Ayo Belajar

Selasa, Januari 28, 2014

Sore ini ada seorang adik kelas yang sudah mulai bingung mau bikin uji kompetensi apa. Uji kompetensi merupakan salah satu syarat untuk lulus dari SMK (kalau salah tolong di koreksi). Di tengah kebingungannya tersebut entah kenapa kok dia bertanya ke saya. Yasudah, saya kasih link uji kompetensi yang sudah pernah saya buat 4 tahun yang lalu.

Dari situ dia bingung. "lho? Pakai Blender? Emang dulu diajarin?" Dari kalimat tersebut saya ingat tulisan lama di blog yang berjudul bukan saatnya ajarin, tapi belajar. Entah kenapa kok tiba-tiba pengen nulis ini. Bisa jadi tulisan ini repost dari tulisan lama namun yang sudah disempurnakan lagi atau di revisi setelah sekian tahun. Karena selama beberapa tahun ini saya mendapatkan banyak sekali pengalaman. Saya akan coba jelaskan ke bahasa yang semoga lebih mudah di mengerti.

AJARIN

Terdiri dari sebuah kata, yaitu AJAR dengan imbuhan IN. Menurut saya, AJAR mengandung makna belajar sedangkan IN pada kata tersebut mengubah kalimat ajar yang aktif menjadi pasif. Hal ini tidak hanya berlaku pada kata ajarin, tetapi juga mandiin, boncengin, anterin dan masih banyak lagi. Contoh-contoh tersebut merupakan kata pasif semua, saya belum kepikiran kata dengan imbuhan IN yang merupakan kata aktif. Jika ada, tolong di tambahkan.

BELAJAR

Sama dengan AJARIN, Belajar juga terdiri dari sebuah kata AJAR yang mendapat awalan BE. BE + AJAR menjadi BELAJAR. Awalan BE mengubah kata dasar AJAR menjadi aktif. Karena menurut saya dan mungkin sebagian orang kata belajar berarti sedang melakukan sesuatu yang namanya AJAR. Banyak contoh kata yang menjadi aktif setelah ditambahakan awalan BE, seperti Bermain, Berhutang, Bercanda. Saya juga belum kepikiran kata dengan awalan BE yang merupakan kalimat pasif

PENJELASAN

Kok jadi pelajaran bahasa indonesia? Saya akan menjelaskan hubungan bahasa dengan topik yang saya bahas pada tulisan ini. Karena penggunaan kata aktif dan pasif berpengaruh kepada orang yang mengatakannya.

"Mas, ajarin pakai Blender dong biar bisa bikin animasi yang keren." Itu merupakan salah satu kalimat yang mungkin pernah dilontarkan seseorang kepada saya (tidak sama persis, tapi intinya sama. Minta diajarin). Orang semacam ini biasanya tidak memiliki niat yang kuat untuk mempelajari apa yang diinginkan. Dia meminta orang lain untuk membantunya, tanpa mau mulai lebih dulu. Menunggu dan terus menunggu. 

Parahnya ketika yang ditunggu datang untuk mengajari, orang macam ini sering mengeluh dan tidak niat dengan apa yang sedang / sudah diajarin oleh pengajar. Sifat orang semacam ini PASIF.

Sangat berbeda dengan orang yang mau belajar. Mereka cenderung aktif dan mencari tahu sendiri apa yang ingin diketahuinya. Karena sifat kata ini merupakan kata aktif. Selain itu pertanyaan yang terlontar di forum-forum yang pernah saya ikuti jauh lebih cerdas dan spesifik daripada orang yang pasif (minta diajarin). "Seperti, kemarin saya render gambar ini dengan pengaturan seperti ini hasilnya kok seperti ini ya? padahal saya kan pengen hasilnya seperti ini."

Coba amati pertanyaan seperti itu pada forum yang kami ikuti, pertanyaan mana yang lebih banyak mendapat tanggapan serius dari para senior di forum? Kalau menurut pengalaman pribadi, pertanyaan kedua lebih banyak mendapat jawaban yang memuaskan dan berkualitas daripada pertanyaan pertama. Kenapa? Silakan baca penjelasannya di Tips Bertanya yang Baik di Forum.

Dari pengalaman tersebut, saya lebih senang menganggapi orang yang mau belajar, daripada orang yang minta diajarin. Semoga tulisan repost ini tidak dianggap duplicate content sama si google yang menyebabkan di deindex :D.

Ayo BELAJAR dong, jangan minta AJARIN terus :).

belajar blender bersama
Catatan: Apa yang ada dalam tulisan ini merupakan opini pribadi yang mengambil referensi dari pengalaman yang sudah ada dan beberapa tulisan di blog. Jadi sifatnya subyektif.

You Might Also Like

3 comments

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe