Cara Mudah Membuat Visa Jepang Sendiri!

Rabu, Februari 01, 2017

Ke Jepang? Dulu sempat pengen sih, apalagi waktu masuk nominasi dalam lomba blog My Ideal Japanese Winter Vacation yang pada akhirnya tidak berhasil mengantarkanku liburan gratis ke Jepang :D.
cara apply visa jepang freelancer
Visa Jepang
Aku udah ngerencanain main ke Jepang dari taun lalu, semenjak mendapatkan promo tiket pesawat kesayangan PP Surabaya - Jepang 3 juta rupiah. Beberapa kiriman postcard dari Jepang menambah keinginan buat segera mewujudkannya.
Postcard dari Jepang
Postcard dari Jepang
Berhubung waktu sudah dekat, ada baiknya untuk segera  mengurus semua keperluan untuk liburan ke Jepang. Berbeda dengan liburan ke Thailand dan Myanmar selama 9 hari yang aku lakukan tahun lalu. Untuk main ke Jepang ada persyaratan yang harus dipenuhi dulu, yaitu APPLY VISA! Suatu hal yang belum pernah aku lakukan sebelumnya.

Pada postingan kali ini, aku mau berbagi informasi tentang cara ngurus visa ke Jepang yang ternyata bisa dibilang MUDAH. Bahkan seorang freelancer seperti aku bisa apply dengan mudah tanpa meminta surat keterangan bekerja. Hanya saja, ada persyaratan tambahan yang aku tambahkan untuk memuluskan pengajuan visaku.

Persyaratan Pengajuan Visa Jepang untuk Liburan Biaya Sendiri!

Syarat untuk pengajuan visa Jepang sebenarnya sudah ditulis dengan lengkap di situs resmi konjen Jepang yang selalu update. Berhubung aku bukan pemegang e-paspor, jadi perlu persiapan ekstra untuk apply visa jepangnya.

Kalau kamu belum punya paspor bisa coba bikin paspor biasa. Baca cara bikin paspor online yang mudah dan cepat. Setelah punya paspor baru. Kalau epaspor silakan googling ya, karena tidak  semua kantor imigrasi bisa mengeluarkan epaspor. Blitar salah satu contoh kantor imigrasi yang belum bisa mengeluarkan epaspor.

Berikut persyaratan pengajuan visa untuk tujuan wisata dengan biaya sendiri ke Jepang.
  1. Paspor.
  2. Formulir permohonan visa. [download (PDF)] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram)
  3. Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili)
  4. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)
  5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang)
  6. Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)
  7. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu)
  8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan:
    Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya
    * Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya).
Untuk yang belum jelas, akan aku coba jelaskan. Dimulai dari Form Pengajuan visa Jepang.

Form Pengajuan Visa Jepang

Form Pengajuan Visa Jepang Halaman 1
Berikut penjelasannya form pengisian untuk halaman pertama.
  1. Tempelkan pas foto terbaru 4.5cm x 4.5 cm dengan background putih yang jelas dan bukan hasil editing. 
  2. Surename ini diisi nama belakang. Kalau cuma satu kata mending dikosongin saja deh.
  3. Given and middle names nama depan dan nama tengah apabila ada.
  4. Isi Tanggal lahir dan Kota kelahiran
  5. Jenis kelamin dan Status pernikahan
  6. Kewarganegaraan, kalau aku sih Indonesia
  7. Masukkan nomor KTP
  8. Tipe paspor untuk rakyat jelata sepertiku adalah Ordinary
  9. Nomor Paspor (buka paspor)
  10. Kota dimana kamu mengurus paspor. Kalau aku sih BLITAR
  11. Nama Kantor imigrasi yang mengeluarkan paspormu. Kalau aku Kantor Imigrasi Kelas II Blitar
  12. Tanggal dikeluarkannya paspor
  13. Tanggal kadaluarsanya paspor
  14. Tujuan pergi ke Jepang. Kalau aku sih liburan, jangan tulis piknik seperti gambar ya karena kurang formal :D.
  15. Berapa lalma di Jepang ? Mulai tanggal kedatangan hingga keluar Jepang
  16. Tanggal masuk Jepang sesuai jadwal di tiket pesawat
  17. Tempat masuk Jepang. Di Bandara mana? Ada Haneda, Osaka sama Narita. Lihat tiket yak.
  18. Nama pesawat dan kode penerbangannya 
  19. Tempat tinggal selama di Jepang. Aku kan pindah-pindah kota, jadi aku tuliskan satu hotel yang paling lama aku tinggali selama di Jepang.
  20. Kosongi kalau belum pernah ke Jepang sebelumnya.
  21. Alamat rumah tempat tinggal
  22. Pekerjaanmu saat ini. Kalau aku isi Freelance
  23. Tempat bekerja dan alamatnya.
Halaman duanya enggak aku tulis di sini ya. Karena gampang tinggal centang-centang aja dan tanda tangan.

Bukti Pemesanan Tiket Keluar Masuk Jepang

Booking Tiket Pesawat Terbang
Booking Tiket Pesawat Terbang
Untuk bukti ini, kamu diharuskan untuk membeli tiket pesawat masuk dan keluar dari Jepang. Bukti pembelian tiketnya kamu lampirkan sesuai urutan. 


Jadwal Perjalanan

Merupakan itenary mau kemana aja selama di Jepang. Enggak perlu terlalu detail cukup info-info umum saja. Tanggal segini mau kemana aja, tanggal segini mau kemana aja dan seterusnya. Berikut contoh itenary perjalanan yang sudah aku buat untuk apply visa ke Jepang.

Baca : Persiapan untuk Liburan ke Luar Negeri

Oh iya, formatnya ngikut dari form yang sudah disediakan Keduataan Jepang yak! Jangan bikin sendiri.
Form Itenary Jepang
Form Itenary Jepang 

Fotokopi Dokumen yang Menunjukkan Hubungan dengan Pemohon

Persyaratan ini mungkin diminta apabila kamu bepergian bersama seseorang. Seperti kasusku kemarin sih, aku sebenarnya mau berangkat sendiri tapi karena booking hotel yang aku lampirkan berdua, aku diminta untuk melengkapi dengan Kartu Keluarga. Padahal temenku kan enggak ada di Kartu Keluargaku.

Oleh karena itu kemarin aku posting info tentang cara kirim Fax yang mudah dan cepat supaya bisa segera di approve Visanya :D. Untuk amannya, bawa aja KK daripada diminta kirim Fax.

Dokumen yang Berkenaan dengan Biaya Perjalanan

Bisa datang ke Bank dan request rekening koran 3 bulan terakhir. Berapa saldo tabungan yang disarankan? Saranku sih 1.5juta per hari. Kalau 10 hari ya anggap aja perlu 15 juta.  1.5jt dikalikan berapa lama tinggal di Jepang. Kalau untuk freelance, semakin besar uang di tabungan akan semakin baik. Kalau tanpa rekening koran bisa coba fotokopi aja buku tabungannya untuk transaksi 3 bulan terakhir.
Booking Hostel di Jepang
Booking Hostel di Jepang
Selain itu untuk meyakinkan aku lampirkan booking hotel, transportasi dan lainnya yang memang sudah dibooking. Booking aja di booking.com karena free cancellation fee apabila tidak jadi. Bismillah, SING PENTING YAKIN

Persyaratan Tambahan untuk Freelancer

Oh iya, karena aku tidak memiliki kantor yang bisa dimintai surat keterangan kerja. Aku bikin surat pernyataan bahwa aku seroang freelancer yang ingin liburan ke Jepang dan memastikan akan kembali ke Indonesia di tanggal yang sudah ditentukan.

Surat keterangan ditulis dalam bahasa inggris dan aku tanda tangani diatas materai 6 ribu. Suratnya aku bikinkan kop surat sendiri ya. Nggak tau sih sebenernya ini ngefek apa enggak sama pengajuan visa jepang oleh freelancer.

Proses Pengajuan Visa Liburan ke Jepang untuk Pemilik Paspor Biasa (Bukan E Paspor)

Setelah semua dokumen diatas siap, selanjutnya adalah pergi ke Kedutaan Besar. Pastikan kamu datang ke Kedutaan Besar Jepang yang benar! Karena setiap regional hanya melayani daerah-daerah tertentu. Berikut daftar kedutaan besar Jepang lengkap dengan Wilayah Kerjanya.

Bagian Konsuler Kedutaan Besar Jepang di Jakarta 
Jl. M.H. Thamrin No. 24, Jakarta 10350, INDONESIA
Telephone: (021) 3192-4308 FAX : (021) 315-7156
Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) : Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung 

Kantor Konsuler Jepang di Makassar 
Gedung Wisma Kalla Lantai 7 Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 8-10, Makassar, INDONESIA
Telephone : (0411) 871-030 FAX : (0411) 853-946
Website : http://www.surabaya.id.emb-japan.go.jp/makassar/
Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) : Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua (Irian Jaya), Papua Barat 

Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya 
Jl. Sumatera No. 93, Surabaya, INDONESIA
Telephone : (031) 503-0008 FAX : (031) 503-0037, 502-3007 (Visa)
Website : http://www.surabaya.id.emb-japan.go.jp/
Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) : Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan

Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar 
Jl. Raya Puputan No.170, Renon, Denpasar, Bali, INDONESIA
Telephone : (0361) 227-628 FAX : (0361) 265-066
Website : http://www.denpasar.id.emb-japan.go.jp/
Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) : Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur

Konsulat Jenderal Jepang di Medan 
Sinar Mas Land Plaza (Wisma BII), 5th floor Jl. Pangeran Diponegoro No. 18, Medan, Sumatera Utara, INDONESIA
Telephone : (061) 457-5193 FAX : (061) 457-4560
Website : http://www.medan.id.emb-japan.go.jp/
Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) : Aceh Nangroe Darusalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau

Kalau kerja di Jakarta kemudian punya KTP Blitar bagaimana dan dimana ngurus visanya? Setauku sih, pelayanan pembuatan visa sesuai dengan KTP. Seperti temenku yang kerja di Jakarta tapi karena KTPnya Blitar, mau nggak mau dia harus ngurus di Kedutaan Jepang di Surabaya. Karena yang melayani pengajuan untuk wilayah jawa timur masuk Konjen Jepang di Surabaya.

Sebelum berangkat ke Kedutaan Besar Jepang untuk apply visa, pastikan tau jam pelayanan untuk pembuatan visa dan pengambilannya. Karena Ada jadwalnya sendiri-sendiri dan bukanya itu On Time!
Jam Pelayanan Konjen Jepang Surabaya.jpg
Jam Pelayanan Konjen Jepang Surabaya
  • Hari Senin - Jumat (kecuali pada hari libur nasional dan libur Kedutaan) 
  • Pengajuan Permohonan Visa : pk. 08:30 - 12:00 
  • Pengambilan Paspor : pk. 13:30 - 15:00
Sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk pengurusan Visa antara lain sebagai berikut ini.
Harga VISA (per 1 April 2016):
Harga LamaHarga Baru
    1.Visa Single EntryRp 330,000,-Rp 330,000,-
    2.Visa Multiple EntryRp 660,000,-Rp 660,000,-
    3.Visa TransitRp 80,000,-Rp 80,000,-

Pembayaran dilakukan ketika pengambilan visa.


Aku berdomisili Blitar, aku harus datang ke Konsulat Jendral Jepang di Surabaya. Aku berangkat sore hari naik kereta api penataran Blitar - Surabaya dan sampai tengah malam. Menginap semalam di Surabaya. Paginya dijemput sama Mas Cosa yang bakalan jadi temen jalan-jalan di Jepang untuk diantar ke Konjen Jepang di Jl. Sumatera no 39.

Ketika masuk ke dalam, hanya perlu menunjukkan KTP dan mengisi buku tamu. Semua alat elektronik disimpan di semacam deposit box. Ternyata antrian di dalam kedutaan Jepang tidak seserem yang aku bayangin. Enggak ada antrian panjang mengular. hanya ada sekitar 4 orang saja waktu aku datang.

Salah satunya adalah pekerja kantoran yang diminta untuk menguruskan visa Jepang karyawan di Kantornya. Lumayan ada sekitar empat dokumen. Kalau yang nitip masing-masing ngasih uang 50 ribu. Untuk empat dokumen kan dapat 200 ribu :D. Kepotong bensin dan makan waktu nganter sama ambil 50 ribu cukup :D.

Ketika giliran antrianku, aku diminta untuk melengkapi Fotokopi Kartu Keluarga yang dikirimkan melalui Fax. Aku heran, padahal aku berangkat sendiri tetapi kenapa kok diminta melengkapi Fotokopi KK. Selain itu aku juga diminta untuk menambahkan uang sekitar 3 jutaan di saldo rekening.

Untuk yang KK aku minta pengiriman via Email saja katanya enggak bisa. Kalau udah kepepet gak bisa kirim Fax silakan telp kedutaan paling lambat keesokan harinya. Sedangkan untuk tabungan, beruntung aku sudah bawa buku tabungan.

Kebetulan di rekening koran yang dicetak saldo dianggap kurang sedikit. Tapi karena di buku tabungan yang sebenarnya belum ke print sudah cukup. Petugas kedutaan pinjam buku tabungan untuk difotokopikan. Jadi aku enggak perlu kirim Fax dan sebagainya. Saranku sih, ada baiknya untuk bawa semua dokumen asli yang sekiranya dibutuhkan supaya tidak mengalami kejadian seperti aku.

Proses pengurusan visa ini terbilang cepat. Nggak sampai 30 menit aku sudah keluar. Diambil empat hari kerja dari tanggal pengajuan. Aku melakukan pengajuan hari selasa, pengambilannya hari Jum'at. Nanti dapat kertas bukti pengajuan visa yang digunakan untuk mengambil paspor di hari yang sudah ditentukan.

Ternyata setelah pulang, aku baru sadar bahwa tas slempang yang berisi buku catatan ternyata tertinggal di konjen. Yaudah lah aku ambil sekalian mengambil visa yang (semoga) di approve.

Jum'at sore aku ditelpon oleh petugas kedutaan yang mengkonfirmasi bahwa tas ketinggalan dan kok belum diambil. Aku bilang ke bapaknya kalau tas aku ambil hari senin sekalian ambil visa :D. Ternyata tasku dan isinya enggak ilang :D.

Keren kedutaan Jepang bisa mengetahui pemilik tas yang tertinggal. Jadi teringat film-film hollywood yang menganalisa dari CCTV gitu :D. Ternyata anggapan itu salah ketika aku datang mengambil visa. Di dalam tas masih ada bekas Tiket kereta api atas namaku :D. Mungkin tahu dari tiket dan menghubungi dari kontak yang aku tulis di buku tamu :D.

Pengambilan Visa Jepang

Sesuai rencana, hari Senin aku kembali berangkat ke Surabaya naik kereta api. Datang ke Kedutaan sekitar pukul 13.00. Nunggu 15 menit baru dibuka. Antrian juga enggak banyak. Sekitar 5 orang saja.

Udah dari semalam aku berdebar-debar ngalah-ngalahin nunggu pengumuman Ujian Nasional. Bahkan liburan ke Jepang sampai terbawa mimpi :D #eh. Ternyata ketika giliranku datang. Aku diminta untuk mengisi form pengambilan paspor dan membayar Rp. 330.000. Setelah itu Paspor yang sudah ditempeli visa ada di tangan :D.
Kwitansi Pembayaran Visa Jepang
Kwitansi Pembayaran Visa Jepang

Pulang dan berterima kasih sama bapak-bapak security yang apal gegara tasku ketinggalan :D. Dan ternyata proses pengambilan visa tidak lebih dari dua puluh menit saja. Sebenernya bisa diwakilin tapi aku sengaja berangkat sendiri biar tahu rasanya dan bisa jadi bahan tulisan blog :D.

You Might Also Like

0 comments

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Recent Comments

Subscribe