Menikmati Papuma yang Eksotis

Minggu, Juni 30, 2013

Menikmati Papuma yang Eksotis - Saya sadar ini sebuah blog pribadi yang berisi banyak sekali tutorial tentang komputer terutama ubuntu dan blender, namun belakangan juga mulai banyak yang berkaitan dengan ngeblog. Kali ini saya mau nambahi lagi sebuah kategori, yaitu wisata :D. Biar nggak bosen berkutat dengan teknologi terus menerus.

Pada postingan ini saya mau menuliskan pengalaman saat berlibur ke pantai papuma. Beserta perkiraan budget yang bisa dijadikan referensi buat siapa saja yang ingin berlibur ke sana. Papuma merupakan sebuah tanjung yang terletak di bagian selatan pulau jawa, yang biasa dikenal dengan segoro kidul. Terletak pada 28Km ke selatan Kab. Jember yang aksesnya cukup mudah membuat pantai ini digandrungi banyak orang, berbeda dengan pantai Klayar Pacitan yang aksesnya sulit, meski bisa jadi lebih bagus dari papuma.

Saya bersama 15 orang teman berangkat menuju papuma pada hari sabtu siang naik sebuah Elf. Perjalanan cukup jauh, karena sempat terjebak macet di porong sekitar 1 jam-an. Sehingga sampai di papuma pada pukul 7 malam. Langsung sigap mendirikan tenda untuk tidur di malam hari.

Bisa dibilang akses ke papuma tidak sulit, tidak ada medan yang ekstrim. Jalan yang cukup sulit hanya setelah melewati tempat pembelian loket yang di bandrol Rp. 12.500 / kepala. Jalanan tanjak khas pantai selatan memang sudah biasa saya lewati di daerah Pacitan.

Pada pukul 7 malam sampai di pinggir pantai papuma, dan kebetulan bertepatan dengan bulan purnama. Sehingga keindahan pantai malam bisa dinikmati. Setelah pendirian tenda selesai, langsung para wanita memasak untuk makan malam, karena memang kita camp, bukan sekedar berlibur biasa.

purnama di papuma
purnama di papuma
Setelah mendirikan tenda, makan malam bareng yang sangat nikmat, karena kebersamaan, kesederhanaan dan kelaparan yang berbaur :D. Setelah itu bebas mau ngapain aja. Banyak teman yang duduk-duduk di pantai sambil curhat-curhat. Menghabiskan malam itu. Hingga akhirnya bersama beberapa teman menggelar tikar di pasir pantai dan menikmati berjemur di bawah sinar rembulan sambil bercerita dan berbagi pemikiran.
kebersamaan, kesederhanaan dan kelaparan yang berbaur
kebersamaan, kesederhanaan dan kelaparan yang berbaur :D
Tak sadar jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi, mencoba untuk berjalan-jalan ternyata ada beberapa pasangan muda mudi yang cukup 'berani' menantang pantai selatan yang sedang surut. Hingga akhirnya pagi tiba, sang mentari mengintip malu saat ratusan mata menunggunya untuk tampil di papuma. Alhasil banyak orang tidak bisa mengabadikan keindahan sang mentari pagi itu. Saat itulah eksotisnya papuma muncul dan membuat mata terbelalak.

Keramaian pagi itu membuat saya tidak bisa menikmati moment, saya kemudian memilih untuk naik ke bukit dan menuju pantai sebelah untuk bisa menikmati sebuah moment berarti, menyegarkan pikiran dan hati. Saya tidak mengeluarkan uang sepeserpun selain untuk ke kamar mandi yang di bandrol 2000. Karena semua sudah dipersiapkan dari rumah.

Semakin siang pantai malah makin ramai, saat itu kebetulan bertemu seseorang yang juga dari Surbaya yang sebenarnya datang ke Jember karena undangan pernikahan. Sebelum berangkat menyempatkan diri untuk menikmati pantai ini.

Saya tuliskan beberapa list barang beserta biayanya yang bisa dijadikan referensi jika ingin pergi ke pantai papuma.

  • 1 Tenda Doom untuk 4 orang sewa per hari Rp 20.000
  • 1 Unit Elf + Sopir + BBM Rp 1.300.000
  • Tiket masuk Papuma Rp 12.500/orang
  • Uang keamanan Rp 2000/orang
Sepertinya pengeluarannya cuma itu saja deh, berikut fasilitas yang saya perhatikan dan rasakan di pantai papuma.
  • 1 Mushola terletak cukup jauh dari kumpulan batu karang papuma, itu pun tidak terawat.
  • Kamar mandi depan mushola dengan bak yang besar namun air payau
  • Kamar mandi di sekitar pantai sempit, air menggenangi kamar mandi, terkesan seadanya saja.
  • Tersedia beberapa cottage di papuma yang harus di booking terlebih dahulu apabila ingin menginap disana. Harganya saya kurang tahu.
  • Pantai sudah mulai kotor, banyak sampah yang berserakan mulai dari plastik hingga botol bir. Bahkan teman saya hampir menjadi korban pecahan gelas saat bermain air di pantai. Waspadalah.
Berikut beberapa penampakan di papuma yang sempat saya 'abadikan' karena saya terlalu sibuk menikmati keindahannya :D.
pantai papuma
pantai papuma

pantai papuma
Salah satu sudut papuma

pantai papuma
sebelah pantai papuma
Setelah mencari di album foto teman ternyata memang tidak banyak yang mengabadikan papuma, semua asyik menikmati moment saat berada di sana. Malah foto pantai papuma keseluruhan nggak ada. Untuk fotonya silakan cari sendiri, sudah banyak di internet :D

Papuma sudah mulai merasakan resiko menjadi terkenal, jadi jangan samakan papuma dulu dengan yang sekarang. Karena waktu terus berjalan dan papuma juga akan terus berubah. Semoga pantai klayar di pacitan tetap sepi dan tetap eksotis.

You Might Also Like

0 comments

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe