BLENDER TAK SEKADAR UNTUK GAME ; Dimanfaatkan untuk Program Alternatif Legal

Jumat, Maret 25, 2011


Sejumlah 16 peserta mengikuti workshop program Blender yang diselenggarakan selama 2 hari, 22 dan 23 November 2010 di Pusat Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PPTIK) UGM Bulaksumur. Peserta workshop Blender ini paling banyak diikuti dari kalangan mahasiswa, pelajar dan para pehobi multimedia serta freelance. Menurut salah seorang pemateri Workshop Blender Adhi Hargo ditemui di sela-sela kesibukannya mengarahkan peserta, sasaran dari lokakarya ini para free land dengan pelaksana Forum Blender Yayasan Open Studio Society (OSS) yang berkedudukan di Jl Kemasan Kotagede. 

PPTIK UGM sebagai penyedia fasilitas menjadi pusat informasi rujukan penyelesaian permasalahan bangsa. “Dengan menguasai Program Blender ini, para peserta nantinya tidak hanya sekadar mampu membuat animasi atau game, tetapi juga untuk membuat desain grafis dan kemanfaatannya yang lebih luas lagi sebagai program alternatif legal. Di samping itu Blender juga mampu digunakan untuk setting video, efek visual untuk film,” kata Adhi Hargo, Senin (22/11) 

Dikatakan oleh Adhi Hargo yang mengaku pernah kuliah di Fakultas Hukum (FH) UGM workshop ini untuk yang pertama kalinya diselenggarakan di PPTIK UGM, merupakan program tertunda beberapa waktu karena erupsi Gunung Merapi. Adhi sendiri mengaku saat ini sebagai freelance animator dan programmer ingin terus memperkenalkan dan mengembangkan Program Blender. 

Dijelaskan oleh Ketua Yayasan OSS Yogyakarta Hizkia Subiyantoro materi workshop meliputi cara-cara pengoperasian dasar perangkat dan animasi, memberi material dan tekstur dan menciptakan gambar final. Yayasan OSS tempat untuk atau berkumpulkan orang-orang yang menciptakan karya terutama animasi pendek melalui Proyek Seruling untuk masyarakat multi media. “Bulan Desember 2010 Yayasan OSS akan merilis sebuah buku berjudul ‘Dasar-dasar Blender’ yang ditulis oleh teman-teman forum maupun yayasan di antaranya Pandu Aji Wirawan, Hizkia Subiyantoro dan penulis yang lain,” ujar Hizkia. (Asp)-o

Sumber: Kedaulatan Rakyat, November 2010

You Might Also Like

2 comments

  1. kok ada dua nama disana, OSS dan OCC?

    BalasHapus
  2. sori, asal copas tadi :D. terima kasih koreksinya mas fikar :D

    BalasHapus

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe