15 Desember 2017

Pertanyaan Umum Ketika Mau Liburan ke Jepang

Mau Liburan ke Jepang?
Ada banyak pertanyaan dari teman seputar liburan ke Jepang, terutama dari teman-teman yang pengen main ke Jepang atau cuma iseng aja kepo mau tanya-tanya :D . Pada postingan kali ini aku mau menjawab berbagai pertanyaan umum seputar liburan ke Jepang plus jawabannya.

Ke Jepang Ikut Tour?

 Aku dan Mas Cosa, teman jalan di Jepang
Aku dan Mas Cosa, teman jalan di Jepang
Jawabannya TIDAK. Jadi perjalanan ke jepang selama hampir dua minggu dengan budget 13jt all in itu aku enggak ikut tour sama sekali. Bisa dibilang untuk saat ini mustahil untuk mendapatkan nominal segitu untuk semua keperluan perjalanan. Jadi bisa kok backpackeran sendiri ke Jepang! Tapi kemarin itu aku cuma berdua sih sama Mas Cosa aja sih.

Setelah melakukan perjalanan berdua, aku bisa menyimpulkan bahwa jalan-jalan ke Jepang sendirian pun enggak jadi masalah. Jadi buat yang mau solo backpacker ke Jepang, bisa kok dan enggak akan ada banyak kesulitan saat traveling ke Jepang meski sendirian. 

Kalau di Jepang Ngobrolmu Gimana? Bisa Bahasa Jepang?

Untuk bahasa Jepang aku cuma modal Arigatōgozaimashita (Terima Kasih) aja sih. Sesekali bilang Konba Wa (Selamat Malam). Selebihnya ya blas nggak ingat, padahal dulu sempat mau ambil kursus bahasa Jepang sebelum berangkat, tapi gak jadi.

Di Jepang, sebenernya kamu bisa bener-bener jalan sendiri tanpa bantuan orang. Semua sudah jelas. Hanya sesekali aja mungkin perlu bahasa isyarat untuk bertanya ke orang. Karena orang Jepang jarang yang bisa bahasa Inggris. Jadi kebetulan di sana ngobrolku sama penduduk yang bisa bahasa Inggris dan bahasa Indonesia :D. Selebihnya cuma bahasa isyarat.

Bahkan temenku yang udah tinggal di Jepang beberapa tahun karena kuliah pun sampai saat ini belum bisa ngomong Jepang :D. Kuliahnya pakai bahasa inggris jadi ya gitu deh. 

Gimana Makannya ? Halal ?

Kuliner di Jepang
Etalase makanan di rumah makan jepang. Sehingga What You See Is What You Get (WYSIWYG!

Jujur kalau aku enggak terlalu strict dengan makanan halal. Diusahakan makan yang halal, tapi kalau nggak ada ya gak papa. Tapi makanan di Jepang di dominasi seafood, secara daging mungkin halal, tapi kurang tahu tentang campuran alkohol dan semacamnya. Jadi semuanya tetap aku makan dengan bismillah.

Selagi ada makanan halal, mending tetep pilih makanan halal (untuk muslim). Biasanya ada restoran-restoran halal, atau keda kebab yang halal. Tapi kalau lihat harganya ternyata diatas budget ya mending beli roti di convenience store sambil jalan. Ntar kalau dapat tempat makan yang lebih merakyat ya bisa mampir. 

Berikut beberapa tempat makan yang insyaAllah halal sempat aku datangi kemarin. Yang aku ragukan enggak aku tulis :D
Tempat makan lain kebetulan enggak aku posting dalam artikel tersendiri. Jadi baca aja di Itinerary. 

Tiket Murah ke Jepang?

Banyak yang bertanya kapan ada tiket murah ke Jepang (lagi) ? Jangan berharap, karena aku belum ada rencana untuk beli tiket liburan ke Jepang lagi. Kalau lagi iseng aja sih buka-buka web maskapai siapa tahu ada promo, juga langganan newsletter biar dapat info kalau lagi ada promo. 

Kemarin aku pesawat Surabaya ke Jepang PP habis sekitar 3 jutaan naik Air Asia, transit di Kuala Lumpur Malaysia dulu. Coba deh cek yang dari Denpasar, setahuku bisa dapat lebih murah sih promonya. Sekitar 1.3 jutaan kemarin sekali jalan. Kalau PP berarti kurang dari 3 juta.

Nginepnya Selama di Jepang Gimana?

Capsule Hostel
Dalam capsule net omotenashi no oyado hostel di Tokyo
Untuk penginapan selama di Jepang bisa cari di situs booking online, seperti bookings.com atau mau pakai airbnb ya bisa. Jadi penginapan selamam di Jepang, selain mempertimbangkan faktor harga yang murah dan fasilitas perlu juga mempertimbangkan lokasi. Biar enggak terlalu capek kemana-mana jalan.

Kemarin sempat ngakalin tidur di bus malam, sehingga bisa hemat untuk biaya penginapan selama satu malam. Coba deh baca postinganku tentang nunggu willer bus.

Saranku sih, cari penginapan dengan rating bagus, lokasi dekat dengan stasiun (karena kemana-mana bakalan naik kereta) dan dekat tempat makan yang di pengen i. Jadi gampang kalau sewaktu-waktu lapar. Minimal dekat dengan convenience store macam sevel, family mart dan lawson. Jangan cari Indomaret atau Alfa, nggak ada. Bonus kalau dekat tempat wisata.

Berikut beberapa penginapan yang kemarin aku singgahi ketika main ke Jepang
Kereta Api Cepat Shinkansen
Shinkansen di Shinjuku St.
Transportasi utama selama di Jepang enggak pernah naik taksi. Taksi super duper mahal. Kendaraan umum terus! Jadi siapin kaki buat capek, karena setiap hari aku jalan kaki lebih dari 5km. Untuk biayanya sendiri bisa dibilang cukup mahal, tapi beruntunglah untuk para wisatawan karena ada banyak tiket terusan yang cuma bisa dibeli oleh wisatawan. Sehingga transport jauh lebih murah :D.

Pinter-pinter aja nyusun Itinerary liburan ke Jepang, nanti aku bakal bikin tulisan sendiri tentang bagaimana caranya menyusun itinerary liburan ke Jepang biar efektif dan bisa menghemat anggaran main juga. 

Visa Jepang Gimana?

Visa Turis Jepang
Visa Turis Jepang

Ada dua jenis visa Jepang yang bisa kita pilih (untuk rakyat jelata yang mau liburan). Yaitu visa waiver dan visa biasa. Bedanya apa? 

Visa Waiver merupakan visa yang diberikan kepada pemilik epaspor. Jadi kalau enggak punya epaspor jangan harap bisa dapat visa ini. Pengurusan visa waiver ini gratis dan bisa jadi dalam 2 hari kerja. Bikin hari ini, besok jadi. Masa berlaku visanya 3 tahun / ngikut masa berlaku paspor tergantung mana yang lebih dulu habis dengan durasi tinggal sekali masuk 15 hari.

Visa Turis Biasa, ini yang aku gunakan. Cenderung lebih ribet, tapi mending ngurus ini daripada ribet bikin epaspor dari paspor yang baru kepake sedikit. Prosesnya 4 hari kerja. Bikin senin, kamis bisa diambil. Pengurusannya juga lumayan mahal 370 ribu (tahun 2017),  dulu sih aku cuma 330 untuk yang single entry. Kalau multiple  ya lebih mahal lagi. Untuk pengurusan visa turis biasa ini silakan baca Cara Membuat Visa Jepang.

Butuh Biaya Berapa?

Ini pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab, karena semua tergantung gaya hidup masing-masing sih. Untuk amannya sih siapakan aja biaya sekitar sejuta perhari. Itu udah paling aman. Cukup kok dengan budget segitu. Diluar tiket pesawat tentunya.

Harga makanan di sana sekitar 50 ribuan rupiah sekali makan untuk yang biasa. Kalau mau agak enak ya tinggal nambah ke 100 ribuan sekali makan. Namanya juga rakyat jelata, kadang makan enak kadang makan ngirit. Tergantung situasi dan kondisinya. Aku enggak mau jalan-jalan yang terlalu susah. Enggak harus mewah, yang penting nyaman di kantong dan orang.

Sebagai referensi bisa lihat itinerary dan biaya liburan ke Jepang.

Internetan Selama Di Jepang?

Aplikasi Wifi Gratis di Jepang
Aplikasi Wifi Gratis di Jepang
Kemarin selama dua belas hari stay di Jepang, aku enggak beli paket data apapun. Aku cukup memanfaatkan wifi gratis di Jepang. Tapi untuk kamu yang enggak tahan untuk terhubung terus di internet bisa nyoba cari info paketan XL Pass. Katanya itu lebih murah jika dibandingkan nyewa wifi di sana.

Karena kalau memanfaatkan wifi gratisan, kamu harus siap-siap aja bingung cari wifi gratis karena di beberapa titik nyari wifi gratisan itu enggak gampang. Seperti waktu aku main di Kyoto. Wifi disana enggak semudah di Tokyo. 

Bahkan temenku Irene yang kuliah disana mengkhawatiirkanku karena keluar bandara tanpa nyewa wifi, cuma nekat manfaatin wifi gratisan :D.


Mungkin itu aja sih pertanyaan yang sering ditanyakan sama teman-teman, kalau mungkin kamu punya pertanyaan lain bisa coba tinggalkan komentar. Nanti postingan ini aku update. Biar bisa membantu menjawab pertanyaan teman-teman yang mau liburan ke Jepang juga.

Ada pertanyaan?

Posting Komentar

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search