Naik Kereta Api Malioboro Express

Sebulan terakhir cukup sering melakukan perjalanan naik kereta api, jadi jangan heran kalau postingan di blog ini seputar review kereta api. Seperti yang aku lakukan di penghujung bulan Februari, menghabiskan bulan Februari di tahun kabisat di Jogja. Kota yang pernah menempaku selama setahun sehingga jadi seperti sekarang ini.

Pada kesempatan ini aku mau nulis review naik kereta api malioboro express kelas eksekutif yang disponsori oleh Smartfren. Matur nuwun Smartfren udah bayarin tiket PP Malioboro Express Eksekutif, sehingga bisa jadi bahan untuk ditulis di blog ini.

Seperti biasa, sebelum nulis review naik kereta api Malioboro Express Eksekutif akan aku bahas dulu informasi umum tentang kereta ini, jadwal dan harga tiketnya.

Sekilas Kereta Api Malioboro Express

Kereta api Malioboro Express merupakan kereta api penumpang yang terdiri dari dua kelas, yaitu Eksekutif dan Ekonomi Plus. Diambil dari nama jalan paling populer di Jogja, yaitu Malioboro. Kereta ini melayani rute Yogyakarta – Malang PP pada tahun 2012. Dan pada tahun 2015 dalam satu hari melakukan perjalanan 2 kali pulang pergi.

Tarif

Tarif untuk kelas eksekutif ada di kisaran Rp140.000 – Rp400.000, sedangkan kelas ekonomi ada di kisaran Rp90.000 – Rp330.000. Yang menentukan membuat harganya berbeda adalah jarak tempuh, posisi tempat duduk dan tanggal keberangkatan. Biasanya kalau peak season orang piknik harganya bisa naik.

  • Madiun – Solo / Blitar maupun sebaliknya Rp70.000,00 (eksekutif) dan Rp40.000,00 (ekonomi plus)
  • Madiun – Yogyakarta maupun sebaliknya Rp100.000,00 (eksekutif) dan Rp70.000,00 (ekonomi plus)
  • Kediri – Yogyakarta maupun sebaliknya Rp150.000,00 (eksekutif) dan Rp100.000,00 (ekonomi plus)
  • Madiun – Malang maupun sebaliknya Rp110.000,00 (eksekutif) dan Rp85.000,00 (ekonomi plus)
  • Kediri – Malang maupun sebaliknya Rp95.000,00 (eksekutif) dan Rp75.000,00 (ekonomi plus)
  • Solo – Yogyakarta maupun sebaliknya Rp55.000,00 (eksekutif) dan Rp40.000,00 (ekonomi plus)

Karena belum pernah mencoba rute tersebut, jadi belum pernah membuktikan. Sumbernya dari Wikipedia sih.

Jadwal

Jadwal kereta api ini berdasarkan Gapeka 2019 yang ada di halaman wikipedia. Karena sampai saat ini aku masih belum menemukan link download resmi untuk Gapeka 2019.

KA Malioboro Express Yogyakarta – Malang Pagi

StasiunTibaBerangkat
Yogyakarta07.40
Klaten08.0608.08
Solo Balapan08.3608.41
Sragen09.0809.11
Walikukun09.3209.34
Madiun10.1010.25
Nganjuk11.0511.07
Kertosono11.2811.31
Kediri11.4111.47
Tulungagung12.5012.53
Blitar13.2313.32
Wlingi13.5414.00
Kesamben14.1514.33
Kepanjen15.0815.11
Malang Kota Lama15.3315.36
Malang15.41

KA Malioboro Express Malang – Yogyakarta Pagi

StasiunTibaBerangkat
Malang08.20
Malang Kota Lama08.2508.27
Kepanjen08.5909.02
Wlingi09.4809.55
Blitar10.1610.23
Tulungagung10.5110.54
Kediri11.2111.24
Kertosono11.5411.58
Nganjuk12.1912.22
Madiun13.0313.16
Walikukun13.5313.55
Solo Balapan14.3914.45
Klaten15.1115.14
Yogyakarta15.40

KA Malioboro Express Yogyakarta – Malang Malam

StasiunTibaBerangkat
Yogyakarta20.35
Klaten20.5921.01
Solo Balapan21.2921.33
Madiun22.5223.06
Nganjuk23.4723.49
Kertosono00.1000.13
Kediri00.4400.47
Tulungagung01.1301.16
Blitar01.4601.51
Wlingi02.1302.17
Kepanjen03.0403.07
Malang Kota Lama03.2903.32
Malang03.37

KA Malioboro Express Malang – Yogyakarta Malam

StasiunTibaBerangkat
Malang20.05
Malang Kota Lama21.1020.13
Kepanjen20.3520.38
Wlingi21.2421.27
Blitar21.4821.58
Tulungagung22.2622.29
Kediri22.5923.02
Kertosono23.3323.38
Nganjuk23.5700.00
Madiun00.3900.51
Sragen01.4601.49
Solo Balapan02.1402.20
Klaten02.4602.48
Yogyakarta03.14

Review KA Malioboro Express Eksekutif

Dalam waktu seminggu, aku naik Malioboro Express sebanyak 2 kali, yang pertama perjalanan pagi dari Blitar ke Jogja dan yang kedua perjalanan malam dari Jogja ke Blitar. Berikut review naik kereta api Malioboro Express Eksekutif

Aku mendapatkan kursi di kereta Eksekutif 1 yang ndilalah berada tepat di belakang lokomotif. Jadi ya agak jauh sih jalannya. Berbeda ketika aku naik dari Jogja ke Malang, Gerbong Eksekutif 1 berada di belakang gerbong restorasi. Jadi kalau laper, mlipirnya gampang.

Aku kaget ketika ndilalah kursi tempatku duduk dibalik menghadap ke belakang. Apalagi seharusnya dudukku di pinggir jendela ditempati cece yang sedang tertidur. Akhirnya cece satunya yang menempati sebelahnya kembali ke tempat duduknya sesuai tiket.

Jadi awkward berhadap-hadapan dengan cece cantik satunya lagi. Aku rela nggak pindah tempat duduk hanya untuk berhadap-hadapan dengan cece cantik yang masih duduk di semester 6 salah satu kampus di Malang. Yang namanya rejeki kan nggak melulu soal materi bukan?

Naik Kereta Api Malioboro Express 1
Mumpung kedua cece sedang ke resotrasi, aku ambil foto kursinya

Kursi di Malioboro Express ini bisa termasuk kategori kursi yang jadul, berbeda dengan kereta api Gajayana Eksekutif yang lebih minimalis dan mewah. Kursi ini lebih mirip dengan jok mobil. Kurang terlihat mewah dengan warna coklatnya.

Ketika mengunjungi teman di kereta eksekutif 2, jebul berbeda dengan yang ada di eksekutif 1. Di eksekutif 2 jendela tidak selebar yang ada di eskekutif 1. Kursinya pun berbeda, bahkan bagasi di atas kursi juga berbeda. Berikut penampakan di rangkaian kereta api eksekutif 2

Kereta Eksekutif 2 di Malioboro Express Malang - Yogyakarta Siang
Kereta Eksekutif 2 di Malioboro Express Malang – Yogyakarta Siang

Sedangkan penampakan kereta eksekutif 1 di kereta Malioboro Express Malang – Yogyakarta ketika siang hari adalah seperti foto di bawah ini

Kereta Eksekutif 1 di Malioboro Express Malang - Yogyakarta Siang
Kereta Eksekutif 1 di Malioboro Express Malang – Yogyakarta Siang

Dari penampakan gerbongnya sudah jauh berbeda. Tombol reclining seat juga jadul banget, karena perlu digeser. Yang aku suka adalah lampu di atas kereta kalau malam di redupkan mirip sama KA Gajayana sehingga bisa tidur dengan tenang.

Selain menerima pembayaran tunai, restorasi di kereta api juga menerima pembayaran non tunai dengan LinkAja. Nah, gitu dong biar LinkAja semakin berkembang nggak cuma buat bayar tagihan aja. Perjalanan siang nggak begitu lama, aku nggak sampai harus beli makanan. Sebelum berangkat udah makan dan beli air minum di stasiun yang harganya lebih ekonomis dibanding yang ada di kereta api.

Transaksi non tunai di kereta api dengan LinkAja
Transaksi non tunai di kereta api dengan LinkAja

Bahkan pramugari yang keliling di kereta menggunakan pakaian yang lebih santuy kaos polo berwarna orange dengan krah berwanra tosca dan celana yang bikin lebih enak untuk bergerak kesana-kemari. Btw, kemarin dengar dari pengumuman kalau pemesanan restorasi juga bisa dilakukan langsung lewat pesan whatsapp yang diumumkan ketika ada di dalam kereta.

Selama perjalanan disuguhkan pemandangan yang cantik, meski sempat hujan di beberapa daerah namun pemandangan cantik tetap bisa dinikmati dengan perantara lensa kamera.

Pemandangan dari Kereta Api
Pemandangan dari dalam Kereta Api

Kalau melakukan perjalanan malam dengan kereta ini akan disediakan selimut, karena ACnya bisa dibilang cukup dingin. Tidur di kereta api ini bisa dibilang cukup nyaman dengan lampunya yang mulai meredup sekitar pukul sepuluh malam.

Masalah kamar mandi di kereta eksekutif 1 kamar mandinya sempit dengan wc jongkok. Sama dengan kereta api ekonomi penataran. Sedangkan untuk kereta eksekutif 2, kamar mandinya lebih luas dan lebih nyaman dibanding eksekutif 1 yang aku naiki ketika berangkat ke Jogja.

Legroom kaki juga cukup luas standard kereta api eksekutif sehingga bisa selonjoran sehingga tidur bisa lebih nyaman dibanding kereta yang biasanya. Mungkin itu dulu yang bisa aku tulis kali ini, apabila ada pertanyaan seputar kereta api ini bisa langsung tulis di kolom komentar.

Saya juga ada di Instagram facebook Twitter dan Youtube Suka menulis tentang blogging di panduaji.com

2 thoughts on “Naik Kereta Api Malioboro Express”

  1. Pernah beberapa kali naik kereta ini pas ke Malang. Pertama kali naik, kelas ekonomi, saya dan kawan lebih banyak nongkrong di restorasi ketimbang di tempat duduk. Dingin banget soalnya waktu itu hahaha

    Reply
    • Sejak tinggal di Blitar, paling setahun sekali ke Jogja. Itu pun kadang pilih naik motor dibandingkan naik kereta, biar bisa bebas main dan mampir ke Pacitan juga. hehe

      Reply

Leave a Comment