Pantai Bakung dan Pantai Dung Dowo, Dua Pantai Perawan di Blitar Selatan

Last Updated on 3 months by panduaji

“Ini Pantai Bakung, sedangkan sebelahnya Pantai Dung Dowo Mas” Ujar Pak Eko, Kepala Desa Ngadipuro yang mengikuti kegiatan penanaman di Pantai Bakung pagi itu.

Desa Ngadipuro di Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar memiliki 10 pantai yang bisa dibilang masih perawan. Akses yang sulit membuat orang susah menjangkau pantai-pantai yang ada di desa ini. Pantai Bakung dan Pantai Dung Dowo merupakan pantai dengan akses yang lebih sulit dibandingkan Pantai Pudak.

Perjalanan Menuju Pantai

Beberapa waktu lalu saya mengikuti kegiatan penanaman pohon di Pantai Bakung, Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar.

Saya berangkat berempat bersama Mas Kusem, Tutut dan Irfan mengendarai dua motor. Perjalanan dari Kota Blitar menuju Desa Ngadipuro ini membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Di perjalanan saya bertemu Pak Mbung dari Sahabat Menanam yang numpang mobil ford double cabin milik perhutani. Enak kali tinggal duduk bengong di bak belakang sudah bisa sampai pantai.

Sesampainya di basecamp, rombongan berhenti dan menaikkan pohon ke mobil pertama. Di situlah kami berempat yang naik motor dari Kota Blitar memutuskan untuk menitipkan motor dan nimbrung naik bak belakang mobil perhutani ini. Maklum, semalam hujan deras yang membuat kondisi jalan menuju pantai ini benar-benar sulit.

Jalan menuju Pantai Bakung
Jalan menuju Pantai Bakung

Butuh waktu hampir 30 menit dari desa menuju ke Pantai Bakung. Kondisi jalan setelah meninggalkan desa masih berupa cor. Tidak jauh setelah itu berupa makadam yang bercampur dengan tanah. Apalagi setelah hujan, kondisi jalan sangat licin.

Kami juga menyusuri jalur lintas selatan yang masih belum bisa dilalui kendaraan biasa dengan nyaman lantaran semalam hujan deras. Beberapa bulan lalu saya sempat ikut perjalanan mencoba jalur lintas selatan Blitar dari pantai tambakrejo ke pantai serang.

Jalan di JLS belum ada makadamnya, jaid masih murni tanah yang apabila tergenang air licinnya minta ampun. Jadi kalau mau pergi ke pantai ini lebih baik dipikir-pikir lagi ya.

Pantai Dung Dowo

Pantai Dung Dowo di Desa Ngadipuro Blitar
Pantai Dung Dowo di Desa Ngadipuro Blitar

Setidaknya ada dua pantai yang bisa langsung diakses dari tempat mobil parkir terakhir. Yaitu Pantai Bakung dan Pantai Dung Dowo. Ingat, untuk ke pantai ini setidaknya untuk saat ini gunakan mobil yang cukup tinggi. Akan sangat membantu apabila roda mobilnya 4WD.

Sambil nunggu rombongan lain datang, saya melipir ke Pantai Dung Dowo sendirian. Pantai dengan bentang pantai yang tak begitu luas. Mirip dengan Pantai Umbul Waru di Desa Sidomulyo, Kec. Bakung, Kabupaten Blitar. Jadi kalau pasang, hampir nggak ada bibir pantainya.

Cukup banyak bebatuan di pinggir pantai, ombak yang cukup besar sehingga nggak cocok deh kalau mau main-main di pantai ini. Apalagi kalau sampai camping di pantai ini. .

Setelah mengambil beberapa foto, saya segera menyusul kawan-kawan lain yang sudah menuju ke Pantai Bakung, karena kegiatan utama memang diadakan di pantai Bakung.

Jalan menuju Pantai Bakung
Jalan kaki ke Pantai Bakung

Pantai Bakung

Pantai Bakung di Ngadipuro, Blitar
Pantai Bakung di Ngadipuro, Blitar

Jalan kaki nggak terlalu jauh sudah sampai di Pantai Bakung. Melewati lorong dari pepohonan yang cukup aestetik kalau sepi. Berhubung sedang di tengah kegiatan penanaman. Mengharapkan tak tampak orang sama sekali bisa dibilang hampir mustahil.

Pantai sebelah barat didominasi dengan pasir putih yang halus, bagian tengah pasir putih dengan bebatuan kerikil yang terhempas bebarengan dengan ombak. sedangkan bagian timur terdapat bebatuan karang yang mecungul seperti di pantai peh pulo.

Kalau mau sekadar bermain air tipis-tipis, mending menikmati di sisi barat dibanding tengah maupun timur. Soalnya lumayan sakit kegetok batu yang terbawa oleh ombak. Saya pilih minggir daripada harus melewati air dengan ombak yang membawa batu.

Pantai Bakung, Ngadipuro, Blitar
Pantai Bakung dari sisi utara

Di sebelah utara terdapat beberapa pepohonan rindang yang bisa digunakan untuk bersantai sambil menikmati deburan ombak pantai selatan serta belaian angin yang sepoi-sepoi. Menikmati bekal di sini memang enak sih. Karena nggak ada orang yang jualan di Pantai ini.

Oh iya, berhubung ini merupakan kegiatan penanaman, nggak afdol rasanya kalau nggak menyertakan foto kegiatan penanamannya.

Penanaman di Pantai Bakung
Penanaman di Pantai Bakung

Buat camping enak nggak? Sebenernya cukup enak apabila camping di dekat pantai, hanya saja selain akses jalannya yang terlalu sulit tidak tersedianya sumber mata air juga menjadi pertimbangan sih. Apalagi ini di pantai yang notabene lebih mudah lengket di badan. Jadi ketersediaan sumber mata air perlu dipertimbangkan.

Masih ada banyak tempat camping di Blitar yang bisa dipertimbangkan daripada di pantai ini. Jadi, kapan punya rencana buat main atau sekadar menengok pantai ini? Kalau bukan tipe petualang yang suka menjelajahi jalanan ancur, saranku nunggu JLS Tambakrejo – Serang jadi dulu aja deh. Biar lebih enak kalau mau ke pantai ini

Previous

Nasi Pecel Pandean, Wlingi Lebih dari Sekadar Rasa

Begini Teknis Penyebaran Vaksin Corona di Indonesia

Next

Saya juga ada di Instagram facebook Twitter dan Youtube Suka menulis tentang blogging di panduaji.com

Leave a Comment