyata menarik perhatian banyak pengunjung. Padahal ini persiapan untuk dekorasi, bukan demo live drawing seperti kelihatannya.
Proses dekorasi booth Blender Indonesia
Proses dekorasi booth Blender Indonesia
Selain Mas Hiza yang menggambar, keesokan harinya ada Jamie Vickers yang juga menggambar di salah satu sudut booth Blender Indonesia. Sama seperti Mas Hiza, proses nggambar / dekorasi pun jadi tontonan banyak orang. Padahal niatnya cuma nggambar buat dekorasi booth.
Jamie Menggambar jadi tontonan
Jamie Menggambar jadi tontonan
Awalnya dia juga sempat gugup dan bingung gegara penonton yang super duper rame. Akhirnya nggambar juga deh meski sempat kikuk.

Booth Blender Indonesia juga mempersilakan teman-teman yang ingin mengcopy tutorial Blender dengan syarat melakukan donasi. Donasinya se-ikhlasnya untuk makan para penjaga booth :D. Kebanyakan yang mengcopy tutorial adalah para pelajar yang duduk di bangku sekolah menengah atas.

Selain menjaga booth Blender Indonesia aku juga jalan-jalan untuk update tentang animasi Indonesia yang ternyata banyak terdiri dari teman-teman komunitas. Meski sudah enggak begitu nyambung dengan topik bahasannya, seenggaknya bisa ketemu temen-temen lama di Komunitas meski sudah banyak sekali yang berubah. Ya, mereka banyak yang bergabung dan menjadi studio animasi-animasi dengan berbagai macam proyek keren :D.

Selama di Cimahi, aku sekamar juga sama Jammie, banyak hal yang aku dapatkan dari obrolan-obrolan di kamar. Bahkan jauh lebih menarik daripada obrolan-obrolan ketika di festival. Dan obrolan-obrolan tersebut kurang pas kalau ditulis di blog.

Memang benar kata Mas Hiza, the real meeting is in canteen :D. Bikin acara kumpul-kumpul sendiri di kantin tempat berlangsungnya acara BIAF. Karena kurang ngeh dengan perkembangan dunia animasi yang mulai asing, aku cuma ngikut aja :D.

Penginapan Selama BIAF

Selama BIAF kami menginap di salah satu rumah dinas TNI AD yang berjarak sekitar 1.3 km dari venue. Dari penginapan menuju venue BIAF bisa ditempuh dengan jalan kaki karena tidak terlalu jauh, tetapi apabila malas, cukup berjalan 200an meter dan menunggu angkot warna ungu di dekat rel kereta api maka kita akan diantarkan tepat di pinggir jalan venue. Untuk angkot, kita hanya perlu membayar Rp. 2500 saja.
Guest House di Cimahi
Rumah Dinas TNI AD yang tidak ditempati ini bisa di sewa dengan tarif sebagai berikut ini
  • 1 Kamar besar Rp. 150.000 / malam (bisa di isi 3 orang)
  • 1 Kamar kecil Rp. 75.000/ malam (bisa di isi 1 orang)
  • 1 Rumah Rp. 600.000 / malam (bisa di isi sampai dengan 10 orang lebih)
Aku suka dengan rumah dinas TNI AD ini, rumah kuno peninggalan Belanda ini benar-benar membuatku jatuh cinta. Konstruksinya yang kuat dan oldstyle banget deh. Selain rumah yang tinggi, kamar-kamar juga cukup luas dengan lemari yang bisa digunakan. Setelah nyari foto-foto di rumah ini, aku enggak nemuin foto yang pas, cuma ada 1 foto agak random tentang kamarnya :D.
Ruang Kamar
Ruang Kamar
Untuk cari makan enggak perlu jauh-jauh, hanya puluhan meter dari rumah tersebut bisa langsung mendapatkan kaki lima, Soto ayam dengan harga 10ribu per porsi. Kalau bangun pagi, sekitar jam 7an bisa menikmati lontong kare yang murah meriah cuma 6 ribu / porsinya.
Penjual Lontong Kare
Penjual Lontong Kare
Penjualnya merupakan orang Banyumas yang sudah lama merantau di Cimahi, kata bapaknya sih lontong kare ini merupakan makanan khas dari Tegal. Aku pagi itu menemukan bapak ini lagi 'mangkal' di gang dekat tempat menginap. Kurang dari 50 meter dari pagar rumah tinggal sementara. Berikut penampakan lontong kare yang di bandrol 6 ribu rupiah
Lontong Kare
Lontong Kare
Selain kuliner lontong kare, enggak ada makanan yang lebih greget lagi menurutku. Ini salah satu jenis makanan yang susah kutemukan di Blitar. Mungkin susah juga di daerah lain.

Mungkin itu dulu aja ya cerita selama 3 hari di BIAF, cerita lain nggak perlu ditulis di blog deh, biar jadi kejutan untuk warga negara Indonesia khususnya. Lagian interest-nya sekarang nulis tentang jalan-jalan, jadi ya agak males kalau nulis yang lain :D.


You Might Also Like

0 comments

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe