Antara Save BMI, Mbak Sulistiyah dan Lanang Aji

Senin, Mei 02, 2016

Ndu, Repot? Tanya seorang teman melalui aplikasi chatting populer.
Nggak juga. Nyapo? Jawabku.
Ini ada orang yang butuh bantuan untuk diantar ke daerah Kedung Banteng, Kegiatan sosial mengantarkan bantuan untuk Eks TKI Taiwan yang dipulangkan karena kecelakaan.
Siapa orangnya? Tanyaku
Lanang Aji, kan cocok tuh sama Pandu Aji. Kata temenku.

Otak-atik gatuk ternyata -_- . Karena pekerjaan masih bisa dipending nunggu kabar dari client, akhirnya aku putuskan membantu mengantar Lanang Aji yang mewakili BMI untuk mengantarkan bantuan kepada salah satu eks TKI Taiwan yang dipulangkan karena mengalami kecelakaan. Karena cukup sulit mencari kendaraan umum untuk tujuan Bakung, Kab. Blitar. Dari informasi yang aku dapatkan dari tukang ojek, sehari cuma ada satu kali PP dari Bakung ke Kota Blitar.

Save BMI dan Eks TKI Taiwan

Lanang Aji
Lanang Aji
Jam menunjukkan pukul 13.48 ketika kereta api Malioboro Ekspress tiba di St. Kota Blitar. Di stasiun ini kami bertemu. Aku kaget ketika ketemu, ternyata orangnya lebih muda dari Aku. Selisih dua tahunan lah. Dari stasiun kami mampir makan siang di Soto Bok Ireng yang setelah itu bergegas menuju ke daerah Bakung.

Temenku yang tadinya mengontak aku namanya Orin. Dia ngikut ke mBakung untuk menyerahkan bantuan BMI. Perjalanan dari Kota Blitar ke Bakung memakan waktu sekitar 40 menit. Lanang Aji di sini mewakili Save BMI.

Apa itu Save BMI?

Save BMI
Save BMI

Yang aku tangkap dari penjelasan Lanang Aji, Save BMI merupakan sebuah organisasi nonprofit yang bergerak di bidang sosial dan ketenagakerjaan. Salah satunya adalah membantu eks TKI yang memiliki masalah, dalam kasusnya Lanang ini adalah membantu Eks TKI yang dipulangkan karena kecelakaan.

Dana Save BMI

Untuk masalah pendanaan, Save BMI mendapatkan donasi dari para pekerja di Taiwan. Sumbangan ini sukarela, seperti halnya kotak infaq di Masjid. Save BMI menyediakan kotak-kotak donasi di berbagai macam toko. Seperti yang tampak di poster atas itu.

Bisa dibilang Save BMI ini merupakan organisasi amal para Buruh Migran Indonesia. Para tenaga kerja ini menyisihkan sedikit penghasilannya untuk membantu teman lain yang sakit maupun mengalami musibah. 

Kondisi Mbak Sulistiyah Sekarang

Kurang lebih itu, deskripsi singkat tentang save BMI. Kembali lagi ke cerita mengantar Lanang Aji. Bantuan yang diberikan berupa sembako dan uang tunai. Kalau di nominalkan, uang tunai jumlahnya lebih sedikit daripada sembako.
Sembako Belanjaan
Sembako Belanjaan
Eks TKI Taiwan yang mendapatkan bantuan dari Save BMI kali ini adalah Mbak Sulistiyah. Mbak Sulistiyah dipulangkan setelah mengalami kecelakaan dan koma selama empat bulan di Taiwan. Kondisinya sekarang hanya bisa tidur dengan otak kiri yang menyusut, tidak bisa berbicara dan hanya bisa mengkonsumsi susu entramix dari selang di hidung. 
Keluarga Mbak Sulistiyah di depan rumahnya
Keluarga Mbak Sulistiyah di depan rumahnya
Cerita singkatnya dulu ketika di Taipei naik sepedah onthel, kemudian ditabrak sepeda motor dan koma selama dua bulan dan setelah sadar juga di rawat di sana selama dua bulan. Hingga akhirnya dibawa pulang ke Indonesia dan kini dirawat di rumahnya yang terletak di daerah Bakung.

Lanang bercerita kalau di Taipei itu sering terjadi kecelakaan semacam ini. Karena meski jalanannya lurus, banyak sekali lampu merahnya. Sekali warna ijo, satu jalur itu warnanya ijo semua. Ini yang membuat orang itu kadang ngawur mengejar lampu hijau.

Mohon maaf, aku enggak menyertakan foto Mbak Sulistiyah di postingan blog ini. Saat ini yang merawat adalah adiknya. Sehingga aku hanya akan upload rumah tampak depan dan keluarga yang tinggal serumah menungguin Mbak Sulistiyah.

Lanang Aji dan Popularitas Dunia Maya

Sekembalinya dari kediaman Mbak Sulistiyah, Lanang ingin langsung pulang karena ada kereta sekitar pukul 10 malam. Tapi karena loket kereta sudah tutup dan Indomaret hanya bisa melayani pembelian H - 1. Akhirnya dia menginap di Blitar.

Ada banyak obrolan tentang popularitasnya di Facebook saat ini. Karena aku kan kepo, akhirnya Lanang menceritakan awal mula dia bisa populer di facebook.
Saat itu Lanang membuat pizza menggunakan teflon dan menuliskan resep sekaligus cara untuk membuatnya. Nah, tanpa pernah dia duga sebelumnya, ternyata tulisan resepnya tentang Pizza Teflon ini menjadi viral di facebook yang dibagikan oleh banyak orang. Sejak itulah dia menjadi terkenal di facebook.

Tentunya tidak berhenti di situ saja. Gegara populer di Facebook, dia semakin rajin untuk mempraktekkan dan menuliskan resep-resep masakan. Jadi Chef / Koki Facebook.
Makam Bung Karno
Di Makam Bung Karno
Lanang membuatku semakin percaya dan yakin bahwa konten adalah Raja. Ketika kamu membuat konten yang bener-bener bagus, orang akan memberikan apresiasi yang terbaik. 

Kalau menurutmu kamu sudah berusaha memberikan yang terbaik namun belum mendapatkan hasil yang maksimal, hanya ada dua kemungkinan. Apa yang kamu usahakan belum benar-benar yang terbaik ATAU kamu belum ada pada momentum yang tepat.

Itu aja sih quote of the day dariku :D.

Sebelum kembali ke Jogja pada pukul 10 pagi, kami sempatkan untuk mampir ke Makam Bung Karno dan Istana Gebang. Tidak lupa makan nasi pecel khas Blitar. Kalau kamu mau beli sambel pecel khas Blitar, kamu bisa beli di toko online mblitar yang siap kirim ke seluruh dunia.

You Might Also Like

0 comments

Komentar spam enggak bakal aku approve lho. Gunakan nama asli bukan keyword :p

Facebook

Subscribe