Sedikit Tentang Lisensi

Rabu, November 03, 2010

Lisensi, merupakan hal yang penting, namun banyak yang belum mengerti hal ini, terlebih pada pelajar yang suka dengan hal-hal berbau komputer. Anehnya, ketika di sekolah ada bab pelajaran komputer yang membahas tetntang HAKI (Hak Kekayaan Intelektual), namun kurang mendalam. Pelajaran tersebut hanya sebatas teori dan pengenalan undang-undang tanpa ditindak lanjuti dengan praktek.

Sudah bisa dipastikan 80% bahkan lebih pelajar menggunakan software bajakan, terutama si Jendela (Windows) dan aplikasi yang ditanam di dalamnya. Ada sih sebagian yang menggunakan Jendela Original, namun saya jamin beberapa software yang ada di dalamnya merupakan software bajakan (misal: Microsoft Office, Adobe Creative Suite, bahkan IDM [Internet Download Manager]). Ada sesuatu yang lucu di sini

Coba tanya mereka dengan pertanyaan dibawah ini
  • Apakah mereka menggunakan software original? Sebagian dari mereka pasti menjawab IYA
  • Ketika ditanya lebih lanjut, berapa duit yang harus mereka keluarkan saat membeli software tersebut? Mereka jawab gratis, cuma ngopy teman atau sewa DVD.
Dan yang sangat disayangkan, sebagian mereka ngeyel bahwa software mereka original lantaran nge-crack. Merka tidak tahu bahwa crack merupakan salah satu pembajakan. Kita tidak dapat menyalahkan pelajar secara keseluruhan, namun kenapa mereka yang berkelut dengan dunia komputer sampai tidak mengetahui apa itu crack? Di sini timbul pertanyaan, apa yang salah dari mereka? Sampai tidak mengetahui hal tersebut. Apakah ketika di sekolah tidak memperhatikan gurunya? Atau gurunya yang salah? Atau bahkan kurikulumnya yang salah.

Sedikit mengenai pelajaran komputer yang pernah saya dapatkan selama pendidikan SMK jurusan Multimedia. Saat itu saya masih menggunakan Multimedia umum meliputi Web Design dan Programming (Dreamweaver) pada kelas X, Animasi 2D dan 3D pada kelas XI (Macromedia Flash dan 3DSMAX) dan Broadcast (Adobe Premiere, Adobe AE) saat kelas XII.

Pada pelajaran kelas X, guru menerangkan pemrograman menggunakan software Macromedia Dreamweaver dan PHP Triad untuk Web Servernya. Secara tidak langsung saya sebagai siswa yang baru mengenal dunia komputer mengikuti saja apa yang diberikan oleh guru. Saat itu saya belum mengetahui bahwa software yang saya gunakan harus membayar lisensi. Yang saya sayangkan guru tidak menjelaskan itu kepada saya. Tahunya ya menggunakan software tersebut. Padahal di kurikulum pendidikan, setahu saya kita tidak harus menggunakan sebuah software dari perusahaan tertentu. Dan bebas memilih. Lagi-lagi guru tidak memberitahukan terhadap murid alternatif software (kok jadi nyalahin guru terus ya).

Naik kelas XI, saya mulai mengetahui tentang bajak membajak software. Dan lucunya saya juga melakukan itu dan menganggap hal itu wajar-wajar saja (baru 15 bulan ini saya bertaubat dan sadar). Meskipun di sekolah menggunakan software macromedia flash, saya mengerjakan tugas flash menggunakan adobe flash CS3. Tidak hanya saya saja, sebagian dari temanku juga begitu. Pada akhir kelas XI saya mulai mengenal beberapa software baru mirip dengan software yang selama ini saya bajak. Saat itu saya coba untuk subtitusi tugas-tugas yang sekiranya mampu dikerjakan dengan software pengganti yang gratis. Contohnya: saya copy file 3D teman yang memiliki format max, lalu saya export ke format 3ds. Setelah itu saya import ke Blender. Hasilnya sama saja dengan 3DMAX. Tinggal saya rubah material untuk mendapatkan nilai bagus :p. Setelah itu saya mulai aktif di dunia open source. Langkah awal mengajari adik kelas mengenai software blender. Setiap minggu saya ke sekolah dan mengajari beberapa adik kelas tentang software open source khususnya blender.

Naik ke kelas XII, disini kita diperkenalkan dengan adobe premiere dan Adobe After Effect. Anehnya meskipun di sekolah hanya menggunakan Adobe Premiere 1.5 dan Adobe After Effect 6, namun teman-teman saya menggunakan Adobe CS semua. Untungnya saya tidak. Saya hanya mempelajari software yang ada di sekolah. Entah kenapa saat itu saya malas mempelajari software tersebut. Sampai akhirnya aku putuskan untuk memperdalam Blender dan tidak untuk software lainnya. Karena Blender powerfull untuk multimedia. Meskipun tidak diajarkan di sekolah saya bisa mempelajari blender dari forum. Entah siapa yang memberikan link tersebut di blogku. Saya ucapkan terimakasih. Dengan mendalami Blender pada Desember lumayan dapet rejeki jadi instruktur pelatihan Blender di sekolah selama 2 minggu yang diikuti oleh para mahasiswa D1 CC PENS ITS dan para karang taruna wonokromo. Semakin mantap dengan open source setelah mengerjakan TA dengan Laptop Ubuntu Karmic 9.10 Software Blender. Semenjak itu saya terjun ke dunia open source seutuhnya dan meninggalkan Jendela dan pembajakan hingga saat ini.

Linux More Than Enough.

Dari kisah masa SMK tersebut aku bisa mengambil kesimpulan.
  • Meskipun guru tidak mewajibkan murid menggunakan software tertentu, secara otomatis siswa mengikuti software yang sudah ada di sekolah
  • Guru kurang aktif dalam memberikan alternatif software pada muridnya.

Kembali ke topik awal. Pada dasarnya tidak ada software palsu. Semua software itu ASLI. Software yang selama ini dianggap palsu itu karena kita tidak memiliki lisensi yang original. Alangkah baiknya kita menggunakan istilah software original dan bajakan, bukannya software asli dan palsu. Karena di sini kita berbicara mengenai softwarenya bukan Cdnya. Berikut saya terangkan opini dengan sederhana.

Sebuah MAC BOOK baru harganya sekitar 20jutaan. Apabila kita bisa mendapat MACBOOK baru tersebut dengan harga sekitar 8jutaan sudah dipastikan itu palsu. Kita lihat dalamnya saja, pasti antara MACBOOK asli dan palsu ada perbedaan komponen di dalamnya. Luarnya nampak sama, namun dalamnya beda. Kita tidak dapat mengaplikasikan asli dan palsu pada software, karena software asli dan palsu pasti sama luar dan dalamnya.

Selama ini banya orang mengatakan softwrae itu palsu lantaran kita membajak. Membajak = Mencuri Lisensi. Banyak sekali cara membajak software, mulai dari meng-copy paste dll, exe. Crack, menggunakan SN(Serial Number) orang lain. Padahal sebuah lisensi biasanya berlaku untuk 1 PC saja. Kecuali yang sudah kerjasama atau yang telah membeli lisensi secara paketan. Oleh karena itu lisensi tidak dapat di copy paste. Dengan kita membeli lisensi, kita hanya membeli hak pakai (meskipun beli kita tidak memiliki hak milik, karena source code tidak bisa kita dapatkan).

Mungkin dengan ini bisa menambah pengetahuan teman-teman (khususnya pelajar) mengenai lisensi. Coba cek apakah software kalian itu original? Dengan cara melakukan update atau verifikasi ke websitenya :D.

Mungkin ini sedikit opini dariku mengenai lisensi.

You Might Also Like

2 comments

  1. agan, bisa kasih link untuk download pengganti adobe premier 3dmax n swf, trims sebelumnya...tolong kirimkan ke email ane ya agan saya pemula di linux khususnya ubuntu gan..

    email saya matnet62@yahoo.com

    BalasHapus

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe