Keindahan Goa Kedungkrombang di Desa Serang Blitar

Beberapa waktu lalu saya mampir di Goa Kedungkrombang dekat Pantai Serang saat liputan event Serang Culture Festival. Siapa sangka kalau ternyata Goa Kedungkrombang ini sudah berubah banyak dan benar-benar layak dan bisa disandingkan dengan Goa Umbul Tuk yang ada di Bakung, Blitar Selatan.

Sekarang waktu yang tepat untuk update Travel Blog Indonesia ini, kita sudah berdamai dengan pandemi dan menjadikannya bagian dari kehidupan kita. Saya sudah mulai beraktivitas sambil jalan-jalan seperti sediakala, meski enggak seleluasa sebelumnya.

Di postingan saya setelah lama nggak piknik adalah bercerita tentang Goa Kedungkrombang yang ada di dekat pantai serang Blitar. Saya nggak menyangka bahwa berkunjung ke Goa itu bisa senyaman ini, bahkan lebih nyaman dibandingkan ke Goa Gong di Pacitan.

Suasana di Goa Kedungkrombang

Saya datang ke Goa Kedungkrombang bersama Danang ketika menuju ke Pantai Serang dalam rangka liputan festival layang-layang. Parkiran goa ini cukup luas, bisa menampung motor dan mobil. Masuknya pun tidak terlalu jauh dari jalan utama Desa Serang. Mungkin sekitar 200an meter saja.

Akses jalan dari parkiran ke mulut goa juga relatif mudah, sudah dibuatkan anak tangga dengan pagar teralis sebagai pegangan. Beberapa anak tangga tampak cukup tinggi namun masih bisa ditolerir kok.

Baru turun beberapa anak tangga saya sudah dibuat terkesiap dengan mulut goa yang cukup lebar. Goa ini juga jauh dari kesan menyeramkan meski berada di bawah pemakaman umum. Waktu itu kami ditemani oleh Mbah Saerah untuk jalan-jalan keliling dalam Goa Kedungkrombang ini.

Mulut Goa Kedungkrombang

Saya semakin takjub ketika berada tepat di mulut gua yang menghubungkan luar goa dengan dalam goa, angin semriwing cukup kencang dan nggak ada bebauan yang mengganggu. Justru angin segar dengan kekuatan yang lebih kencang dibandingkan kipas angin di rumah. Heran aja sih, meski ada kelelawar tinggal di dalam goa tetapi tidak membuat goa ini menjadi bau.

Mbah Saerah bercerita kalau saat pembangunan, beberapa masyarakat yang turun tangan masuk angin gegara terlalu lama berhenti di pintu masuk goa ini. Nggak salah sih, angin dingin dan kencang memang menjadi salah satu sumber masuk angin.

Begitu memasuki dalam Goa saya semakin takjub dengan fasilitas yang ada dalam Goa, jalan utama yang berupa bebatuan goa disemen plus pagar teralis di bagian pinggirnya sebagai tempat pegangan. Nggak hanya itu, beberapa lampu juga cukup terang sehingga memungkinkan saya untuk mengambil foto dengan kamera seadanya

Keindahan Goa Kedungkrombang di Desa Serang Blitar 1
Dengan kondisi seperti ini, nggak perlu khawatir apabila kita masuk goa dengan jumlah rombongan agak banyak. Goa muat, sirkulasi udara juga sangat baik. Hal ini karena di ujung goa itu enggak tertutup, goa ini terhubung langsung dengan hutan. Lubangnya pun bisa dibilang cukup besar sehingga nggak perlu takut kekurangan oksigen di dalam sini.
Keindahan Goa Kedungkrombang di Desa Serang Blitar 2

Kedalaman Goa ini hanya sekitar 150 meter, sehingga nggak butuh lama untuk bisa menjelajahi dalamnya. Kurang dari satu jam pun kita sudah bisa kembali pulang. Sehingga bisa dijadikan tempat singgah kalau liburan ke pantai serang Blitar. Di ujung goa terdapat batu besar yang katanya merupakan tempat Sudanco Supriyadi dan para pengikut Pangeran Diponegoro bersemedi.

Asal Usul Nama

Goa Kedungkrombang ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu, bahkan warga sekitar juga sudah terbiasa dengan adanya goa ini. Banyak anak kecil warga sekitar yang sejak kecil sudah main ke Goa Kedungkrombang ini. Belum lama ini pemerintah Desa Serang mulai serius untuk menggarapnya untuk jadi salah satu destinasi wisata di desa Serang.

Nama Kedungkrombang berasal dari kata Kedung dan Krombang. Kedung sendiri merupakan sebuah cekungan di sungai sedangkan krombang merupakan tumbuhan yang dulunya ditemui di mulut goa sehingga menjadi sebutan Goa Kedungkrombang.

Saat ini kedung yang ada di dalam goa sudah tidak terlalu nampak, sudah nggak dalam lagi. Meski di musim penghujan nggak ada air mengalir dari kedung ini.

Info Wisata

Wisata Goa Kedungkrombang

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, berapa info tiket masuk ditemani guide? Saat saya berkunjung ke sini, kita nggak bisa bayar secara sukarela di dalam kotak yang sudah disediakan. Belum ada tiket atau HTM di wisata goa kedungkrombang ini. Jadi terserah teman-teman mau mengisi kotak dengan nominal berapa.

Parkiran juga nggak bayar sih kalau kemarin, kurang tahu apabila ada tarif reguler untuk biaya parkirnya. Ada penjual di sekitar goa yang bisa dijadikan jujukan kalau ingin bersantai terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Pantai Serang atau kembali pulang.

Saat ini jam operasional Goa Kedungkrombang ini mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Jadi kalau bisa datang di antara jam tersebut ya. Kalau terlalu pagi mungkin belum ada yang jaga, karena warga yang menjaga goa ini biasanya kalau pagi masih merumput untuk memberi pakan ternaknya.

Jadi kapan kamu mau main ke Goa Kedungkrombang ini? Atau sudah punya pengalaman jalan-jalan ke Goa ini? Tulis di kolom komentar yak!

shopee promo

Saya juga ada di Instagram facebook Twitter dan Youtube Suka menulis tentang blogging di panduaji.com

Leave a Comment